{"id":10289,"date":"2023-05-05T17:12:38","date_gmt":"2023-05-05T10:12:38","guid":{"rendered":"https:\/\/info.populix.co\/?p=10289"},"modified":"2023-05-05T17:12:38","modified_gmt":"2023-05-05T10:12:38","slug":"perilaku-konsumen-generasi-z","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/perilaku-konsumen-generasi-z","title":{"rendered":"Perilaku Konsumen Generasi Z Saat Belanja Online, Yuk Simak!"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memahami perilaku konsumen generasi Z adalah salah satu hal yang perlu dilakukan oleh pebisnis sebelum merencanakan <a href=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/strategi-pemasaran-online\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>strategi pemasaran<\/strong><\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini disebabkan karena sebagian besar segmen pasar di Indonesia merupakan bagian dari generasi Z dan akan berperan penting dalam laju perekonomian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sedangkan, karakter generasi Z yang tumbuh bersama dengan perkembangan teknologi tentu jauh berbeda dengan generasi sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, bagaimana perilaku konsumen generasi Z? Yuk, simak ulasan selengkapnya pada artikel berikut!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Perilaku Konsumen Generasi Z<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"533\" src=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/capture-20230505-171025.jpg\" alt=\"perilaku konsumen generasi Z\" class=\"wp-image-17753\" srcset=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/capture-20230505-171025.jpg 800w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/capture-20230505-171025-325x217.jpg 325w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/capture-20230505-171025-768x512.jpg 768w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/capture-20230505-171025-200x133.jpg 200w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Source: Freepik<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Populix, 94% generasi Z menggunakan internet setiap harinya bahkan 60% di antaranya menghabiskan waktu lebih dari 5 jam untuk berselancar di jagat maya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal tersebut menunjukkan bahwa perilaku konsumen generasi Z selalu mengandalkan <em>smartphone <\/em>untuk mencari produk yang dibutuhkan sebelum memutuskan untuk membelinya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Generasi Z yang cenderung bersifat <em>tech-savvy <\/em>juga senang dan aktif berinteraksi dengan <em>brand <\/em>favoritnya secara <em>online.&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain kedua hal tersebut, masih ada beberapa perilaku konsumen generasi Z dalam berbelanja, di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Mengikuti Rekomendasi Teman daripada Mengikuti Tren<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun sebuah tren bisa mendorong minat masyarakat pada suatu <em>brand <\/em>tertentu, namun tidak semua hal yang populer akan demikian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Generasi Z akan lebih mempercayakan pilihan mereka terhadap suatu <em>brand <\/em>berdasarkan rekomendasi teman, daripada mengikuti selebriti atau <em>influencer.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lebih dari 68% responden yang mengisi riset Populix menyatakan lebih mempertimbangkan rekomendasi teman saat memilih <em>brand.&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, sebelum membuat produk yang sesuai dengan tren, Anda harus memastikan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan pasar atau tidak.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jangan sampai Anda terlalu fokus untuk mengikuti tren, tanpa membaca kebutuhan target <em>market <\/em>produk tersebut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Tidak Mudah Tergiur Harga Murah<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perilaku konsumen generasi Z selanjutnya adalah memilih untuk memprioritaskan kualitas daripada harga murah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Populix menyatakan bahwa 64% generasi Z percaya bahwa kualitas suatu produk akan berbanding lurus dengan harganya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mereka termasuk dalam golongan perfeksionis dan <em>high quality consciousness <\/em>yang tidak segan mengeluarkan uang lebih banyak untuk mendapatkan produk bermutu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itulah sebabnya, generasi Z seringkali mempertimbangkan testimoni atau <em>review <\/em>dari pelanggan sebelumnya sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/analisis-pasar-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Pentingnya Analisis Pasar untuk Bisnis, Ini Tujuan &amp; Caranya!<\/strong><\/a><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Belanja Online secara Nyaman<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Orientasi terhadap kualitas membuat generasi Z menginginkan informasi sebanyak-banyaknya terhadap suatu produk yang akan dibeli.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sedangkan, saat berbelanja <em>online <\/em>mereka tidak bisa melihat produknya secara fisik. Hal inilah yang seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi pengusaha.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai tips, Anda bisa menyediakan foto atau video produk secara <em>detail <\/em>dan dilengkapi dengan keterangan lengkap untuk membangun kepercayaan konsumen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, pastikan bahwa akses <em>platform <\/em>belanja Anda sudah <em>user friendly, <\/em>sehingga akan membuat konsumen merasa nyaman saat mencari produk yang diinginkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Lebih Senang Belanja di Marketplace<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun banyak pilihan <em>platform <\/em>untuk berbelanja, <em>marketplace <\/em>merupakan tempat favorit yang dipilih untuk belanja <em>online.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada <em>marketplace, <\/em>ada berbagai promo, transaksi yang aman, metode pembayaran beragam, serta fitur gratis ongkir menjadi alasan <em>platform <\/em>ini sangat digemari pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kehadiran berbagai <em>marketplace <\/em>membuat konsumen tidak hanya terpaku pada satu <em>platform, <\/em>mereka akan cenderung memilih mana yang menawarkan lebih banyak keuntungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, perilaku konsumen generasi Z juga lebih mempertimbangkan untuk berbelanja melalui <em>official store, power merchant, star seller, <\/em>yang ada di <em>marketplace.&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Pengguna Aktif Media Sosial<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Generasi Z menganggap bahwa media sosial merupakan <em>platform <\/em>yang paling mudah untuk membangun komunikasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini dibuktikan dengan survei dari Populix yang menyatakan bahwa 88% generasi Z di Indonesia aktif menggunakan media sosial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mereka memilih <em>platform <\/em>seperti Twitter, Instagram, YouTube, TikTok, Telegram, dan sebagainya yang menyajikan media <em>visual.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Generasi Z lebih tertarik dengan grafis menarik daripada harus membaca artikel padat dan bertele-tele.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adapun beberapa konten kreatif yang paling mudah untuk menarik perhatian mereka adalah video parodi, meme receh, dan sebagainya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/contoh-campaign\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>12 Contoh Campaign Produk yang Unik &amp; Menarik untuk Bisnis<\/strong><\/a><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. Tidak Ragu Berpendapat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perilaku konsumen generasi Z selanjutnya adalah tidak ragu untuk menyuarakan hal yang menurut mereka benar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mereka berani untuk menyatakan kritik terbuka kepada rekan atau bahkan <em>brand <\/em>secara <em>online <\/em>melalui berbagai pernyataan tanggapan, informasi, serta sumber yang mendorong pemikiran kritis.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya, generasi Z bisa memberikan dampak yang kuat terhadap opini publik lainnya berdasarkan pernyataan-pernyataan yang mereka utarakan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>7. Mudah Bosan dan Kurang Fokus<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai pengguna internet, perilaku konsumen generasi Z akan dipengaruhi oleh berbagai informasi yang diterima secara daring.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perpindahan informasi di internet yang sangat cepat membuat mereka cepat bosan terhadap sesuatu dan tidak bisa berfokus hanya pada satu <em>brand.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sehingga, sebagai pengusaha, Anda perlu terus berinovasi untuk memberikan sesuatu yang baru untuk mempertahankan konsumen tersebut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tips Menyusun Strategi Penjualan untuk Generasi Z<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"533\" src=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/capture-20230505-171002.jpg\" alt=\"generasi Z\" class=\"wp-image-17754\" srcset=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/capture-20230505-171002.jpg 800w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/capture-20230505-171002-325x217.jpg 325w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/capture-20230505-171002-768x512.jpg 768w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/capture-20230505-171002-200x133.jpg 200w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Source: Freepik<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti yang disebutkan sebelumnya, perilaku konsumen generasi Z akan berperan penting pada pertumbuhan ekonomi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sehingga, Anda perlu melakukan berbagai upaya dan strategi pemasaran yang bisa menarik perhatian mereka dan mempertahankannya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adapun beberapa tips strategi pemasaran yang bisa dilakukan berdasarkan perilaku konsumen generasi Z, di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Memaksimalkan Penggunaan Media Sosial<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk menyesuaikan perilaku konsumen generasi Z, Anda tidak cukup dengan hanya beralih penjualan menggunakan <em>platform online.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda harus mendekatkan diri dengan konsumen tersebut melalui <em>platform-platform <\/em>media sosial yang sering mereka gunakan untuk mencari informasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui <a href=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/social-media-marketing-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong><em>social media marketing<\/em><\/strong><\/a>, Anda bisa membangun <em>brand persona <\/em>untuk menarik calon konsumen dan menjalin komunikasi dengan mereka.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/cara-menghitung-diskon\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Cara Menghitung Diskon dengan Benar, Ini Rumus &amp; Contohnya!<\/strong><\/a><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Micro-storytelling Campaign<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk menarik perhatian generasi Z, Anda harus menyesuaikan strategi pemasaran dengan menggunakan \u2018bahasa\u2019 mereka.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konten berbentuk <em>micro-storytelling <\/em>berupa video merupakan jenis yang lebih mudah diterima oleh generasi Z.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Maka dari itu, Anda bisa memaksimalkan penggunaan fitur media sosial seperti Instagram Reels, YouTube Shorts, atau TikTok.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konten-konten pendek berbentuk video akan lebih disenangi karena lebih singkat dan padat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Riding The Wave<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kecenderungan generasi Z untuk selalu mencari informasi melalui <em>smartphone <\/em>membuat mereka senang memperhatikan tren yang sedang beredar di media sosial.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda bisa memanfaatkan momen ini untuk menghasilkan konten-konten yang berhubungan dengan tren tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Usahakan untuk mencari celah dengan sudut pandang yang unik dan tidak terkesan monoton, namun tetap disesuaikan dengan nilai <em>brand <\/em>Anda.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengetahui Perilaku Konsumen Generasi Z dengan Cara Survei<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"533\" src=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/capture-20230505-170916.jpg\" alt=\"perilaku konsumen generasi Z\" class=\"wp-image-17755\" srcset=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/capture-20230505-170916.jpg 800w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/capture-20230505-170916-325x217.jpg 325w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/capture-20230505-170916-768x512.jpg 768w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/capture-20230505-170916-200x133.jpg 200w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Source: Freepik<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai pebisnis, Anda bisa melakukan berbagai upaya pendekatan konsumen generasi Z, misalnya dengan memanfaatkan media sosial dan tren yang sedang beredar.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, Anda juga bisa melakukan <em>social listening <\/em>dengan membuat survei <em>online <\/em>di <strong><a href=\"https:\/\/populix.onelink.me\/iAix\/ngbhpwww\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Poplite by Populix<\/a><\/strong><em> <\/em>untuk mengetahui minat dan kebutuhan mereka.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/populix.onelink.me\/iAix\/ngbhpwww\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Poplite<\/strong> <strong>by Populix<\/strong><\/a><strong> <\/strong>merupakan sebuah <em>platform self-service<\/em> survei yang telah memiliki 300.000+ responden di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui <strong>Poplite<\/strong>, Anda bisa mendapatkan data secara relevan, cepat, dan tentunya terjangkau.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, yuk, kenali perilaku konsumen generasi Z yang sesuai dengan <em>brand <\/em>Anda bersama <strong><a href=\"https:\/\/populix.onelink.me\/iAix\/ngbhpwww\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Poplite by Populix<\/a><\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/populix.onelink.me\/iAix\/ngbhpwww\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1400\" height=\"321\" src=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/banner-website_poplite1-1400x321.jpg\" alt=\"survei online populix\" class=\"wp-image-15650\" srcset=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/banner-website_poplite1-1400x321.jpg 1400w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/banner-website_poplite1-325x75.jpg 325w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/banner-website_poplite1-768x176.jpg 768w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/banner-website_poplite1-1536x352.jpg 1536w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/banner-website_poplite1-200x46.jpg 200w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/banner-website_poplite1.jpg 1823w\" sizes=\"(max-width: 1400px) 100vw, 1400px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/buyer-persona-adalah\/\"><strong>Pengertian Buyer Persona, Manfaat, Contoh, dan Cara Membuat<\/strong><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memahami perilaku konsumen generasi Z adalah salah satu hal yang perlu dilakukan oleh pebisnis sebelum merencanakan strategi pemasaran. Hal ini disebabkan karena sebagian besar segmen pasar di Indonesia merupakan bagian dari generasi Z dan akan berperan penting dalam laju perekonomian. Sedangkan, karakter generasi Z yang tumbuh bersama dengan perkembangan teknologi tentu jauh berbeda dengan generasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10292,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_angie_page":false,"_eb_attr":"","postBodyCss":"","postBodyMargin":[],"postBodyPadding":[],"postBodyBackground":{"backgroundType":"classic","gradient":""},"page_builder":"","footnotes":""},"categories":[5],"tags":[46],"class_list":["post-10289","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business","tag-bisnis"],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10289","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10289"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10289\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17757,"href":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10289\/revisions\/17757"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10292"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10289"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10289"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10289"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}