{"id":1529,"date":"2023-07-04T16:25:23","date_gmt":"2023-07-04T09:25:23","guid":{"rendered":"https:\/\/info.populix.co\/?p=1529"},"modified":"2025-03-26T13:55:06","modified_gmt":"2025-03-26T13:55:06","slug":"perilaku-konsumen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/perilaku-konsumen","title":{"rendered":"Perilaku Konsumen: Pengertian, Manfaat, Faktor, Teori &#038; Model"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-8irci\">Teori perilaku konsumen adalah studi yang mempelajari tentang tindakan seseorang terhadap sebuah produk, jasa, <em>brand<\/em>, atau perusahaan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-8irci\">Proses pengambilan keputusan untuk menghabiskan uang, waktu, dan tenaga seorang pelanggan juga menjadi bagian dari studi tersebut. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-8irci\">Bagaimana penjelasan selengkapnya mengenai teori ini? Simak ulasannya di bawah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"viewer-5cltf\"><strong>Apa Itu Perilaku Konsumen?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"533\" src=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/capture-20230704-161846.jpg\" alt=\"definisi perilaku konsumen\" class=\"wp-image-31977\" srcset=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/capture-20230704-161846.jpg 800w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/capture-20230704-161846-325x217.jpg 325w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/capture-20230704-161846-768x512.jpg 768w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/capture-20230704-161846-200x133.jpg 200w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Source: Freepik<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-evqhf\">Selain <strong><a href=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/strategi-pemasaran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">strategi pemasaran<\/a><\/strong>, aspek lain yang harus diperhatikan sebuah perusahaan adalah konsumen mereka sendiri. Dengan mengenal konsumen, tingkat keefektifan bisnis industri akan lebih maksimal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-3cvk2\">Teori ini sering kali dibahas dalam ranah ilmu komunikasi dan psikologi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-3cvk2\">Secara sederhana, teori perilaku konsumen adalah studi di mana Anda bisa mengetahui dan mempelajari perilaku seseorang terhadap <em>brand<\/em> atau perusahaan yang dibuat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"viewer-c5ujg\"><strong>Perilaku Konsumen Menurut Ahli<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-1d7pv\">Penjelasan mengenai pola tindakan seorang konsumen ini juga memiliki definisi tersendiri dari para ahli. Berikut beberapa definisi teori perilaku konsumen menurut para ahli di bidangnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-b6e28\"><strong>1. Schiffman dan Kanuk (2000),<\/strong> mengatakan bahwa teori ini adalah studi tentang bagaimana seseorang membuat sebuah keputusan untuk membelanjakan sumber daya yang mereka punya misalnya uang, waktu, dan tenaga mereka untuk mendapatkan produk yang akan dikonsumsi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-e61vs\"><strong>2. Kotler dan Keller (2008),<\/strong> keduanya sepakat bahwa teori perilaku konsumen adalah sebuah studi yang mempelajari individu, kelompok, maupun organisasi dalam memilih, membeli, menggunakan, dan mengevaluasi produk untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-c4a0f\"><strong>3. John C. Mowen dan Michael Minor<\/strong> menyampaikan tentang perilaku seorang konsumen sebagai studi unit dan proses pembuatan keputusan seseorang dalam menerima, menggunakan, membeli, dan menentukan produk.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/usaha-thrift\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mengenal Usaha Thrift: Pengertian, Jenis Produk, Tips Mulai<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"viewer-e2n6q\"><strong>Teori Perilaku Konsumen<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-bv08o\">Sejauh mana perilaku seorang konsumen yang dibahas dalam studi ini? Teori perilaku mengenai konsumen berkaitan dengan seluruh proses yang dilakukan individu ketika mereka menghadapi tawaran sebuah produk, mulai dari aktivitas mengetahui hingga mengevaluasi produk tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-d2olu\">Di samping itu, proses pengambilan keputusan untuk menghabiskan uang, waktu, dan tenaga seorang pelanggan juga menjadi bagian studi ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"viewer-1bv89\"><strong>Manfaat Mempelajari Perilaku Konsumen<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-3ra39\">Memahami berbagai perilaku dari para konsumen rupanya memiliki manfaat bagi pelaku bisnis. Apa saja itu? Berikut daftarnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"viewer-2hk6b\"><strong>1. Bisa Memprediksi Tren Pasar<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-7ocv\">Pertama, manfaat mempelajari perilaku para konsumen adalah pelaku bisnis atau perusahaan mampu memprediksi tren pasar ke depannya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-7ocv\">Perilaku dari konsumen tersebut akan memperlihatkan tren apa yang tengah terjadi atau digandrungi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"viewer-cjeau\"><strong>2. Mengidentifikasi Karakteristik dan Kebutuhan Konsumen<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-13qe8\">Dari sini, perusahaan juga dapat memahami bagaimana karakteristik konsumen dan apa saja kebutuhannya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-13qe8\">Dengan demikian, perusahaan bisa memproduksi barang atau jasa yang memang diperlukan oleh konsumen.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"viewer-dodjt\"><strong>3. Membuat Strategi Pemasaran yang Sesuai<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-fbc66\">Masih berhubungan dengan manfaat nomor 2, mampu mengidentifikasi karakteristik konsumen akan memudahkan marketing untuk merancang strategi pemasarannya. Sehingga strategi yang diterapkan pun akan tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"viewer-6rht3\"><strong>4. Mengungguli Pesaing<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-brr81\">Yang terakhir dari manfaat mempelajari perilaku konsumen adalah dapat mengungguli pesaingnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-brr81\">Bagaimana bisa? Sebab, perusahaan telah memprediksi tren pasar, mengidentifikasi karakteristik dan kebutuhan konsumen, serta menggunakan taktik pemasaran yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/contoh-strategi-promosi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">8 Contoh Strategi Promosi Terkini yang Perlu Anda Ketahui<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"viewer-dle44\"><strong>Faktor yang Memengaruhi Perilaku Konsumen<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"533\" src=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/capture-20230704-161922.jpg\" alt=\"jenis perilaku konsumen\" class=\"wp-image-31976\" srcset=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/capture-20230704-161922.jpg 800w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/capture-20230704-161922-325x217.jpg 325w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/capture-20230704-161922-768x512.jpg 768w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/capture-20230704-161922-200x133.jpg 200w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Source: Freepik<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-5ik1d\">Faktor yang memengaruhi perilaku konsumen dibagi menjadi beberapa kategori, yakni sosial, budaya, pribadi, dan psikologis. Berikut penjelasan lengkapnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"viewer-5sdt1\"><strong>1. Sosial<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-5644m\">Salah satu faktor yang memengaruhi perilaku konsumen adalah aspek lingkungan sosial. Tidak hanya peran dan status sosial seseorang, faktor ini juga meliputi pengaruh yang dibawa oleh kelompok-kelompok di sekitar konsumen.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"viewer-b0jvk\"><strong>2. Budaya<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-9semv\">Latar belakang budaya seseorang juga bisa menjadi faktor yang memengaruhi perilaku konsumen terhadap suatu produk yang ditawarkan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-9semv\">Tidak jarang, seorang konsumen menjadikan aspek ini sebagai prioritas mereka dalam memilih sebuah produk. Aspek budaya yang dimaksud bisa meliputi adat, agama, ras, hingga stratifikasi sosial.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"viewer-dq0fi\"><strong>3. Pribadi (Personal)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-esa2t\">Faktor yang memengaruhi perilaku konsumen selanjutnya adalah berasal dari pribadi konsumen itu sendiri. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-esa2t\">Beberapa variabel yang berkaitan dengan personal konsumen adalah aspek demografis yaitu usia, jenis kelamin, besar pendapatan, dan lainnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-esa2t\">Di samping itu, minat dan impresi individu sebagai konsumen juga masuk dalam faktor yang satu ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"viewer-5e7u4\"><strong>4. Psikologis<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-12d4p\">Sikap dan kepribadian seseorang termasuk dalam faktor yang memengaruhi perilaku konsumen dari sisi psikologis untuk mengambil keputusan terhadap sebuah produk. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-12d4p\">Salah satu variabel yang berkaitan dengan faktor psikologis adalah gaya hidup.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/segmentasi-pasar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><u>Segmentasi Pasar: Pengertian, Jenis, Tujuan dan Contohnya<\/u><\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"viewer-56j4r\"><strong>Pengaruh Iklan terhadap Perilaku Konsumen<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-852d6\">Umumnya, sebuah perusahaan akan menyebarkan sebuah iklan sebagai strategi pemasaran. Lalu apa pengaruh iklan terhadap perilaku konsumen?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-36f3l\">Iklan memang dibuat dengan tujuan persuasi, tetapi tidak jarang beberapa dari iklan tersebut yang malah menghilangkan minat konsumen terhadap suatu produk.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-a5l9m\">Oleh karenanya, penting bagi Anda untuk melakukan <strong><a href=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/proses-riset-pasar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">riset pasar<\/a><\/strong> dan penentuan target konsumen terlebih dahulu sebelum membuat iklan. Salah satu cara riset pasar yang paling efektif adalah menggunakan layanan <strong><a href=\"https:\/\/info.populix.co\/product\/poplite?utm_source=blog&amp;utm_medium=hyperlink&amp;utm_campaign=perilaku-konsumen&amp;utm_id=organic&amp;utm_term=hyperlink&amp;utm_content=perlilaku-konsumen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"\">PopSurvey (sebelumnya Poplite)<\/a><\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-bghsc\"><strong><a href=\"https:\/\/info.populix.co\/product\/poplite?utm_source=blog&amp;utm_medium=hyperlink&amp;utm_campaign=perilaku-konsumen&amp;utm_id=organic&amp;utm_term=hyperlink&amp;utm_content=perlilaku-konsumen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"\">PopSurvey (sebelumnya Poplite)<\/a><\/strong> akan mengumpulkan data berdasarkan perilaku-perilaku konsumen, sehingga dari riset tersebut dapat terlihat jenis iklan seperti apa yang paling cocok digunakan untuk mempromosikan produk Anda. Apakah iklan tipe mengajak atau sebatas pengenalan produk.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-5hl0s\">Selain \u201cmengajak\u201d mereka untuk membeli produk, pengemasan iklan bisa Anda pasang dengan tujuan yang lain tanpa menghilangkan sifat persuasif dari iklan itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-41mnf\">Jika tujuan Anda adalah untuk menarik orang-orang baru menjadi pelanggan tetap, iklan bisa dikemas sebagai sarana pengenalan produk. Sehingga calon pelanggan tersebut tidak akan \u201ckaget\u201d ketika suatu saat menerima paparan iklan yang Anda pasang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-55jvo\">Atau mungkin Anda ingin mempertahankan orang yang sudah lama menjadi pelanggan setia, iklan bisa dikemas dengan menunjukkan keunggulan-keunggulan baru dari produk yang Anda tawarkan. Dengan begitu mereka akan tetap setia menggunakan brand Anda.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/info.populix.co\/product\/poplite?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=perilaku-konsumen&amp;utm_id=organic&amp;utm_term=banner&amp;utm_content=perlilaku-konsumen\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"235\" src=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/PopSurvey-Populix-1-1024x235.jpg\" alt=\"PopSurvey Populix platform survei online\" class=\"wp-image-45369\" srcset=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/PopSurvey-Populix-1-1024x235.jpg 1024w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/PopSurvey-Populix-1-300x69.jpg 300w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/PopSurvey-Populix-1-768x176.jpg 768w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/PopSurvey-Populix-1-1536x352.jpg 1536w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/PopSurvey-Populix-1-200x46.jpg 200w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/PopSurvey-Populix-1.jpg 1823w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"viewer-6ar9c\"><strong>Model Perilaku Konsumen<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-59fk7\">Beberapa model hadir untuk membantu mendefinisikan teori ini dengan lebih jelas. Berikut ini penjelasan lebih lengkapnya!<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"viewer-4hbpe\"><strong>1. Pavlovian Model<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-qpjk\">Model perilaku konsumen yang pertama adalah Pavlovian Model milik Ivan Pavlov. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-qpjk\">Model ini meliputi tiga indikator perilaku konsumen, di antaranya adalah <em>drive<\/em>, <em>drives<\/em>, dan <em>reinforcement<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-qpjk\"><em>Drive <\/em>adalah sebuah stimuli yang akan memancing sebuah aksi. <em>Drives<\/em> adalah kebutuhan psikologis dari subjek misalnya saja rasa lapar, sakit, atau nikmat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-5cpm7\">Kemudian, stimuli akan memengaruhi aspek psikologis seseorang yang akan memperkuat aksi mereka terhadap produk yang ditawarkan, poin ini yang dinamakan <em>reinforcement<\/em>. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-5cpm7\">Model ini sepenuhnya menjelaskan teori perilaku seorang konsumen dari segi psikologis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"viewer-ni7b\"><strong>2. Model Input, Process, Output Model<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-fpder\">Dalam model ini muncul tiga indikator perilaku konsumen yaitu <em>input,<\/em> <em>process<\/em>, dan <em>output<\/em>. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-fpder\"><em>Input<\/em> dalam model ini merujuk pada strategi<em> marketing<\/em> yang dibentuk sebuah perusahaan. Empat aspek utama dalam indikator tersebut atau <em><strong><a href=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/marketing-mix-adalah\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">marketing mix<\/a><\/strong><\/em> terdiri dari <em>product <\/em>(produk), <em>price <\/em>(harga), <em>place <\/em>(tempat), dan <em>promotion <\/em>(promosi).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-51iv7\">Kedua adalah <em>process<\/em>, indikator ini berhubungan dengan proses transaksi oleh seorang konsumen. Mulai dari mengetahui hingga mengevaluasi sebuah produk. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-51iv7\">Sedangkan <em>output<\/em> adalah respons yang diberikan konsumen terhadap produk atau perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"viewer-4ddja\"><strong>3. Sociological Model<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-3m29t\">Sedikit berbeda dari kedua model sebelumnya, teori ini menghubungkan perilaku dan lingkungan konsumen. Lingkungan yang dimaksud terbagi menjadi dua yaitu <em>primary<\/em> dan <em>secondary<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-4rb20\"><em>Primary society <\/em>terdiri dari orang-orang terdekat konsumen seperti teman dan keluarga. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-4rb20\">Sedangkan <em>secondary society<\/em> adalah orang lain dalam lingkungan konsumen yang memiliki kesamaan kepribadian dengan mereka. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-4rb20\">Fokus dalam model ini berkaitan dengan gaya hidup konsumen.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"viewer-5opbs\"><strong>Contoh Perilaku Konsumen<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"533\" src=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/capture-20230704-161944.jpg\" alt=\"faktor perilaku konsumen\" class=\"wp-image-31975\" srcset=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/capture-20230704-161944.jpg 800w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/capture-20230704-161944-325x217.jpg 325w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/capture-20230704-161944-768x512.jpg 768w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/capture-20230704-161944-200x133.jpg 200w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Source: Freepik<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-b9i0h\">Contoh perilaku konsumen adalah ketika seseorang ingin membeli sayur. Ada beberapa hal yang bisa mereka jadikan prioritas dalam transaksi tersebut. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-b9i0h\">Teori ini juga memperkenalkan Anda kepada beberapa jenis konsumen yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-cb13f\">Jika mereka memperhatikan mutu atau kualitas produk, maka konsumen tersebut cenderung tidak mempermasalahkan nominal yang dibanderol demi mendapatkan kualitas sayur yang baik dan segar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-e5bp5\">Sebaliknya, jika seorang konsumen lain sangat memperhatikan harga barang, maka mereka cenderung akan memilih produk serupa dengan harga yang lebih rendah. Kualitas sayur yang segar tidak akan menjadi masalah selama bahan tersebut masih layak untuk diolah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-9n1em\">&#8212;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-19c8l\">Mempelajari teori ini dengan baik akan sangat bermanfaat bagi bisnis yang sedang dijalankan. Tidak hanya dari segi penjualan, divisi perusahaan yang lain juga otomatis akan mengalami peningkatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"viewer-9a7dt\">Teori perilaku konsumen adalah satu dari beberapa studi dan strategi yang bisa Anda jadikan jalan untuk pengoptimalan bisnis. Temukan informasi lengkapnya di <strong><a href=\"https:\/\/info.populix.co\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Populix<\/a><\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/teknologi-ai\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">9 Manfaat Teknologi AI untuk Optimalkan Bisnis, Perlu Tahu!<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe title=\"Penjelasan Dashboard Poplite - Survei Online Populix\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/y0bX_vL9kSE?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teori perilaku konsumen adalah studi yang mempelajari tentang tindakan seseorang terhadap sebuah produk, jasa, brand, atau perusahaan. Proses pengambilan keputusan untuk menghabiskan uang, waktu, dan tenaga seorang pelanggan juga menjadi bagian dari studi tersebut. Bagaimana penjelasan selengkapnya mengenai teori ini? Simak ulasannya di bawah. Apa Itu Perilaku Konsumen? Selain strategi pemasaran, aspek lain yang harus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1530,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_angie_page":false,"_eb_attr":"","postBodyCss":"","postBodyMargin":[],"postBodyPadding":[],"postBodyBackground":{"backgroundType":"classic","gradient":""},"page_builder":"","footnotes":""},"categories":[5],"tags":[46],"class_list":["post-1529","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business","tag-bisnis"],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1529","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1529"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1529\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45685,"href":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1529\/revisions\/45685"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1530"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1529"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1529"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1529"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}