{"id":50189,"date":"2026-08-21T09:29:44","date_gmt":"2026-08-21T09:29:44","guid":{"rendered":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/?p=50189"},"modified":"2026-08-21T09:33:05","modified_gmt":"2026-08-21T09:33:05","slug":"survei-pengembangan-produk-strategi-memahami-konsumen-di-pasar-asia-tenggara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/survei-pengembangan-produk-strategi-memahami-konsumen-di-pasar-asia-tenggara","title":{"rendered":"Survei Pengembangan Produk: Strategi Memahami Konsumen di Pasar Asia Tenggara"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak ide produk terlihat menjanjikan dari sisi internal perusahaan, tetapi belum tentu sesuai dengan kebutuhan konsumen di pasar. Sebuah konsep yang dianggap inovatif oleh tim internal belum tentu memiliki daya tarik yang sama bagi target konsumen. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya, Kopi Kenangan, TOMORO Coffee, dan FORE Coffee telah memperluas pasar hingga ke negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina. Ekspansi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan produk di Indonesia belum tentu menjamin penerimaan di pasar luar negeri. Karena itu, survei pengembangan produk menjadi penting untuk memahami kebutuhan dan preferensi konsumen di setiap negara, sehingga perusahaan dapat menyesuaikan produk sebelum melakukan ekspansi. Dengan keputusan yang lebih berbasis konsumen, peluang produk diterima pasar dan menghasilkan penjualan serta keuntungan yang lebih besar juga semakin terbuka. Oleh karena itu, memahami perspektif konsumen menjadi bagian penting dalam proses pengembangan produk, terutama sebelum perusahaan mengambil keputusan untuk memproduksi atau meluncurkan suatu produk ke pasar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tantangan tersebut menjadi semakin besar ketika perusahaan ingin menjangkau pasar Asia Tenggara. Setiap negara di kawasan ini memiliki karakteristik konsumen yang berbeda, mulai dari kebutuhan, preferensi, daya beli, hingga perilaku penggunaan produk. Perbedaan tersebut membuat perusahaan perlu memperoleh consumer insight yang relevan dari masing-masing pasar agar keputusan pengembangan produk tidak hanya didasarkan pada asumsi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu metode yang dapat digunakan untuk memperoleh pemahaman tersebut adalah survei pengembangan produk. Melalui survei konsumen, perusahaan dapat memperoleh feedback secara langsung mengenai kebutuhan, permasalahan, preferensi, konsep, fitur, harga, hingga minat beli konsumen. Data tersebut dapat membantu tim R&amp;D dan Product Development mengevaluasi produk sejak tahap awal hingga sebelum peluncuran.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/flag-association-southeast-asian-nations-asean-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-50190\" style=\"object-fit:cover;width:800px;height:533px\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Source: Magnifico<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Survei Penting dalam Proses Pengembangan Produk?<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Memahami Kebutuhan dan Masalah Konsumen<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengembangan produk sebaiknya dimulai dengan memahami kebutuhan konsumen. Perusahaan perlu mengetahui masalah yang dihadapi target pasar dan aspek apa yang dianggap penting ketika memilih atau menggunakan suatu produk.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui survei konsumen, perusahaan dapat memperoleh informasi langsung mengenai kebutuhan dan pain point konsumen. Informasi ini dapat membantu tim R&amp;D menemukan peluang produk yang lebih relevan dengan kondisi pasar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Mengurangi Asumsi dalam Pengembangan Produk<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keputusan pengembangan produk yang hanya mengandalkan asumsi internal dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya ketidaksesuaian dengan pasar. Tim perusahaan mungkin memiliki persepsi tertentu mengenai fitur, harga, atau konsep yang dianggap menarik, tetapi persepsi tersebut belum tentu sama dengan pandangan konsumen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Survei memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk menguji asumsi tersebut melalui data dari target konsumen. Dengan demikian, keputusan pengembangan produk dapat dilakukan berdasarkan informasi yang lebih objektif.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Membantu Mengurangi Risiko Produk Tidak Sesuai Pasar<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Produk yang tidak sesuai dengan kebutuhan konsumen memiliki risiko lebih besar untuk mendapatkan respons pasar yang rendah. Melibatkan konsumen sebelum produk diluncurkan dapat membantu perusahaan menemukan potensi masalah lebih awal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Feedback yang diperoleh melalui survei dapat digunakan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan sebelum perusahaan mengalokasikan sumber daya yang lebih besar untuk produksi maupun peluncuran.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"682\" src=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cheerful-young-pretty-woman-use-smartphone-living-room-1-1024x682.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-50194\" style=\"object-fit:cover;width:800px;height:533px\" srcset=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cheerful-young-pretty-woman-use-smartphone-living-room-1-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cheerful-young-pretty-woman-use-smartphone-living-room-1-300x200.webp 300w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cheerful-young-pretty-woman-use-smartphone-living-room-1-768x512.jpg 768w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cheerful-young-pretty-woman-use-smartphone-living-room-1-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cheerful-young-pretty-woman-use-smartphone-living-room-1-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cheerful-young-pretty-woman-use-smartphone-living-room-1-200x133.jpg 200w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cheerful-young-pretty-woman-use-smartphone-living-room-1-1316x877.jpg 1316w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cheerful-young-pretty-woman-use-smartphone-living-room-1-scaled.webp 1920w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Source: Magnifico<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Survei Mendukung Setiap Tahap R&amp;D Produk?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Survei dapat digunakan dalam berbagai tahapan R&amp;D, bukan hanya ketika produk sudah selesai dikembangkan. Data dari konsumen dapat membantu perusahaan mengevaluasi peluang, konsep, fitur, harga, hingga kesiapan produk sebelum masuk ke pasar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Mengidentifikasi Peluang Produk<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tahap awal pengembangan produk membutuhkan pemahaman mengenai kondisi dan kebutuhan konsumen. Survei dapat digunakan untuk mengetahui pain point, kebutuhan yang belum terpenuhi, tingkat awareness terhadap kategori produk, serta kebiasaan konsumen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil tersebut dapat membantu perusahaan menemukan peluang yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi konsep produk baru.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Melakukan Uji Konsep Produk<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum mengembangkan sebuah konsep secara lebih lanjut, perusahaan dapat melakukan uji konsep produk kepada target konsumen. Tahap ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsumen merespons ide atau konsep yang ditawarkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui concept testing, perusahaan dapat mengetahui tingkat ketertarikan konsumen, relevansi konsep, serta alasan yang membuat konsumen tertarik atau tidak tertarik terhadap konsep tersebut. Insight ini dapat digunakan untuk menyempurnakan konsep sebelum memasuki tahap pengembangan berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Mengevaluasi Fitur dan Atribut Produk<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap produk memiliki fitur dan atribut yang dirancang untuk memberikan manfaat bagi konsumen. Namun, tingkat kepentingan setiap fitur dapat berbeda antara satu kelompok konsumen dan kelompok lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Survei dapat membantu perusahaan mengetahui fitur dan atribut yang paling dipertimbangkan oleh konsumen. Dengan informasi tersebut, tim Product Development dapat menentukan aspek produk yang perlu dipertahankan, ditingkatkan, atau dievaluasi kembali.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Menguji Harga dan Minat Beli<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Harga merupakan salah satu aspek penting dalam penerimaan suatu produk. Melalui survei, perusahaan dapat memahami bagaimana konsumen mempersepsikan harga produk serta mengetahui tingkat purchase intention.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Informasi mengenai persepsi harga dan minat beli dapat membantu perusahaan mengevaluasi apakah konsep produk memiliki potensi untuk diterima oleh target pasar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Mendapatkan Feedback Sebelum Peluncuran<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Survei juga dapat dilakukan sebelum produk diluncurkan untuk memperoleh feedback terhadap prototype atau konsep yang telah dikembangkan. Konsumen dapat memberikan tanggapan yang dapat digunakan sebagai masukan terakhir sebelum perusahaan mengambil keputusan peluncuran.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cropped-business-people-discussing-charts-diagrams-office-1024x683.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-50196\" style=\"object-fit:cover;width:800px;height:533px\" srcset=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cropped-business-people-discussing-charts-diagrams-office-1024x683.webp 1024w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cropped-business-people-discussing-charts-diagrams-office-300x200.webp 300w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cropped-business-people-discussing-charts-diagrams-office-768x513.jpg 768w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cropped-business-people-discussing-charts-diagrams-office-1536x1025.jpg 1536w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cropped-business-people-discussing-charts-diagrams-office-2048x1367.jpg 2048w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cropped-business-people-discussing-charts-diagrams-office-200x133.jpg 200w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cropped-business-people-discussing-charts-diagrams-office-1314x877.jpg 1314w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cropped-business-people-discussing-charts-diagrams-office-scaled.webp 1920w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Source: Magnifico<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/keandalan-data\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"Bagaimana Memastikan Keandalan Data pada Riset Akademik?\">Bagaimana Memastikan Keandalan Data pada Riset Akademik?<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Riset Produk di Asia Tenggara Membutuhkan Consumer Insight Lokal?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melakukan riset produk untuk pasar Asia Tenggara membutuhkan pemahaman terhadap karakteristik konsumen di setiap negara. Perusahaan tidak dapat selalu menggunakan satu pendekatan yang sama untuk seluruh pasar karena terdapat perbedaan dalam preferensi, daya beli, budaya, dan kebiasaan konsumen.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Preferensi Konsumen Berbeda di Setiap Negara<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konsumen di setiap negara dapat memiliki preferensi yang berbeda terhadap produk, fitur, atribut, maupun pengalaman penggunaan. Produk yang menarik bagi konsumen di satu pasar belum tentu memiliki tingkat ketertarikan yang sama di pasar lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Consumer insight lokal membantu perusahaan memahami perbedaan tersebut sehingga strategi pengembangan produk dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing pasar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Perbedaan Daya Beli dan Sensitivitas Harga<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Daya beli dan sensitivitas harga juga dapat berbeda antarnegara. Perbedaan tersebut dapat memengaruhi bagaimana konsumen menilai nilai suatu produk dan menentukan keputusan pembelian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui survei, perusahaan dapat memperoleh informasi mengenai persepsi konsumen terhadap harga serta mengetahui bagaimana respons target konsumen terhadap produk pada pasar yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Budaya dan Kebiasaan Mempengaruhi Penggunaan Produk<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Budaya dan kebiasaan konsumen dapat mempengaruhi cara suatu produk digunakan maupun dipersepsikan. Karena itu, perusahaan yang ingin melakukan ekspansi ke Asia Tenggara perlu memahami konteks lokal dari konsumen yang menjadi targetnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan memperoleh consumer insight dari masing-masing pasar, perusahaan dapat mengidentifikasi kebutuhan yang mungkin berbeda dan mempertimbangkannya dalam proses pengembangan produk.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Data yang Bisa Dikumpulkan melalui Survei Pengembangan Produk<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Survei pengembangan produk dapat digunakan untuk mengumpulkan berbagai jenis data yang berkaitan dengan konsumen dan pasar. Beberapa informasi yang dapat digali melalui survei antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kebutuhan dan pain point konsumen<\/li>\n\n\n\n<li>Awareness terhadap kategori produk<\/li>\n\n\n\n<li>Preferensi fitur dan atribut<\/li>\n\n\n\n<li>Respons terhadap konsep produk<\/li>\n\n\n\n<li>Persepsi terhadap harga<\/li>\n\n\n\n<li>Purchase intention<\/li>\n\n\n\n<li>Usage behaviour<\/li>\n\n\n\n<li>Brand atau produk kompetitor yang digunakan<\/li>\n\n\n\n<li>Alasan memilih atau tidak memilih produk<\/li>\n\n\n\n<li>Feedback terhadap prototype atau konsep baru<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Data tersebut dapat membantu perusahaan memahami konsumen secara lebih menyeluruh. Tidak hanya mengetahui apakah konsumen tertarik terhadap suatu produk, perusahaan juga dapat memahami alasan di balik ketertarikan atau ketidaktertarikan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/find-survey-respondents-today\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"Find Survey Respondents Today for High-Quality Research\">Find Survey Respondents Today for High-Quality Research<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tips Melakukan Survei untuk Pengembangan Produk di Asia Tenggara<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Tentukan Tujuan Riset Sejak Awal<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum membuat survei, perusahaan perlu menentukan tujuan riset dengan jelas. Apakah survei ditujukan untuk menemukan kebutuhan konsumen, melakukan uji konsep produk, mengevaluasi fitur, menguji harga, atau mengukur minat beli?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tujuan yang jelas akan membantu perusahaan menentukan pertanyaan dan informasi yang perlu dikumpulkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Pilih Responden Sesuai Target Konsumen<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemilihan responden perlu disesuaikan dengan target konsumen yang ingin dijangkau. Responden yang sesuai dapat memberikan feedback yang lebih relevan dengan kebutuhan pengembangan produk.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Bandingkan Insight antar Pasar<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika perusahaan ingin mengembangkan produk di beberapa negara Asia Tenggara, hasil survei dapat dibandingkan antar pasar. Perbandingan tersebut dapat membantu perusahaan melihat persamaan dan perbedaan preferensi konsumen.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Gunakan Data sebagai Dasar Iterasi Produk<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Data survei sebaiknya digunakan sebagai dasar untuk melakukan evaluasi dan iterasi. Ketika ditemukan fitur yang kurang diminati atau konsep yang belum sesuai dengan kebutuhan konsumen, perusahaan dapat mempertimbangkan perubahan sebelum produk diluncurkan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">PopSurvey SEA untuk Mendukung Riset dan Pengembangan Produk di Asia Tenggara<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi perusahaan yang membutuhkan data primer dari konsumen di pasar Asia Tenggara, PopSurvey SEA dapat membantu memperoleh feedback melalui survei online. Solusi ini dapat mendukung tim R&amp;D, Product, Innovation, dan Marketing dalam menjangkau responden sesuai dengan target konsumen tanpa harus melakukan proses rekrutmen secara manual.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PopSurvey SEA dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan pengembangan produk, seperti exploratory consumer research, concept testing, Product Testing, feature preference, pricing research, purchase intention, market validation, dan consumer insight lintas pasar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan mendapatkan data langsung dari target konsumen, perusahaan dapat membandingkan respons antar pasar dan memperoleh dasar yang lebih kuat dalam mengambil keputusan pengembangan produk. Informasi tersebut dapat membantu perusahaan melakukan validasi terhadap konsep maupun produk sebelum mengambil keputusan R&amp;D atau melakukan ekspansi ke pasar Asia Tenggara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengembangan produk yang baik bukan hanya mengenai menciptakan ide baru, tetapi juga memastikan bahwa ide tersebut relevan dengan konsumen yang akan menggunakannya. Dalam pasar Asia Tenggara yang memiliki karakteristik konsumen beragam, pemahaman terhadap kebutuhan dan preferensi lokal menjadi semakin penting.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui survei pengembangan produk, perusahaan dapat memperoleh data mengenai kebutuhan konsumen, pain point, preferensi fitur, respons terhadap konsep, persepsi harga, minat beli, hingga feedback terhadap prototype. Data tersebut dapat membantu tim R&amp;D dan Product Development membuat keputusan yang lebih terarah sekaligus mengurangi ketergantungan pada asumsi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan memanfaatkan PopSurvey SEA (SouthEast Asia), perusahaan dapat memperoleh consumer feedback dari target konsumen dan melakukan validasi produk sebelum mengambil keputusan R&amp;D maupun ekspansi ke pasar Asia Tenggara. Mulai riset dan dapatkan insight konsumen untuk mendukung keputusan bisnis Anda melalui <a href=\"https:\/\/info.populix.co\/solutions\/popsurvey\/sea-respondents\">Popsurvey SEA<\/a> (click here).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/easily-find-survey-respondents-in-sea\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"Easily Find Survey Respondents in SEA for Research Needs\">Easily Find Survey Respondents in SEA for Research Needs<\/a><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"140\" src=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/DASHBOARD_WEB_BANNER_21_NOV_POPSURVEY_Paid_Report-02-1024x140.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-49784\" srcset=\"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/DASHBOARD_WEB_BANNER_21_NOV_POPSURVEY_Paid_Report-02-1024x140.jpg 1024w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/DASHBOARD_WEB_BANNER_21_NOV_POPSURVEY_Paid_Report-02-300x41.jpg 300w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/DASHBOARD_WEB_BANNER_21_NOV_POPSURVEY_Paid_Report-02-768x105.jpg 768w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/DASHBOARD_WEB_BANNER_21_NOV_POPSURVEY_Paid_Report-02-1536x210.jpg 1536w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/DASHBOARD_WEB_BANNER_21_NOV_POPSURVEY_Paid_Report-02-2048x280.jpg 2048w, https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/DASHBOARD_WEB_BANNER_21_NOV_POPSURVEY_Paid_Report-02-200x27.jpg 200w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak ide produk terlihat menjanjikan dari sisi internal perusahaan, tetapi belum tentu sesuai dengan kebutuhan konsumen di pasar. Sebuah konsep yang dianggap inovatif oleh tim internal belum tentu memiliki daya tarik yang sama bagi target konsumen. Contohnya, Kopi Kenangan, TOMORO Coffee, dan FORE Coffee telah memperluas pasar hingga ke negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":47,"featured_media":50197,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_angie_page":false,"_eb_attr":"","postBodyCss":"","postBodyMargin":[],"postBodyPadding":[],"postBodyBackground":{"backgroundType":"classic","gradient":""},"page_builder":"","footnotes":""},"categories":[43],"tags":[],"class_list":["post-50189","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-insights"],"acf":[],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50189","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50189"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50189\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50212,"href":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50189\/revisions\/50212"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50197"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50189"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50189"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/info.populix.co\/articles\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50189"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}