100 Hari Kerja Prabowo dan Gibran, Apakah Sudah Cukup Baik?
Populix

100 Hari Kerja Prabowo dan Gibran, Apakah Sudah Cukup Baik?

11 bulan yang lalu 2 MENIT MEMBACA

Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah genap 100 hari kerja. Selama 100 hari kerja Prabowo dan Gibran, berbagai program dan kebijakan sudah mereka jalankan demi membangun Indonesia lebih maju.

Salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo dan Gibran yang sudah dijalankan yaitu Program Makan Bergizi Gratis (MGB). Adapun tujuan dari program MGB ini yaitu memastikan anak-anak mendapat asupan nutrisi yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang mereka.

Berkaitan dengan 100 hari kerja Prabowo dan Gibran, Populix melakukan penelitian ke sejumlah responden untuk menganalisis tiga hal utama, yaitu menentukan arah kebijakan, menentukan prioritas strategis, dan membangun kepercayaan publik, yang dibangun di awal pemerintahan.

Baca juga: Tren Olahraga di Indonesia Berkembang Jadi Tren Gaya Hidup

Seperti Apa Persepsi Publik terhadap 100 Hari Kerja Prabowo dan Gibran?

100 hari pertama pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi momentum krusial untuk menunjukkan arah kebijakan, prioritas strategis, dan membangun kepercayaan publik melalui berbagai langkah konkret.

Berdasarkan hasil riset Populix yang terdapat dalam report Persepsi Publik terhadap 100 Hari Pemerintahan Prabowo-Gibran” ternyata secara umum responden menganggap kebijakan pemerintah sudah jelas.

100 hari kerja prabowo
Source: Populix

Kemudian, kalau dari sisi sektor prioritas pemerintah, secara umum responden melihat pemerintahan Prabowo dan Gibran fokus kepada sektor ekonomi. Disusul dengan pemberantasan korupsi dan pendidikan.

100 hari kerja prabowo
Source: Populix

Baca juga: Apa Itu YONO, Seberapa Jauh Khalayak Paham Gaya Hidup YONO?

Kepercayaan Responden terhadap Kepemimpinan Prabowo dan Gibran

Di masa 100 hari Prabowo dan Gibran itu pun tentu saja berpengaruh terhadap kepercayaan publik terhadap kepemimpinan mereka seperti apa.

Berdasarkan hasil riset Populix, nyatanya para responden lebih percaya kepada Presiden Prabowo dibandingkan pihak lainnya.

100 hari kerja prabowo
Source: Populix

***

Demikian gambaran terkait hasil riset Populix yang tertuang di dalam report Persepsi Publik terhadap 100 Hari Pemerintahan Prabowo-Gibran“.

Untuk mengetahui lebih lengkap hasil riset Populix terkait 100 hari kerja Prabowo dan Gibran, Anda dapat mengunduh report secara gratis. Pun jika Anda membutuhkan insight yang lebih detail, Anda dapat menghubungi tim riset Populix.

download report populix

Baca juga: Rencana Batasan Usia Pengguna Media Sosial, Khalayak Setuju?

Tags:
Artikel Terkait
Hawthorne Effect: Pengertian, Pengaruh, dan Contohnya 
Pernahkah mendengar Hawthorne Effect? Hawthorne Effect adalah fenomena yang menggambarkan perubahan perilaku seseorang akibat kesadarannya untuk diamati. Melansir Verywell Mind, Hawthorne effect diperkenalkan pertama kali pada tahun 1950-an oleh seorang peneliti, Henry A. Landsberger. Nama fenomena ini diambil dari lokasi percobaan berlangsung, yakni perusahaan listrik Hawthorne Works milik Western Electric.  Apa Itu Hawthorne Effect? Hawthorne […]
Loyalitas Pelanggan: Pengertian, Faktor dan Tips Mempertahankannya
Pada dasarnya, loyalitas pelanggan adalah sikap setia konsumen terhadap sebuah brand atau bisnis, yang ditunjukkan dengan melakukan pembelian berulang serta memberikan rekomendasi positif ke orang lain. Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, loyalitas pelanggan menjadi salah satu fondasi utama agar bisnis tetap berjalan dengan lancar. Di tengah persaingan digital yang semakin ketat, pelanggan setia […]
Validitas Data: Benarkah Responden Tepat Menjadi Penentunya?
Validitas data dalam penelitian sering kali terganggu ketika peneliti gagal menemukan responden yang tepat. Adapun salah satu penyebab utamanya yaitu ketiadaan panduan yang jelas dalam proses pemilihan responden. Kondisi tersebut membuat data yang diperoleh tidak sepenuhnya akurat atau relevan. Ini berdampak pada kualitas analisis menurun dan hasil penelitian berisiko kehilangan kekuatan untuk dijadikan dasar pengambilan […]