Apa Jenis Fitur Fintech yang Paling Dibutuhkan Pengguna?
Populix

Apa Jenis Fitur Fintech yang Paling Dibutuhkan Pengguna?

10 jam yang lalu 5 MENIT MEMBACA

Perkembangan industri keuangan digital membuat fitur fintech menjadi faktor penentu keberhasilan sebuah produk di mata pengguna. Di tengah banyaknya pilihan aplikasi keuangan, pengguna kini semakin selektif dan hanya akan bertahan pada platform yang benar-benar menjawab kebutuhan mereka.

Bagi perusahaan fintech, tantangannya bukan lagi sekadar menghadirkan fitur baru, tetapi menentukan fitur fintech mana yang paling relevan dan bernilai bagi pengguna saat ini.

Di sinilah peran market research menjadi krusial untuk membantu memprioritaskan pengembangan fitur berbasis kebutuhan nyata, bukan asumsi internal.

Mengapa Fitur Fintech Menjadi Faktor Kunci Loyalitas Pengguna?

Pengguna Fintech tidak hanya mencari kemudahan transaksi, tetapi juga pengalaman yang aman, cepat, dan sesuai dengan gaya hidup mereka. Fitur fintech yang tepat dapat meningkatkan kepuasan pengguna sekaligus mendorong loyalitas jangka panjang.

Sebaliknya, fitur yang tidak relevan justru berisiko menambah kompleksitas aplikasi dan menurunkan user experience. Tanpa pemahaman mendalam tentang preferensi pengguna, inovasi fitur bisa menjadi investasi yang tidak efektif.

Baca juga: Segmentasi Pengguna Fintech, Kunci Strategi Berbasis Data

Ragam Fitur Fintech yang Umum Digunakan Saat Ini

fitur fintech
Source: Freepik

Setiap produk fintech memiliki karakteristik berbeda, tetapi secara umum terdapat beberapa jenis fitur fintech yang banyak diadopsi oleh berbagai platform. Fitur-fitur ini berkembang seiring perubahan perilaku dan ekspektasi pengguna digital.

Pemahaman terhadap kategori fitur ini dapat membantu perusahaan memetakan posisi produknya di pasar. Dari sini, market research dapat digunakan untuk menilai fitur mana yang perlu dipertahankan, dikembangkan, atau bahkan dihilangkan.

1. Fitur Pembayaran Digital dan Transaksi Non-Tunai

Fitur pembayaran digital menjadi fondasi utama dalam banyak aplikasi fintech. Pengguna mengharapkan proses transaksi yang cepat, stabil, dan dapat digunakan di berbagai merchant.

Selain kecepatan, faktor kenyamanan seperti QR payment, integrasi e-wallet, dan riwayat transaksi yang transparan menjadi bagian penting dari fitur fintech ini. Preferensi pengguna terhadap metode pembayaran tertentu perlu divalidasi melalui data riset pasar.

2. Fitur Keamanan dan Perlindungan Data Pengguna

Keamanan merupakan salah satu fitur fintech yang paling sensitif dan krusial. Pengguna semakin sadar akan risiko kebocoran data dan penipuan digital.

Fitur seperti autentikasi dua faktor, biometrik, dan notifikasi aktivitas mencurigakan menjadi nilai tambah yang signifikan. Market research dapat membantu mengukur tingkat kepercayaan pengguna terhadap sistem keamanan yang diterapkan.

3. Fitur Manajemen Keuangan Pribadi

Fitur pengelolaan keuangan pribadi semakin diminati seiring meningkatnya kesadaran finansial pengguna. Aplikasi fintech kini tidak hanya berfungsi sebagai alat transaksi, tetapi juga sebagai asisten keuangan.

Fitur fintech seperti pencatatan pengeluaran otomatis, kategorisasi transaksi, dan laporan keuangan bulanan membantu pengguna memahami kondisi finansial mereka. Riset pengguna dapat mengungkap fitur mana yang benar-benar digunakan secara aktif.

4. Fitur Investasi dan Pengembangan Aset

Banyak platform fintech mulai menawarkan fitur investasi untuk menjangkau pengguna yang ingin mengembangkan aset. Instrumen seperti reksadana, emas digital, hingga saham kini semakin mudah diakses.

Akan tetapi, kompleksitas fitur investasi perlu disesuaikan dengan tingkat literasi pengguna. Market research berperan penting dalam menentukan sejauh mana fitur fintech ini dapat dikembangkan tanpa mengintimidasi pengguna pemula.

5. Fitur Kredit Digital dan Paylater

Fitur kredit digital seperti paylater dan pinjaman online menjadi daya tarik tersendiri bagi segmen pengguna tertentu. Kemudahan akses dan proses persetujuan cepat menjadi alasan utama tingginya adopsi fitur ini.

Di sisi lain, pengguna juga semakin mempertimbangkan transparansi bunga dan risiko utang. Insight dari market research membantu perusahaan memahami batas toleransi pengguna terhadap fitur fintech berbasis kredit.

6. Fitur Personalisasi dan Pengalaman Pengguna

Personalisasi menjadi tren penting dalam pengembangan fitur fintech modern. Pengguna mengharapkan aplikasi yang dapat menyesuaikan tampilan dan rekomendasi sesuai kebutuhan mereka.

Fitur seperti rekomendasi produk keuangan, notifikasi kontekstual, dan dashboard yang dapat dikustomisasi meningkatkan relevansi aplikasi. Validasi melalui riset pasar memastikan personalisasi tidak terasa invasif.

Baca juga: 7 Manfaat Utama Riset Perbankan dan Fintech di Era Digital

Tantangan Menentukan Prioritas Fitur Fintech

Tidak semua fitur fintech memiliki dampak yang sama terhadap kepuasan pengguna. Keterbatasan sumber daya membuat perusahaan harus memilih fitur mana yang diprioritaskan.

Tanpa data yang akurat, keputusan pengembangan fitur berisiko didasarkan pada asumsi internal atau tren sesaat. Market research membantu meminimalkan risiko tersebut dengan menghadirkan perspektif pengguna secara langsung.

Peran Market Research dalam Pengembangan Fitur Fintech

fitur fintech
Source: Freepik

Market research memungkinkan perusahaan memahami kebutuhan, pain points, dan ekspektasi pengguna secara objektif. Data ini menjadi dasar untuk mengukur urgensi dan potensi adopsi setiap fitur fintech.

Melalui survei, wawancara, dan analisis perilaku pengguna, perusahaan dapat memetakan fitur mana yang paling dibutuhkan saat ini. Pendekatan berbasis data ini membantu menciptakan produk yang lebih relevan dan kompetitif.

1. Mengukur Dampak dan Kinerja Fitur Fintech

Setelah fitur dikembangkan, evaluasi kinerja menjadi langkah penting berikutnya. Penggunaan market research secara berkelanjutan membantu mengukur kepuasan dan tingkat utilisasi fitur fintech.

Insight ini dapat digunakan untuk melakukan iterasi produk secara lebih terarah. Dengan demikian, pengembangan fitur tidak berhenti pada peluncuran, tetapi terus disesuaikan dengan perubahan kebutuhan pengguna.

2. Menyelaraskan Strategi Bisnis dengan Kebutuhan Pengguna

Fitur fintech yang sukses adalah fitur yang selaras dengan tujuan bisnis dan kebutuhan pengguna. Market research berperan sebagai jembatan antara strategi internal dan realitas pasar.

Dengan memahami prioritas pengguna, perusahaan dapat mengalokasikan sumber daya secara lebih efisien. Hal ini juga membantu membangun keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.

Tentukan Prioritas Fitur Fintech Berbasis Insight Konsumen melalui Market Research Populix

Menentukan fitur fintech yang paling dibutuhkan pengguna tidak dapat mengandalkan intuisi semata. Diperlukan insight konsumen yang valid dan representatif untuk memastikan setiap fitur yang dikembangkan memiliki nilai nyata.

Melalui Market Research Populix, perusahaan dapat menggali kebutuhan pengguna secara mendalam dan memprioritaskan pengembangan fitur fintech berdasarkan data. Dengan pendekatan ini, strategi produk menjadi lebih tepat sasaran dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang.

Langsung saja hubungi kami untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait layanan Market Research Populix untuk kebutuhan industri fintech!

populix research service

Baca juga: Akuisisi Pengguna Fintech, Strategi Efektif Lewat Studi Pasar

Tags:
Artikel Terkait
5 Tips Mendapat Responden Penelitian Lewat Survey Berbayar
Responden penelitian adalah elemen paling krusial dalam setiap proses pengumpulan data akademik. Responden menjadi sumber utama yang memberikan informasi langsung untuk menjawab rumusan masalah penelitian. Tanpa kehadiran responden yang tepat dan relevan, penelitian sulit menghasilkan temuan yang valid serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Namun, di era digital seperti sekarang, tantangan untuk mengumpulkan responden penelitian justru […]
Survei Populix: Kesetaraan Perempuan di Dunia Kerja Saat Ini
Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, kesetaraan perempuan di dunia kerja saat ini telah menunjukkan kemajuan. Namun, kondisi tersebut bukan berarti jauh dari berbagai tantangan, terutama di Indonesia. Tantangan seperti diskriminasi, kesenjangan partisipasi, dan upah tampaknya masih perlu diatasi. Selain itu, perbedaan dalam peran dan prospek pertumbuhan karier pun kerap hadir di dunia kerja Indonesia. Oleh karena itu, […]
Research Gap: Pengertian, Jenis, dan Cara Menemukannya
Berbicara mengenai skripsi, metode penelitian dan seputarnya, tentunya Anda sudah tidak asing lagi dengan istilah research gap atau celah dalam penelitian. Research gap adalah situasi di mana ditemukannya inkonsistensi antara hasil penelitian dengan data-data yang mendukungnya. Artinya, dibutuhkan penelitian baru untuk menjawab ‘celah’ tersebut. Bahkan tak terbatas pada penelitian, sebutan research gap pun cukup populer […]