8 Tips Menyusun Bab 1 Skripsi agar Dosen Pembimbing Setuju
Populix

8 Tips Menyusun Bab 1 Skripsi agar Dosen Pembimbing Setuju

11 bulan yang lalu 4 MENIT MEMBACA

Bab 1 skripsi merupakan bagian awal yang menentukan arah penelitian. Penyusunan yang baik dapat memudahkan proses bimbingan dan mempercepat persetujuan dari dosen pembimbing.

Sayangnya, banyak mahasiswa yang justru mengalami kesulitan dalam menyusun bab 1 karena tidak tahu bagaimana menyampaikan ide penelitian secara runtut dan meyakinkan.

Kesalahan umum seperti latar belakang yang terlalu panjang tanpa data pendukung, rumusan masalah yang kurang spesifik, atau tujuan penelitian yang tidak sesuai sering menjadi penyebab skripsi tertunda.

Agar bab 1 skripsi bisa langsung disetujui oleh dosen pembimbing, Anda perlu memahami struktur dan teknik penulisannya dengan baik.

Artikel ini akan membahas panduan lengkap dalam menyusun latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan penelitian agar bab 1 skripsi lebih terstruktur dan meyakinkan.

Baca juga: 9 Tantangan Mengerjakan Skripsi dan Cara Mengatasinya

10 Tips Menyusun Bab 1 Skripsi

bab 1 skripsi
Source: Freepik

Inilah beragam tips menulis bab 1 skripsi yang wajib diperhatikan mahasiswa tingkat akhir.

1. Memahami Struktur Bab 1 Skripsi

Bab 1 skripsi umumnya terdiri dari beberapa bagian utama. Setiap bagian memiliki peran penting dalam menjelaskan konteks penelitian secara jelas dan sistematis.

Berikut struktur yang umumnya digunakan dalam bab 1 skripsi:

  • Latar Belakang: Menguraikan alasan mengapa penelitian dilakukan.
  • Rumusan Masalah: Menjabarkan pertanyaan penelitian yang ingin dijawab.
  • Tujuan Penelitian: Menjelaskan hasil yang ingin dicapai dari penelitian.
  • Manfaat Penelitian: Menguraikan kontribusi penelitian bagi akademik dan praktis.
  • Batasan Masalah: Menentukan ruang lingkup penelitian agar lebih fokus.

2. Menyusun Latar Belakang yang Meyakinkan

Latar belakang harus menjelaskan urgensi penelitian dengan data dan fakta yang relevan. Hindari deskripsi yang terlalu umum tanpa dukungan literatur. Berikut cara menulis latar belakang skripsi yang baik:

  • Mulailah dengan fakta atau fenomena yang relevan dengan topik.
  • Gunakan data dari jurnal atau laporan terbaru untuk mendukung pernyataan.
  • Jelaskan kesenjangan penelitian yang ingin diisi oleh skripsi ini.

Contoh: Jika skripsi membahas efektivitas pemasaran digital, awali dengan data peningkatan tren digital marketing. Lalu, jelaskan bahwa belum banyak penelitian yang membahas efektivitasnya pada UMKM tertentu.

3. Merumuskan Masalah secara Jelas dan Spesifik

Rumusan masalah harus berisi pertanyaan yang dapat dijawab dengan penelitian. Gunakan kalimat yang ringkas dan fokus pada inti masalah.

Ciri rumusan masalah yang baik:

  • Menggunakan kalimat tanya yang spesifik, seperti “Bagaimana pengaruh X terhadap Y?”
  • Berdasarkan permasalahan yang diidentifikasi dalam latar belakang.
  • Tidak terlalu luas atau terlalu sempit agar dapat diteliti dengan metode yang sesuai.

Contoh: “Bagaimana pengaruh strategi pemasaran digital terhadap peningkatan penjualan UMKM di Jakarta?”

4. Menentukan Tujuan Penelitian yang Terukur

Tujuan penelitian harus sesuai dengan rumusan masalah. Gunakan kata kerja operasional yang mencerminkan hasil penelitian.

Beberapa contoh tujuan penelitian:

  • Menganalisis pengaruh variabel X terhadap variabel Y.
  • Mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi suatu fenomena.
  • Menguji efektivitas suatu metode atau strategi.

Contoh: “Menganalisis pengaruh strategi pemasaran digital terhadap peningkatan penjualan UMKM di Jakarta.”

5. Membuat Manfaat Penelitian yang Relevan

Manfaat penelitian menjelaskan kontribusi yang dapat diberikan. Bagi penelitian akademik, manfaatnya bisa berupa tambahan literatur. Sedangkan bagi praktisi, manfaatnya bisa menjadi rekomendasi solusi.

Baca juga: 7 Alasan Skripsi Ditolak dan Solusi Memperbaikinya

6. Menyusun Batasan Masalah untuk Fokus yang Jelas

Batasan masalah membantu penelitian tetap terarah dan tidak melebar. Tentukan aspek yang akan dibahas dan aspek yang tidak termasuk dalam penelitian.

Contoh: Jika meneliti pemasaran digital UMKM, batasan masalahnya bisa berupa wilayah penelitian hanya di Jakarta dan fokus pada platform media sosial tertentu.

7. Menghindari Kesalahan Umum dalam Bab 1 Skripsi

Kesalahan yang sering terjadi dalam penyusunan bab 1 skripsi meliputi:

  • Latar belakang yang terlalu panjang tanpa data yang mendukung.
  • Rumusan masalah yang terlalu umum dan tidak fokus.
  • Tujuan penelitian yang tidak selaras dengan rumusan masalah.
  • Batasan masalah yang kurang jelas sehingga penelitian menjadi terlalu luas.

8. Tentukan Ide Topik Skripsi yang Tepat

Menemukan topik skripsi yang sesuai dengan minat dan jurusan sering menjadi tantangan. Thesis Idea Generator dapat membantu mahasiswa mendapatkan ide penelitian yang relevan dan menarik.

Cukup masukkan jurusan dan minat di Thesis Idea Generator, lalu dapatkan rekomendasi topik yang bisa dikembangkan menjadi skripsi.

Dengan tools tersebut, mahasiswa bisa lebih cepat menemukan ide penelitian yang potensial dan langsung mulai menyusun bab 1 skripsi.

***

Bab 1 skripsi harus disusun dengan jelas dan sistematis agar lebih mudah disetujui dosen pembimbing. Pastikan latar belakang didukung dengan data, rumusan masalah jelas, dan tujuan penelitian sesuai.

Jika masih bingung menentukan topik, gunakan Thesis Idea Generator untuk menemukan ide skripsi yang sesuai dengan minat dan jurusan kuliah.

survei online populix

Baca juga: 9 Etika Skripsi yang Wajib Diperhatikan Mahasiswa Akhir!

Tags:
Artikel Terkait
Personal Branding: Definisi, Pentingnya, Cara Membangun
Sebagian besar dari Anda pasti sudah sering mendengar istilah personal branding, betul tidak? Kira-kira, apa yang ada di pikiran Anda ketika mendengar istilah tersebut? Sebelum memikirkan itu, pertama-tama perlu digarisbawahi bahwa personal branding adalah tidak hanya diperuntukkan bagi pemilik bisnis. Individu biasa juga perlu membangun branding diri sendiri yang baik. Lantas, apa tujuannya? Mengapa banyak […]
Populix
15 Des 2023
Inferensial: Definisi, Statistik Inferensial, Contoh
Apakah Anda tahu apa itu arti dari inferensial? Menuru Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), definisi inferensial adalah dapat disimpulkan. Dalam konteks penelitian, inferensial bisa didefinisikan sebagai proses pengambilan kesimpulan dari data yang telah dikumpulkan dalam sebuah studi. Adapun tujuan dari proses inferensial yaitu untuk menggeneralisasi temuan dari sampel ke populasi yang lebih besar, atau untuk […]
10 Rekomendasi Kegiatan Ngabuburit Seru agar Tetap Produktif
Ada satu hal yang identik dengan Ramadan, yaitu ngabuburit. Ngabuburit merupakan waktu ketika kita sedang menunggu buka puasa. Sebaiknya kita mengisi kegiatan ngabuburit dengan hal yang produktif. Walaupun sedang puasa, kita tetap harus produktif. Jangan jadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan. Sebab, ada banyak, kok, kegiatan produktif yang bisa kita lakukan tanpa harus takut batal […]