4 Cara Menentukan Harga Jual Makanan dan Minuman yang Ideal
Populix

4 Cara Menentukan Harga Jual Makanan dan Minuman yang Ideal

4 tahun yang lalu 5 MENIT MEMBACA

Menentukan harga jual produk, seperti produk makanan dan minuman, menjadi salah satu proses bisnis yang harus dilakukan agar usaha dapat berjalan dengan optimal. Namun, bagaimana cara menentukan harga jual makanan yang baik?

Harga jual makanan dan minuman ini merupakan nominal uang yang perlu dikeluarkan oleh konsumen agar bisa mendapatkan produk tersebut. 

Karena itu, harga jualnya harus ideal agar bisa menarik konsumen untuk membelinya.

Lantas, apa saja faktor yang mempengaruhi serta bagaimana cara menentukan harga jual makanan dan minuman? 

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Anda dapat menyimak ulasan berikut.

Faktor yang Perlu Diperhatikan untuk Menetapkan Harga Jual

Agar bisnis dalam berjalan lancar, harga jual produknya perlu ditentukan sebaik mungkin. Kenapa demikian?

Harga jual produk, seperti makanan dan minuman, menjadi langkah dasar untuk mencapai kesuksesan dalam berbisnis. 

Pasalnya, harga tersebut penting untuk ditetapkan dengan memperhatikan keuntungan bagi produsen.

Sebelum itu, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk menetapkan harga jual produk. Beberapa faktor tersebut yaitu:

1. Harga Kompetitor

Anda perlu memperhatikan harga kompetitor terlebih dahulu sebelum menetapkan nominal jual produk sendiri. 

Dengan begitu, produk Anda nantinya bisa bersaing di pasar secara kompetitif.

2. Target Pasar

Target pasar patut Anda jadikan sebagai bahan pertimbangan sebelum ingin menentukan harga jual makanan. 

Contohnya, jika produk Anda ditargetkan untuk mahasiswa, berarti harga jual yang ditetapkan harus relatif lebih murah dan ramah di kantong.

Baca juga: 7 Cara Menghitung Rumus Harga Jual dengan Tepat dan Untung!

3. Modal dan Persentase Keuntungan

Menjadi salah satu elemen penting dalam berbisnis, modal juga penting untuk Anda perhatikan sebelum menetapkan harga jual makanan. 

Jadi, bisnis Anda tidak mengalami kerugian dan berkembang dengan baik.

Atau, harga jual produk tersebut bisa menyesuaikan dengan perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP).

Tidak kalah penting, persentase keuntungan juga harus dimasukkan dalam penetapan harga jual makanan. 

Hal tersebut dikarenakan keuntungan dari penjualan ini merupakan pemasukan utama dalam suatu bisnis.

4 Cara Menentukan Harga Jual Makanan dan Minuman

Nah, agar nominal harga jualnya ideal, Anda bisa menggunakan beberapa cara. 

Cara menentukan harga jual makanan yang dapat Anda gunakan di antaranya, mark-up pricing, bundling, margin pricing, dan keystone pricing.

1. Mark-Up Pricing

Cara menentukan harga jual makanan yang pertama yaitu mark-up pricing

Mark-up pricing merupakan penetapan harga jual produk yang dilakukan dengan menambahkan persentase profit dari jumlah modal yang Anda keluarkan.

Setelah memperhitungkan total biaya produksinya, Anda dapat melakukan mark-up atau menambahkan nominal harganya untuk mendapatkan keuntungan.

Mark-up pricing biasa dijadikan sebagai salah satu cara menentukan harga jual makanan ringan maupun minuman kemasan.

Adapun rumus dari mark-up pricing adalah sebagai berikut.

Harga Jual = Modal + (Modal x Persentase Mark-up)

Contohnya, Anda membuat bubur instan kemasan dengan biaya bahan baku Rp4.000 dan biaya pengemasan Rp1.500 untuk satu produknya. 

Kemudian, Anda menetapkan persentase keuntungan sebesar 25 persen. Maka perhitungan mark-up pricingnya yaitu:

Modal = Rp4.000 + Rp1.500 = Rp5.500

Harga Jual = Rp5.500 + (Rp5.500 x 25%) = Rp6.875 atau dibulatkan menjadi Rp6.900

Jadi, Anda bisa menjual bubur instan tersebut seharga Rp6.900 per bungkusnya.

Baca juga: 10 Cara Meningkatkan Penjualan dalam Bisnis Agar Omset Naik!

2. Manufacturer Suggested Retail Price (MSRP)

Manufacturer suggested retail price atau MSRP merupakan cara menentukan harga jual makanan online yang dapat diterapkan jika Anda menjualkan kembali produk usaha milik orang lain. 

Karena, pada metode ini penentuan harganya dilakukan dengan menyesuaikan rekomendasi dari produsen utama.

Misalnya, Anda ingin menjual kembali camilan biskuit bermerek pada toko pribadi. 

Kemudian, produsen camilan menjual produk tersebut ke Anda selaku reseller seharga Rp3.500 serta merekomendasikan harga jualnya sebesar Rp5.000.

Alasan diberlakukannya MSRP ini agar harga jual produk yang sudah cukup dikenal masyarakat tetap stabil pada pasaran. 

Jadi, konsumen tidak kebingungan karena ada harga produk yang berbeda antara reseller produk tersebut.

3. Margin Pricing

Margin pricing adalah cara menentukan harga jual makanan catering selanjutnya. 

Metode ini dilakukan dengan memperkirakan serta menganalisis kesesuaian profit yang akan didapatkan.

Anda dapat melihat rumus margin pricing berikut ini.

Margin = (Harga Jual – Modal) / Harga Jual

Sebagai contoh, modal dalam menjual bubur instan adalah Rp5.500. 

Jika ingin menjual Rp8.000, Anda dapat menyesuaikan profitnya melalui rumus margin pricing.

Margin = (Rp8.000 – Rp5.500) / Rp5.500 = 0,45 atau 45%

Berdasarkan perhitungan tersebut, margin dari penjualan bubur instan Anda yaitu 45%. 

Idealnya, margin penjualan tidak melebihi 50% jadi produk Anda telah sesuai dan bisa diperjualbelikan di pasaran.

Baca juga: Strategi Penetapan Harga: Pengertian, Jenis, & Cara Buatnya

4. Keystone Pricing

Metode penetapan harga jual makanan selanjutnya yaitu keystone pricing

Keystone pricing adalah teknik dalam menentukan harga dengan melipatgandakan modal produk tersebut.

Misalnya, produk bubur instan Anda yang bermodalkan Rp5.500 per produknya dapat dijual seharga Rp11.000.

Keystone pricing ini biasa digunakan oleh retailer untuk menjualkan produknya.

Demikian ulasan mengenai cara menentukan harga jual makanan yang perlu Anda ketahui. 

Sebelum berbisnis, pastikan Anda telah menetapkan harga jual secara bijaksana ya! Sehingga, konsumen akan merasa tertarik dengan produk Anda dan bisnis dapat berjalan secara optimal.

Jika telah menentukan harga untuk bisnis makanan melalui cara di atas, Anda selanjutnya dapat melakukan riset kesesuaian harga tersebut dengan konsumen melalui survei online.

Nah, untuk itu, Anda bisa menggunakan Poplite by Populix untuk mendapatkan tanggapan dari konsumen. Yuk, selangkah lebih pasti #DenganData dengan Populix!

Baca juga: Cara Up Selling dan Cross Selling untuk Maksimalkan Penjualan

Tags:
Artikel Terkait
10 Tips Cara Menyusun Kuesioner Survei Online yang Efektif
Saat melakukan penelitian, kuesioner survei online merupakan aspek penting untuk mengumpulkan data yang valid dan dapat diandalkan. Mengetahui cara menyusun kuesioner yang efektif dapat memengaruhi kualitas data, serta efisiensi penelitian secara keseluruhan. Melansir laman Simply Psychology, kuesioner adalah instrumen penelitian yang terdiri dari serangkaian pertanyaan yang tujuannya untuk mengumpulkan informasi dari responden. Kuesioner dapat dianggap […]
Keamanan Siber di Tengah Tantangan Ekonomi Indonesia 2025
Tantangan ekonomi Indonesia di tahun 2025 semakin kompleks. Tidak lagi terbatas pada isu makro seperti pertumbuhan dan inflasi, tetapi juga mencakup kesiapan digital, ketahanan sektor industri, serta perlindungan terhadap data dan privasi konsumen. Di tengah laju transformasi digital yang masif dan pesatnya perkembangan teknologi, muncul tekanan ekonomi global, risiko geopolitik, hingga kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan […]
Tipologi: Definisi, Penerapan, dan Contoh dalam Penelitian
Tipologi adalah ilmu yang mempelajari pengelompokan berdasarkan tipe atau jenis. Menurut KBBI, tipologi berkaitan dengan ilmu tentang watak manusia menurut corak masing-masing. Tipologi juga dikenal dalam ilmu linguistik, yakni terkait kesamaan sintaksis dan morfologi. Dalam penelitian, tipologi dianggap sebagai cara untuk mengklasifikasikan dan mengkategorikan objek atau fenomena berdasarkan karakteristik tertentu.  Apa Itu Tipologi? Melansir Your […]