Preferensi Brand Kecantikan dan Fashion di Indonesia
Finna Prima Handayani

Preferensi Brand Kecantikan dan Fashion di Indonesia

10 bulan yang lalu 2 MENIT MEMBACA

Industri kecantikan dan fashion Indonesia menunjukkan potensi besar untuk terus berkembang. Apalagi didukung adanya inovasi teknologi, perubahan perilaku konsumen, serta tingkat kesadaran khalayak pada brand kecantikan dan fashion yang semakin tumbuh.

Di sisi lain, pasar kecantikan dan fashion saat ini sangat kompetitif, terlebih dengan hadirnya produk-produk baru yang terus bermunculan. Keberadaan poduk baru tersebut semakin memperketat persaingan antara brand lokal dan internasional.

Brand internasional memang lebih mendominasi di industri kecantikan dan fashion. Namun, nyatanya kini brand lokal pun tidak kalah saing.

Berdasarkan hasil riset Populix, menunjukkan tren yang semakin meningkat di mana konsumen Indonesia mulai lebih memilih produk lokal. Penasarankah seperti apakah hasil studi terkait industri kecantikan dan fashion tersebut?

Preferensi Brand Kecantikan dan Fashion di Indonesia

kecantikan dan fashion
Source: Freepik

Di antara merek lokal dan internasional, baik di sektor skincare maupun fashion, menunjukkan kepercayaan konsumen terhadap produk dalam negeri yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka.

Merek Skincara Paling Disukai:

  • Merek Lokal: 76%
  • Merek Internasional: 24%

Merek Fashion Paling Disukai:

  • Merek Lokal: 80%
  • Merek Internasional: 20%

Faktor utama yang memengaruhi pemilihan skincare adalah kesesuaian produk dengan jenis kulit masing-masing.

Selain itu, izin dari BPOM juga menjadi faktor penting, mencerminkan kekhawatiran yang kuat terkait keamanan dan keabsahan produk.

Baca juga: Survei Populix: Preferensi Pembeli Saat Grocery Shopping

Alasan Memilih Merek Kecantikan dan Fashion

5 Alasan Utama Memilih Merek Skincare

  • 67% cocok dengan jenis kulit
  • 52% memiliki izin edar dari BPOM
  • 49% harga terjangkau
  • 47% harga sesuai kualitas
  • 47% kualitas barang yang baik

Sementara itu, faktor utama yang memengaruhi pemilihan merek fashion adalah harga yang terjangkau, reputasi merek yang kuat, dan kualitas produk yang tinggi.

5 Alasan Utama Memilih Merek Fashion

  • 60% nilai sepadan dengan harga
  • 43% harga terjangkau
  • 42% merek tepercaya
  • 39% ukuran produk sesuai
  • 38% produk tahan lama

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang tren terbaru dalam industri beauty dan fashion di Indonesia, Anda bisa langsung unduh report Market Insights and Strategic Opportunities for Beauty and Fashion Brands in Indonesia.”

Sementara itu, jika Anda membutuhkan insight yang lebih detail terkait bisnis kecantikan dan fashion, ataupun hal lainnya, Anda dapat menghubungi tim riset Populix.

populix research service

Baca juga: Perspektif Pasar soal Electric Vehicle atau Kendaraan Listrik

Tags:
Artikel Terkait
7 Tips Presentasi Proposal Skripsi untuk Meyakinkan Dosen
Khawatir dan deg-degan, itulah perasaan yang sering dialami mahasiswa ketika akan presentasi proposal skripsi. Sah-sah saja jika perasaan itu muncul, karena ini merupakan salah satu tahapan penting untuk meyakinkan dosen bahwa proposal penelitian skripsi yang diajukan layak dilanjutkan ke tahap berikutnya. Upaya yang bisa dilakukan menjelang presentasi proposal skripsi yaitu tetap tenang! Jangan sampai timbulnya […]
10 Perbandingan Metode Survei Offline dengan Survei Online
Dalam konteks penelitian akademik, survei merupakan metode yang sangat umum digunakan untuk mengumpulkan data. Terdapat dua jenis survei yang sering dipakai, yaitu survei online dan survei offline. Kedua jenis survei tersebut tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Memilih antara survei online dan survei offline pun sangat tergantung pada kebutuhan dan tujuan penelitian. Lantas, seperti apakah […]
Riset Efisien Mahasiswa: Solusi Praktis Skripsi Lancar
Para mahasiswa tingkat akhir mestinya paham pendekatan riset efisien. Sebab, ini merupakan sebuah cara menyederhanakan beragam tahapan penelitian tanpa mengurangi kualitas akademik. Riset efisien berarti mahasiswa bisa fokus pada substansi penelitian tanpa terlalu banyak terbebani proses teknis, seperti mencari topik yang relevan, menyusun pertanyaan survei, hingga menemukan responden. Dengan memahami pendekatan ini, proses penggarapan skripsi […]