Preferensi Brand Kecantikan dan Fashion di Indonesia
Finna Prima Handayani

Preferensi Brand Kecantikan dan Fashion di Indonesia

9 bulan yang lalu 2 MENIT MEMBACA

Industri kecantikan dan fashion Indonesia menunjukkan potensi besar untuk terus berkembang. Apalagi didukung adanya inovasi teknologi, perubahan perilaku konsumen, serta tingkat kesadaran khalayak pada brand kecantikan dan fashion yang semakin tumbuh.

Di sisi lain, pasar kecantikan dan fashion saat ini sangat kompetitif, terlebih dengan hadirnya produk-produk baru yang terus bermunculan. Keberadaan poduk baru tersebut semakin memperketat persaingan antara brand lokal dan internasional.

Brand internasional memang lebih mendominasi di industri kecantikan dan fashion. Namun, nyatanya kini brand lokal pun tidak kalah saing.

Berdasarkan hasil riset Populix, menunjukkan tren yang semakin meningkat di mana konsumen Indonesia mulai lebih memilih produk lokal. Penasarankah seperti apakah hasil studi terkait industri kecantikan dan fashion tersebut?

Preferensi Brand Kecantikan dan Fashion di Indonesia

kecantikan dan fashion
Source: Freepik

Di antara merek lokal dan internasional, baik di sektor skincare maupun fashion, menunjukkan kepercayaan konsumen terhadap produk dalam negeri yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka.

Merek Skincara Paling Disukai:

  • Merek Lokal: 76%
  • Merek Internasional: 24%

Merek Fashion Paling Disukai:

  • Merek Lokal: 80%
  • Merek Internasional: 20%

Faktor utama yang memengaruhi pemilihan skincare adalah kesesuaian produk dengan jenis kulit masing-masing.

Selain itu, izin dari BPOM juga menjadi faktor penting, mencerminkan kekhawatiran yang kuat terkait keamanan dan keabsahan produk.

Baca juga: Survei Populix: Preferensi Pembeli Saat Grocery Shopping

Alasan Memilih Merek Kecantikan dan Fashion

5 Alasan Utama Memilih Merek Skincare

  • 67% cocok dengan jenis kulit
  • 52% memiliki izin edar dari BPOM
  • 49% harga terjangkau
  • 47% harga sesuai kualitas
  • 47% kualitas barang yang baik

Sementara itu, faktor utama yang memengaruhi pemilihan merek fashion adalah harga yang terjangkau, reputasi merek yang kuat, dan kualitas produk yang tinggi.

5 Alasan Utama Memilih Merek Fashion

  • 60% nilai sepadan dengan harga
  • 43% harga terjangkau
  • 42% merek tepercaya
  • 39% ukuran produk sesuai
  • 38% produk tahan lama

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang tren terbaru dalam industri beauty dan fashion di Indonesia, Anda bisa langsung unduh report Market Insights and Strategic Opportunities for Beauty and Fashion Brands in Indonesia.”

Sementara itu, jika Anda membutuhkan insight yang lebih detail terkait bisnis kecantikan dan fashion, ataupun hal lainnya, Anda dapat menghubungi tim riset Populix.

populix research service

Baca juga: Perspektif Pasar soal Electric Vehicle atau Kendaraan Listrik

Tags:
Artikel Terkait
Bimbingan Skripsi Lebih Lancar, Ini Tips dan Strateginya!
Banyak mahasiswa tingkat akhir menghadapi berbagai kendala ketika memasuki proses bimbingan skripsi. Tidak sedikit dari mereka yang belum benar-benar siap, baik secara substansi penelitian maupun aspek teknis yang diperlukan untuk melangkah ke tahap berikutnya. Kondisi ini sering kali membuat proses bimbingan berjalan kurang efektif, bahkan bisa berlarut-larut. Alih-alih fokus memperdalam isi penelitian dan menyelesaikan skripsi […]
Mengenal Teknik Pomodoro agar Belajar Lebih Efektif & Fokus
Apakah Anda merasa telah meluangkan banyak waktu, tetapi pekerjaan seakan tidak kunjung selesai? Atau memiliki masalah berupa kesulitan fokus saat belajar? Mungkin, Anda akan tertarik untuk mempelajari teknik pomodoro. Apa itu teknik pomodoro? Teknik pomodoro adalah teknik di mana kita harus fokus pada satu hal selama 25 menit dan mengambil jeda setelahnya. Selain itu, Anda […]
Koefisien Korelasi: Pengertian, Rumus, dan Cara Hitungnya
Koefisien korelasi adalah nilai penentu seberapa kuat relasi antara dua variabel. Dalam ilmu statistika, diperlukan analisis untuk meneliti hubungan antara variabel. Nah, untuk mengerti bagaimana penelitian tersebut bekerja, Anda harus menghitung intensitas keterkaitannya terlebih dahulu. Keterkaitan antara dua variabel bisa membantu Anda dalam melakukan analisis koefisien korelasi. Lantas, bagaimana cara mencarinya? Dan, apa itu analisis […]