Survei Populix dan Teman Bumil: Dampak Pandemi Terhadap Kondisi Mental Keluarga
Populix

Survei Populix dan Teman Bumil: Dampak Pandemi Terhadap Kondisi Mental Keluarga

5 tahun yang lalu 3 MENIT MEMBACA

Sudah delapan bulan lamanya masyarakat Indonesia harus membatasi aktivitas di luar rumah, dikarenakan jumlah kasus positif pasien Covid-19 masih belum sepenuhnya membaik. Sebagian orang juga masih harus bekerja dirumah atau Work From Home maupun belajar secara online. Hal ini memaksa banyak keluarga untuk harus tetap di rumah.

Meskipun momen ini dapat meningkatkan kualitas hubungan keluarga di rumah, menurut survei Populix bersama Teman Bumil, tidak sedikit ibu rumah tangga yang mengalami cemas hingga stress akibat pandemi ini.

Populix bekerjasama dengan Teman Bumil, aplikasi untuk ibu milenial, kembali melakukan survei online untuk mengetahui dampak pandemi pada kondisi keluarga, baik dari aspek keuangan, kesehatan, hingga pembelajaran jarak jauh. Survei bertajuk “Dampak Pandemi Terhadap Kondisi Kesehatan Mental” dilakukan pada pertengahan Oktober 2020 dan melibatkan 1.230 pengguna Teman Bumil. Mayoritas responden merupakan ibu rumah tangga yang sudah menikah dengan 1-2 anak (54%) diikuti sudah menikah namun belum punya anak (43%).

Kondisi finansial merupakan aspek yang paling terdampak

Berdasarkan hasil survei, 9 dari 10 (91%) ibu rumah tangga mengaku terdampak Covid-19. Sebanyak 60% ibu mengalami masalah terbesar di sektor keuangan, 37% di sektor kesehatan terkait kecemasan terhadap Covid-19. Selain itu, 3% ibu rumah tangga mengalami kesulitan dengan pembelajaran jarak jauh untuk anak-anaknya.

Kesulitan finansial di tengah pandemi ini membuat 5 dari 10 ibu mengaku sempat stress. Dalam menyikapi kesulitan itu, mayoritas ibu rumah tangga (89%) mengaku sedang menghemat pengeluaran. Untuk membayar pengeluaran sehari-hari, banyak 45% ibu mengandalkan tabungan pribadi. Menariknya, 27% ibu rumah tangga bahkan mulai mencoba usaha kecil-kecilan untuk mencari pemasukkan tambahan.

Pandemi membuat ibu rumah tangga rentan terkena stress

Ibu rumah tangga berpotensi mengalami tingkat stres tersendiri di masa pandemi ini. Sebanyak 43% ibu mengaku masih cemas saat dengan berita tentang Covid-19 yang mereka baca dari media sosial atau berita di intenet.

Selain rasa cemas akan berita tentang pandemi, ibu rumah tangga juga rentan menjadi emonsional lantaran harus mengurus sekolah anak yang dilakukan secara online. Beberapa faktor yang membuat ibu mengalami kesulitan saat mendampingi anak belajar di rumah yaitu anak yang susah diatur (53%), 13% ibu masih harus bekerja, dan tidak memiliki ART untuk bantu mendapingi anak.

Ibu yang bekarir tidak terlalu merasakan dampak pandemi

Menurut hasil survei, 73% ibu yang bekerja atau memiliki penghasilan sendiri, tidak terlalu terdampak oleh pandemi. Hal ini disebabkan karena, sebanyak 48% ibu mengaku sudah beradaptasi dan mematuhi protokol kesehatan, 27% ibu memiliki penghasilan yang stabil, dan 12% tidak terlalu sering mengikuti perkembangan berita Covid-19. Depalan dari 10 ibu juga optimis bahwa kondisi pandemi akan segera membaik.

Pandemi yang kita alami selama ini telah mengubah segala aspek di kehidupan. Imbasnya sudah melebar ke mana-mana, termasuk ranah rumah tangga. Mengubah rutinitas di tengah pandemi virus corona ini memang tidak mudah, terlebih bagi seorang ibu yang tugasnya menjadi berlipat ganda. Dampak pandemi terhadap kondisi finansial pun membuat para ibu turut andil dan memutar otak dengan membuka usaha kecil-kecilan demi membantu perekonomian keluarga.

Artikel Terkait
Guerilla Marketing: Pengertian, Prinsip, Jenis, dan Keuntungan
Implementasi pemasaran bisnis dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai strategi dan teknik. Salah satu yang dinilai efektif untuk diterapkan adalah model guerilla marketing. Jika Anda menginginkan strategi pemasaran dengan biaya relatif rendah dan hasil optimal, metode ini dapat menjadi salah satu opsi. Secara sederhana, guerilla marketing adalah metode pemasaran yang berusaha menjangkau target konsumen seluas-luasnya menggunakan […]
Risk Management: Definisi, Tipe, hingga Contoh dalam Bisnis
Menghadapi sebuah masalah bukanlah hal yang mudah, khususnya bagi perusahaan. Di mana setiap keputusan yang diambil pasti akan memiliki risikonya tersendiri. Nah, memahami betul konsep risk management adalah solusisnya. Apa itu risk management? Sederhananya, manajemen risiko atau risk management adalah strategi yang disusun pebisnis sebelum risiko yang mungkin terjadi menjadi kenyataan. Akan tetapi, langkah apa […]
Pengertian Sociopreneur, Unsur, dan Contohnya di Indonesia
Social entrepreneur atau sering disebut dengan sociopreneur adalah istilah bagi seseorang yang memiliki visi dan misi untuk menjadi agen perubahan. Inovasi yang dilakukan oleh pelaku sociopreneur ini banyak memberikan dampak positif pada pembangunan sistem ekonomi masyarakat. Di Indonesia, pertumbuhan sociopreneur juga terus mengalami peningkatan hingga mencapai 340.000 bisnis. Nah, untuk memahami lebih banyak terkait pengertian […]