10 Tips Memulai Bisnis Franchise untuk Pemula
Populix

10 Tips Memulai Bisnis Franchise untuk Pemula

3 tahun yang lalu 4 MENIT MEMBACA

Franchise atau waralaba adalah salah satu peluang usaha yang banyak diminati akhir-akhir ini. Apalagi cara memulai bisnis franchise pun dianggap efisien saat hendak memiliki bisnis baru.

Pasalnya, sejumlah bisnis franchise telah memiliki ‘nama’ di pasaran sehingga Anda tidak perlu melakukan branding dari awal. Selain itu, bisnis franchise pun kerap kali sudah memiliki para pelanggannya sendiri.

Jika Anda tertarik untuk memulai bisnis franchise, simak terus artikel ini!

Mengenal Bisnis Franchise atau Waralaba

Mengutip laman Forbes Advisor, franchise atau waralaba adalah bisnis di mana pemiliknya memberikan izin kepada para pemegang lisensi untuk mengoperasikan bisnis (menjual produknya, menyediakan layanan, dan lainnya) di lokasi bisnis tertentu. Namun, para pemegang lisensi itu hasil membayar royalti kepada pemilik bisnis untuk menyewa nama merek produk.

Sederhananya, bisnis franchise yaitu semacam kerja sama membuka cabang baru dari suatu usaha, tetapi status kepemilikannya oleh orang lain dengan perjanjian yang sudah disetujui kedua belah pihak.

Lalu, bagaimana tips atau cara memulai bisnis franchise?

Baca juga: Bisnis Jastip: Cara Memulai, Keuntungan, dan Jenisnya

Cara Memulai Bisnis Franchise untuk Pemula

Ada beberapa tips untuk memulai franchise yang perlu Anda lakukan.

1. Riset Terlebih Dahulu Sebelum Memulai Bisnis Franchise

Sebaiknya lakukan riset terlebih dahulu terkait segala informasi franchise, mulai dari produk atau layanan yang akan dijual, biaya, hingga prospek ke depannya. Pastikan memilih bisnis franchise sesuai dengan kebutuhan dan keinginan Anda dalam berbisnis.

2. Riset Kompetitor

Dalam menjalankan bisnis Anda perlu melakukan riset kompetitor. Seperti apa profil kompetitor Anda? Persaingan seperti apa yang akan Anda hadapi? Dengan demikian, Anda bisa menentukan strategi bisnis yang akan Anda lakukan untuk menghadapi persaingan dalam dunia bisnis.

3. Cek Peluang

Melansir dari Forbes Advisor, sebelum memulai bisnis waralaba, Anda harus memastikan bahwa bisnis tersebut belum ada di daerah tersebut. Walaupun memang ada beberapa bisnis yang dapat eksis di seluruh kota, tetapi jika lokasinya berdekatan, hal itu bisa meningkatkan nilai kompetitif.

4. Cek Biaya dan Dana

Saat ingin memulai bisnis waralaba, Anda harus menanggung beberapa biaya yang berbeda. Selain biaya bisnis reguler seperti sewa dan pemeliharaan, Anda harus membayar royalti tahunan kepada pemilik waralaba.

Biaya lainnya termasuk transportasi dan akomodasi, pelatihan dengan perusahaan, dan membayar sejumlah pajak lokal untuk memulai bisnis Anda.

5. Menyusun Rencana Bisnis Franchise

Meskipun banyak aspek bisnis sudah ditentukan, Anda bertanggung jawab atas aspek terpenting bisnis. Ketika Anda membuat rencana bisnis, Anda dapat menguraikan alasan Anda akan menjadi pengurus bisnis yang kuat.

Penting juga untuk menjelaskan bagaimana Anda memahami konsumen yang ingin Anda layani. Anda adalah ahlinya dan ini akan sangat membantu bisnis waralaba secara keseluruhan.

Baca juga: Pengertian Peluang Usaha, Ciri-Ciri, Contoh, dan Strateginya

6. Dapatkan Perjanjian Lisensi Waralaba

Franchisor (pemilik waralaba) memiliki kontrak yang mereka berikan kepada franchisee (penerima waralaba) untuk menjalankan bisnis. Sebelum menandatangani, pastikan untuk membacanya dan memahami semua standar yang diharapkan dari lokasi Anda.

Penting untuk mengetahui standar bisnis apa yang dimiliki pemilik waralaba untuk pewaralaba, dan pastikan Anda merasa nyaman dalam mempertahankan bisnis tersebut.

7. Membentuk Badan Usaha

Setelah merangkai rencana bisnis, saatnya untuk membentuk sebuah badan usaha. Franchisor memerlukan entitas bisnis yang berbeda berdasarkan struktur keseluruhannya.

8. Tentukan Lokasi Bisnis

Tentukan lokasi pusat bisnis Anda. Tak hanya lokasi, perlu juga memiliki spesifikasi peralatan dan fasilitas yang diperlukan sesuai dengan jenis bisnis franchise yang Anda pilih agar bisa sejalan secara keseluruhan.

9. Rekrut Karyawan

Sebarkan lowongan pekerjaan untuk mencari karyawan yang akan membantu Anda menjalankan bisnis franchise. Anda bisa juga menyebarkan lowongan pekerjaan melalui media sosial.

10. Saatnya Membuka Bisnis Franchise

Setelah melewati semua prosesnya dan Anda sudah memiliki karyawan, kini saatnya untuk membuka bisnis franchise Anda! Jangan lupa untuk tetap promosikan bisnis Anda ke teman, keluarga, serta khalayak ramai. Manfaatkan juga media sosial untuk media promosi.

Itulah 10 tips atau cara memulai bisnis franchise. Simak terus artikel Populix untuk mendapatkan informasi menarik dan bermanfaat lainnya.

Baca juga: 38 Ide Bisnis Franchise Indonesia Terlaris

Tags:
Artikel Terkait
Cara Meningkatkan Validitas Penelitian Kuantitatif, Cek Ini!
Validitas penelitian kuantitatif mengacu pada sejauh mana instrumen penelitian benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur. Dalam penelitian berbasis data numerik, validitas menjadi faktor utama yang menentukan apakah hasil penelitian dapat dipercaya dan mencerminkan kondisi sebenarnya. Akan tetapi, ketidakakuratan data sering kali muncul karena desain kuesioner yang kurang tepat. Oleh karena itu, peneliti perlu memahami bagaimana […]
Studi Kasus: Definisi, Kelebihan, Kekurangan, Contoh Penelitian
Berdasarkan penjelasan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), studi kasus adalah pendekatan untuk meneliti gejala sosial dengan menganalisis satu kasus secara mendalam dan utuh. Studi kasus erat kaitannya dengan penelitian atau riset. Melansir laman StudySmarter, studi kasus adalah metode penelitian yang terkadang digunakan oleh sosiolog. Penelitian yang berbentuk studi kasus dapat juga disebut dengan desain studi […]
Panduan Membuat Pertanyaan Survei Skripsi yang Netral
Pertanyaan survei merupakan elemen penting dalam penyusunan kuesioner skripsi yang sering kali masih menjadi kendala bagi mahasiswa. Banyak yang merasa kesulitan merumuskan pertanyaan yang tepat, sehingga data yang diperoleh berisiko tidak valid atau bahkan menimbulkan bias. Salah satu penyebab utamanya adalah pertanyaan yang dibuat terlalu rumit, ambigu, atau justru mencerminkan opini pribadi peneliti. Jika hal […]