Mengenal Buying Motives, Hal Penting untuk Pemilik Brand
Clara Ruth Claudia

Mengenal Buying Motives, Hal Penting untuk Pemilik Brand

3 tahun yang lalu 3 MENIT MEMBACA

Buying motives itu penting banget, loh, buat para pemilik brand, karena buying motives merepresentasikan alasan-alasan konsumen membeli produk atau menggunakan jasa kita. Buying motives juga bisa merefleksikan kebutuhan, emosi, perasaan, situasi, dan bahkan personality konsumen.

Sekarang kita diskusi, yuk.

Apa Itu Buying Motives?

Apa, sih, motive kamu untuk minum kopi? Untuk bangkitkan mood kamu yang jelek seharian karena deadline kantor? Bikin kamu melek seharian jadi gak ngantuk-ngantuk pas kerja? Atau, memang sudah jadi kebiasaan kamu setiap hari buat minum kopi?

Populix juga pernah membuat riset tentang apa sebenarnya buying motives orang minum kopi.

Dalam riset tersebut, Populix mengaplikasikan teori Maslow’s Hierarchy of Needs untuk mengetahui motive seseorang dalam meminum kopi. Dengan mengetahui motive-nya, kita jadi bisa tahu juga preferensi jenis kopi yang mereka minum, kapan biasanya mereka minum, dan bahkan bisa menghubungkan dengan brand image dari coffee shop-nya, loh.

Masih bingung? Sini, kita kasih tahu…

1. Minum Kopi karena Butuh Energi

buying motives
Source: Freepik

Ada orang yang minum kopi untuk memberikan energi ke dirinya di tengah kesibukan atau saat lagi mumet, sehingga dia bisa mengatasi kesulitannya. Preferensi kopinya? Ya tentu saja yang pahit-pahit dan strong. Contohnya: americano, espresso, dan black coffee.

Biasanya mereka minum kopi ketika lagi ada deadline kerjaan, meeting seharian, atau lagi ngerjain kerjaan yang susah bangeett… Brand image coffee shop yang dihubungkan dengan tipe orang seperti ini adalah Djournal Coffee, Tanamera, dan Anomali Coffee.

2. Minum Kopi untuk Memanjakan Diri

buying motives
Source: Freepik

Ada juga orang yang minum kopi karena mau indulge dirinya. Maksudnya gimana, sih, “memanjakan” diri dengan minum kopi? Jadi, tipe orang yang seperti ini biasanya mau mendapatkan sensorial pleasure dari aroma, tekstur, dan rasa kopi.

Selain itu, biasanya orang seperti ini mau coba kopi yang aneh-aneh (maksudnya, dicampur dengan bahan lainnya). Contohnya? Kopi-kopi kekinian. Misalnya, kopi cincau, kopi dengan sirup cokelat dan whipped cream, kopi pakai jeli, bahkan ada kopi campur yogurt dan pisang!

Biasanya mereka minum kopi ketika lagi office break, sore-sore, atau pas hangout sama teman. Brand image coffee shop-nya ya tentu saja merek kopi kekinian, seperti Kopi Kenangan, Kopi Janji Jiwa, Kopi Lain Hati, dan semacamnya.

3. Minum Kopi untuk Bonding dengan Orang Lain

buying motives
Source: Freepik

Lalu, ada orang yang minum kopi karena mau bonding dengan orang lain. Mereka merasa kopi itu bisa menyatukan dan membuat mereka menjadi lebih dekat. Preferensi kopinya pun beragam, karena tergantung masing-masing orang yang mau bonding.

Biasanya mereka minum kopi ketika lagi meeting sama potential client atau hangout sama teman baru. Brand image coffee shop untuk orang dengan tipe seperti ini adalah Starbucks. Sesuai dengan salah satu values Starbucks “Creating a culture of warmth and belonging, where everyone is welcome”.

Sebenarnya masih banyak lagi buying motives dari minum kopi.

Lalu pertanyaannya, kenapa pemilik brand harus tahu buying motives dari konsumen mereka? Apakah segitu pentingnya? Iya dooong… Penting banget! Sebab, dengan tahu buying motives dari konsumen, pemilik brand bisa bikin strategi agar konsumen bisa terhubung dengan brand tersebut, sehingga konsumen bisa loyal terhadap brand-nya dan pastinya, konsumen jadi merekomendasikan brand tersebut ke orang lain juga!

Mau tahu apa buying motives dari konsumen kamu?

Kamu bisa klik Populix untuk info lebih lanjut 😊 

Kenapa, sih, harus Populix? Karena kita menyediakan platform online survey self-service Poplite dan juga layanan full-suite research Enterprise yang bisa disesuaikan dengan budget dan kebutuhan risetmu 😊

#populix #powerallvoice #powerallgrowth

Source:

  • Populix – Study on Coffee Shop Goers – October 2022
  • https://lrwonline.com/perspective/consumer-psychology-101-what-is-motivation/

Baca juga:

Pentingnya Analisis Pasar untuk Bisnis, Ini Tujuan & Caranya!
Brand Portfolio: Definisi, Contoh, Keuntungan, Elemen
Panduan Riset Pasar untuk Startup, Ini Langkah-Langkahnya!

Tags:
Artikel Terkait
Di Balik Hashtag Viral “Kabur Aja Dulu”
Hashtag kabur aja dulu menyebar luas secara sporadis di tengah situasi dalam negeri yang tampak sedang tidak baik-baik saja. Meski isu ekonomi dan politik yang tengah berlangsung terkesan menjadi pemicu utama, sesungguhnya kecenderungan untuk “kabur” juga muncul karena kelompok demografi terbesar saat ini di Indonesia, yaitu Gen Z dan Millenial akhir, sedang mengalami salah satu […]
Gen Z di Dunia Kerja, Benarkah Suka Pindah Kerja?
Pandangan terhadap Gen Z di dunia kerja cukup beragam, ada yang positif ada pula yang negatif. Namun, Gen Z kerap dianggap sebagai generasi yang cenderung suka pindah tempat kerja, dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Tentu ada alasan di balik kebiasaan Gen Z tersebut. Misal, bisa jadi jika Gen Z merasa lingkungan kerjanya tidak mendukung kesejahteraan mereka […]
Kemasan Produk: Pengertian, Fungsi, Manfaat dan Jenisnya
Dalam proses bisnis, kemasan produk adalah salah satu hal penting untuk dipikirkan. Mengapa? Kita semua tahu bahwa kemasan menjadi perhatian utama dari para customer. Ole karena itu, penting membuat kemasan yang menarik. Kemasan juga melindungi barang (makanan, benda dan sebagainya) agar tetap aman di dalamnya. Untuk itu, selain menarik pastikan juga kemasan yang Anda gunakan […]