Fenomena Impulsif Berbelanja di Hari Raya
Marwiyah Eka Wijayanti

Fenomena Impulsif Berbelanja di Hari Raya

11 bulan yang lalu 3 MENIT MEMBACA

Momen Hari Raya Idul Fitri adalah puncak kemenangan yang dirasakan oleh seluruh umat Muslim di dunia setelah menjalani puasa Ramadan selama satu bulan lamanya. Puasa tidak sekadar menahan lapar dan haus, melainkan juga mengendalikan hawa nafsu. 

Pada momen puncak kemenangan ini, bentuk perayaan yang dilakukan oleh umat Muslim adalah membeli berbagai barang seperti pakaian baru dan dekorasi rumah. Perilaku ini menjadi tradisi yang dilakukan setiap tahunnya, bahkan memicu sebuah perilaku belanja yang dikenal dengan istilah impulsive buying. 

Menurut Rook & Fisher (1995), impulsive buying diartikan sebagai kecenderungan konsumen untuk membeli secara spontan, refleks, tiba-tiba, dan otomatis. Dapat dikatakan bahwa impulsive buying merupakan sesuatu yang alamiah dan merupakan reaksi yang cepat. 

Perilaku impulsive buying ini berdampak terhadap seseorang menjadi konsumtif secara berlebihan. 

Tips Menghindari Impulsif Berbelanja Mendekati Hari Raya

impulsif berbelanja
Source: Freepik

Berikut tips untuk menghindari kebiasaan impulsif berbelanja: 

1. Membuat Daftar Belanja yang Jelas

Sebelum melangkah ke pusat perbelanjaan atau membuka aplikasi e-commerce, susunlah daftar belanja yang jelas dan terperinci. Daftar ini bukan sekadar catatan barang yang diinginkan, tetapi juga representasi dari prioritas kebutuhan.

Tentukan barang-barang yang benar-benar esensial, seperti bahan makanan pokok, pakaian yang dibutuhkan, atau perlengkapan rumah tangga yang mendesak. 

2. Waspadai Jebakan Diskon Lebaran

Menjelang Idul Fitri, pusat perbelanjaan dan platform online kerap berlomba-lomba menawarkan diskon dan promo menarik. Meskipun diskon dapat menghemat pengeluaran, sering kali ini hanyalah strategi pemasaran untuk mendorong pembelian impulsif.

Sebelum tergiur diskon, tanyakan pada diri sendiri apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan. Jika tidak, abaikan tawaran tersebut. Fokuslah pada barang-barang yang ada di daftar belanja Anda. 

3. Batasi Waktu Berbelanja

Tanpa batasan waktu, Anda akan cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di pusat perbelanjaan atau platform online. Semakin lama Anda berbelanja, semakin besar kemungkinan Anda terpapar pada barang-barang yang tidak direncanakan.

Tetapkan durasi belanja yang realistis dan patuhi batasan tersebut. Fokuslah pada barang-barang yang ada di daftar belanja dan hindari menjelajah area lain yang tidak relevan. Dengan membatasi waktu belanja, Anda akan lebih fokus dan efisien dalam mengambil keputusan pembelian.

4. Lindungi Dompet dari Pengaruh Emosi

Emosi negatif seperti stres, sedih, atau marah dapat memicu impulsive buying. Saat emosi labil, seseorang cenderung mencari pelarian dengan berbelanja, meskipun barang yang dibeli tidak benar-benar dibutuhkan.

Sebelum berbelanja, identifikasi kondisi emosi Anda. Jika Anda merasa emosi negatif, tunda belanja hingga emosi Anda stabil. Dengan mengendalikan emosi, Anda akan terhindar dari keputusan belanja yang merugikan.

Dengan menerapkan strategi-strategi ini, Anda dapat merayakan Idul Fitri dengan bijak dan penuh makna, serta mencegah impulsif berbelanja. Idul Fitri tidak hanya menjadi momen kemenangan setelah berpuasa, tetapi juga kemenangan dalam mengendalikan diri dari dorongan konsumtif.

Sumber:

  • https://timesindonesia.co.id/gaya-hidup/531533/tips-efektif-menghindari-impulsif-buying-menjelang-lebaran
  • https://www.idntimes.com/business/finance/arif-nurhadi/tips-hindari-impulsive-buying-c1c2?page=all 
  • Jurnal Manajemen dan Bisnis (Performa), 19 (01): 31-55, 2021
download report populix

Baca juga: Tren Belanja di Bulan Ramadan 2025, Apa yang Jadi Prioritas?

Artikel Terkait
9 Ide dan Rekomendasi Usaha Pertanian Berpeluang Untung
Bidang pertanian bukan hanya perihal kegiatan bercocok tanam di ladang atau sawah. Nyatanya, bisnis pertanian juga semakin menunjukkan tren positif seiring dengan munculnya beragam jenis usaha pertanian. Implementasi bisnis di bidang ini juga terbilang cukup mudah. Modal usaha pertanian juga beragam mulai dari kecil sampai yang tinggi. Pengembangan budidaya tanaman semakin digemari masyarakat terutama semenjak […]
Riset untuk Institusi Pemerintahan demi Kebijakan Efektif
Di era modern yang ditandai dengan arus informasi yang cepat dan kompleksitas permasalahan sosial, adanya riset untuk institusi pemerintahan menjadi elemen kunci dalam merancang kebijakan publik yang benar-benar tepat sasaran. Tanpa riset yang kuat, proses pembuatan kebijakan sering kali hanya mengandalkan asumsi, opini, atau tekanan politik yang belum tentu mencerminkan kebutuhan dan kondisi riil masyarakat. […]
Invoice Kertas vs. Invoice Online: Mana yang Lebih Baik?
Dalam dunia bisnis, invoice adalah dokumen penting yang digunakan untuk mencatat transaksi dan menagih pembayaran. Seiring perkembangan teknologi, metode penerbitan invoice juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya invoice kertas menjadi standar utama, kini invoice online semakin populer di berbagai industri.  Namun, apakah peralihan ke invoice online selalu lebih baik?  Artikel ini akan membahas kelebihan dan kekurangan invoice […]