Fenomena Impulsif Berbelanja di Hari Raya
Marwiyah Eka Wijayanti

Fenomena Impulsif Berbelanja di Hari Raya

1 tahun yang lalu 3 MENIT MEMBACA

Momen Hari Raya Idul Fitri adalah puncak kemenangan yang dirasakan oleh seluruh umat Muslim di dunia setelah menjalani puasa Ramadan selama satu bulan lamanya. Puasa tidak sekadar menahan lapar dan haus, melainkan juga mengendalikan hawa nafsu. 

Pada momen puncak kemenangan ini, bentuk perayaan yang dilakukan oleh umat Muslim adalah membeli berbagai barang seperti pakaian baru dan dekorasi rumah. Perilaku ini menjadi tradisi yang dilakukan setiap tahunnya, bahkan memicu sebuah perilaku belanja yang dikenal dengan istilah impulsive buying. 

Menurut Rook & Fisher (1995), impulsive buying diartikan sebagai kecenderungan konsumen untuk membeli secara spontan, refleks, tiba-tiba, dan otomatis. Dapat dikatakan bahwa impulsive buying merupakan sesuatu yang alamiah dan merupakan reaksi yang cepat. 

Perilaku impulsive buying ini berdampak terhadap seseorang menjadi konsumtif secara berlebihan. 

Tips Menghindari Impulsif Berbelanja Mendekati Hari Raya

impulsif berbelanja
Source: Freepik

Berikut tips untuk menghindari kebiasaan impulsif berbelanja: 

1. Membuat Daftar Belanja yang Jelas

Sebelum melangkah ke pusat perbelanjaan atau membuka aplikasi e-commerce, susunlah daftar belanja yang jelas dan terperinci. Daftar ini bukan sekadar catatan barang yang diinginkan, tetapi juga representasi dari prioritas kebutuhan.

Tentukan barang-barang yang benar-benar esensial, seperti bahan makanan pokok, pakaian yang dibutuhkan, atau perlengkapan rumah tangga yang mendesak. 

2. Waspadai Jebakan Diskon Lebaran

Menjelang Idul Fitri, pusat perbelanjaan dan platform online kerap berlomba-lomba menawarkan diskon dan promo menarik. Meskipun diskon dapat menghemat pengeluaran, sering kali ini hanyalah strategi pemasaran untuk mendorong pembelian impulsif.

Sebelum tergiur diskon, tanyakan pada diri sendiri apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan. Jika tidak, abaikan tawaran tersebut. Fokuslah pada barang-barang yang ada di daftar belanja Anda. 

3. Batasi Waktu Berbelanja

Tanpa batasan waktu, Anda akan cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di pusat perbelanjaan atau platform online. Semakin lama Anda berbelanja, semakin besar kemungkinan Anda terpapar pada barang-barang yang tidak direncanakan.

Tetapkan durasi belanja yang realistis dan patuhi batasan tersebut. Fokuslah pada barang-barang yang ada di daftar belanja dan hindari menjelajah area lain yang tidak relevan. Dengan membatasi waktu belanja, Anda akan lebih fokus dan efisien dalam mengambil keputusan pembelian.

4. Lindungi Dompet dari Pengaruh Emosi

Emosi negatif seperti stres, sedih, atau marah dapat memicu impulsive buying. Saat emosi labil, seseorang cenderung mencari pelarian dengan berbelanja, meskipun barang yang dibeli tidak benar-benar dibutuhkan.

Sebelum berbelanja, identifikasi kondisi emosi Anda. Jika Anda merasa emosi negatif, tunda belanja hingga emosi Anda stabil. Dengan mengendalikan emosi, Anda akan terhindar dari keputusan belanja yang merugikan.

Dengan menerapkan strategi-strategi ini, Anda dapat merayakan Idul Fitri dengan bijak dan penuh makna, serta mencegah impulsif berbelanja. Idul Fitri tidak hanya menjadi momen kemenangan setelah berpuasa, tetapi juga kemenangan dalam mengendalikan diri dari dorongan konsumtif.

Sumber:

  • https://timesindonesia.co.id/gaya-hidup/531533/tips-efektif-menghindari-impulsif-buying-menjelang-lebaran
  • https://www.idntimes.com/business/finance/arif-nurhadi/tips-hindari-impulsive-buying-c1c2?page=all 
  • Jurnal Manajemen dan Bisnis (Performa), 19 (01): 31-55, 2021
download report populix

Baca juga: Tren Belanja di Bulan Ramadan 2025, Apa yang Jadi Prioritas?

Artikel Terkait
Statistik Inferensial: Definisi serta Bedanya dari Statistik Deskriptif
Dalam ilmu statistika, terdapat dua metode yang digunakan untuk melakukan analisis data, yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Statistik inferensial adalah metode analisis data suatu populasi berdasarkan data sampel. Dalam metode ini hasil akhir analisis berupa kemungkinan yang menggambarkan bagaimana tindakan sampel dapat memengaruhi seluruh populasi. Nah, jika Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang metode […]
9 Cara Menyusun Demografi Responden Penelitian yang Tepat
Dalam dunia penelitian, baik akademik maupun bisnis, kualitas data yang dikumpulkan sangat bergantung pada karakteristik responden. Salah satu kunci untuk mendapatkan data akurat dan representatif adalah dengan menyusun demografi responden dengan tepat. Data demografi penting karena membantu peneliti memahami siapa responden mereka, memastikan bahwa sampel penelitian representatif, dan memungkinkan analisis lebih mendalam berdasarkan kelompok tertentu. […]
Reliabilitas: Definisi, Jenis, Contoh pada Penelitian
Pernahkah Anda mendengar istilah reliabilitas? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) reliabilitas adalah perihal sesuatu yang bersifat reliabel (bersifat andal). Reliabilitas pun didefinisikan sebagai ketelitian dan ketepatan teknik pengukuran, keterandalan. Serta, kemungkinan suatu produk untuk dapat melakukan fungsi tertentu pada kondisi yang telah dinyatakan dalam periode waktu yang ditentukan. Lantas, apa yang dimaksud reliabilitas dalam […]