Barcode: Pengertian, Fungsi, Manfaat, Jenis & Cara Membuatnya
Populix

Barcode: Pengertian, Fungsi, Manfaat, Jenis & Cara Membuatnya

4 minggu yang lalu 7 MENIT MEMBACA

Barcode adalah salah satu fitur data optik yang cukup penting karena menawarkan kepraktisan dan kecepatan.

Secara mendasar, barcode adalah sebuah kode batang yang berfungsi membantu proses pencarian produk dan pencatatan informasi dalam manajemen bisnis.

Akan tetapi, sebetulnya fungsi barcode tidak hanya terbatas pada proses bisnis semata, melainkan juga untuk keperluan penyortiran lainnya sesuai jenis barcode.

Lantas, apa saja jenis-jenis barcode tersebut dan bagaimana cara membuatnya? Untuk itu, Anda bisa simak selengkapnya mengenai apa itu barcode di artikel berikut ini.

Apa itu Barcode?

Kode batang atau barcode adalah data optik yang dapat dibaca mesin berbentuk susunan garis vertikal dengan warna hitam dan putih. 

Barcode adalah pembeda antara produk yang satu dengan lainnya sehingga ketika Anda ingin mencarinya tidak akan tertukar.

Barcode adalah kode yang memudahkan penggunanya dalam pencarian produk karena data di dalamnya bisa membuat proses tersebut lebih praktis dan cepat.

Untuk dapat membaca data pada barcode, dibutuhkan mesin pembaca yaitu scanner atau reader

Barcode scanner atau reader ini akan mengolah data tersebut menjadi sebuah informasi yang mudah dibaca oleh penggunanya.

Beberapa bidang yang menggunakan barcode di antaranya adalah retail, industri, kesehatan, farmasi, hingga instansi pemerintah. 

Baca juga: Kemasan Produk: Pengertian, Fungsi, Manfaat dan Jenisnya

Perbedaan Barcode dan QR Code

Barcode kerap kali dianggap sama dengan QR code. Namun, ada beberapa perbedaan di antara keduanya. 

Dari segi tampilan bentuk, barcode adalah kode yang tersusun atas garis-garis vertikal, sedangkan QR code merupakan kumpulan kotak-kotak kecil.

Jika dilihat dari daya tahan gunanya, barcode yang rusak atau kotor biasanya tidak bisa dipakai lagi, sedangkan QR code masih berfungsi.

Umunya, barcode adalah kode yang lebih banyak digunakan untuk mengurutkan berbagai produk berdasarkan pada jenis dan harganya. 

Sementara QR code bisa digunakan lebih luas lagi karena kapasitasnya dalam menyimpan berbagai data dan dapat digunakan dengan bermacam-macam perangkat cerdas.

Secara sederhana, QR code juga sering diartikan sebagai versi lanjutan atau pengembangan dari barcode.

Jenis-Jenis Barcode

Terdapat dua jenis barcode, yakni linear code dan matrix code. Berikut adalah penjelasannya:

Linear Code

Jenis linear code merupakan barcode dengan kode satu dimensi. Linear code terbagi menjadi beberapa macam, yakni:

1 . UPC (Universal Product Code)

Universal Product Code adalah barcode yang digunakan untuk melacak barang dagangan toko. Biasanya, kode ini terdiri dari 12 digit angka yang unik.

2. Interleaved 2 of 5 (ITF)

Pada jenis ini, barcode adalah kode dengan 14 digit angka dan menggunakan set ASCII yang lengkap. Barcode ini umumnya digunakan untuk industri dan laboratorium. 

3. Code 128

Code 128 mendukung semua karakter ASCII 128, sehingga mampu menyimpan beragam informasi. Code 128 banyak digunakan pada sistem manajemen gudang dan pengiriman.

4. Code 39

Jenis code 39 adalah barcode alfanumerik yang memiliki bermacam-macam panjang baris. Di dalam barcode ini berisi angka, huruf, dan karakter spesial.

Meskipun demikian, barcode jenis ini tidak dapat menyimpan banyak data. Biasanya, code 39 ini digunakan pada bidang non-retail.

Matrix Code

Jenis matrix code adalah kode dengan bentuk dua dimensi. Ini adalah jenis barcode yang lebih canggih dibanding linear code karena mampu menyimpan ratusan karakter di dalamnya.

Berikut adalah macam-macam matrix code:

1. AZTEC

Barcode jenis ini umumnya digunakan pada industri transportasi, seperti untuk tiket atau boarding pass

Ukurannya hanya membutuhkan sedikit ruang sehingga sangat membantu saat pencetakan tiket.

2. PDF 417

PDF 417 adalah barcode yang memiliki kapasitas penyimpanan besar sehingga mampu menyimpan data seperti foto, tanda tangan, hingga sidik jari.  

3. QR Code

QR code adalah jenis barcode yang mampu menyimpan banyak data. Terdapat empat mode data yang dapat disimpan di dalamnya, seperti numerik, alfanumerik, byte/biner, hingga kanji.

Pemindaian QR code sangatlah mudah karena dapat dilakukan dengan berbagai perangkat, termasuk dengan smartphone.

Fungsi Barcode

Ada beberapa fungsi barcode dalam berbagai bidang industri. Berikut adalah penjelasan tentang fungsi barcode:

1. Keperluan Penerbitan

Barcode dalam proses penerbitan digunakan untuk mengidentifikasi produk yang akan diterbitkan. Contohnya, barcode yang menunjukkan ISSN sebuah buku.

2. Keperluan Farmasi

Pada bidang ini, fungsi barcode adalah untuk mengidentifikasi obat-obatan yang diproduksi oleh farmasi. Banyaknya obat-obatan tersebut membuat barcode sangat bermanfaat.

3. Keperluan Retail

Dalam bidang retail, barcode adalah kode yang dibutuhkan untuk penjualan produk seperti pada supermarket atau swalayan.

4. Keperluan Non-Retail

Bidang non-retail juga membutuhkan barcode, terutama karena banyaknya jumlah yang ingin dihitung. Contoh penggunaan barcode dalam bidang ini, yaitu pada buku-buku di perpustakaan.

5. Keperluan Packaging

Barcode untuk keperluan packaging membantu memperlancar proses pengiriman produk atau barang. Umumnya, dalam keperluan ini, barcode yang digunakan adalah jenis ITF.

6. Keperluan Lainnya

Barcode juga penting dalam kehidupan sehari-hari, misalnya untuk data tanda pengenal, laboratorium, asset tracking, inventory, industri, dan keperluan lainnya.

Baca juga: USP Adalah: Pengertian, Cara Menentukan, dan Contohnya

Manfaat Barcode

Barcode adalah sistem yang memudahkan pekerjaan. Manfaat barcode adalah mempercepat proses input data dengan bantuan scanner atau reader jika dibandingkan secara manual.

Barcode juga bermanfaat untuk meminimalisir kesalahan dan kerugian akibat proses pencatatan manual yang kurang akurat. Selain itu, barcode dapat menghindari terjadinya pengulangan saat mendata produk.

Barcode dapat meningkatkan kinerja manajemen pada banyak bidang. Oleh karena itu, jika diperlukan, barcode sebaiknya dimanfaatkan agar pekerjaan lebih efektif dan efisien.

Cara Membuat Barcode Sendiri

Cara buat barcode untuk produk sebenarnya cukup mudah. Jika Anda mengetikkannya pada mesin pencari di internet, akan muncul banyak situs penyedia jasa pembuatan barcode.

Namun, barcode memiliki banyak tipe. Dari sekian banyaknya tipe, setidaknya ada dua yang umum digunakan, yaitu UPC (Universal Product Code) dan EAN (European Article Number). 

UPC adalah barcode standar Amerika Serikat, sedangkan EAN di Eropa, tetapi berbasis internasional.

Anda sebenarnya juga tidak bisa sembarangan membuat barcode produk. Hal ini karena ada organisasi yang membangun standarisasi barcode internasional, yakni GS1.

Jika Anda ingin mendistribusikan produk untuk bisnis retail, bahkan ekspor ke luar negeri, informasi dan barcode produk tersebut harus terdaftar di GS1.

Bila sudah terdaftar, berarti produk Anda sudah masuk basis data internasional dan akan lebih mudah dilacak distribusinya oleh negara mana pun.

Untuk mendapatkan barcode resmi, Anda bisa mengakses situs GS1 dan mengikuti persyaratan daftarnya.

Apabila barcode hanya untuk kebutuhan internal atau lokal perusahaan dan inventarisasi, Anda tidak perlu mendaftarkannya pada GS1. Berikut adalah cara membuat barcode sendiri:

Cara Buat Barcode melalui Situs Web

Cara buat barcode melalui situs web adalah sebagai berikut:

  • Ketik “barcode generator” pada mesin pencari
  • Pilih situs yang Anda inginkan dari hasil pencarian
  • Pilih jenis barcode yang akan Anda buat, biasanya ada pilihan UPC atau EAN
  • Masukkan kode unik produk Anda
  • Pilih “create” atau “generate” untuk mendapatkan barcode
  • Unduh file barcode yang telah dibuat

Cara Buat Barcode melalui Aplikasi di Smartphone

Cara buat barcode melalui aplikasi di smartphone adalah sebagai berikut:

  • Buka aplikasi Play Store (Android) atau App Store (iOS), lalu ketik “barcode generator” pada mesin pencari
  • Pilih aplikasi yang Anda inginkan, lalu unduh
  • Setelah terunduh, ikuti panduan alur membuat barcode dalam aplikasi tersebut
  • Pilih jenis barcode yang ingin dibuat dan masukkan kode unik produk buatan Anda
  • Unduh file barcode yang telah dibuat

Nah, sekarang Anda sudah tahu kan apa itu barcode? Bisa dibilang, barcode adalah sistem yang berguna mempermudah proses input data dan membuatnya menjadi lebih efisien.

Manfaat barcode tersebut tidak hanya untuk bisnis semata, tetapi juga dapat dirasakan bagi para penggunanya. 

Berbicara tentang manfaat, saat ini Anda dapat memberikan pendapat atau opini Anda pada polling dan survei di aplikasi Populix. 

Dengan aktif bergabung menjadi responden, Anda berkesempatan mendapatkan beragam reward menarik dan memenangkan total hadiah jutaan rupiah di program Lucky Draw! Mudah sekali, bukan?

Jadi, tunggu apa lagi? Download Populix di smartphone Anda dan ikuti event-nya sekarang!

Baca juga: Apa itu Kode OTP? Ini Peran pada Bisnis dan Bedanya dari PIN

Artikel Terkait
Mengenal Kegiatan Produksi beserta Jenis dan Tujuannya
Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar kata produksi? Mungkin Anda membayangkan kegiatan produksi adalah proses pembuatan suatu barang.  Jawaban tersebut tidak salah, namun ada jawaban yang lebih tepat.  Lengkapnya, pengertian kegiatan produksi adalah aktivitas ekonomi untuk menghasilkan, membuat, atau proses menciptakan suatu barang atau jasa, sedangkan orang yang melakukan kegiatan produksi disebut produsen. Sebenarnya apa […]
10 Contoh Kuesioner Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
Kuesioner adalah satu dari berbagai teknik pengumpulan data yang sering digunakan dalam penelitian. Anda bisa mencari contoh kuesioner penelitian untuk berbagai kebutuhan, misalnya skripsi, survei kepuasan pelanggan, maupun survei kinerja karyawan. Sebenarnya teknik ini mirip dengan wawancara, hanya saja pengemasannya melalui kertas berisikan pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh responden. Nah, Anda tak perlu bingung mencari […]
Apa itu Soft Skill? Arti, Manfaat, Contoh & Cara Meningkatkan
Beberapa orang masih menganggap soft skill adalah kemampuan yang tak begitu penting. Padahal, kemampuan ini harus dikembangkan dalam kehidupan maupun dunia kerja. Pasalnya, hard skill saja tidak cukup untuk membuat karir Anda berjalan mulus. Anda perlu membangun relasi yang baik dengan orang lain, pandai berkomunikasi di depan umum, memiliki creative thinking, dan masih banyak lagi. […]