Serunya Binge Watching dan Dampak Buruknya bagi Kesehatan
Populix

Serunya Binge Watching dan Dampak Buruknya bagi Kesehatan

5 tahun yang lalu 5 MENIT MEMBACA

Nonton marathon atau sering disebut binge watching adalah fenomena yang seringkali kita dapati belakangan ini. Kegiatan tersebut kerap dipilih sebagai alternatif hiburan karena praktis dan cepat.

Biasanya orang-orang yang suka nonton marathon juga familiar dengan aplikasi video on demand, yang menyediakan cuplikan karya audio visual dengan fleksibilitas jumlah tayangan. Seperti apa tren fenomena binge watching di Indonesia? Berikut Populix ulas lengkap hanya untuk Anda.

Apa itu Binge Watching?

Istilah binge watch pertama kali dikenalkan oleh layanan video on demand ternama yaitu Netflix pada 2013. Binge watching adalah rutinitas menonton tayangan secara terus menerus tanpa harus menekan tombol apapun pada remote.

Seperti pencetus istilahnya, tren tersebut ikut menyebar di tengah masyarakat karena peran besar dari aplikasi video on demand. Sebab, menonton tayangan secara terus menerus tidak bisa terjadi di televisi karena sifatnya yang memiliki jadwal siaran dan tidak on demand.

Fenomena Binge Watching Indonesia

Pernah melihat status teman “movie-marathon time!” di media sosial Anda? Jika pernah, tanpa disadari Anda telah menemukan pelaku-pelaku tren nonton marathon dalam kehidupan sehari-hari.

Menariknya, memang rutinitas nonton marathon sudah jadi alternatif hiburan bagi beberapa masyarakat kita. Apalagi di tengah pandemi yang mengharuskan berdiam diri di rumah saja, binge watch sudah diadaptasi jadi suatu kebiasaan.

Lebih dari 3.000 responden yang berpartisipasi Populix menunjukkan bahwa lebih dari setengah sampel termasuk orang yang suka nonton marathon. Sebanyak 52% responden mengaku jadi tipe penonton yang kerap melakukan binge watch suatu konten.

Aplikasi Video on Demand

Seperti yang kita tahu pencetus istilah binge watching adalah Netflix. Berhubungan dengan hal itu, coba refleksikan lagi eksistensi aplikasi serupa di platform hiburan yang selama ini Anda akses.

Video on demand memang menjadi media hiburan yang diminati juga karena sifat one stop content platform. Artinya, penonton hanya memerlukan satu platform untuk menikmati beragam jenis konten atau tontonan.

Pembatasan sosial juga mau tidak mau memaksa kebiasaan pergi ke bioskop jadi terhalang. Alasan ini juga dasar pengguna untuk berlangganan aplikasi video on demand.

Baca juga: 10 Cara Menambah Followers TikTok dengan Cepat dan Gratis

Berdasarkan riset Populix, sebanyak 42,11% merasa setuju bahwa layanan video on demand jadi alasan mengurangi kunjungan ke bioskop. Bahkan,13% responden menyatakan diri sangat setuju soal ini. Beberapa contoh layanan VOD yang beroperasi di Indonesia adalah:

Netflix

Siapa yang tidak kenal dengan aplikasi netflix? Banyaknya pilihan film untuk marathon dan series-series eksklusif yang selalu bikin penasaran berhasil menarik perhatian kebanyakan orang untuk berlangganan.

WeTV Iflix

Aplikasi iflix adalah layanan dari Malaysia yang menawarkan pengalaman baru dalam menonton film Indonesia, Korea, Cina dan Anime secara gratis dan berayar. Aplikasi ini sedang banyak diminati anak muda dengan series nya yang beragam.

VIU

Viu adalah layanan aplikasi video on demand asal Hongkong yang fokus menghadirkan berbagai konten atau tontonan Asia. Video yang tersedia pada aplikasi Viu cukup beragam, yaitu anime, drama Thailand, drama Jepang, drama Cina, drama Korea, film Korea dan Indonesia.

Disney+ Hotstar

Disney+ hotstar adalah aplikasi video on demand yang banyak dipilih karena menyediakan tontonan menarik untuk anak-anak hingga dewasa. Berada di bawah naungan perusahaan Walt Disney, pada aplikasi ini Anda dapat menonton film Disney dari luar dan dalam negeri secara lebih mudah.

Baca juga: 11 Cara Mendapatkan Uang dari YouTube, Pemula Wajib Coba!

Efek Binge Watching

Di satu sisi, fenomena binge watching adalah jalan ninja seseorang untuk mencari hiburan. Tetapi di sisi lain, nonton marathon merupakan kebiasaan yang juga membawa dampak buruk bagi kesehatan kita. Simak dampak buruk yang bisa diakibatkan dari rutin nonton marathon.

Dampak buruk binge watching terhadap fisik dan mental

Beberapa ahli setuju bahwa rutinitas binge watch tidak baik untuk dilakukan secara berlebihan.

Hal tersebut karena fisik dan mental individu akan sangat mudah terpengaruh dan terkena dampak buruk. Ketahui beberapa dampak buruk binge watching terhadap fisik dan mental berikut ini.

Sakit mata

Umumnya orang-orang yang melakukan nonton marathon punya kecenderungan tidak akan berhenti menatap layar perangkat elektronik seperti tablet dalam waktu beberapa jam.

Radiasi yang dihasilkan dari LCD tersebut akan menyebabkan sakit mata hingga memerah. Bahkan dalam beberapa kasus, bisa sampai merabunkan mata karena terlalu sering melihat layar.

Kecanduan dan gelisah

Sekali lagi, binge watching adalah kegiatan menonton terus menerus suatu acara. Karena terbiasa menonton terus menerus itu tadi, seseorang bisa merasa gelisah jika ketinggalan sedikit saja episode serial yang ditonton.

Masalah tidur

Kebiasaan menonton dalam jangka waktu yang lama juga biasanya membuat seseorang lupa waktu. Tak jarang dari mereka yang kebablasan menonton hingga tengah malam dan menyita waktu tidur. Pola tidur yang terus berubah itu lah yang nantinya akan berakibat juga pada kesehatan seseorang.

Sosialisasi terganggu

Fenomena binge watching ternyata juga bisa mempengaruhi kehidupan kita bersosialisasi dengan seseorang. Karena terlalu fokus menonton serial yang biasanya dilakukan sendirian, tak jarang mereka juga lupa lingkungan sekitar. Sehingga abai terhadap interaksi yang terjadi di dekatnya.

Sekarang Anda telah mengetahui tentang fenomena binge watching di Indonesia dan efeknya. Sesekali Anda bisa melakukan binge watch untuk melepas penat dari kesibukan sehari-hari. Namun jangan sepelekan efek yang bisa ditimbulkan dari rutinitas tersebut.

Di samping itu, penggunaan layanan aplikasi video on demand juga sebaiknya tidak berlebihan. Sadar atau tidak, biayanya yang cukup mengorek dompet bisa jadi sumber pengeluaran yang berlebihan. Baca artikel tentang gaya hidup lainnya di blog Populix.

Baca juga: Internet of Things (IoT): Pengertian, Cara Kerja dan Manfaat

Artikel Terkait
Preferensi Tren Kuliner Kekinian Milenial dan Gen Z
Dalam beberapa tahun terakhir, tren kuliner kekinian menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat urban, khususnya di kalangan muda Gen Z dan Milenial. Bukan sekadar kebutuhan untuk mengisi perut, makanan dan minuman kini telah berkembang menjadi bentuk ekspresi diri, pengalaman sosial, hingga konten visual yang dibagikan di media sosial. Generasi muda ini tidak lagi […]
Prakerja 2024 Gelombang 64, Ini Syarat Mendaftarnya!
Anda tentu sudah mendengar soal Kartu Prakerja. Ini merupakan salah satu program ketenagakerjaan yang digagas Pemerintah Indonesia sejak masa pandemi Covid-19 hingga saat ini Prakerja 2024. Mengutip dari situs resmi Prakerja, Program Kartu Prakerja adalah program beasiswa pelatihan untuk meningkatkan kompetensi kerja dan kewirausahaan. Program ini ditujukan bukan hanya untuk pencari kerja, tetapi juga mereka […]
Begini Tren Investasi di Indonesia Menurut Data Survei Populix
Keadaan yang tidak menentu akibat kehadiran COVID-19 berpengaruh pada banyak aspek kehidupan, termasuk juga tren investasi di Indonesia. Dengan adanya pandemi, banyak orang yang menjadi lebih sadar melakukan financial planning melalui investasi, seperti untuk pemasukan tambahan, kebutuhan darurat, dan tujuan lainnya. Pada akhir Oktober 2022, Populix telah melakukan survei untuk melihat bagaimana tren investasi Indonesia […]