5 Cara Membuat Kuesioner Penelitian Valid untuk Tesis S2
Agnes Laurensia

5 Cara Membuat Kuesioner Penelitian Valid untuk Tesis S2

4 bulan yang lalu 4 MENIT MEMBACA

Cara membuat kuesioner penelitian yang valid dan reliabel sering kali menjadi tantangan besar bagi banyak mahasiswa S2.

Kesulitan ini biasanya muncul karena kurangnya pemahaman terhadap konsep dasar seperti validitas dan reliabilitas instrumen, yang seharusnya menjadi fondasi utama dalam penyusunan kuesioner.

Selain itu, kesalahan dalam memilih indikator yang relevan dengan variabel penelitian serta perumusan pertanyaan yang kurang tepat, misalnya terlalu umum, ambigu, atau tidak sejalan dengan tujuan penelitian, dapat membuat data yang dikumpulkan menjadi tidak akurat.

Akibatnya, kuesioner yang tidak disusun dengan benar bisa merusak kualitas data primer dan menghasilkan kesimpulan penelitian yang keliru.

Oleh karena itu, memahami cara membuat kuesioner penelitian yang baik sangat penting bagi mahasiswa S2 agar data yang dihasilkan valid, reliabel, dan mampu mendukung hasil penelitian tesis secara ilmiah.

Baca juga: 5 Tips Mendapat Responden Penelitian Lewat Survey Berbayar

Mengapa Validitas Kuesioner Sangat Penting untuk Tesis S2?

cara membuat kuesioner penelitian
Source: Freepik

Membuat kuesioner yang valid bukan hanya soal menulis pertanyaan, tetapi memastikan jika pertanyaan tersebut benar-benar mengukur apa yang ingin diteliti. Berikut beberapa alasan validitas kuesioner menjadi sangat penting untuk S2 seperti:

1. Menjamin Data yang Akurat

Validitas kuesioner memastikan bahwa data yang terkumpul benar-benar mencerminkan kondisi atau opini responden. Hal ini penting terutama dalam penelitian kuantitatif yang sangat mengandalkan data numerik untuk analisis.

2. Mendukung Analisis Penelitian

Data yang valid memudahkan proses analisis dan membantu peneliti dalam menarik kesimpulan yang relevan dengan hipotesis atau rumusan masalah dalam tesis S2.

3. Memperkuat Kredibilitas Riset

Penelitian dengan kuesioner yang valid akan lebih mudah diterima oleh dosen pembimbing, penguji, dan komunitas akademik karena hasilnya dianggap dapat dipertanggungjawabkan.

Kesalahan Umum Membuat Kuesioner Penelitian Akademik

Berikut kesalahan umum lainnya yang sering terjadi ketika membuat kuesioner penelitian seperti:

1. Pertanyaan Ambigu atau Bias

Contoh: Apakah Anda merasa pelayanan publik saat ini sangat buruk?” Pertanyaan ini lebih mengarah ke opini responden dan bisa menyebabkan bias.

2. Pertanyaan Terlalu Panjang dan Berbelit

Responden bisa kehilangan fokus jika harus membaca kalimat panjang yang rumit. Gunakan kalimat yang ringkas dan langsung ke intinya saja.

3. Skala Jawaban Tidak Konsisten

Skala yang berubah-ubah, misalnya dari 1–5 di satu bagian, lalu 1–10 di bagian lain. Skala jawaban ini membuat bingung responden dan menyulitkan analisis data.

4. Tidak Sesuai dengan Tujuan Penelitian

Setiap pertanyaan harus mendukung tujuan utama penelitian. Pertanyaan yang tidak relevan hanya akan memperpanjang kuesioner dan mengurangi kualitas data.

5. Mengabaikan Uji Coba Kuesioner

Tanpa uji coba kuesioner, tidak akan tahu apakah responden memahami pertanyaannya dengan benar. Hal ini sering kali diabaikan, padahal sangat krusial untuk validitas.

Baca juga: Easily Find Survey Respondents in SEA for Research Needs

Cara Membuat Kuesioner Penelitian yang Valid

cara membuat kuesioner penelitian
Source: Freepik

Berikut cara praktis dalam membuat kuesioner penelitian yang valid dan siap digunakan untuk penelitian akademik seperti tesis S2:

1. Rumuskan Tujuan Riset dengan Jelas

Sebelum menulis pertanyaan, pastikan untuk memahami apa yang ingin diteliti. Tujuan riset akan menjadi dasar dalam menyusun pertanyaan yang tepat sasaran.

2. Gunakan Bahasa Sederhana dan Netral

Bahasa yang mudah dipahami oleh responden akan meningkatkan akurasi jawaban. Hindari istilah teknis atau bahasa yang memihak.

3. Susun Pertanyaan Sesuai Logika Alur

Mulailah dari pertanyaan umum ke yang lebih spesifik. Gunakan pengelompokan tema agar kuesioner terasa rapi dan mudah diisi.

4. Pastikan Skala Jawaban Konsisten

Gunakan skala yang sama di seluruh kuesioner, misalnya skala Likert 1–5. Hal ini mempermudah responden menjawab dan mempermudah peneliti dalam mengolah data.

5. Lakukan Uji Validitas dan Reliabilitas

Gunakan uji statistik seperti validitas Pearson atau reliabilitas Cronbach’s Alpha untuk memastikan bahwa kuesioner layak digunakan dalam penelitian akademik.

PopSurvey by Populix, Solusi Praktis Membuat Kuesioner Penelitian

Untuk mahasiswa S2 yang kesulitan dalam menyusun kuesioner atau mencari responden, PopSurvey by Populix bisa menjadi solusi praktis dan menawarkan berbagai kemudahan seperti:

  • Pembuatan kuesioner secara online dengan antarmuka yang intuitif dan mudah digunakan.
  • Akses langsung ke responden sesuai dengan kriteria penelitian, baik dari segi demografi maupun perilaku.
  • Pengumpulan data primer yang cepat dan akurat, cocok untuk penelitian kuantitatif yang membutuhkan responden dalam jumlah besar.
  • Cocok bagi mahasiswa tesis S2 yang memiliki keterbatasan waktu, tenaga, dan sumber daya dalam proses pengumpulan data.

Yuk, segera gunakan PopSurvey by Populix untuk mempercepat proses pengumpulan data! Jangan lupa, pastikan juga cara membuat kuesioner penelitian yang valid untuk mendukung kelancaran penelitian tesis S2!

PopSurvey Populix platform survei online

Baca juga: 4 Tips Mengukur Reliabilitas Kuesioner Lewat Survei Online

Artikel Terkait
User Persona: Definisi, Cara Membangun, dan Tujuannya
Bukan hanya konten kreator, tetapi seorang UI/UX designer rupanya juga bisa menciptakan sebuah tokoh fiksi, lho! Sebut saja dengan user persona. Apa itu user persona? User persona adalah tool yang akan membantu para desainer untuk lebih memahami penggunanya. Dengan menggunakan user personal, UI/UX designer bisa melihat sudut pandang pengguna lebih dalam, sehingga bisa membuat rancangan […]
Grace Period adalah: Definisi, Keuntungan, dan Perhitungannya
Istilah grace period mungkin masih asing bagi sejumlah orang. Namun bagi Anda yang menggunakan layanan kartu kredit dari bank, kata ini mungkin sudah sering terdengar. Grace period adalah perpanjangan waktu yang diberikan pihak bank kepada debitur yang telah melewati jatuh tempo pembayaran tagihan. Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan grace period adalah memberikan sedikit kelonggaran agar […]
Pengertian Harga Pokok Produksi, Cara Hitung & Contoh
Bagi Anda yang lama berkecimpung dalam industri manufaktur mungkin sudah tidak asing lagi dengan apa itu harga pokok produksi. Sebab, harga pokok produksi adalah aktivitas rutin yang biasa dilakukan dalam suatu perusahaan.  Selain itu, harga pokok produksi juga termasuk dalam unsur penting pada manajemen keuangan. Karena, dalam perhitungan ini terdapat berbagai macam daftar biaya yang […]