9 Etika Skripsi yang Wajib Diperhatikan Mahasiswa Akhir!
Populix

9 Etika Skripsi yang Wajib Diperhatikan Mahasiswa Akhir!

11 bulan yang lalu 4 MENIT MEMBACA

Menulis skripsi bukan sekadar menyelesaikan tugas akhir akademik, tetapi tentang menjaga integritas ilmiah. Oleh karena itu, dalam menulis skripsi, para mahasiswa wajib memperhatikan etika skripsi.

Etika skripsi mencakup berbagai aspek, seperti orisinalitas tulisan hingga cara mengumpulkan data dengan metode yang tepat.

Di samping itu, salah satu bagian penting dalam penelitian yaitu memastikan pengambilan data dari responden dilakukan secara etis dan valid.

Baca juga: 7 Jenis Kendala Menulis Skripsi dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Etika Skripsi?

Pengertian etika skripsi adalah seperangkat prinsip dan aturan moral yang harus dipatuhi mahasiswa dalam proses penyusunan skripsi.

Etika ini mencakup berbagai aspek, seperti menjaga orisinalitas karya, menghindari plagiarisme, menggunakan sumber dengan benar, serta bersikap jujur dalam pengolahan dan pelaporan data.

Selain itu, etika skripsi juga mencakup cara memperoleh data, terutama jika penelitian melibatkan responden. Mahasiswa harus memastikan bahwa pengambilan data dilakukan dengan izin, menjaga privasi responden, serta tidak memanipulasi hasil penelitian.

Dengan menerapkan etika skripsi, mahasiswa dapat menghasilkan karya ilmiah yang kredibel, bermutu, dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

9 Etika Skripsi yang Wajib Diperhatikan Mahasiswa

etika skripsi
Source: Freepik

Inilah beberapa etika skripsi yang wajib diperhatikan mahasiswa, pun yang termasuk dalam kiat-kiat menulis skripsi yang baik dan benar.

1. Hindari Plagiarisme

Setiap mahasiswa wajib memastikan isi skripsi yang dibuat adalah hasil pemikiran sendiri, bukan hasil menjiplak karya orang lain.

Hindari praktik plagiarisme, karena ini merupakan pelanggaran akademik yang serius dan dapat berdampak pada kredibilitas penelitian.

Anda dapat menggunakan alat pendeteksi plagiarisme untuk memastikan bahwa karya yang dibuat bebas dari duplikasi.

2. Menjaga Kejujuran dalam Penulisan

Jangan mengubah atau merekayasa data agar sesuai dengan hipotesis penelitian. Data yang diolah harus benar-benar mencerminkan temuan di lapangan.

Kejujuran akademik adalah prinsip utama dalam etika skripsi yang harus dijaga oleh setiap mahasiswa.

3. Mengutip Sumber dengan Tepat

Referensi dalam skripsi harus ditulis sesuai dengan format yang berlaku, seperti APA, MLA, atau IEEE.

Salah mengutip dapat dianggap sebagai bentuk plagiarisme yang tidak disengaja. Pastikan setiap data, teori, atau konsep yang diambil dari sumber lain memiliki atribusi yang jelas.

4. Menghormati Hak Cipta dan Hak Kekayaan Intelektual

Jika menggunakan gambar, tabel, atau grafik dari sumber lain, pastikan untuk meminta izin atau menggunakan yang berlisensi bebas.

Pelanggaran hak cipta bisa menimbulkan konsekuensi hukum dan akademik yang serius. Pastikan setiap elemen dalam skripsi didukung oleh sumber yang valid.

5. Menggunakan Bahasa yang Sesuai Akademis

Hindari penggunaan bahasa yang bersifat bias, tidak sopan, atau tidak relevan dengan konteks akademik.

Gaya bahasa dalam skripsi harus formal, objektif, dan sesuai dengan kaidah ilmiah. Hindari penggunaan opini tanpa dasar penelitian yang kuat.

Baca juga: 10 Panduan Menulis Skripsi, Langkah Tepat untuk Mahasiswa

6. Kumpulkan Data dari Responden yang Sesuai

Responden merupakan bagian penting dalam penelitian yang melibatkan survei atau wawancara. Oleh karena itu, pengambilan data harus dilakukan dengan memperhatikan etika penelitian.

Pastikan responden memberikan persetujuan sebelum berpartisipasi dalam survei. Data yang diperoleh harus dijaga kerahasiaannya dan digunakan hanya untuk kepentingan penelitian.

Untuk memastikan data penelitian diperoleh dari responden yang tepat dan tepercaya, gunakan platform survei online seperti Poplite by Populix.

Dengan bantuan Poplite by Populix, Anda bisa mendapatkan responden yang sesuai dengan kriteria penelitian Anda secara lebih mudah dan efisien.

7. Hindari Manipulasi Data

Manipulasi data seperti mengubah hasil survei atau menghilangkan data yang tidak sesuai dengan hipotesis merupakan pelanggaran akademik.

Data yang diolah harus mencerminkan kondisi penelitian secara objektif. Transparansi dalam analisis data sangat penting dalam menjamin kredibilitas skripsi.

8. Memastikan Skripsi Lolos Uji Etik

Beberapa penelitian, terutama yang melibatkan manusia sebagai subjek, memerlukan persetujuan dari komite etik.

Pastikan untuk memahami apakah penelitian Anda membutuhkan uji etik sebelum pengambilan data dilakukan.

Uji etik bertujuan untuk memastikan bahwa penelitian tidak merugikan atau membahayakan partisipan.

9. Presentasikan Hasil dengan Jujur

Setelah menyelesaikan skripsi, presentasi hasil penelitian harus dilakukan dengan transparan. Hindari menyembunyikan hasil yang tidak sesuai ekspektasi.

Skripsi yang baik adalah yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

***

Menjaga etika skripsi adalah tanggung jawab setiap mahasiswa dalam menyusun karya ilmiah yang kredibel. Dari penulisan hingga pengambilan data, semua harus dilakukan dengan standar akademik yang tinggi.

survei online populix

Baca juga: 7 Kendala Menentukan Kampus Pascasarjana S2 dan Solusinya

Tags:
Artikel Terkait
Electric Vehicle Brand Strategy to Win Indonesian Families
When a new electric vehicle (EV) brand wants to enter Indonesia’s competitive automotive market, the biggest challenge isn’t just about selling cars, but it’s about winning hearts and minds. Especially if they targeted middle-income families. For middle-income families in Indonesia, purchasing a vehicle is a major financial decision that goes far beyond performance or features. […]
15 Gambaran Pertanyaan Wawancara Beasiswa S2 dan Jawabannya
Dari proses penerimaan beasiswa studi S2, salah satu tahap yang perlu Anda siapkan secara matang yaitu wawancara. Mengetahui seperti apa jenis pertanyaan wawancara beasiswa S2 bisa menjadi bekal Anda dalam menghapi tahap ini. Wawancara beasiswa S2 adalah proses evaluasi yang dilakukan pemberi beasiswa untuk menilai kelayakan calon penerima beasiswa dalam melanjutkan studi ke jenjang magister […]
Adakah Batasan Usia Kuliah S2, Bagaimana S2 di Usia 30an?
Banyak orang berpikir bahwa kuliah S2 di usia 30an adalah hal yang terlambat karena takut tidak dapat mengejar ketertinggalan dibandingkan dengan mahasiswa lebih muda, atau khawatir tidak bisa mengikuti ritme akademik yang cepat. Padahal kuliah S2 bisa menjadi pilihan yang baik di berbagai usia, termasuk usia 30an dan tidak ada kata terlambat. Lalu, secara umum adakah […]