Fenomena iklan judi online di Indonesia menunjukkan tren yang semakin mengkhawatirkan. Pengiklan menggunakan teknik promosi yang canggih dan tidak terlihat mencolok jika itu adalah iklan judi online.
Apalagi keberadaan iklan judi online kini mudah ditemukan di berbagai platform digital. Tak terkecuali media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan YouTube.
Para perlaku memanfaatkan fitur penargetan audiens untuk menjangkau pengguna berdasarkan usia, minat, dan lokasi. Pada akhirnya, iklan judi online di Indonesia menjadi tantangan yang kompleks.
Begitu pula berdasarkan data riset Populix yang mengungkapkan bahwa 82% pengguna internet telah menjumpai iklan judi online, dengan 63% terpapar setiap kali mereka melakukan aktivitas online.
Fakta tersebut menandakan perlu adanya kolaborasi banyak pihak untuk mengatasi iklan judi online. Pemerintah, platform digital, serta masyarakat harus mulai bergerak.
Baca juga: Tren Penggunaan Aplikasi Kencan Online di Indonesia
Jenis dan Platform Iklan Judi Online di Indonesia
Jenis iklan judi online yang beredar di Indonesia nyatanya semakin beragam dan kreatif. Para pelaku menggunakan berbagai cara agar iklan yang mereka edarkan tetap bisa menjangkau publik.
Berdasarkan riset Populix yang tercantum dalam report “Understanding the Impact of Online Gambling Ads Exposure“, permainan slot mendominasi dengan 80%, khususnya di Instagram, YouTube, Facebook.

Selain di media sosial, iklan judi online pun sering dijumpai di situs web, khususnya web film dan web gaming. Parahnya lagi, beberapa responden pun sering melihat konten-konten dari para influencer yang melakukan promosi judi online.
Baca juga: Tren Investasi Digital, Begini Hasil Survei Populix!
Pembatasan Akses untuk Iklan Judi Online!
Iklan judol atau judi online bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga membawa berbagai bahaya serius bagi individu maupun masyarakat secara luas.
Contoh dari bahaya judi online yaitu dapat membuat Anda mengalami kerugian finansial. Iklan judol mendorong pengguna untuk terus menyetor uang dengan iming-iming bonus dan cashback. Padahal, situs judi dirancang agar pemain lebih banyak kalah daripada menang.
Dampaknya, tentu saja akan membuat tabungan atau simpanan uang Anda akan habis, hingga tak menutup kemungkinan terlilit utang pinjol.
Iklan judi online sangatlah berbahaya! Oleh karenanya, masyarakat pun berharap pemerintah membatasi akses situs judi online.

Penting bagi masyarakat untuk lebih kritis, bagi pemerintah untuk meningkatkan pengawasan, serta bagi platform digital untuk bertanggung jawab dalam melakukan filter konten berbahaya.
***
Itulah sedikit gambaran dari hasil survei Populix mengenai fenomena iklan judi online di Indonesia. Untuk mendapatkan hasil report yang lebih lengkap, Anda dapat mengunduh report “Understanding the Impact of Online Gambling Ads Exposure” secara gratis.
Sementara itu, jika Anda membutuhkan insight yang lebih detail lagi terkait fenomena judi online di Indonesia, serta hal lainnya, Anda dapat menghubungi tim riset Populix.

Baca juga: Penonton Konser Musik di Indonesia, Apa yang Mereka Minati?