Mengenal Kegiatan Produksi beserta Jenis dan Tujuannya
Populix

Mengenal Kegiatan Produksi beserta Jenis dan Tujuannya

2 minggu yang lalu 5 MENIT MEMBACA

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar kata produksi? Mungkin Anda membayangkan kegiatan produksi adalah proses pembuatan suatu barang. 

Jawaban tersebut tidak salah, namun ada jawaban yang lebih tepat. 

Lengkapnya, pengertian kegiatan produksi adalah aktivitas ekonomi untuk menghasilkan, membuat, atau proses menciptakan suatu barang atau jasa, sedangkan orang yang melakukan kegiatan produksi disebut produsen.

Sebenarnya apa saja contoh kegiatan produksi? Apa tujuannya? 

Dan pertanyaan-pertanyaan lain seputar produksi akan dijawab pada penjelasan di bawah ini, yuk simak terus!

Apa yang Dimaksud dengan Kegiatan Produksi?

Kegiatan produksi adalah bentuk pemenuhan kebutuhan hidup manusia, bisa juga dikatakan sebagai aktivitas ekonomi. 

Jika tidak ada kegiatan produksi, maka aktivitas ekonomi dapat terganggu.

Kegiatan ini ditujukan untuk menghasilkan produk berupa barang atau jasa. 

Kegiatan produksi adalah tidak hanya berbicara tentang menghasilkan barang atau jasa, namun lebih dari itu, yaitu menambahkan value

Intinya, kegiatan produksi adalah tiap-tiap usaha manusia dalam menghasilkan dan menambahkan nilai fungsi pada suatu barang atau jasa.   

Jenis-Jenis Kegiatan Produksi

Nah, setelah memahami pengertian kegiatan produksi, maka Anda wajib tahu bentuk dan jenis-jenisnya. 

Kegiatan produksi terbagi menjadi tiga, yaitu berdasarkan hasil, tingkatan, serta wujud. Berikut ini jenis-jenis pembagian kegiatan produksi:

Kegiatan Produksi Berdasarkan Hasil:

Kegiatan produksi berdasarkan hasil dibagi menjadi dua bagian, yaitu barang dan jasa. 

Sebenarnya antara keduanya memiliki persamaan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, namun wujudnya berbeda. Penjelasannya seperti ini:

1. Produksi Barang

Kegiatan produksi adalah aktivitas menghasilkan barang guna memenuhi kebutuhan manusia sehari-hari. 

Contoh: produksi alat rumah tangga, makanan, minuman, peralatan elektronik, dan sebagainya.

Baca juga: Pengertian Harga Pokok Produksi, Cara Hitung & Contoh

2. Produksi Jasa

Kegiatan produksi yang menghasilkan output berupa jasa. Sebagai makhluk sosial, manusia tentu memerlukan bantuan dari manusia lain. 

Contoh: jasa konstruksi, jasa kesehatan atau dokter, jasa konsultan, hingga jasa transportasi, dan sebagainya.

Kegiatan Produksi Berdasarkan Bidangnya

Jika poin di atas berbicara tentang hasil produksi, maka di bawah ini akan lebih membahas kegiatan produksi berdasarkan bidangnya. 

Ada 3 bagian, seperti: 

1. Bidang Produksi Primer

Bidang primer di kegiatan produksi adalah kegiatan yang mencakup sektor kebutuhan pokok bagi manusia, seperti sektor agraris maupun ekstraktif. 

Contoh: produksi gas minyak bumi, kelapa sawit, beras, dan lain-lain.

2. Bidang Produksi Sekunder

Kegiatan produksi yang mencakup sektor industri tekstil maupun kerajinan. Contoh: produksi baju, kayu, sepatu, farmasi, dan lain-lain

3. Bidang Produksi Tersier

Kegiatan produksi yang mencakup sektor jasa dan perdagangan. Contoh: jasa transportasi, ritel, hingga kesehatan, dan lain-lain.

Tujuan Kegiatan Produksi

Lantas apa tujuan kegiatan produksi? Pada dasarnya, kegiatan produksi adalah salah satu upaya dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia. 

Tujuan kegiatan produksi adalah:

  • Memenuhi kebutuhan hidup pelanggan
  • Menambah produktivitas barang atau jasa
  • Menciptakan produk atau jasa yang berkualitas dan bernilai guna tinggi
  • Memperoleh keuntungan
  • Mengganti produk yang tidak bisa dipakai lagi

Baca juga: Apa Itu Distribusi: Pengertian, Contoh, Fungsi, dan Jenisnya

Contoh Kegiatan Produksi

Setelah tahu tujuannya, maka Anda perlu paham tentang bagaimana melakukan kegiatan produksi. 

Seperti yang telah dijelaskan, kegiatan produksi adalah proses menciptakan suatu produk atau penambahan nilai guna pada barang. Nah, berikut ini contoh-contoh kegiatan produksi:

1. Produksi Pembuatan Makanan

Untuk memproduksi makanan yang berkualitas, enak, dan diminati banyak pelanggan, maka Anda harus mempertimbangkan berbagai hal. 

Salah satunya adalah bahan baku, pastikan untuk selalu memperhatikan kualitas, agar pelanggan dapat tertarik dan menjadi konsumen tetap.

2. Produksi Alat Elektronik

Sama seperti produksi makanan, Anda harus mempertimbangkan bahan baku dan user experience ketika ingin menghasilkan alat elektronik yang banyak diminati pelanggan. 

Pastikan kualitas dan harganya sebanding, agar tidak mengecewakan customer

3. Produksi Layanan Konsultasi

Layanan konsultasi dapat menjadi jawaban bagi setiap orang yang sedang mengalami permasalahan di hidupnya. 

Anda akan dapat menarik banyak klien ketika mampu menjawab keresahan yang ada di diri mereka. Buatlah klien nyaman dan percaya pada bisnis layanan jasa Anda.

Faktor yang Memengaruhi Kegiatan Produksi

Setelah memahami contoh-contoh kegiatan produksi, kini Anda harus tahu faktor-faktor yang memengaruhinya. 

Faktor-faktor di bawah ini sangat memengaruhi aktivitas kegiatan produksi. Lima faktor yang memengaruhi kegiatan produksi adalah: 

1. Sumber Daya Manusia

Pengelolaan sumber daya manusia sangat penting dalam menjalankan kegiatan produksi. 

Ketika menjalankan kegiatan produksi, maka dibutuhkan kinerja dari tenaga jasmani maupun rohani.

2. Sumber Daya Alam

Sumber daya alam merupakan salah satu faktor penting saat melakukan kegiatan produksi. Banyak bahan dari alam yang dapat digunakan untuk memproduksi suatu barang.

Namun, ingat, jangan mengambil sumber daya alam secara besar-besaran tanpa melestarikannya. 

Kelestarian alam wajib dijaga, oleh karena itu, gunakan sumber daya alam sesuai kebutuhan dan tetap lakukan pemeliharaan.

Baca juga: Mengenal Apa itu Ekspor, Jenis, Tujuan, Manfaat & Contohnya

3. Modal

Bagaimanapun juga, kegiatan produksi sangat perlu modal. Modal tidak hanya berupa uang, namun bisa alat produksi. 

Ada dua kategori modal, yaitu modal tetap dan modal lancar. Pastikan Anda mempunyai modal terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan produksi.

4. Jiwa Usaha

Dalam menjalankan kegiatan produksi, perlu ada jiwa usaha yang pantang menyerah, kreatif, inovatif, dan berani mengambil resiko. 

Anda perlu belajar terlebih dahulu tentang dunia wirausaha sebelum memutuskan untuk terjun lebih dalam.

5. Sumber Daya Informasi

Di zaman yang semakin maju, arus informasi pun juga cepat tersebar. 

Kini, Anda juga perlu menyusun strategi mengemas kegiatan produksi secara informatif, agar tidak tertinggal oleh perkembangan informasi yang cepat.

Demikian penjelasan terkait pengertian, tujuan, hingga macam-macam kegiatan produksi. 

Kegiatan produksi adalah suatu proses yang sangat penting dalam aktivitas ekonomi. 

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui pengetahuan dasar tentang kegiatan produksi. 

Hal ini sebagai bahan pembelajaran dan acuan bagi Anda dalam memulai aktivitas bisnis.

Berbicara mengenai aktivitas bisnis, kini Anda dapat menggunakan layanan Poplite by Populix untuk melakukan riset pasar. 

Poplite by Populix adalah layanan survei online yang mampu menyediakan data kredibel dan memiliki lebih 300.000 responden berkualitas untuk mendukung kebutuhan riset Anda.

Anda tidak perlu bingung lagi ketika ingin mengembangkan aktivitas bisnis, karena Anda sekarang dapat menggunakan layanan dari Populix ini. 

Yuk, buat bisnis Anda selangkah lebih pasti #DenganData!

Baca juga: Proses Bisnis Adalah: Pengertian, Jenis, Manfaat & Contohnya

Tags:
Artikel Terkait
Contoh Mind Mapping Simple – Arti dan Langkah Membuatnya
Anda mungkin sering mendengar istilah mind mapping atau peta pikiran. Contoh mind mapping biasanya lebih familiar bagi pelajar, karena sering mereka jadikan sebagai teknik untuk memahami pelajaran. Namun banyak orang-orang dalam perusahaan menggunakan metode serupa untuk menyusun konsep pekerjaan yang akan dilakukan. Metode mind mapping adalah cara mudah seseorang untuk merangkum sebuah konsep. Berikut ulasan […]
Populix
20 Jun 2021
7 Cara untuk Mengembangkan Upaya Berpikir Inovatif, Yuk Coba
Cara untuk mengembangkan upaya berpikir inovatif adalah hal yang sangat penting untuk dipelajari. Persaingan di dunia bisnis dan karir yang semakin ketat menuntut kita memiliki kemampuan tersebut. Harapannya, bekal ilmu ini dapat membantu diri serta organisasi bertahan dengan keunggulan kompetitif. Lalu apa itu inovatif dalam berpikir? Dan bagaimana cara mengembangkannya? Simak artikel berikut untuk mengetahui […]
Safety Stock: Pengertian, Cara Menghitung serta Contohnya
Safety stock adalah persediaan ekstra yang disediakan oleh perusahaan guna menjaga aspek penjualan agar tetap berjalan lancar. Bagi para pengusaha, elemen ini sangat krusial karena kontribusinya dalam manajemen perusahaan. Pada dasarnya, tujuan dari safety stock adalah untuk mengamankan keseimbangan produksi perusahaan. Lalu, apa fungsi safety stock dan bagaimana cara menghitungnya? Yuk temukan jawabannya di artikel […]