Apa itu Konsumen? Ini Pengertian, Jenis, Hak & Kewajibannya
Populix

Apa itu Konsumen? Ini Pengertian, Jenis, Hak & Kewajibannya

2 tahun yang lalu 5 MENIT MEMBACA

Konsumen adalah istilah untuk menyebutkan salah satu pihak yang terlibat dalam kegiatan ekonomi.

Bisa dibilang, konsumen adalah pihak yang memegang peranan penting terhadap sistem ekonomi pasar. Sebab, segala aktivitas dalam perdagangan terfokus pada konsumen.

Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan konsumen, yuk simak penjelasan lengkapnya di artikel berikut ini!

Apa itu Konsumen?

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian konsumen adalah pemakai barang hasil produksi (makanan, bahan pakaian, dan semacamnya), pemakai jasa (pelanggan), dan penerima pesan iklan.

Sedangkan, menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 mengenai Perlindungan Konsumen, pengertian konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang ada di masyarakat, entah bagi kepentingan orang lain, keluarga, maupun diri sendiri serta tidak untuk diperdagangkan.

Dari dua penjelasan tersebut, bisa dikatakan bahwa konsumen adalah orang yang menggunakan atau mengonsumsi suatu produk.

Pihak ini menjadi rantai terakhir dalam distribusi pasar setelah produsen dan distributor.

Biasanya, konsumen juga disebut dengan istilah pelanggan.

Pengertian Konsumen Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami apa itu konsumen, berikut ini terdapat sejumlah pengertian menurut para ahli.

Aziz Nasution misalnya, mengartikan konsumen sebagai setiap orang yang memperoleh barang atau jasa untuk digunakan dengan tujuan tertentu.

Lalu, ada pula Sri Handayani, ia menyebutkan bahwa konsumen adalah seseorang maupun organisasi yang membeli atau menggunakan suatu barang/jasa dari produsen.

Sementara, Dewi menjelaskan pengertian konsumen adalah seseorang yang menggunakan suatu produk yang dipasarkan oleh produsen.

Di sisi lain, Philip Kotler berpendapat bahwa konsumen adalah setiap individu atau rumah tangga yang memberi atau mendapatkan barang/jasa untuk konsumsi pribadi.

Hak Konsumen

Saat menjadi konsumen, Anda memiliki sejumlah hak yang telah disebutkan dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen, yaitu:

  • Mendapatkan informasi yang benar, jelas, dan jujur terkait kondisi serta jaminan barang/jasa yang dibeli.
  • Memilih serta mendapatkan barang/jasa sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan.
  • Didengar pendapat maupun keluhannya mengenai barang/jasa yang digunakan.
  • Mendapatkan perlakuan atau pelayanan yang benar, jujur, dan tidak diskriminatif.
  • Memiliki hak atas keselamatan, keamanan, dan kenyamanan dalam penggunaan barang/jasa.
  • Mendapatkan advokasi, perlindungan, maupun upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen dengan semestinya.
  • Mendapatkan kompensasi, penggantian, atau ganti rugi apabila barang/jasa yang diterima tidak sesuai.
  • Mendapatkan pendidikan dan pembinaan konsumen.
  • Hak-hak yang diatur dalam ketentuan perundang-undangan lainnya.

Kewajiban Konsumen

Selain hak seperti disebutkan di atas, konsumen juga memiliki beberapa kewajiban, di antaranya:

  • Memiliki itikad baik dalam melakukan segala transaksi pembelian barang/jasa.
  • Membaca serta mengikuti petunjuk informasi atau prosedur penggunaan barang/jasa demi keselamatan dan keamanan.
  • Membayar segala pembelian barang/jasa sesuai dengan nilai tukar yang disepakati bersama.
  • Mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen dengan semestinya.

Baca juga: Perilaku Konsumen: Pengertian, Manfaat, Faktor, Teori & Model

Peran Konsumen

Adapun peran utama konsumen adalah sebagai berikut.

  • Sebagai pengguna dari barang/jasa yang telah dihasilkan produsen.
  • Sebagai motivator bagi suatu perusahaan, di mana semakin banyak barang/jasa yang dipakai konsumen, maka semakin tinggi pula motivasi produsen untuk memproduksi.
  • Menciptakan peningkatan pendapatan nasional suatu negara.

Jenis-Jenis Konsumen

Setelah memahami apa yang dimaksud dengan konsumen, berikut ialah jenis-jenisnya yang perlu Anda ketahui.

1. Konsumen Organisasi (Organizational Consumer)

Konsumen organisasi merupakan jenis konsumen yang memakai atau membeli suatu barang/jasa untuk kebutuhan operasional organisasi terkait.

Contohnya seperti agen, distributor, atau pengecer yang membeli perlengkapan agar dapat menjalankan bisnis.

2. Konsumen Perorangan (Personal Consumer)

Sementara, konsumen perorangan merupakan jenis konsumen yang memakai atau membeli suatu barang/jasa untuk kebutuhan diri sendiri.

Konsumen ini juga dikenal dengan sebutan end user, contohnya adalah individu atau keluarga.

Faktor yang Memengaruhi Perilaku Konsumen

Sebagai pebisnis, Anda perlu mengetahui faktor-faktor apa saja yang memengaruhi perilaku konsumen dalam transaksi pembelian.

Dengan memahaminya, Anda pun dapat merencanakan strategi bisnis secara tepat. Adapun faktor yang memengaruhi perilaku konsumen adalah sebagai berikut.

1. Faktor Promosi

Promosi seperti iklan merupakan salah satu bagian penting dari proses pemasaran. Hal ini termasuk metode paling efektif untuk bisa mendatangkan pelanggan.

Dengan memaksimalkan promosi, Anda bisa menghipnotis para konsumen lebih banyak lagi.

2. Faktor Kualitas Produk

Selain tergiur promosi, faktor lainnya yang memengaruhi konsumen adalah kualitas produk.

Ya, produk berkualitas menjadi daya tarik tersendiri bagi para pembeli dan tak membuat rasa ragu. Oleh sebab itu, kualitas yang Anda tawarkan akan menentukan hasil penjualan Anda.

3. Faktor Harga

Tak dapat dipungkiri, harga kerap menjadi patokan yang sangat dipertimbangkan karena memiliki pengaruh atau dampak tertentu pada setiap individu.

4. Faktor Lingkungan

Tahukah Anda, faktor berikutnya yang memengaruhi konsumen adalah lingkungan. Ya, tempat Anda tinggal bisa menjadi salah satu pemicu perubahan gaya hidup ataupun kebutuhan

5. Faktor Kebutuhan

Alasan paling utama ketika seseorang ingin membeli suatu barang/jasa adalah karena kebutuhan.

Ya, konsumen akan memilih suatu barang yang memang sedang diperlukan, baik itu kebutuhan primer atau lainnya.

Nah, sekarang Anda sudah tahu kan apa itu konsumen beserta peran, jenis hak, serta kewajibannya.

Jika Anda seorang pebisnis, konsumen adalah pihak yang cukup berperan penting dalam proses penjualan.

Oleh karena itu, penting untuk Anda memahami faktor-faktor apa saja yang dapat memengaruhi perilaku konsumen seperti disebutkan sebelumnya.

Di samping itu, Anda juga bisa melakukan survey untuk mengetahui target pasar atau calon konsumen yang tepat bagi bisnis Anda.

Misalkan dengan memanfaatkan Poplite by Populix, yaitu jasa survey online yang mampu memberikan data-data berkualitas dari 300.000 responden terpercaya.

Sehingga, kebutuhan riset bisnis perusahaan Anda jadi jauh lebih mudah, cepat, dan efisien. Tunggu apalagi? Yuk mulai strategi bisnis melalui riset #DenganData!

Baca juga: Mengenal Kompetitor dalam Bisnis dan Strategi Menghadapinya

Tags:
Artikel Terkait
Bivariat: Pengertian, Jenis, Contoh Penerapan
Apa itu bivariat? Bivariat adalah bentuk analisis yang mengacu pada analisis dua variabel untuk menentukan hubungan di antara keduanya. Analisis bivariat pun merupakan kebalikan dari analisis univariat (analisis terhadap satu variabel saja), serta berbeda dengan multivariat (analisis terhadap dua variabel atau lebih secara bersamaan). Apa Itu Analisis Bivariat? Analisis bivariat adalah suatu metode statistik yang […]
10 Cara Memulai Bisnis Kuliner yang Menjanjikan bagi Pemula
Bisnis kuliner adalah usaha yang bergerak di bidang food and beverage. Bisnis ini banyak diminati oleh para pemula karena bisa menghasilkan keuntungan dengan cepat. Mengingat, kebiasaan masyarakat Indonesia erat dengan kulineran. Menjadi salah satu bisnis dengan prospek besar dan tidak ada matinya, bagaimana tips memulai usaha ini agar sukses? Jika tertarik yuk simak artikel Populix […]
From Insights to Innovation: Integrating MR and UXR for User-Centric Design
In the ever-evolving realm of understanding consumer behavior, two potent methodologies, Market Research (MR) and User Experience Research (UXR), emerge as guiding principles for exploring user behaviors and preferences. While these methods possess distinct characteristics, their real strength lies in their seamless integration – a fusion that not only bridges their disparities but also shapes […]