Responden Penelitian: Karakteristik, Syarat, dan Contohnya
Populix

Responden Penelitian: Karakteristik, Syarat, dan Contohnya

9 bulan yang lalu 3 MENIT MEMBACA

Saat melakukan penelitian, responden adalah salah satu hal yang pasti Anda perlukan. Biasanya, responden inilah yang akan menjawab kuesioner dalam penelitian, khususnya penelitian kuantitatif. Sedangkan pada penelitian kualitatif, responden umumnya berperan aktif lewat kegiatan wawancara.

Berikut Populix sajikan ulasan seputar apa itu responden secara lengkap, mulai dari pengertian dan contohnya. Yuk simak!

Apa itu Responden?

Responden adalah subjek atau orang yang dipanggil untuk memberikan tanggapan jawaban dari suatu penelitian seseorang. Jenis angket yang disebarkan kepada responden penelitian adalah berupa mewakili individu, pasangan, atau organisasi.

Pengertian Responden Menurut Para Ahli

Guna memahami lebih dalam tentang maksud dari kata responden, simak penjelasan berikut. Pengertian responden mungkin sedikit berbeda menurut pendapat beberapa ahli, ini penjelasannya.

1. Amirin

Menurut Amirin (1989) responden adalah subjek penelitian yang berfungsi sebagai sumber memperoleh tanggapan dengan cara menanyai seseorang yang telah dipilih dan ditentukan oleh peneliti.

2. Arikunto

Menurut Arikunto (2006) responden adalah subjek penelitian atau orang yang diminta untuk memberikan jawaban mengenai persepsi dan fakta terhadap topik tertentu.

3. Djam’an Satori

Selanjutnya, menurut Djam’an Satori (2007) menyatakan bahwa responden adalah metode pengambilan sampel penelitian yang dilihat berdasarkan tujuan penelitian.

4. Kerlinger

Kerlinger menyebutkan bahwa responden adalah subjek penelitian yang berguna untuk memberikan respon atas pernyataan peneliti kepada responden.

5. Sugiyono

Menurut Sugiyono (2007) dalam menentukan sampel pada penelitian kualitatif berbeda signifikan dengan penentuan sampel pada penelitian kuantitatif. Dalam menentukan sampel kualitatif tidak didasarkan pada perhitungan statistis. Adapun sampel yang ditentukan bertujuan sebagai sumber informasi.

6. Suharsimi Arikunto

Sedangkan, menurut Suharsimi (1989) responden adalah adalah siapa yang akan menjadi subjek penelitian dan memberikan batasannya. Subjek penelitian tersebut dapat berupa orang ataupun benda.

Contoh Responden Penelitian

Berikutnya, terdapat 2 jenis responden yaitu responden penelitian kualitatif dan kuantitatif. Penjelasan contohnya ialah sebagai berikut.

1. Penelitian Kualitatif

Sebagai contoh, penelitian berjudul “Kinerja Keuangan PT. Pertamina di Masa Pandemi Covid-19”. Pada penelitian tersebut, yang menjadi objek penelitian adalah PT. Pertamina, sedangkan untuk variabelnya adalah Kinerja Keuangan. Maka, yang menjadi responden adalah laporan keuangan PT. Pertamina.

2. Penelitian Kuantitatif

Dalam penelitian kuantitatif dapat diberi contoh penelitian sebagai berikut “Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru SMAN 1 Purwokerto”. Maka pada penelitian tersebut, yang menjadi responden adalah seluruh guru SMAN 1 Purwokerto.

Baca Juga: Teknik Pengumpulan Data Kualitatif & Kuantitatif yang Tepat

Syarat Responden Penelitian

Setelah Anda mengetahui pengertian dan contoh responden, hal berikutnya yang perlu Anda pahami adalah syarat-syarat menjadi responden. Syarat tersebut antara lain sebagai berikut.

1. Penelitian kualitatif

Beberapa persyaratan umum ketika menentukan responden seperti apa yang sesuai untuk penelitian kualitatif adalah sebagai berikut:

  • Jujur
  • Tidak ingkar janji
  • Menaati peraturan
  • Bersikap aktif dan responsif
  • Memiliki pendapat yang sejalan
  • Memahami topik penelitian

2. Penelitian kuantitatif

Sedangkan untuk penelitian kuantitatif, hanya ada 2 syarat umum yaitu:

  • Bersifat objektif dan tidak ambigu
  • Representatif

Karakteristik Responden Penelitian

Karakteristik responden adalah kriteria apa saja yang akan diberikan kepada subjek penelitian agar sumber informasi pada penelitian atau eksperimen tersebut dapat tertuju dengan tepat dan sesuai harapan. Dalam hal ini juga tergantung dengan penggunaan jenis serta metode penelitian.

Sementara itu, guna mengetahui cara menentukan jumlah responden kuesioner terdapat beberapa rumus dan teori yang dapat Anda gunakan. Misalnya seperti menggunakan rumus aaker, rumus slovin, atau teori ferdinand.

Lalu, tidak ada batasan pasti untuk jumlah minimal responden kuesioner penelitian, namun kebanyakan penelitian berdasarkan rumus slovin atau rumus aaker minimal jumlah responden adalah 90 hingga 100 orang.

Nah, itulah penjelasan mengenai responden yang berhasil Populix rangkum untuk Anda. Setelah membaca artikel di atas, tentu Anda semakin paham bahwa responden memiliki andil besar dalam suatu penelitian. Tertarik mencobanya? Yuk ikut berkontribusi dan gabung jadi responden Populix sekarang juga!

Baca Juga: Situs Survey Berbayar Terpercaya Online yang Hasilkan Uang!

Tags:
Artikel Terkait
Manajemen Risiko adalah: Tujuan, Manfaat, Fungsi, dan Proses
Manajemen risiko adalah salah satu hal yang sangat penting dalam proses bisnis.  Ini berkaitan erat dengan pendekatan dan metodologi dalam menghadapi ketidakpastian pada sebuah usaha.  Manajemen risiko terdiri dari berbagai kegiatan seperti perencanaan, memimpin, mengorganisir, koordinasi, serta pengawasan program.  Nah, hal apa yang perlu diperhatikan untuk memaksimalkan upaya manajemen risiko? Simak penjelasan lengkapnya pada ulasan […]
Data Populix: Begini Rencana Berlibur Masyarakat Indonesia di Tengah Pandemi
Di tahun 2020 ini, perlu usaha ekstra saat hendak melakukan perjalanan wisata. Perbedaan ini nampak dari adanya kampanye #DiIndonesiaAja yang mendorong masyarakat untuk membatasi bepergian ke luar wilayah Indonesia untuk menghindari penularan Covid-19. Perjalanan wisata di dalam negeri pun dibarengi dengan protokol kesehatan yang ketat sesuai anjuran pemerintah. Pada penghujung tahun ini, terdapat momentum libur […]
Pengertian Creative Thinking dan Tips Melatih Kemampuannya
Jika selama ini Anda berpikir bahwa kemampuan creative thinking hanya perlu dimiliki oleh pekerja seni saja, maka anggapan tersebut kurang tepat. Pasalnya, di zaman serba cepat dan menuntut perubahan setiap waktunya kini pun membutuhkan orang-orang kreatif yang selalu berpikir ke depan dengan menemukan inovasi baru, sesederhana ide bisnis misalnya. Lalu sebenarnya, apa itu creative thinking? […]