Keamanan Siber di Tengah Tantangan Ekonomi Indonesia 2025
Populix

Keamanan Siber di Tengah Tantangan Ekonomi Indonesia 2025

6 bulan yang lalu 3 MENIT MEMBACA

Tantangan ekonomi Indonesia di tahun 2025 semakin kompleks. Tidak lagi terbatas pada isu makro seperti pertumbuhan dan inflasi, tetapi juga mencakup kesiapan digital, ketahanan sektor industri, serta perlindungan terhadap data dan privasi konsumen.

Di tengah laju transformasi digital yang masif dan pesatnya perkembangan teknologi, muncul tekanan ekonomi global, risiko geopolitik, hingga kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan siber.

Semua faktor tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung, turut memengaruhi kondisi ekonomi nasional. Tantangan yang dihadapi pun bukan hanya kompleks, tetapi juga bersifat multidimensi.

Melihat tahun 2025 ini, ekonomi digital berada pada titik krusial, menghadirkan perpaduan antara peluang menjanjikan dan tantangan yang tidak mudah.

Di satu sisi, kemajuan teknologi terus mendorong inovasi dan pertumbuhan lintas sektor, membuka banyak kemungkinan baru bagi perkembangan bisnis dan kemajuan masyarakat.

Akan tetapi, di sisi lain, perubahan yang begitu cepat juga menciptakan hambatan besar, khususnya bagi pelaku usaha dan konsumen yang kini harus menavigasi ketidakpastian ekonomi sekaligus beradaptasi dengan realitas teknologi baru yang terus berkembang.

Dalam laporan Populix yang berjudul “Navigating Economic and Security Challenges in 2025” dijelaskan bahwa tren digital yang berkembang akan memengaruhi arah industri secara luas, termasuk bagaimana perusahaan merespons kebutuhan konsumen yang terus berubah.

Oleh karena itu, memahami tantangan sekaligus peluang dalam ekonomi digital menjadi hal yang sangat penting bagi semua pihak yang ingin tetap relevan dan kompetitif di tahun-tahun mendatang.

Baca juga: Penggunaan AI di Indonesia: Perkembangan, Tantangan, Peluang

Keamanan Siber: Dimensi Baru Tantangan Ekonomi Indonesia

tantangan ekonomi indonesia
Source: Freepik

Seiring meningkatnya aktivitas digital di tengah transformasi ekonomi, keamanan siber saat ini menjadi bagian penting dalam lanskap tantangan ekonomi Indonesia.

Konsumen tidak lagi hanya mempertimbangkan harga dan kualitas saat bertransaksi secara online, tetapi juga memperhatikan aspek perlindungan data pribadi dan keamanan sistem digital.

Konsumen memandang keamanan siber sebagai kunci untuk melindungi perangkat dan data sensitif mereka. Dalam report Navigating Economic and Security Challenges in 2025” mengungkap beberapa temuan penting yang memperkuat isu keamanan digital.

5 Kekhawatiran Teratas tentang Transaksi Online

  • Penipuan email atau situs web palsu.
  • Situs web yang melacak aktivitas pengguna tanpa izin.
  • Peretasan basis data perusahaan yang menyimpan informasi pribadi pengguna.
  • Penyadapan perangkat komunikasi antara pengguna dan situs web.
  • Penggunaan jaringan WiFi publik yang tidak aman.

5 Opini Teratas tentang Penggunaan Solusi Keamanan Siber

  • Melindungi perangkat dari virus, malware, dan ancaman digital lainnya.
  • Melindungi data sensitif dari akses dan transmisi yang tidak sah.
  • Menambahkan lapisan keamanan dengan mewajibkan lebih dari satu metode verifikasi.
  • Mengamankan koneksi internet dengan mengenkripsi data yang dikirim dan diterima.
  • Melakukan pencadangan data secara rutin dan memastikan kemampuan untuk memulihkannya jika terjadi pelanggaran atau bencana.

5 Preferensi Fitur Teratas untuk Solusi Keamanan Siber

  • Menggunakan kata sandi yang kuat (kombinasi angka dan huruf kapital).
  • Sistem notifikasi yang jelas untuk memberi tahu pengguna tentang potensi masalah keamanan dan tindakan yang perlu diambil.
  • Fitur yang merespons insiden secara otomatis, misalnya memblokir akses untuk transaksi digital maupun finansial.
  • Kemampuan mendeteksi ancaman secara otomatis tanpa perlu intervensi manual.
  • Mengganti kata sandi secara berkala.
tantangan ekonomi indonesia
Source: Populix

Baca juga: Tren Investasi Digital, Begini Hasil Survei Populix!

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin sadar akan pentingnya perlindungan digital, dan ini menjadi tekanan tambahan bagi pelaku bisnis.

Untuk tetap relevan dan dipercaya, perusahaan perlu berinvestasi dalam infrastruktur keamanan siber yang andal sekaligus menyederhanakan pengalaman pengguna agar tetap nyaman digunakan.

Isu keamanan digital tidak hanya berkaitan dengan perlindungan teknologi, tetapi juga menjadi elemen strategis dalam membangun kepercayaan konsumen dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang sehat.

Di tengah tantangan ekonomi Indonesia yang kian beragam, keamanan siber muncul sebagai pilar baru yang tak bisa diabaikan oleh industri mana pun.

Unduh report Navigating Economic and Security Challenges in 2025” untuk memahami lebih detail terkait tantangan ekonomi Indonesia di tahun 2025.

populix research service

Baca juga: Iklan Judi Online di Indonesia, Ancaman Digital Terkini!

Tags:
Artikel Terkait
Narrative Research: Pengertian, Jenis, dan Contohnya
Penelitian naratif atau narrative research adalah jenis penelitian yang cukup populer dalam ilmu sosial kontemporer. Pun menjanjikan bidang penelitian baru, serta solusi kreatif untuk masalah yang terus ada. Narrative research adalah bentuk penelitian yang kerap mengkaji pengalaman orang dari sudut pandang mereka. Selain itu, berkaitan juga dengan pengalaman dan peristiwa kehidupan pribadi maupun individu (Bell, […]
20 Promo Pemilu 2024: Kuliner, Wisata Rekreasi, Fashion
Jangan lupa gunakan hak pilih Anda dalam Pemilihan Umum atau Pemilu 2024. Setelah menggunakan hak pilih, jangan lupa juga untuk berburu promo pemilu. Tersedia banyak pilihan promo pemilu yang bisa Anda manfaatkan. Caranya pun cukup mudah, yaitu biasanya hanya dengan menunjukkan jari bertinta ungu sebagai tanda Anda telah mencoblos. Kira-kira ada promo pemilu apa saja, […]
Nonresponse Bias: Pengertian, Penyebab, Jenis, Cara Mencegah
Adakalanya bias ditemukan dalam proses penelitian. Salah satu jenis bias yang kerap ditemukan yaitu nonresponse bias. Nonresponse bias adalah jenis bias yang terjadi ketika responden yang dipilih tidak memberikan respons atau tidak mengisi kuesioner penelitian sehingga data yang diperoleh tidak mewakili populasi yang sedang diteliti dengan baik. Jenis bias ini dapat berpengaruh pada validitas dan […]