Penggunaan Media Sosial Selama Pandemi
Populix

Penggunaan Media Sosial Selama Pandemi

5 tahun yang lalu 3 MENIT MEMBACA


Terbatasnya aktivitas tatap selama pandemi Covid-19 membawa masyarakat untuk mencari “pelarian” di dunia digital. Aktivitas di ranah digital tidak hanya terbatas pada kegiatan produktif seperti Work From Home (WFH) dan Pembelajaran Jarak Jauh saja. Ada pula aktivitas selingan yang digandrungi masyarakat selama masa pandemi Covid-19 ini, yakni scrolling di media sosial.

Penggunaan media sosial seperti Instagram, Facebook, hingga Twitter sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Dari sekadar memantau aktivitas kerabat sampai membagikan momen menarik di media sosial rasanya telah menjadi rutinitas harian yang tidak dapat dilewatkan oleh masyarakat Indonesia.

Tahun ini juga menjadi pertarungan sengit pengembang aplikasi media sosial dalam menjaring penggunanya. Fitur di media sosial yang ditawarkan menjadi sangat beragam. Wajar saja, inovasi itu dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangsa pasar potensial, termasuk kalangan pelajar dan pekerja.

Besarnya atensi dua kalangan tersebut pada penggunaan media sosial dibaca Populix melalui sebuah survei. Populix menanyakan pendapat pelajar dan pekerja di Indonesia soal penggunaan media sosialnya di masa pandemi ini. Survei ini melibatkan 141 orang pelajar dan 203 orang pekerja yang tersebar di berbagai Kota di Indonesia.

Baca juga: Operator Telekomunikasi Selama Pandemi, Siapa yang Paling Diminati?

WhatsApp Jadi Jawara

Di kalangan pelajar, WhatsApp berhasil ungguh dengan meraih setengah dari total suara responden sebagai media sosial yang paling sering digunakan. Perolehan mengesankan WhatsApp di masa pandemi ini tidak lepas dari adanya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dilakukan mayoritas pelajar di Indonesia.

Selain itu, WhatsApp juga terus memberikan fitur-fitur tambahan untuk menambah kenyamanan para penggunanya pada tahun ini. Pembaharuan tersebut dilakukan platform media sosial memiliki Facebook ini mulai April 2020 dengan tambahan kapasitas video conference menjadi 8 orang.

Berselang dua bulan, WhatsApp kembali luncurkan sejumlah fitur baru. WhatsApp berinovasi dengan menambah fitur stiker animasi yang lebih ekspresif dan hadirkan fitur QR Codes untuk mempermudah proses penambahan kontak pengguna lain ke dalam daftar. Platform ini juga melakukan perbaikan kualitas video call dan memunculkan mode gelap (dark mode) pada layanan WhatsApp Web dan Desktop.

Instagram mengungguli Youtube dengan berada di posisi kedua. Platform yang dulu bernama Burbn ini mendapat 21%, sementara Youtube dipilih 13% responden. Menariknya, Instagram berhasil menggaet pengguna wanita.

Pekerja Menyukai Platform dengan Fitur Beragam

WhatsApp masih menjadi jawara sebagai media sosial yang paling sering digunakan. Di kalangan pekerja, WhatsApp mendapat total suara hingga 49% suara responden. Untuk menyasar kalangan dewasa, WhatsApp meramaikan layanan pembayaran digital di Indonesia dengan meluncurkan WhatsApp Pay pada Juni 2020 silam.

Instagram mengisi posisi berikutnya dengan persentase mencapai 25%. Platform berbagai foto dan video ini memberikan dukungan pada pelaku usaha dengan meluncurkan fitur berupa Gift Card yang memudahkan pengguna untuk melihat profil dari akun bisnis tersebut.

Berselancar di media sosial telah menjadi gaya hidup baru di masyarakat. Pandemi covid-19 semakin mendorong masyarakat untuk menggunakan media sosial sebagai imbas dari terbatasnya aktivitas di luar ruangan.

Selain bisa membagikan momen menarik, media sosial juga dapat menjadi celah untuk pelaku bisnis agar produknya semakin dikenal. Dalam mencapai tujuan tersebut, pelaku bisnis harus terlebih dahulu cermat membaca tren di media sosial, yakni melalui riset pasar yang terpercaya.

Artikel Terkait
KPI (Key Performance Indicator): Pengertian, Fungsi, Contoh
Pernahkah Anda mendengar istilah KPI sebelumnya? KPI adalah salah satu hal yang perlu Anda pahami, terutama saat di dunia kerja. Pasalnya ini memiliki peranan penting bagi bisnis sebagai cara mengembangkan usaha dan bagi karyawan karena berkaitan dengan kinerja. Jadi, apa itu KPI? Mengapa penerapannya penting bagi perusahaan? Tak perlu bingung, mari simak penjelasan lengkapnya pada […]
Panduan Menyusun Penelitian Tesis S2 Berbasis Survei Online
Penelitian tesis S2 berbasis survei online kini menjadi salah satu pendekatan paling efektif bagi mahasiswa pascasarjana untuk memperoleh data primer yang relevan, cepat, dan akurat. Banyak mahasiswa sering menghadapi tantangan dalam mengumpulkan data, mulai dari kesulitan menjangkau responden, proses penyebaran kuesioner penelitian yang memakan waktu, hingga keterbatasan biaya dan tenaga jika dilakukan secara manual. Hambatan […]
4 Peluang Bisnis yang Mudah Dijalani dan Bermodal Kecil
Mencari peluang bisnis yang menjanjikan bukanlah hal sulit. Ya, meskipun Anda hanya diam di rumah, Anda tetap memiliki kesempatan untuk membangun bisnis tanpa hambatan. Tak butuh modal besar, hanya bermodal gadget dan koneksi internet, Anda sudah mampu meraup untung hingga jutaan per bulannya melalui bisnis rumahan tersebut. Penasaran apa saja contohnya? Yuk, intip daftarnya berikut! […]