Penggunaan Media Sosial Selama Pandemi
Populix

Penggunaan Media Sosial Selama Pandemi

6 tahun yang lalu 3 MENIT MEMBACA


Terbatasnya aktivitas tatap selama pandemi Covid-19 membawa masyarakat untuk mencari “pelarian” di dunia digital. Aktivitas di ranah digital tidak hanya terbatas pada kegiatan produktif seperti Work From Home (WFH) dan Pembelajaran Jarak Jauh saja. Ada pula aktivitas selingan yang digandrungi masyarakat selama masa pandemi Covid-19 ini, yakni scrolling di media sosial.

Penggunaan media sosial seperti Instagram, Facebook, hingga Twitter sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Dari sekadar memantau aktivitas kerabat sampai membagikan momen menarik di media sosial rasanya telah menjadi rutinitas harian yang tidak dapat dilewatkan oleh masyarakat Indonesia.

Tahun ini juga menjadi pertarungan sengit pengembang aplikasi media sosial dalam menjaring penggunanya. Fitur di media sosial yang ditawarkan menjadi sangat beragam. Wajar saja, inovasi itu dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangsa pasar potensial, termasuk kalangan pelajar dan pekerja.

Besarnya atensi dua kalangan tersebut pada penggunaan media sosial dibaca Populix melalui sebuah survei. Populix menanyakan pendapat pelajar dan pekerja di Indonesia soal penggunaan media sosialnya di masa pandemi ini. Survei ini melibatkan 141 orang pelajar dan 203 orang pekerja yang tersebar di berbagai Kota di Indonesia.

Baca juga: Operator Telekomunikasi Selama Pandemi, Siapa yang Paling Diminati?

WhatsApp Jadi Jawara

Di kalangan pelajar, WhatsApp berhasil ungguh dengan meraih setengah dari total suara responden sebagai media sosial yang paling sering digunakan. Perolehan mengesankan WhatsApp di masa pandemi ini tidak lepas dari adanya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dilakukan mayoritas pelajar di Indonesia.

Selain itu, WhatsApp juga terus memberikan fitur-fitur tambahan untuk menambah kenyamanan para penggunanya pada tahun ini. Pembaharuan tersebut dilakukan platform media sosial memiliki Facebook ini mulai April 2020 dengan tambahan kapasitas video conference menjadi 8 orang.

Berselang dua bulan, WhatsApp kembali luncurkan sejumlah fitur baru. WhatsApp berinovasi dengan menambah fitur stiker animasi yang lebih ekspresif dan hadirkan fitur QR Codes untuk mempermudah proses penambahan kontak pengguna lain ke dalam daftar. Platform ini juga melakukan perbaikan kualitas video call dan memunculkan mode gelap (dark mode) pada layanan WhatsApp Web dan Desktop.

Instagram mengungguli Youtube dengan berada di posisi kedua. Platform yang dulu bernama Burbn ini mendapat 21%, sementara Youtube dipilih 13% responden. Menariknya, Instagram berhasil menggaet pengguna wanita.

Pekerja Menyukai Platform dengan Fitur Beragam

WhatsApp masih menjadi jawara sebagai media sosial yang paling sering digunakan. Di kalangan pekerja, WhatsApp mendapat total suara hingga 49% suara responden. Untuk menyasar kalangan dewasa, WhatsApp meramaikan layanan pembayaran digital di Indonesia dengan meluncurkan WhatsApp Pay pada Juni 2020 silam.

Instagram mengisi posisi berikutnya dengan persentase mencapai 25%. Platform berbagai foto dan video ini memberikan dukungan pada pelaku usaha dengan meluncurkan fitur berupa Gift Card yang memudahkan pengguna untuk melihat profil dari akun bisnis tersebut.

Berselancar di media sosial telah menjadi gaya hidup baru di masyarakat. Pandemi covid-19 semakin mendorong masyarakat untuk menggunakan media sosial sebagai imbas dari terbatasnya aktivitas di luar ruangan.

Selain bisa membagikan momen menarik, media sosial juga dapat menjadi celah untuk pelaku bisnis agar produknya semakin dikenal. Dalam mencapai tujuan tersebut, pelaku bisnis harus terlebih dahulu cermat membaca tren di media sosial, yakni melalui riset pasar yang terpercaya.

Artikel Terkait
Consumer Behavior Insights for FMCG Brands Innovating in SEA
In Southeast Asia (SEA), the fast-moving consumer goods (FMCG) industry is accelerating, pushed by rapid digital adoption, economic growth, cultural diversity, and evolving lifestyles. Consumer behavior is at the heart of this transformation.  Brands that can decode shifting needs, motivations, and preferences gain a decisive competitive edge. Those who fail to understand their consumers risk […]
Ini Cara Membuat Instagram Bisnis untuk Optimalkan Penjualan
Membuat akun Instagram bisnis adalah trik esensial yang bisa diterapkan dalam usaha Anda. Seperti yang kita tahu, kini Instagram sudah diunduh lebih dari satu miliar kali. Hampir seluruh milenial Indonesia juga tidak ketinggalan menjadi bagian dari pengguna media sosial populer tersebut. Dengan jumlah pengguna yang besar, bukan tidak mungkin ini menjadi jalan bisnis Anda untuk […]
Mengenal SINTA Kemendikbud & Tips Penelitian Terindeks SINTA
Mencari referensi yang relevan merupakan hal penting dalam menjalankan penelitian komprehensif. Salah satu sumber yang tepat untuk menemukan referensi penelitian yaitu melalui SINTA Kemendikbud. SINTA (Science and Technology Index) adalah platform yang menyediakan akses ke berbagai informasi ilmiah dan referensi penelitian. Di platform ini, tersedia sejumlah jurnal online nasional yang terakreditasi. SINTA Kemendikbud berfungsi pula […]