Checklist Skripsi dari Tahap Awal sampai Pengumpulan Data
Agnes Laurensia

Checklist Skripsi dari Tahap Awal sampai Pengumpulan Data

7 bulan yang lalu 3 MENIT MEMBACA

Checklist skripsi menjadi hal penting bagi mahasiswa S1 yang sedang memasuki akhir masa studi. Sebab, checklist tersebut bisa dijadikan sebagai panduan yang jelas.

Tanpa adanya panduan yang jelas, proses penyusunan skripsi bisa saja memakan waktu lama dan penuh revisi dari dosen pembimbing.

Selain itu, mahasiswa juga sering kewalahan membagi waktu antara melakukan penelitian, kegiatan di kampus, maupun aktivitas lainnya.

Oleh karena itu, dengan checklist skripsi yang tepat, perencanaan bisa lebih terarah dan risiko keterlambatan penyelesaian skripsi dapat diminimalkan.

Baca juga: 7 Rekomendasi Situs Online Mencari Referensi Judul Skripsi

Kenapa Perlu Membuat Checklist Skripsi?

Checklist bisa menjadi alat sederhana yang efektif untuk membantu menyelesaikan skripsi tepat waktu dan revisi. Dengan checklist, Anda bisa:

  • Mengatur waktu lebih efisien
  • Memantau perkembangan tiap tahap persiapan skripsi
  • Menghindari hal penting yang mungkin secara tidak sengaja terlewat
  • Tetap termotivasi dalam menyelesaikan skripsi

Checklist skripsi harus dipersiapkan dari tahap awal sampai pengumpulan data. 

Langkah-Langkah Menyiapkan Checklist Skripsi

checklist skripsi
Source: Freepik

1. Menentukan Topik Skripsi

Menentukan topik skripsi sesuai dengan minat, relevan dengan jurusan, dan bisa diteliti. Jangan ragu untuk eksplorasi ide dengan Ide Skripsi Generator yang dapat memberikan inspirasi topik berdasarkan bidang studi dan tren terkini.

2. Menyusun Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian

Rumusan masalah jelas dan bisa dijawab melalui metode ilmiah. Setelah rumusan masalah, jangan lupa untuk menentukan tujuan penelitian yang akan jadi dasar arah penulisan selanjutnya.

3. Kajian Literatur

Lakukan studi literatur untuk memahami teori dan penelitian sebelumnya yang relevan dengan topik. Kajian literatur ini bisa ditemukan melalui jurnal ilmiah, buku, dan publikasi tepercaya.

4. Menentukan Metode Penelitian

Pilih metode penelitian yang sesuai, seperti:

  • Kualitatif: Fokus pada pemahaman mendalam terhadap fenomena
  • Kuantitatif:  Fokus pada data numerik dan statistik
  • Campuran: Gabungan antara kuantitatif dan kualitatif

5. Menyusun Proposal Skripsi

Setelah tahapan awal selesai dipersiapkan, coba susun proposal skripsi dengan bahasa yang mudah dipahami. Proposal ini akan diperiksa oleh dosen pembimbing dan kemungkinan bisa mengalami beberapa kali revisi.

Baca juga: Stuck Skripsi Mahasiswa: Penyebab hingga Cara Mengatasinya

6. Bersiap dengan Revisi dari Dosen

Ketika dihadapi hal seperti ini, jangan langsung putus asa. Coba ambil waktu untuk benar-benar memahami masukan dari dosen pembimbing dan perbaiki dengan teliti. 

Tips agar revisi dapat berjalan dengan lancar:

  • Catat semua revisi dalam satu dokumen.
  • Prioritaskan revisi yang berkaitan dengan metodologi atau kerangka teori.
  • Lakukan konsultasi secara berkala.

7. Persiapan Instrumen dan Etika Penelitian

Pastikan instrumen sudah diuji validitas dan reliabilitasnya agar data yang dikumpulkan nantinya akurat. Jangan lupa untuk memperhatikan aspek etika penelitian, seperti mendapatkan izin dari responden dan menjaga kerahasiaan data. Mematuhi etika penelitian penting agar hasilnya dapat dipercaya dan sesuai dengan standar akademik.

8. Pengumpulan Data

Untuk mempercepat proses pengumpulan data, Anda bisa menggunakan PopSurvey by Populix, platform survei online yang aman, mudah digunakan, dan data responden sesuai dengan kebutuhan penelitian.

Mulai buat checklist skripsi agar perjalanan studi Anda lebih lancar dan sukses. Segera susun skripsi dari tahap awal hingga pengumpulan data dengan PopSurvey by Populix.

PopSurvey Populix platform survei online

Baca juga: 10 Situs Referensi Skripsi, Selesaikan Skripsi Lebih Mudah!

Artikel Terkait
5 Jenis-Jenis Penelitian dan Contoh untuk Karya Ilmiah
Apabila Anda seorang mahasiswa, tentunya istilah skripsi kuantitatif dan kualitatif bukanlah hal asing di telinga. Ya, mayoritas orang memang sudah sangat familiar dengan jenis-jenis penelitian kuantitatif atau kualitatif.  Konsepnya yang dianggap mudah dan beragamnya referensi membuat dua metode tersebut menjadi kesukaan, khususnya dalam penyusunan karya ilmiah. Akan tetapi, pada beberapa bidang pembahasan, jenis-jenis penelitian tersebut […]
Panduan Memilih Warehouse Management System untuk Bisnis 
Dalam bisnis digital, gudang bukan lagi berguna sebagai tempat menyimpan barang, melainkan komponen utama dalam rantai distribusi yang menentukan kecepatan dan kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, Warehouse Management System hadir menjadi solusi tambahan bagi setiap lini bisnis yang ingin mengelola pergudangan secara lebih terstruktur dan efisien dengan bantuan sistem yang otomatis.  Apa itu Warehouse Management […]
6 Reasons Product Testing Matters for FMCG in Southeast Asia
Product testing is one of the most essential steps FMCG brands must take before launching a new product in the Southeast Asian (SEA) market.  With a region as culturally diverse and fast-moving as SEA, consumer preferences vary widely across Indonesia, Malaysia, Singapore, Thailand, Vietnam, and the Philippines.  In this dynamic environment, product testing ensures your […]