10 Strategi Mengerjakan Skripsi agar Cepat Selesai
Agnes Laurensia

10 Strategi Mengerjakan Skripsi agar Cepat Selesai

7 bulan yang lalu 3 MENIT MEMBACA

Banyak mahasiswa S1 belum memahami pentingnya strategi mengerjakan skripsi secara efektif sejak awal. Hal ini menyebabkan proses penyusunan skripsi sering kali berjalan lambat dan tidak efisien.

Keterlambatan skripsi bisa berlangsung berbulan-bulan, bahkan hingga bertahun-tahun. Dampaknya tidak hanya menunda kelulusan, tetapi juga memengaruhi rencana karier mahasiswa.

Selain itu, biaya kuliah tambahan dan tekanan mental juga ikut meningkat. Untuk itu, mahasiswa perlu mengenali penyebab utama skripsi sering tertunda.

Kenapa Skripsi Sering Makan Waktu Lama?

Inilah beberapa alasan mengapa skripsi sering memakan waktu lama:

1. Kebiasaan Menunda

    Banyak mahasiswa tingkat akhir menunda skripsi karena merasa masih punya banyak waktu.

    2. Kurang Disiplin

      Tidak adanya rutinitas atau jadwal khusus membuat proses pengerjaan skripsi jadi tidak terstruktur.

      3. Tidak Punya Strategi Mengerjakan Skripsi

      Tanpa strategi yang jelas, mahasiswa S1 bisa kehilangan arah atau bingung mulai dari mana.

      Maka dari itu, penting untuk menerapkan strategi yang terbukti efektif agar tahapan menyusun skripsi lebih terstruktur dengan baik.

      Baca juga: Checklist Skripsi dari Tahap Awal sampai Pengumpulan Data

      Strategi Mengerjakan Skripsi agar Cepat Selesai

      strategi mengerjakan skripsi
      Source: Freepik

      1. Pilih Topik Skripsi yang Diminati

      Topik yang menarik akan lebih mudah dikerjakan karena Anda tidak akan cepat bosan. Gunakan Generator Ide Skripsi untuk membantu menemukan ide skripsi yang relevan dengan minat dan bidang studi Anda.

      2. Buat Jadwal Harian dan Target Mingguan

      Bagi pekerjaan skripsi ke dalam tahapan menyusun skripsi, lalu buat jadwal harian dan target mingguan. Misalnya, 1-2 minggu harus sudah selesai mengerjakan Bab 1.

      3. Pakai Teknik Pomodoro untuk Fokus

      Gunakan teknik pomodoro, yakni atur jam kerja 25 menit, istirahat 5 menit. Ulangi 4 kali, lalu istirahat panjang. Teknik ini efektif untuk menjaga fokus dan mencegah kelelahan mental.

      4. Tentukan Deadline Setiap Bab

      Buat deadline untuk membantu pengerjaan skripsi tidak stuck terlalu lama di satu bagian. Misalnya, Bab 2 selesai dalam 1-3 minggu.

      5. Rutin Diskusi dengan Dosen Pembimbing

      Jangan tunggu sampai semua selesai baru konsultasi. Konsultasi rutin dengan dosen pembimbing bisa memberikan arahan yang tepat sejak awal dan menghindari banyak revisi di akhir.

      6. Gunakan Tools Digital

      Manfaatkan alat pendukung seperti PopSurvey by Populix untuk mendapatkan data penelitian secara cepat dan mudah.

      7. Jangan Tunggu ‘Mood’ untuk Mulai

      Mengerjakan skripsi bukan soal perasaan, tetapi tetap harus konsisten dalam pengerjaannya. Ide akan sering muncul apabila konsisten dalam pengerjaan skripsi.

      Baca juga: 7 Rekomendasi Situs Online Mencari Referensi Judul Skripsi

      8. Hindari Gangguan

      Carilah tempat yang tenang untuk mengerjakan skripsi. Matikan notifikasi HP dan aplikasi lainnya yang dapat mengganggu konsentrasi.  

      9. Cari Teman Seperjuangan

      Bergabunglah dengan teman-teman yang juga sedang menyusun skripsi. Kalian bisa saling memberi semangat, saran, dan bahan referensi.

      10. Beri Reward untuk Diri Sendiri Setelah Capai Target

      Setiap kali menyelesaikan satu bab atau mencapai target mingguan, beri hadiah kecil untuk diri sendiri. Hal Ini bisa meningkatkan motivasi dan semangat.

      Dengan mengikuti strategi mengerjakan skripsi, Anda dapat menemukan solusi penyusunan skripsi yang efektif. Segera memulai tahapan menyusun skripsi dengan Generator Ide Skripsi untuk mendapatkan inspirasi topik dan referensi yang relevan, serta PopSurvey by Populix agar proses pengumpulan data berjalan lancar tanpa hambatan.

      PopSurvey Populix platform survei online

      Baca juga: Stuck Skripsi Mahasiswa: Penyebab hingga Cara Mengatasinya

      Artikel Terkait
      Hustle Culture: Definisi, Penyebab, hingga Dampak Negatifnya
      Bagi Anda yang ‘gila kerja’ atau biasa juga dikenal sebagai workaholic, tanpa disadari sebenarnya telah terjebak dalam situasi hustle culture selama ini. Apa itu hustle culture? Sederhananya, hustle culture adalah kondisi di mana seseorang merasa perlu untuk terus bekerja agar bisa mencapai kesuksesan sehingga mengorbankan waktu istirahatnya. Nah, apa mungkin Anda tengah mengalaminya? Bukan lagi […]
      Rebranding Adalah: Pengertian, Tujuan, Strategi & Contohnya
      Dalam persaingan bisnis yang ketat, berbagai macam upaya dilakukan guna mempertahankan eksistensi perusahaan, salah satunya yakni dengan melakukan rebranding. Namun, tahukah Anda apa itu rebranding? Rebranding adalah strategi meningkatkan kembali penjualan barang atau produk suatu perusahaan yang sebelumnya sudah pernah diperkenalkan pada publik. Rebranding dapat dilakukan melalui penerapan simbol, warna, desain, hingga nama dan brand […]
      10 Kendala Mengerjakan Skripsi, Sering Dialami Mahasiswa
      Di semester akhir, mahasiswa S1 akan mengerjakan skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana. Dalam prosesnya, pasti akan ditemui beberapa kendala mengerjakan skripsi. Kendala atau hambatan ini biasanya muncul dari internal maupun eksternal. Walaupun sering kali bikin pusing, tetapi kita harus tetap semangat untuk mengatasi kendala tersebut. Jangan sampai berbagai kendala mengerjakan skripsi […]