Teknik Pomodoro, Teknik Belajar Efektif Agar Lebih Fokus
Populix

Teknik Pomodoro, Teknik Belajar Efektif Agar Lebih Fokus

10 bulan yang lalu 5 MENIT MEMBACA


Apakah Anda merasa telah meluangkan banyak waktu, tetapi pekerjaan seakan tidak kunjung selesai? Atau memiliki masalah berupa kesulitan fokus saat belajar? Mungkin, Anda akan tertarik untuk mempelajari teknik pomodoro. Apa itu teknik pomodoro?

Teknik pomodoro adalah teknik di mana kita harus fokus pada satu hal selama 25 menit dan mengambil jeda setelahnya. Selain itu, Anda dapat menyesuaikan berapa waktu yang dibutuhkan pada satu periode belajar.

Penasaran apa itu teknik pomodoro dan seberapa efektif dan efisien teknik tersebut dalam penerapannya? Simak ulasannya pada artikel berikut ini.

Apa itu teknik pomodoro?

Teknik pomodoro adalah teknik yang diperkenalkan oleh Francesco Cirillo. Pomodoro sendiri adalah istilah dalam bahasa Italia untuk menyebut tomat sekaligus merujuk pada timer berbentuk tomat yang digunakan masyarakat kala itu.

Pada dasarnya, teknik pomodoro adalah metode di mana kita harus mengerjakan suatu tugas dalam jangka waktu tertentu dan menghiraukan distraksi. Dengan menggunakan patokan waktu tertentu diikuti istirahat-istirahat kecil di antara interval waktu tersebut, pomodoro dipercaya mampu meningkatkan produktivitas serta kreativitas seseorang.

Selain hal-hal tersebut, pomodoro dikenal pula dengan sifatnya yang sederhana untuk diterapkan. Alat penunjang dalam teknik ini hanya smartphone sebagai timer serta komitmen Anda saat mengerjakan tugas.

Cara menerapkan teknik pomodoro

Nah, lalu bagaimana cara menerapkan teknik pomodoro? Berikut cara-caranya.

  • Tentukan skala prioritas dari tugas yang akan dikerjakan
  • Kerjakan tugas dengan prioritas tertinggi
  • Atur timer pada angka 25 menit
  • Berikan seluruh fokus pada pekerjaan di hadapan Anda selama 25 menit
  • Saat penanda waktu berbunyi, segera tinggalkan tugas Anda dan beristirahatlah selama kurang lebih 5 menit
  • Pastikan semua progres kerja telah terdokumentasi
  • Lakukan pengulangan hingga 4x dan ambil istirahat panjang selama 30 menit

Manfaat teknik pomodoro

Setelah mengetahui apa itu teknik pomodoro, berikut adalah manfaat-manfaat yang bisa Anda rasakan dengan menerapkan teknik tersebut.

1. Menjaga produktivitas

Salah satu manfaat penerapan teknik pomodoro adalah menjaga produktivitas. Melalui cara kerjanya yang memberi banyak waktu istirahat, seseorang tidak akan bosan dengan panjangnya durasi bekerja/belajar.

2. Memperbaiki fokus

Jika Anda adalah orang yang memiliki masalah dengan rentang fokus, maka menerapkan pomodoro bukan hanya akan menguntungkan dalam jangka pendek, tetapi juga jangka panjang. Hal ini karena seseorang “dipaksa” tetap mengerjakan tugas selama 25 menit dan “dipaksa” lagi untuk beristirahat guna merefresh pikiran.

Baca juga: Mengenal Metode SMART yang Bantu Tentukan dan Capai Target!

3. Sederhana

Nah, dalam penerapan pomodoro, kita tidak memerlukan alat dan metode yang rumit. Kita hanya memerlukan timer serta mematuhi aturan 25 menit tersebut. Gampang bukan?

4. Menjaga kesehatan fisik dan mental

Burnout adalah suatu gejala di mana seseorang mengalami penumpukan stress akibat pekerjaan. Hal ini tidak hanya menyerang kesehatan mental, tetapi juga fisik. Oleh karena itu, pomodoro dapat menjadi alternatif solusi untuk mengurangi potensi burnout sebab pomodoro memfasilitasi jeda-jeda pendek di antara waktu kerja.

5. Melatih kedisiplinan

Selain menjaga kesehatan fisik dan mental, pomodoro juga dapat diandalkan sebagai salah satu sarana melatih kedisiplinan. Penanda waktu yang berbunyi dan menyuruh kita memulai pekerjaan atau berhenti melakukannya akan menanamkan sikap disiplin dalam diri.

Pengaruh teknik pomodoro terhadap produktivitas

Penerapan pomodoro pada aktivitas belajar atau bekerja dapat meningkatkan produktivitas seseorang. Dengan fokus pada pekerjaan selama 25 menit dan beristirahat selama 5 menit, kita akan terlatih untuk memaksimalkan pekerjaan dalam waktu singkat dan terbebas dari kejenuhan melalui jeda di antara periode waktu bekerja.

Kapan menggunakan teknik pomodoro?

Lalu kapan kita harus menerapkan metode pomodoro? Tidak ada kriteria khusus mengenai waktu atau tugas apa saja yang cocok untuk menerapkan metode ini. Jika Anda membutuhkan konsentrasi tinggi guna menyelesaikan pekerjaan, Anda selalu dapat menerapkan teknik tersebut.

Namun, pomodoro umumnya digunakan seseorang dengan daftar pekerjaan yang banyak serta dibutuhkan konsentrasi dan fokus tinggi saat menyelesaikannya.

Tujuan teknik pomodoro

Setelah membahas mengenai apa itu teknik pomodoro hingga pengaruhnya terhadap produktivitas, berikut adalah tujuan pomodoro yang mungkin akan membuat Anda tertarik mencobanya.

1. Menghindari multitasking

Meskipun mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus dipercaya dapat memotong durasi pengerjaan, tetapi multitasking tidak benar-benar membantu menyelesaikan semua tugas bersamaan. Hal ini karena multitasking adalah upaya untuk memutus konsentrasi pada satu pekerjaan dan berpindah ke pekerjaan lain lalu kembali kepada tugas awal.

2. Meningkatkan motivasi

Motivasi bekerja/belajar dapat ditingkatkan dengan mengurangi kejenuhan pada pekerjaan. Nah, hal ini adalah apa yang kita butuhkan guna membuat kita menikmati pekerjaan dan selalu termotivasi untuk menyelesaikannya.

3. Membantu ketercapaian target

Ketika kita dipaksa menyelesaikan pekerjaan dalam kurun waktu yang cepat, kita akan terdorong untuk memaksimalkan kegiatan kita hingga dapat mencapai target tersebut.

4. Meminimalkan distraksi

Aturan 25 menit pomodoro dapat mengurangi distraksi dengan baik, sebab durasi kerja yang pendek membuat kita dapat mengesampingkan distraksi lebih mudah.

Keefektifan pomodoro

Berdasarkan hasil penelitian Staffen Noteberg, pomodoro digunakan banyak orang karena ampuh dalam mengantisipasi distraksi. Jeda setiap 25 menit bertujuan untuk meminimalisir kebosanan, sementara waktu jeda yang pendek diterapkan agar seseorang tidak terlalu lama teralihkan perhatiannya.

Keefektifan pomodoro bukan hanya terletak pada terselesaikannya pekerjaan, tetapi juga kemampuan fokus dan kemampuan mengendalikan diri selepas istirahat agar pekerjaan cepat selesai, sehingga lama kelamaan tanpa pengingat waktu pun kita tetap dapat mengatur ritme pekerjaan dengan baik.

Baca juga: Apa itu Multitasking? Cek Tips dan Contohnya bagi Pekerja

Tantangan saat melakukan teknik pomodoro

Nah, selain beberapa hal di atas, terdapat tantangan saat Anda mencoba menerapkan pomodoro, salah satunya adalah pembiasaan. Walaupun sederhana, tetapi pomodoro membutuhkan waktu agar seseorang dapat terbiasa menerapkannya.

Tantangan lainnya ialah durasi waktu bekerja atau belajar selama 25 menit tersebut dapat membuat beberapa orang tidak nyaman karena merasa durasinya terlalu pendek.

Nah, setelah menyimak penjelasan mengenai apa itu teknik pomodoro dan seberapa efektif cara tersebut mengantisipasi distraksi, apakah Anda tertarik untuk menerapkannya? Setiap orang pasti memiliki triknya tersendiri. Jadi jika Anda merasa kurang cocok dengan pomodoro, coba temukan tips menarik lainnya di beranda Populix, ya!

Artikel Terkait
Apa itu Scrum? Ini Tahapan Metodenya dalam Project Management
Metode scrum adalah rangkaian kegiatan untuk meminimalisir kesulitan saat mengerjakan sebuah proyek. Contohnya, ketika suatu perusahaan menghadapi masalah, salah satu solusi yang bisa dilakukan untuk mempermudahnya adalah dengan melakukan metode scrum Namun, sudahkah Anda familiar dengan istilah tersebut? Jika belum, yuk baca penjelasan lengkapnya di sini. Pengertian Scrum Proses kompleks dari project management sebuah perusahaan […]
Responden Penelitian: Karakteristik, Syarat, dan Contohnya
Saat melakukan penelitian, responden adalah salah satu hal yang pasti Anda perlukan. Biasanya, responden inilah yang akan menjawab kuesioner dalam penelitian, khususnya penelitian kuantitatif. Sedangkan pada penelitian kualitatif, responden umumnya berperan aktif lewat kegiatan wawancara. Berikut Populix sajikan ulasan seputar apa itu responden secara lengkap, mulai dari pengertian dan contohnya. Yuk simak! Apa itu Responden? […]
Bisnis Retail adalah: Sistem, Jenis, Fungsi, dan Contoh
Bisnis retail adalah kegiatan pemasaran produk berupa barang ataupun jasa yang dilakukan secara eceran atau satuan. Sistem kerja yang biasa digunakan pada bisnis retail adalah dilakukan dengan menjual produk langsung kepada konsumen akhir untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Anda pasti sering menjumpai model bisnis ini karena retail merupakan jenis pemasaran yang cukup populer. Nah, untuk mengetahui […]