7 Cara Ekspor Barang Ke Luar Negeri, Syaratnya Mudah!
Populix

7 Cara Ekspor Barang Ke Luar Negeri, Syaratnya Mudah!

2 bulan yang lalu 6 MENIT MEMBACA

Kegiatan ekspor dapat menjadi salah satu peluang usaha untuk menembus pasar internasional dan memperluas cakupan bisnis. Namun, cara ekspor barang memiliki tahapan dan syarat yang perlu Anda lakukan terlebih dahulu.

Tak jarang, ekspor dianggap sebagai kegiatan pemasaran yang sulit karena biaya pengirimannya mahal dan proses bea cukai cukup rumit.

Padahal, aktivitas tersebut lebih mudah daripada impor sebab tidak dikenakan pajak serta bea ke luar negeri.

Lalu, bagaimana cara ekspor barang ke luar negeri? Simak ulasan lengkapnya pada artikel ini! 

Manfaat Ekspor Barang

Terdapat berbagai manfaat dari melakukan ekspor barang di luar negeri, salah satunya adalah produk semakin dikenal di pasar internasional.

Selain itu, masih banyak kelebihan yang akan diperoleh dari mengetahui cara ekspor barang, di antaranya yaitu:

1. Menguntungkan Pemerintah

Ekspor barang atau jasa ke luar negeri dapat membawa mata uang asing menuju negara asal serta membantu menciptakan cadangannya. 

Itulah sebabnya, pemerintah memberikan insentif serta banyak keuntungan pada eksportir. Mereka akan memotong pajak hingga mendukung eksportir dengan fasilitas lain. 

2. Produk Berkualitas akan Selalu Terjual

Selanjutnya, keuntungan dari melakukan ekspor barang adalah produk yang berkualitas akan selalu terjual.

Ekspor adalah bisnis yang dapat dilakukan oleh siapa saja dengan ide dan kualitas produk bersaing.

Produk yang Anda kirim harus memiliki keunggulan dan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan dari mancanegara, sehingga akan selalu dibutuhkan.

Baca juga: Apa Itu Distribusi: Pengertian, Contoh, Fungsi, dan Jenisnya

3. Pasar Tidak Terbatas

Hanya menjual produk di dalam negeri akan membatasi ukuran pasar. Anda dapat mengekspornya ke negara lain di seluruh dunia. 

Mengirim produk ke luar negeri akan memberi peluang tidak terbatas untuk memasarkan produk dan memperoleh keuntungan lebih besar.

Menjual produk di pasar internasional dapat membantu menumbuhkan citra perusahaan dan memperbanyak pendapatan bisnis.

4. Peluang Harga Meningkat

Menjual produk di luar negeri tentu akan meningkatkan harga penjualannya daripada di pasar lokal karena adanya arbitrase biaya antara kedua negara.

Hal ini ditentukan berdasarkan pasar tempat Anda menjual produk. Inilah alasan utama perusahaan melakukan ekspor barang.

5. Pembayaran Lebih Cepat Diterima

Persaingan di pasar lokal yang cukup tinggi akan membuat bisnis baru membutuhkan jangka waktu lama untuk memperoleh laba. 

Saat mengekspor barang ke luar negeri, sangat mungkin bagi Anda untuk menerima pembayaran bahkan sebelum melakukan pengiriman. 

Hal tersebut bergantung pada persyaratan pembayaran dan kesepakatan dengan pembeli.

Selain itu, transaksi internasional juga telah dilindungi oleh berbagai undang-undang dan umumnya Anda dapat menjual produk dengan harga yang lebih tinggi.

Syarat Ekspor Barang

Sebelum melakukan tata cara ekspor barang, Anda perlu mempersiapkan syarat-syarat yang harus dipenuhi, di antaranya:

1. Dokumen Purchase Order

Sebelum melakukan ekspor barang, pastikan Anda telah memiliki dokumen purchase order sebagai bukti permintaan dari pembeli di luar negeri.

Dokumen ini diperlukan sebagai syarat untuk membuat invoice atau surat penagihan kepada pembeli.

Baca juga: Cara Riset Pasar Online untuk Tahu Kebutuhan Konsumen

2. Perencanaan Ekspor

Perencanaan ekspor merupakan hal yang perlu disiapkan secara matang. Anda harus menyusunnya secara detail dan teliti untuk mempermudah proses selanjutnya.

Terdapat beberapa hal yang harus didiskusikan bersama calon pembeli jika ingin mengekspor barang, seperti:

  • Produk yang akan diekspor.
  • Klasifikasi produk.
  • Negara tujuan.
  • Pengemasan produk.
  • Jalur pengiriman.
  • Menentukan jadwal ekspor.
  • Menyiapkan Surat Keterangan Asal (SKA).
  • Menyiapkan dokumen pemberitahuan ekspor (PEB).

3. Dokumen Legalitas

Beberapa dokumen legalitas yang perlu dipenuhi sebelum melakukan eskpor, di antaranya:

  • Surat Izin Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yang dibuat Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten/Kota.
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) 
  • Nomor Identitas Kepabeanan (NIK) dari Ditjen Bea Cukai.

4. Dokumen Ekspor

Dokumen-dokumen ekspor yang harus dilengkapi sebelum melakukan pengiriman barang di antaranya ialah:

  • Invoice yang dibuat eksportir
  • Packing list yang dibuat oleh eksportir.
  • Bill of lading yang diterbitkan shipping company (jalur laut) atau airway bill (udara).

5. Dokumen Tambahan

Selain dokumen ekspor dan legalitas, terdapat beberapa surat yang juga dibutuhkan sebelum melakukan ekspor barang, di antaranya:

  • Shipping instruction dari eksportir kepada Shipping Line
  • Certificate of origin yang dikeluarkan Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten/Kota
  • Certificate of analysis dari laboratorium.
  • Certificate of phytosanitary dari badan karantina untuk produk tumbuhan
  • Dokumen tambahan sesuai permintaan pembeli

Baca juga: Pangsa Pasar (Market Share), Begini Manfaatnya untuk Bisnis

Cara Ekspor Barang

Perdagangan internasional memungkinkan suatu negara untuk memperluas pasar dan mengakses barang dan jasa yang tidak dimilikinya.

Hasil dari perdagangan internasional akan membuat pasar dalam negeri menjadi lebih kompetitif dan dapat menghasilkan harga yang lebih bersaing. 

Untuk itu, mengetahui cara ekspor barang untuk pemula sangat diperlukan bagi Anda yang baru memulai perdagangan di pasar internasional. 

Adapun penjelasan tentang cara ekspor barang ke luar negeri adalah sebagai berikut.

1. Menyiapkan Dokumen Legalitas

Seperti yang telah tercantum pada syarat ekspor barang, Anda harus melengkapi dokumen legalitas sebelum melakukan pengiriman barang ke luar negeri.

Untuk mempermudah proses ekspor, Anda harus memastikan bahwa semua informasi yang dicantumkan pada satu dokumen dengan yang lainnya sudah sama.

Informasi tersebut meliputi nama perusahaan, alamat, barang yang diekspor, dan lainnya. 

2. Menyiapkan Dokumen Ekspor

Jumlah kebutuhan dokumen ekspor ditentukan berdasarkan produk atau komoditas yang akan dikirimkan, prosedur di negara tujuan, serta permintaan dari pembeli berkaitan dengan perusahaan.

Biasanya eksportir tidak akan berurusan langsung dengan bea cukai karena terdapat pihak forwarder yang akan menyelesaikan seluruh kepentingan pada bea cukai.

Forwarder merupakan jasa yang akan melakukan pengiriman barang melalui udara maupun laut.

3. Menetapkan Negara Tujuan

Cara ekspor barang yang perlu dilakukan setelah melengkapi seluruh dokumennya adalah menetapkan negara tujuan ekspor produk.

Anda dapat memilih negara tujuan dengan melakukan riset terhadap karakter dan budaya masyarakatnya.

Produk yang akan diekspor sebaiknya sesuai dengan karakteristik serta budaya penduduk negara tersebut.

Baca juga: Pengertian Target Pasar, Manfaat, dan Cara Menentukannya

4. Mendaftarkan Website di Portal Bisnis Internasional

Cara ekspor barang selanjutnya adalah mendaftarkan website usaha Anda ke portal bisnis internasional.

Ini dapat membuka lebih banyak peluang bisnis untuk memperoleh konsumen dari negara lain dengan memanfaatkan fasilitas dari pemerintah.

Melalui website tersebut, Anda dapat memperoleh informasi tentang permintaan (inquiry) suatu produk dari perusahaan luar negeri, ringkasan pasar (market brief), dan intelijen pasar (market intelligence). 

Anda dapat mengakses seluruh informasi tersebut di situs resmi djpen.kemendag.go.id.

5. Melakukan Pemberitahuan Pabean

Pemberitahuan pabean kepada pemerintah dilakukan dengan menyerahkan semua dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dan dokumen kelengkapan kepada pihak Bea Cukai.

6. Memperoleh Nota Persetujuan Ekspor

Anda akan memperoleh Nota Persetujuan Ekspor (NPE) yang diterbitkan oleh Bea Cukai jika permohonan disetujui. 

Jika telah mendapatkan NPE, itu artinya secara hukum barang Anda telah dianggap sebagai produk ekspor.

7. Mengekspor Barang

Cara ekspor barang yang terakhir adalah melakukan stuffing dan mengirimkan produk melalui transportasi laut maupun udara. Jangan lupa untuk mengasuransikan produk atau kargo tersebut.

Setelah melalui seluruh proses ekspor tersebut, Anda akan segera memperoleh pembayaran sesuai kesepakatan dengan pihak negara tujuan.

Itulah penjelasan tentang manfaat, syarat, serta cara ekspor barang untuk memperluas pasar bisnis Anda. 

Jika tertarik untuk mencoba, pastikan untuk melengkapi semua syarat yang dibutuhkan agar prosesnya dapat berjalan dengan lancar.

Bisnis ekspor merupakan peluang untuk usaha yang menjanjikan, terlebih jika produk Anda berkualitas dan sesuai dengan pasar.

Semoga artikel ini bermanfaat, ya! Dapatkan informasi lainnya seputar cara mengembangkan bisnis hanya di kanal Populix.

Baca juga: 10 Cara Menawarkan Produk dengan Baik untuk Menarik Pembeli

Tags:
Artikel Terkait
Apa Itu Feasibility Study? Pengertian, Jenis, Tahapannya
Secara istilah, feasibility study adalah studi yang penting untuk dilakukan terutama ketika memulai sebuah proyek atau bisnis. Dengan dilaksanakannya feasibility study ini, Anda dapat menilai dan menganalisis kelayakan suatu bisnis atau proyek bila dijalankan. Oleh karena itu, dalam artikel kali ini, Populix akan membahas apa yang dimaksud dengan feasibility study dan aspek-aspek apa saja yang […]
Pengertian CV (Persekutuan Komanditer): Ciri, Sifat, dan Jenis
Di Indonesia, terdapat sejumlah model bisnis yang beroperasi sesuai jenis dan fungsinya masing-masing. Salah satu dari badan usaha tersebut adalah persekutuan komanditer atau Commanditaire Vennootschap (CV). Jenis badan usaha swasta ini menjadi yang paling populer di kalangan masyarakat. Syarat dan proses pendirian Commanditaire Vennootschap juga menjadi salah satu alasan semakin banyaknya jenis badan usaha ini. […]
Apa Itu Konsumtif? Cari Tahu Contoh dan Dampaknya!
Konsumtif adalah kecenderungan untuk menghamburkan uang tanpa memikirkan tujuan dan manfaatnya. Dapat diperhatikan di situasi sekarang, masyarakat seakan tidak memperdulikan cara mengelola uang dengan baik karena maraknya online marketplace yang mendorong terjadinya transaksi digital secara rutin. Perilaku konsumtif adalah perilaku yang berbahaya untuk dimiliki karena jika dilakukan dalam kurun waktu lama akan berdampak pada kondisi […]