Pengertian Kuesioner, Jenis, Cara Membuat dan Contohnya
Populix

Pengertian Kuesioner, Jenis, Cara Membuat dan Contohnya

1 tahun yang lalu 5 MENIT MEMBACA

Di dalam sebuah penelitian, diperlukan adanya teknik pengumpulan data. Teknik pengumpulan data sendiri dibedakan menjadi dua, yaitu primer dan sekunder. Metode kuesioner adalah salah satu contoh pengumpulan data primer. Metode ini merupakan pengambilan data secara langsung kepada responden melalui pengisian survei.

Artikel berikut akan membahas seputar kuesioner mulai dari pengertian, jenis, cara membuat, dan contohnya. Untuk itu, simak sampai habis, ya!

Pengertian kuesioner

Pernahkah Anda menyaksikan seseorang membagikan sebuah kuesioner dan memintanya untuk diisi? Ya, hampir setiap orang pasti pernah melihat atau bahkan melakukannya, baik sebagai keperluan penelitian maupun kepentingan bisnis. Namun, sebetulnya tahukah Anda apa itu kuesioner?

Singkatnya, pengertian kuesioner adalah sebuah teknik menghimpun data dari sejumlah orang atau responden melalui seperangkat pertanyaan untuk dijawab. Dengan memberikan daftar pertanyaan tersebut, jawaban-jawaban yang diperoleh kemudian dikumpulkan sebagai data. Nantinya, data diolah dan disimpulkan menjadi hasil penelitian.

Beberapa ahli memiliki definisi tersendiri mengenai apa itu kuesioner. Misalnya, Narbuko dan Achmadi (1999) mengatakan pengertian kuesioner adalah daftar rangkaian pertanyaan terkait suatu masalah atau bidang yang akan diteliti.

Di sisi lain, Sugiyono (2010) mengartikan kuesioner adalah metode pengumpulan data dengan cara memberi responden seperangkat pertanyaan maupun pernyataan tertulis untuk dijawabnya.

Pada dasarnya, tujuan dan manfaat kuesioner adalah untuk mendapatkan sejumlah data atau informasi yang relevan dengan topik penelitian. Umumnya, Metode ini lebih banyak digunakan pada penelitian kuantitatif guna menguraikan hubungan antara variabel.

Manfaat kuesioner

Teknik pengumpulan data dengan kuesioner sebetulnya memberikan beberapa manfaat kepada peneliti. Adapun manfaat kuesioner adalah sebagai berikut.

  • Memperoleh data dan informasi sebagai bahan dasar penyusunan hasil penelitian
  • Menghasilkan data dan informasi dengan tingkat validitas yang tinggi
  • Memperoleh data perbandingan sebagai bahan evaluasi yang mendalam
  • Mengetahui sikap dari responden secara langsung

Jenis kuesioner

Setidaknya, terdapat tiga jenis kuesioner, yaitu tipe terbuka, tertutup, dan campuran. Berikut ulasan lengkapnya.

1. Kuesioner terbuka

Kuesioner terbuka adalah kuesioner dengan jenis pertanyaan uraian. Dalam hal ini, responden perlu memberikan jawaban berupa pendapat atau penjelasan pada kolom kosong yang tersedia. Kuesioner terbuka biasanya digunakan untuk memperoleh informasi mendalam.

2. Kuesioner tertutup

Sementara, pada kuesioner tertutup, pertanyaan yang diberikan ialah berupa pilihan ganda atau checklist. Dengan begitu, responden hanya dapat menjawab pertanyaan dengan pilihan yang tersedia. Hasil kuesioner tertutup tergolong mudah diolah dan tak memakan banyak waktu.

3. Kuesioner campuran

Lalu, apa itu kuesioner campuran? Kuesioner campuran sebetulnya merupakan perpaduan antara tipe kuesioner terbuka dan tertutup. Selain berguna untuk memperoleh informasi mendalam, metode tersebut juga sekaligus memberikan sejumlah data berupa angka.

Baca juga: Situs Survey Berbayar Online tuk Dapatkan Cuan Tambahan

Kelebihan dan kekurangan metode kuesioner

Setiap metode tentunya memiliki kelebihan maupun kekurangan. Adapun kelebihan teknik kuesioner adalah sebagai berikut.

  • Tidak membutuhkan banyak waktu dalam proses pengerjaannya
  • Bersifat fleksibel karena bisa dilakukan secara online melalui form
  • Cocok digunakan untuk data dalam jumlah banyak
  • Peneliti tidak perlu hadir secara langsung karena bisa dilakukan dengan perantara
  • Responden lebih bebas dan jujur dalam menjawab karena dapat bersifat anonim

Sedangkan, kekurangan kuesioner adalah sebagai berikut.

  • Jawaban belum tentu valid 100% karena mungkin saja responden tidak menjawab dengan jujur
  • Responden cenderung menjawab asal-asalan bila pertanyaan kurang dipahami
  • Responden seringkali kurang teliti sehingga melewatkan beberapa pertanyaan
  • Hanya bisa dilakukan pada responden dengan rentang usia dan pendidikan tertentu. Metode kuesioner akan sulit bagi mereka yang sakit, tidak bisa membaca, ataupun sudah renta.

Isi Kuesioner

Jenis kuesioner dalam penelitian memang beragam, namun bukan berarti isinya juga berbeda-beda. Apa maksudnya? Jadi, isi kuesioner haruslah sederhana, mudah dipahami, singkat, padat, jelas, dan pertanyaan-pertanyaannya perlu dikategorikan agar urut atau tidak loncat-loncat.

Sehingga, responden pun tidak akan mengalami kebingungan selama proses mengisi kuesioner Anda.

Cara membuat kuesioner

Setelah memahami apa itu kuesioner, hal berikutnya yang perlu Anda ketahui ialah cara membuatnya. Berikut cara membuat kuesioner dengan mudah.

1. Menentukan informasi

Pertama, Anda harus menentukan informasi atau indikator apa yang sebetulnya diperlukan dalam penelitian. Hal ini digunakan sebagai bahan dasar dalam merancang pertanyaan maupun pernyataan kuesioner.

2. Merumuskan pertanyaan

Setelah menentukan indikator yang dibutuhkan, cara membuat kuesioner berikutnya ialah merumuskan pertanyaan-pertanyaan penelitian. Pastikan pertanyaan tersebut menggunakan bahasa yang jelas, tidak ambigu, dan bisa dijawab dengan baik oleh responden.

3. Membuat penjelasan atau pertanyaan lanjutan

Untuk mendapatkan informasi mendalam, Anda bisa membuat penjelasan maupun pertanyaan lanjutan. Anda bisa mengembangkannya dari pertanyaan-pertanyaan mendasar yang telah dibuat sebelumnya.

4. Merancang kuesioner

Cara membuat kuesioner selanjutnya yaitu merancang kuesioner yang terstruktur. Anda perlu menyediakan kolom identitas serta karakteristik responden pada awal kuesioner. Setelahnya, susun pertanyaan secara runtut dengan jenis kuesioner yang diinginkan. Jangan lupa mengevaluasi kembali kuesioner sebelum menyebarkannya.

5. Melakukan uji coba kuesioner

Setelah yakin, cobalah lakukan uji coba untuk mengetahui seberapa baik kuesioner tersebut. Anda bisa meminta bantuan teman atau kolega mengisinya dan menilai apakah pertanyaan sudah tersampaikan dengan baik atau malah perlu dilakukan perbaikan.

Baca juga: Teknik Analisis Data: Pengertian, Langkah, Jenis dan Contohnya

Membuat kuesioner mudah dengan Poplite

Contoh kuesioner

Untuk membantu memahami apa itu kuesioner, Anda dapat menyimak contoh-contohnya. Adapun contoh kuesioner adalah sebagai berikut.

1. Contoh kuesioner terbuka

Tingkat Kepuasan Mahasiswa terhadap Pembelajaran Daring

  • Apakah proses belajar-mengajar secara daring menyenangkan? Sebutkan alasannya.
  • Apakah pembelajaran daring sudah cukup efektif? Kemukakan pendapat anda.
  • Apakah ada hal lain yang mengganggu proses belajar Anda? Jika iya, sebutkan.

2. Contoh kuesioner tertutup

Saya puas dengan proses belajar-mengajar yang dilakukan.

Sangat setuju ( )

Setuju ( )

Kurang setuju ( )

Sangat tidak setuju ( )

Apakah pembelajaran daring sudah cukup efektif bagi Anda?

Ya ( )

Tidak ( )

Saya merasa bosan selama pembelajaran daring.

Selalu ( )

Sering ( )

Jarang ( )

Tidak pernah ( )

3. Contoh kuesioner penelitian

Kuesioner Penelitian

Tingkat Efektifitas Pembelajaran Online Universitas Terbuka

1. Identitas

Nama : ……………………….

Alamat : ……………………….

Usia : ……………………….

Jenis Kelamin : ……………………….

Pekerjaan : ……………………….

2. Kuesioner

Petunjuk pengisian: Jawablah pertanyaan dengan mengisi tanda centang (v) sesuai dengan kondisi Anda.

SS: sangat setuju

S: setuju

KS: kurang setuju

TS: tidak setuju

Itulah penjelasan seputar pengertian kuesioner hingga contohnya. Kuesioner adalah salah satu teknik pengumpulan data yang sering digunakan karena pengerjaannya tidak memerlukan waktu lama. Selain itu, peneliti juga tidak perlu hadir secara langsung sebab kuesioner dapat disebar melalui media sosial.

Nah, sekarang Anda telah paham mengenai apa itu kuesioner. Jangan berhenti di sini, yuk pelajari hal-hal lainnya melalui blog Populix! Terdapat informasi seputar riset, ekonomi, bisnis, hingga tips and tricks yang menarik dan pastinya bermanfaat.

Baca juga: 10 Contoh Kuesioner Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

Riset bisnis mu dengan Poplite
Tags:
Artikel Terkait
10 Cara Meningkatkan Penjualan dalam Bisnis Agar Omset Naik!
Dalam merintis bisnis, diperlukan cara meningkatkan penjualan produk yang tepat agar usaha dapat berkembang. Tak hanya bisnis besar, usaha sekelas UKM pun juga butuh menerapkan strategi ampuh supaya penjualan dapat meningkat. Lantas, yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana cara membuat pelanggan tertarik dan yakin untuk membeli produk kita? Simak tipsnya berikut ini. 10 Cara meningkatkan penjualan […]
10 Cara Menaikkan Follower Instagram dengan Cepat dan Gratis
Anda ingin akun Instagram bisnis atau pribadi memiliki followers yang banyak? Tenang, ada cara menaikkan follower Instagram dengan cepat dan mudah. Jika followers banyak, tentunya konten Anda pun akan dikenal lebih luas. Instagram bukan hanya dijadikan sebagai media sosial untuk tempat mengekspresikan diri, melainkan juga wadah untuk berbisnis. Banyaknya followers yang aktif berkomentar dapat membuat […]
Apa itu Konten Kreator? Begini Cara dan Tips Suksesnya
Konten kreator adalah sebutan bagi orang yang menciptakan konten untuk dibagikan secara online, seperti pada media sosial atau blog. Dengan adanya perkembangan digital saat ini membuat profesi pembuat konten makin diminati. Namun, cara menjadi konten kreator tidaklah semudah yang dibayangkan, sebab membutuhkan kreativitas tinggi agar hasil konten tidak membosankan. Tertarik untuk menjadi pembuat konten? Simak […]