78 Tahun Proklamasi Indonesia: Saatnya Merdeka dari Polusi
Ireneus Christ Setyanto

78 Tahun Proklamasi Indonesia: Saatnya Merdeka dari Polusi

3 tahun yang lalu 4 MENIT MEMBACA

17 Agustus 2023, tepat 78 tahun sejak Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya ke mata internasional. Selama itu pula negeri kita tumbuh dan berkembang hingga mencapai titik ini. Namun, ada satu fakta yang cukup membuat miris, yaitu Indonesia belum merdeka dari polusi. 

Layaknya negara-negara lain, Indonesia memang belum sempurna. Masih banyak hal yang harus dibenahi, mulai dari aspek ekonomi, sosial, hingga lingkungan hidup.

Adapun aspek lingkungan hidup disebut menjadi salah satu isu yang tidak hanya menyangkut kehidupan rakyat Indonesia, tetapi juga masyarakat di seluruh dunia. 

Indonesia memang dikenal sebagai salah satu paru-paru dunia dengan luas hutan terbesar kedua. Namun, seiring berjalannya industrialisasi, tak bisa dipungkiri paru-paru dunia ini sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.

Selain memiliki hutan yang luas, Indonesia juga merupakan negara dengan jumlah populasi ke-4 terbanyak di dunia. Hal ini membuat pembukaan lahan baru menjadi tidak terelakan, dengan bayaran penurunan daerah hijau.

Tidak hanya itu, saat ini Indonesia juga sedang dalam sorotan dunia berkaitan dengan kualitas udara yang tidak begitu baik. Lantas, seperti apa keadaan negara kita sekarang dan apa implikasinya untuk masa depan?

Baca juga: Ekspektasi Anak Muda kepada Presiden dan Wakil Presiden Mendatang

Modernisasi & Polusi Ibu Kota

Merdeka dari Polusi

Headline berita di atas mungkin sudah sering kita lihat belakangan ini, baik di media luar maupun dalam negeri. Memang, masalah polusi udara sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Jakarta.

Akan tetapi, beberapa waktu belakangan ini masalah polusi menjadi semakin mengkhawatirkan.

Kualitas udara di ibu kota menjadi semakin buruk, seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk Jakarta. Kota metropolitan ini merupakan jantung ekonomi Indonesia, tak ayal dibutuhkan mobilisasi yang cepat untuk sehari-harinya.

Kendaraan bermotor yang digunakan penduduk ibu kota, secara langsung menjadi salah satu faktor buruknya kualitas udara di Jakarta.

Pemantauan dari IQAir memperkirakan bahwa dalam seminggu terakhir, Jakarta memiliki kualitas udara yang tidak sehat dan diprediksi akan terus berada pada tren yang sama di minggu depan.

Hal ini tentu saja mengkhawatirkan, terlebih lagi negara ini belum lama bangkit dari pandemi COVID-19. Kualitas udara yang buruk dapat memicu berbagai penyakit dan tentunya menurunkan kualitas hidup orang-orang yang tinggal di area tersebut.

Masalah ini menjadi prioritas bagi pemerintah pusat dan daerah dalam seminggu belakangan. Namun, nyatanya tidak hanya Jakarta dengan kepadatan penduduknya yang mengalami masalah kualitas udara tersebut.

Melalui sumber yang sama, kota-kota lain di Indonesia juga diperkirakan tidak memiliki kualitas udara yang cukup baik. Hal ini menunjukkan bahwa masalah polusi udara bukan menjadi masalah eksklusif ibu kota saja, melainkan juga suatu hal yang harus dibenahi dengan campur tangan seluruh rakyat Indonesia.

Baca juga: Potensi Trend Pergerakan Pasar Kripto di Indonesia Tahun 2023

Indonesia Merdeka dari Polusi

merdeka dari polusi
Source: Freepik

Lalu apa saja langkah-langkah yang sudah dan perlu dilakukan seluruh lapisan masyarakat untuk mengatasi polusi?

Salah satu rencana jangka panjang pemerintah seperti yang kita tahu adalah pemindahan ibu kota ke IKN Nusantara.

Hal ini diharapkan akan mengurangi pemusatan penduduk di Jakarta, sehingga dapat memperbaiki kualitas hidup di dalamnya.

Selain itu, Pemda Jakarta juga tengah merancang Pergub baru yang mengatur emisi dan uji emisi kendaraan bermotor, serta menargetkan penambahan armada bus listrik untuk Transjakarta.

Namun demikian, upaya perbaikan kualitas udara tidak hanya tergantung pada pemerintah. Seperti halnya merebut kemerdekaan di zaman dahulu, dibutuhkan campur tangan seluruh rakyat untuk memerdekakan Indonesia dari polusi.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah mengurangi jejak karbon personal kita, misalnya dengan memilih alternatif yang lebih ramah lingkungan di keseharian kita, seperti penggunaan kendaraan listrik, penghematan listrik di rumah, hingga penggunaan bohlam LED.

Tentu saja dibutuhkan waktu yang tidak instan untuk memperbaiki kualitas udara negara kita, tetapi segala upaya sekecil apa pun dapat memberikan dampak besar di masa depan.

Apa lagi yang bisa kita lakukan untuk membantu menyelesaikan isu ini? Saya tertarik untuk mendengar opini rekan-rekan sekalian akan hal ini dan berbagai hal lainnya. 

Untuk menyuarakan pendapat Anda terkait berbagai fenomena yang terjadi di tengah masyarakat, Anda dapat bergabung sebagai responden Populix, sebuah perusahaan riset yang menjembatani aspirasi dan opini setiap orang atas berbagai fenomena terkini, untuk mendukung keputusan berbasis data.

Anda juga bisa melihat fakta-fakta unik lain seputar perspektif masyarakat tentang isu yang tengah berkembang dengan mengunjungi website kami atau mengikuti kami di media sosial.

Populix, empowering all voices to create a world full of informed decisions. #powerallvoice #powerallgrowth.

riset pasar Populix

Baca juga: From Insights to Innovation: Integrating MR and UXR for User-Centric Design

Tags:
Artikel Terkait
84% Pengguna Internet Indonesia Terpapar Iklan Judi Online
Penyebaran iklan judi online di Indonesia telah mencapai tingkat yang cukup mengkhawatirkan, hal ini terlihat dari survei yang dilakukan Populix terhadap pengguna internet. Menurut hasil survei Populix, 84% pengguna internet pernah melihat iklan judi online selama enam bulan terakhir dan 63% dari mereka mendapatkan iklan serupa setiap kali mengakses internet.  Data yang memprihatinkan sebelumnya juga […]
Beralih Profesi dengan Kuliah S2, Apakah Bisa?
Beralih profesi adalah langkah besar dalam meraih karier yang diinginkan. Banyak orang yang merasa tidak menikmati pekerjaan dan ingin beralih ke bidang yang lebih sesuai dengan keahlian atau tujuan karier jangka panjang mereka. Salah satu cara yang efektif untuk beralih profesi adalah dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 atau program magister. Namun, mengapa kuliah S2 […]
7 Cara Dapat Responden dengan Cepat untuk Penelitian
Dalam dunia penelitian, seperti riset bisnis, skripsi, tesis, ataupun riset akademik lainnya, mendapatkan responden dengan cepat dan mudah kerap menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui strategi atau cara dapat responden dengan cepat dan efektif. Walaupun kita menyadari jika untuk memperoleh responden penelitian memang akan memakan waktu, serta terkadang akan berpengaruh juga pada […]