Menilik Peta Persaingan Baru Industri Ritel Indonesia
Populix

Menilik Peta Persaingan Baru Industri Ritel Indonesia

6 tahun yang lalu 3 MENIT MEMBACA

Belanja kebutuhan sehari-hari dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan. Mulai dari kebutuhan rumah tangga, kebutuhan konsumsi, hingga produk kecantikan biasa kita cari di toko eceran atau ritel. Industri ritel hadir sebagai jawaban atas kebutuhan berbagai macam produk dalam satu tempat.

Pelaku industri lokal dan luar negeri semakin membuat industri ritel di tanah air semakin ramai. Mulai dari pemain “besar” seperti Alfamart, Indomaret, hingga Yomart. Industri ritel Indonesia juga diisi oleh pemain asing, antara lain Makro (Belanda), Carrefour (Perancis), dan Giant (Malaysia, yang kemudian juga digandeng oleh PT Hero Supermarket Tbk). Tidak ketinggalan, ada juga pelaku industri ritel skala kecil yang biasa kita kenal dengan toko kelontong atau warung.

Sebelum memasuki era digital, tidak perlu kita sangkal lagi bahwa ritel modern besar menguasai industri ini. Selain unggul secara kuantitas ritel, ritel modern besar punya keuntungan mendapat lebih banyak produk. Di sisi lain, pelaku industri skala kecil kesulitan bersaing karena akses produk yang harus melewati toko grosir. Eksistensi pelaku industri ritel mikro pun semakin terancam.

Memasuki era digital, ritel kecil punya kesempatan lebih mengakses produk dari berbagai perusahaan. Hal itu terjadi akibat adanya penetrasi pemain baru di industri ini. Pemain itu tidak lain ialah start up supply chain yang menyambungkan warung atau toko kelontong dengan distributor dari berbagai perusahaan.

Menyederhanakan Proses Bisnis

via Freepik

Start up supply chain tersebut tentu menggeser persaingan di industri ritel tanah air. Warung dan toko kelontong kecil pun tidak perlu lagi mendapat distribusi barang dari toko grosir. Sebab, start up supply chain yang kini jadi jembatan antara ritel kecil dengan perusahaan produk.

Dengan kata lain, pelaku ritel kecil dapat langsung terhubung dengan produk perusahaan. Hal ini membawa angin segar mengingat supply chain dapat menyederhanakan proses bisnis. Selain itu, bergantinya middle-man industri ritel memperbesar peluang untuk bersaing dengan ritel besar.

Penetrasi teknologi ini dapat membuat pemilik usaha ritel kecil dapat dijamin ketersediaan barangnya oleh perusahaan supply chain. Berbagai mitra perusahaan pun sudah digandeng start up supply chain sehingga pelaku industri ritel kecil dapat tetap memenuhi kebutuhan konsumennya. KlikDaily misalnya, start up ini mengaku telah bekerja sama dengan 25 perusahaan besar seperti seperti Indofood, Nestle, hingga Mayora.

Terlebih di masa Pandemi, bergabung dengan ekosistem baru industri ritel dapat menjadi solusi menyelamatkan usaha ritel anda. Pergerakan yang dibatasi membuat pelaku usaha ritel terbatas mengakses toko grosir. Melalui ekosistem start up supply chain, ketersediaan dan distribusi barang dapat terjamin. Oleh karena itu, operasional ritel kecil pun dapat terus berjalan demi memenuhi kebutuhan konsumen.

Selain itu, pelaku usaha ritel juga mesti cerdas melihat habit konsumen baru tanah air. Dalam urusan belanja, masyarakat Indonesia saat ini sudah lebih familiar dengan dompet digital. Laporan Populix melihat, masyarakat Indonesia intens menggunakan dompet digital untuk memenuhi kebutuhan harian, responden menggunakan transaksi dompet digital dengan catatan sebesar 29,67% berdasar survei yang dilakukan Populix.

Baca juga: Tren E-Wallet Solusi Kembangkan Bisnis di Era Digital

Melihat hal ini, bertransformasi menjadi ritel modern sudah menjadi keharusan. Selain mendapat banyak keuntungan, ritel modern juga selaras dengan habit konsumen Indonesia saat ini. Digitalisasi bisnis ini menjadi peluang agar pelaku industri ritel kecil dapat terus bersaing dengan pemain “besar” lainnya.

Artikel Terkait
Leap Day 2024 Jadi Google Doodle, Apa Artinya?
Ada yang menarik dengan tampilan Google pada Kamis, 29 Februari 2024, yakni bertema Leap Day 2024. Dalam ilustrasinya, digambarkan leap day layaknya katak yang sedang melompat. Pada katak tersebut tertulis angka 29. Sementara itu, di bagian samping katak terdapat angka 28 dan 1. Angka 29 yang terdapat di tubuh katak tergambar berada di posisi tengah […]
7 Tips Memulai Bisnis Furniture atau Mebel, Perhatikan Ini!
Bisnis mebel atau furniture menjadi salah satu peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Walaupun untuk memulai bisnis furniture memang tidaklah mudah. Akan tetapi, jangan sampai hal itu membuat Anda mundur untuk mencoba bisnis furniture. Agar Anda semakin yakin untuk mulai membuka bisnis mebel atau furniture, berikut ini kami berikan beberapa tips yang dapat Anda lakukan. Baca […]
Populix: 63% Milenial di Indonesia Aktif Menggunakan Paylater
Jakarta, 31 Oktober 2023 – Perkembangan skema pembayaran digital Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater di Indonesia kian populer. Bahkan, Otoritas Jasa Keuangan mencatat terdapat pertumbuhan pengguna sebesar 18,18 juta kontrak atau sebesar 33,25% (YoY) menjadi 72,88 juta kontrak per Mei 2023. Melihat tren tersebut, Populix meluncurkan sebuah riset bertajuk “Unveiling Indonesia’s Financial Evolution: […]