Psikologi Pemasaran di Era 5.0: Menggabungkan Social Proof dan Placebo Effect dalam Strategi Marketing
Via Aristyawati

Psikologi Pemasaran di Era 5.0: Menggabungkan Social Proof dan Placebo Effect dalam Strategi Marketing

3 tahun yang lalu 3 MENIT MEMBACA

Di era digital saat ini, psikologi pemasaran memainkan peran kunci dalam strategi bisnis, terutama dalam memahami dan memengaruhi keputusan konsumen.

Apakah Anda pernah tergoda untuk mencoba restoran baru karena antrean panjangnya atau mengunduh aplikasi berdasarkan rekomendasi teman? Jika iya, itu adalah hasil dari pengaruh psikologi pemasaran. 

Psikologi Pemasaran dan Pemanfaatan Media Sosial

Psikologi pemasaran adalah ilmu yang mempelajari bagaimana konsumen berpikir, menginginkan, dan bertindak dalam proses pembelian.

Penggunaan strategi ini tidak hanya berpengaruh dalam meningkatkan perilaku berbelanja konsumen, tetapi juga dalam memahami dinamika pasar yang terus berubah.

Alfan (2019) menjelaskan bahwa psikologi pemasaran memiliki andil besar ketika konsumen mempertimbangkan keputusan berbelanja.

Hal ini dibuktikan ketika media sosial dijadikan platform utama untuk penerapan psikologi pemasaran. Kemudahan akses dan jangkauan luas, menjadikan media sosial sebagai alat pemasaran yang ampuh     bagi perusahaan untuk memengaruhi dan menarik pelanggan baru.

Di era 5.0, integrasi antara media sosial dan psikologi pemasaran kini menjadi lebih strategis dan dinamis.

Contoh Nyata Dalam Tren Media Sosial

Salah satu bukti dari pengaruh ini dapat dilihat dari tren media sosial, seperti TikTok. Sebagai contoh, baru-baru ini muncul tren yang mengangkat penggunaan ‘air bulan purnama’ sebagai solusi ajaib untuk mengatasi jerawat.

Tren ini dengan cepat menyebar yang menimbulkan banyak pengguna mengikuti dan berbagi hasil pengalaman mereka mencoba tren tersebut.

Namun, tren ini juga dengan cepat memudar ketika ada yang menyatakan tidak adanya efek nyata dari air tersebut – sebuah fenomena yang dikenal sebagai Social Proof.

Baca juga: Melampaui Influencer: Mencari Honest Review Konsumen di Era Digital

Konsep Sosial Proof dan Placebo Effect

Professor Robert Cialdini (1984) dalam bidang psikologi dan pemasaran menyatakan bahwa individu sering kali membutuhkan opini orang lain sebelum menentukan tindakan mereka.

Social Proof terjadi ketika individu mengikuti apa yang dilakukan orang lain, khususnya jika perilaku tersebut didukung oleh bukti dari orang yang dipercaya.

Populix (2021) juga menyebutkan bahwa Social Proof adalah kecenderungan mengikuti perilaku orang lain, terutama yang memiliki bukti nyata dan dilakukan oleh seseorang yang dikenal.

Sementara itu, efek Placebo terjadi ketika sugesti menciptakan dampak berdasarkan kekuatan pikiran, meskipun produk yang digunakan mungkin tidak memiliki efek nyata.

Otak manusia cenderung tertarik pada cerita atau narasi yang menarik, sehingga narasi yang detail membuat efek Placebo semakin kuat dan terasa nyata.

Faktor ini juga berperan dalam membuat seseorang takut akan tertinggal suatu tren (FOMO), meningkatkan kemungkinan terjadinya Social Proof saat tren populer di media sosial.

Membangun Narasi dan Memberikan Bukti Sosial: Sebuah Strategi Pemasaran

Akhirnya, di dunia pemasaran cerita yang detail dan emosional cenderung meningkatkan efek Placebo. Manusia, yang secara alami tidak ingin ketinggalan, mudah terpengaruh oleh Social Proof, terutama dalam skala besar.

Merek besar sering memanfaatkan ini untuk membangun cerita dan menampilkan banyak Social Proof, sehingga menguatkan efek Placebo.

Seperti penggunaan Nike yang membuat kita merasa lebih gesit, atau Smartwatch yang memberikan kesan futuristik. Intinya, pemasar menggunakan strategi ini untuk menciptakan versi terbaik dari konsumen yang mendukung mereka, sementara manusia adalah produk dari pikiran mereka sendiri.

Kesimpulan

Dalam konteks ini, menggabungkan Social Proof dan Placebo Effect dalam strategi pemasaran, terutama di era digital, dapat menjadi pendekatan yang efektif. Pemahaman ini sangat penting bagi para praktisi pemasaran untuk menciptakan strategi yang tidak hanya menarik perhatian konsumen, tetapi juga membentuk persepsi dan kebiasaan jangka panjang.

***

Populix. (2021). Mengenal Apa Itu Impulse Buying, Faktor Pemicu, dan Tipsnya. populix.co/articles/. 2024, https://info.populix.co/articles/ 

Cialdini, R. B. (2021). Influence, new and expanded: The Psychology of Persuasion. Harper Business, an imprint of HarperCollins Publishers. 

Alfan, A. C. (2019). Karakteristik Dan Psikologi konsumen terhadap Keputusan Pembelian Kembali Produk melalui e-commerce. BALANCE: Economic, Business, Management and Accounting Journal, 16(1). https://doi.org/10.30651/blc.v16i1.2452

riset pasar Populix

Baca juga: Behavior Konsumen Berbelanja, Pilih Online atau Offline?

Tags:
Artikel Terkait
10 Website Lowongan Kerja Terpercaya, Lamaran Anti “Digantung”!
Hampir setiap hari ada lowongan baru yang dipublikasikan. Namun, mendapatkan pekerjaan impian tentu tidak selalu mudah. Oleh karenanya, pastikan gunakan website lowongan kerja terpercaya dengan lowongan terverifikasi dan perusahaan yang aktif.  Dengan melamar melalui website terpercaya, peluang lamaran direspons bisa lebih besar.  Jika Anda sekarang sedang mencari posisi freelance, full-time, maupun part-time, coba lamarnya melalui […]
12 Ide Hampers Lebaran yang Unik, Cantik, dan Berkesan
Layaknya persiapan menyambut Ramadan, momen lebaran pun harus dipersiapkan juga dengan matang. Perayaan lebaran tidak akan lengkap tanpa berbagi parcel atau hampers. Oleh karena itu, ide hampers lebaran yang indah dan cantik berikut bisa menjadi rekomendasi tepat untuk bingkisan bagi keluarga Anda di Hari Raya Idulfitri. Untuk persiapan lebaran bersama keluarga, ide parcel lebaran di […]
Cara Membuat WhatsApp Bisnis, Mudah Tidak Sampai 5 Menit!
WhatsApp Business adalah salah satu platform layanan komunikasi bisnis yang diluncurkan khusus untuk membantu Anda terhubung dengan pihak lain. Nah, tapi apakah Anda sudah mengetahui bagaimana cara membuat WhatsApp Bisnis? WhatsApp Bisnis adalah salah satu terobosan baru yang dikeluarkan oleh aplikasi induknya yakni WhatsApp, untuk memudahkan Anda menjalankan usaha. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hal […]