Rasio Keuangan: Pengertian, Fungsi, Jenis, Rumus, Cara Hitung
Populix

Rasio Keuangan: Pengertian, Fungsi, Jenis, Rumus, Cara Hitung

3 bulan yang lalu 6 MENIT MEMBACA

Analisis rasio keuangan diperlukan bagi calon investor untuk menentukan seberapa banyak ia akan berinvestasi. Dalam arti lain, rasio keuangan adalah acuan yang digunakan untuk menghindari kesalahan pengambilan keputusan.

Berhati-hati dalam memutuskan kebijakan manajemen perusahaan merupakan sebuah hal yang penting, sebab ini berkaitan dengan berbagai kepentingan perusahaan. Kesalahan sedikit saja saat mengambil keputusan maka akan berakibat pada kerugian.

Untuk itu, memperhatikan contoh analisis rasio keuangan adalah suatu langkah yang bijak. Hal tersebut dikarenakan manajemen dapat memprediksi perkembangan perusahaan di masa depan, sehingga tahu langkah apa saja yang perlu dilakukan.

Pengertian rasio keuangan

Pengertian rasio keuangan adalah suatu metode analisis sebagai indikator perkembangan perusahaan. Rasio keuangan akan membantu mempermudah pihak manajemen perusahaan, investor, dan kreditur dalam menganalisis kinerja bisnis, mengetahui titik permasalahan, keuangan, kelemahan keuangan perusahaan, hingga pengambilan keputusan.

Inilah sebabnya banyak perusahaan menerapkan rasio sebagai dasar memutuskan kebijakan-kebijakan terhadap penyelamatan aset perusahaan.

Fungsi rasio keuangan

Pada dasarnya, analisis rasio keuangan memiliki peran cukup penting bagi perusahaan. Adapun fungsi rasio keuangan adalah:

1. Mengetahui optimalisasi keuangan

Adanya analisis rasio keuangan akan membantu perusahaan mengetahui optimalisasi keuangan. Termasuk di antaranya jika terjadi kecurangan dalam pelaporan keuangan maupun penggunaan uang yang tidak efisien.

2. Melihat efektivitas manajemen operasional

Pemanfaatan biaya dan efektivitas penggunaan keuangan untuk operasional merupakan bagian dari manajemen operasional. Mengacu pada rasio tersebut, maka dapat terlihat seberapa efektif kinerja manajemen operasional dalam penggunaan biaya kegiatan operasional.

3. Melihat optimalisasi penggunaan aktiva

Fungsi rasio keuangan yaitu dapat digunakan untuk melihat optimalisasi penggunaan aktiva. Pasalnya besaran aktiva perusahaan bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan manajemen untuk menentukan kebijakan.

4. Melihat tingkat kesehatan keuangan perusahaan

Dengan analisis rasio keuangan, maka bisa terlihat bagaimana tingkat kesehatan keuangan sebuah perusahaan, sehingga dapat dianalisa seberapa lama perusahaan mampu bertahan dan berkembang. Namun, kesehatan keuangan di sini bukan berarti selalu mendapat profit dari setiap bisnis, ya.

5. Sebagai acuan untuk menganalisis kemampuan perkembangan perusahaan

Pengembangan bisnis yang meliputi peluncuran produk baru, pendirian cabang, perluasan wilayah pemasaran, semuanya diperlukan analisis keuangan yang lebih mumpuni. Hal tersebut dilakukan supaya tidak terjadi kesalahan dalam mengambil keputusan.

Jenis-jenis rasio keuangan

Terdapat jenis-jenis rasio keuangan yang perlu Anda ketahui. Jenis tersebut di antaranya sebagai berikut.

1. Rasio laba (profitability ratio)

Rasio laba adalah metode untuk menganalisa seberapa besar kapasitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari aktivitas bisnisnya.

2. Rasio hutang jangka pendek (liquidity ratio)

Metode perhitungan untuk menganalisa kapasitas perusahaan dalam melunasi hutang jangka pendeknya merupakan definisi dari liquidity ratio. Semakin banyak hutang, maka perusahaan dikategorikan tidak sehat. Sebab hal ini berpotensi menimbulkan kebangkrutan.

3. Rasio hutang (solvency ratio)

Selain memerlukan analisa kapasitas perusahaan dalam melunasi jangka pendek, diperlukan pula metode untuk menganalisa kemampuannya melunasi hutang jangka panjang dan pendek. Ini sangat penting sebagai bahan pertimbangan investor ketika hendak menanamkan modalnya.

4. Rasio aktivitas (activity ratio)

Setiap perusahaan pasti memiliki aktiva yang bisa digunakan dalam proses produksi. Untuk itu, diperlukan adanya rasio aktivitas guna menganalisa kemampuan perusahaan dalam mengoptimalkan aktiva yang dimilikinya untuk menghasilkan keuntungan.

Baca juga: Mengenal Pentingnya Financial Planning & Cara Membuatnya

Cara menghitung rasio keuangan

Rumus rasio keuangan adalah perhitungan untuk mempermudah proses analisa dalam mengambil keputusan. Setiap jenis rasio memiliki perhitungannya sendiri-sendiri, berikut penjelasannya.

1. Rasio laba (profitability ratio)

a. Perhitungan rasio dengan pendekatan margin laba kotor

Rumus ini digunakan untuk membandingkan laba kotor dengan penjualan. Semakin besar rasio, semakin sehat keuangan dalam sebuah perusahaan.

Jadi, rumusnya adalah Persentase Laba Kotor = Laba kotor/penjualan

b. Perhitungan rasio dengan pendekatan margin laba operasional

Rumus ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar perbandingan rasio laba operasional perusahaan terhadap penjualan. Sehingga akan terlihat efektivitas penjualan terhadap laba operasional.

c. Perhitungan rasio dengan pendekatan laba bersih

Laba bersih adalah hasil penjualan yang sudah dipotong pajak. Untuk mengetahui rasio laba bersih terhadap penjualan, berikut rumusnya:

Persentase Laba Bersih = Laba bersih/penjualan

d. Perhitungan rasio dengan pendekatan ROA (Return On Asset)

Untuk mengukur sejauh mana aset perusahaan dapat digunakan untuk menghasilkan keuntungan, digunakanlah metode pendekatan ROA. Rumusnya adalah:

Persentase ROA = Laba bersih/total aset

e. Perhitungan rasio dengan pendekatan ROI (Return On Investment)

Ini digunakan untuk menganalisa kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba terhadap investasi yang dilakukan. Rumusnya yaitu:

Persentase ROI = Laba bersih/nilai investasi

2. Rasio hutang jangka pendek (liquidity ratio)

Rasio hutang jangka pendek dibagi menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

a. Rasio lancar

Kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban lancarnya dapat dihitung menggunakan rumus ini.

Rasio lancar = Aktiva lancar/hutang lancar

b. Rasio cepat

Ini digunakan untuk memprediksi dan menganalisa kemampuan perusahaan dalam melunasi total kewajibannya. Kewajiban tersebut meliputi jangka pendek maupun jangka panjang.

Rasio cepat = ((Aktiva lancar – Persediaan)/Hutang lancar) X 100%

c. Rasio kas

Digunakan untuk melihat perbandingan kas dan aktiva lancar dengan kewajiban lancar.

Rasio kas = ((Kas + Aktiva setara kas)/ Hutang lancar) X 100%

Aktiva setara kas adalah jenis aktiva yang bisa diuangkan dengan cepat.

3. Rasio hutang (solvency ratio)

Rasio hutang digunakan untuk melihat kemampuan perusahaan dalam melunasi semua hutangnya. Terdapat dua metode pendekatan, yaitu:

a. Rasio hutang melalui pendekatan aktiva

Rumus ini digunakan untuk menganalisa dana yang berasal dari hutang.

Rumus = (Total hutang/Total aktiva) x100%

Semakin kecil nilai persentase, maka keuangan yang semakin besar.

b. Rasio hutang melalui pendekatan modal

Rumus untuk menganalisa jumlah hutang dengan perbandingan modal. Dalam hal ini, sebaiknya besaran jumlah hutang tidak lebih dari nilai modal. Sehingga semakin kecil nilai persentase, maka menunjukan nilai keuangan yang sehat.

4. Rasio aktivitas (activity ratio)

a. Rumus rasio aktivitas dengan pendekatan perputaran piutang

Ini digunakan untuk menghitung jumlah piutang yang beredar. Nilai keuangan akan semakin baik jika jumlah piutang yang beredar semakin besar.

Perputaran Piutang = Total piutang/Rata-rata piutang

Dari rumus di atas dapat menunjukan posisi keuangan perusahaan yang sehat. Sebab piutang merupakan komponen penjualan yang berpeluang untuk menambah modal.

b. Rumus rasio aktivitas dengan pendekatan perputaran aktiva tetap

Rumus ini digunakan untuk mengetahui maksimum penjualan dengan menggunakan aktiva tetap. Analisa keuangan perusahaan akan semakin bagus jika nilai rasio makin besar.

Perputaran aktiva tetap = Penjualan/Aktiva tetap

c. Rumus rasio aktivitas dengan metode persediaan

Digunakan untuk menghitung penjualan dengan pendekatan persediaan. Semakin tinggi nilai rasio, maka semakin baik pula pengelolaan persediaan.

Perputaran persediaan = Harga pokok penjualan/Persediaan

d. Rumus rasio aktivitas dengan metode perputaran total aktiva

Digunakan untuk melihat perbandingan penjualan dengan total aktiva yang dimiliki perusahaan. Total aktiva adalah aktiva lancar dan aktiva tetap atau keseluruhan milik perusahaan.

Siklus total aktiva = Penjualan/Total aktiva

Itulah penjelasan seputar rasio keuangan beserta cara menghitungnya. Rasio keuangan adalah unsur penting yang perlu dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan. Oleh karena itu, para pelaku bisnis maupun calon investor sebaiknya memahaminya dengan baik. Jangan berhenti di sini, yuk simak artikel bermanfaat lainnya melalui blog Populix!

Baca juga: Fungsi Manajemen Keuangan Prospeknya untuk Perusahaan

Artikel Terkait
Apa itu Subjek Penelitian? Pengertian, Macam dan Contohnya
Salah satu bagian penting dalam laporan penelitian, penulisan karya tulis ilmiah seperti skripsi mahasiswa tingkat akhir dan makalah adalah subjek penelitian. Pengertian subjek penelitian adalah fenomena, benda maupun orang yang dapat memberikan data dan informasi kepada peneliti. Informasi ini berguna untuk menjawab rumusan masalah dengan runtut dan menyeluruh. Lalu, apa saja macam-macam subjek penelitian dan […]
Wawancara Adalah: Pengertian, Jenis, Fungsi, Tahap, dan Tips
Anda pasti sudah tidak asing dengan wawancara bukan? Ya, wawancara adalah salah satu teknik pengumpulan data yang umum digunakan baik untuk kegiatan akademis hingga dunia kerja. Nah, pada artikel ini Populix telah merangkum informasi lengkap seputar wawancara mulai dari pengertian, tujuan, bentuk, hingga tipsnya. Simak pembahasannya sampai selesai ya! Check it out! Pengertian Wawancara Wawancara […]
Trial Balance, Pengertian, Fungsi, Metode dan Contohnya
Trial balance adalah sebuah tools yang digunakan untuk memeriksa apakah manajemen keuangan mengenai transaksi kredit dan debit dalam buku besar sudah benar. Apabila ditemukan kesalahan, maka trial balance atau neraca percobaan akan membantu mendeteksinya. Neraca percobaan berisikan setiap saldo perkiraan yang ada di buku besar. Nah, bagi Anda yang ingin mengetahui bagaimana cara membuat trial […]