Pengertian Sociopreneur, Unsur, dan Contohnya di Indonesia
Populix

Pengertian Sociopreneur, Unsur, dan Contohnya di Indonesia

2 bulan yang lalu 7 MENIT MEMBACA

Social entrepreneur atau sering disebut dengan sociopreneur adalah istilah bagi seseorang yang memiliki visi dan misi untuk menjadi agen perubahan.

Inovasi yang dilakukan oleh pelaku sociopreneur ini banyak memberikan dampak positif pada pembangunan sistem ekonomi masyarakat.

Di Indonesia, pertumbuhan sociopreneur juga terus mengalami peningkatan hingga mencapai 340.000 bisnis.

Nah, untuk memahami lebih banyak terkait pengertian sociopreneur dan contohnya, simak ulasan berikut ya!

Apa Itu Sociopreneur?

Sesuai dengan istilahnya, sociopreneur adalah gabungan dari kata social dan enterpreneur yang berarti menyatukan konsep bisnis dengan isu sosial di masyarakat. 

Sociopreneur adalah seseorang yang menjalankan bisnis dengan tujuan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Mereka yang bergerak di sektor ini harus berani mengambil risiko dan berusaha lebih keras untuk memberikan dampak positif melalui berbagai inisiatif yang dilakukan.

Jika pada umumnya seorang entrepreneur memiliki tujuan untuk mengejar keuntungan sebanyak-banyaknya, maka sociopreneur berbeda. 

Hal inilah yang menjadi perbedaan sociopreneur dan entrepreneur paling menonjol. 

Sociopreneur adalah bisnis yang lebih menekankan pada unsur isu sosial daripada mencari profit. Tapi, bukan berarti mereka akan mengabaikan hal tersebut. 

Kegiatan yang dilakukan tetap mampu menghasilkan profit, namun keuntungan tersebut lebih banyak digunakan untuk membuat aksi positif. 

Indikator kesuksesan seorang sociopreneur adalah saat bisnis mereka mampu memberikan dampak yang sangat positif untuk masyarakat.

Saat ini sudah ada berbagai bidang sociopreneur yang sukses memberikan manfaat bagi masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, industri kreatif, hingga kemanusiaan.

Selain itu, hasil penelitian Komisi Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-bangsa (UN-ESCAP) bersama British Council juga menyatakan bahwa di Indonesia terdapat tiga bidang sociopreneur yang banyak diminati, yaitu industri kreatif sebesar 22%, agrikultur dan perikanan 16%, serta pendidikan 15%.

Baca juga: 15 Contoh Produk Kreatif dan Inovatif untuk Memulai Bisnis 

Karakter Bisnis Sociopreneur

Sociopreneur adalah seseorang yang memiliki beberapa karakter untuk mewujudkan tujuan dari bisnis tersebut. 

Berikut beberapa karakter dan unsur sociopreneur yang harus dimiliki oleh para pelakunya.

1. Berfokus pada Isu Sosial

Tujuan atau hasil yang ingin dicapai oleh seorang sociopreneur adalah bisa membantu permasalahan sosial di masyarakat. 

Maka, sebelum membangun bisnis sociopreneur harus menentukan visi dan misi sosial yang akan dijalankan.

Misalnya, bisnis sosial Anda berfokus untuk membantu pelaku UMKM agar penjualannya bisa meningkat dan distribusinya mencapai ke luar daerah. 

2. Orientasi Skala Dampak yang Besar

Setelah berhasil menentukan tujuan dari bisnis, sociopreneurship juga harus memiliki target skala dampak yang ingin dicapai. 

Misalnya, akan lebih baik saat menjalankan bisnis sosial yang bisa membantu industri kecil di berbagai daerah, bukan hanya satu wilayah saja. 

Sehingga dampak yang dirasakan akan lebih besar dan keuntungannya pun akan semakin meningkat. 

3. Memiliki Empati Sosial yang Tinggi

Tujuan dari bisnis sociopreneur adalah untuk membantu permasalahan di masyarakat sehingga sangat dibutuhkan sikap peduli yang tinggi.

Seseorang dengan jiwa sosial tinggi tentu tidak akan segan terjun langsung untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan agar taraf hidupnya menjadi lebih baik.

Maka dari itu, seorang sociopreneur dituntut untuk peka dan mampu mengidentifikasi suatu masalah di lingkungan dan mencari jalan keluar.

Baca juga: 12 Ide Bisnis Startup Paling Menarik, Ini Tips Memulainya! 

4. Mampu Berinovasi

Sebagai sociopreneur, Anda akan dituntut untuk terus berinovasi agar dapat mencari jalan keluar dan menyelesaikan berbagai permasalahan di masyarakat. 

5. Terbuka dengan Masukan

Seorang sociopreneur harus bisa menerima masukan yang diberikan oleh berbagai kalangan dengan baik.

Menjalankan bisnis sosial akan melibatkan dan memberikan manfaat kepada banyak orang, sehingga pendapat orang lain tentu sangat diperlukan.

Dengan demikian, mereka bisa menjalankan bisnis dengan lebih baik dan membawa dampak yang luas.

Contoh Bisnis Sociopreneur di Indonesia

Setelah mengetahui pengertian sociopreneur dan karakter bisnisnya, Anda mungkin bertanya-tanya bisnis seperti apa yang termasuk dalam sociopreneurship.

Nah, berikut beberapa contoh sociopreneur di Indonesia, yaitu:

1. Waste4Change

Waste4change adalah contoh sociopreneur di Indonesia yang berfokus pada permasalahan sampah. 

Seperti yang diketahui, sampah hingga saat ini masih menjadi masalah serius di negara Indonesia. 

Maka dari itu, bisnis ini bertujuan untuk mengelola sampah secara benar sehingga jumlah yang dibuang di TPA bisa berkurang. 

Sampah-sampah tersebut dikelola oleh Waste4Change untuk menjadi bahan yang bisa digunakan dan memiliki nilai.

Baca juga: Tips Memulai Bisnis Hotel, Potensi Menjanjikan di Pariwisata 

2. Kitabisa.com

Bisnis sociopreneur yang satu ini pasti sudah cukup familiar di Indonesia, bahkan mungkin sebagian dari Anda pernah melakukan donasi melalui platform tersebut.

Yup, kitabisa.com adalah platform pendanaan dengan sistem crowdfunding bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dana tersebut diperoleh dari orang-orang yang menyumbang secara sukarela melalui campaign di platform kitabisa. 

Penyaluran dana tersebut bisa digunakan untuk berbagai hal, seperti kesehatan, pembangunan tempat ibadah, pendidikan, korban bencana, dan masih banyak lagi.

3. Du Anyam

Du Anyam adalah bisnis sociopreneur yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan kesehatan gizi buruk pada ibu dan anak-anak di NTT.

Du Anyam didirikan untuk menampung keahlian dan memberikan pelatihan bagi ibu-ibu di NTT dalam membuat kerajinan tangan anyaman. 

Produk anyaman yang dibuat nantinya akan dipasarkan dan keuntungannya diberikan kepada ibu-ibu di NTT.

4. WeCare.id

Contoh sociopreneur selanjutnya adalah wecare.id yang bergerak untuk menyediakan fasilitas kesehatan secara merata di masyarakat.

Mereka akan melakukan penggalangan dana untuk membantu pasien yang kesulitan dalam memenuhi dana pengobatan. 

Adapun syarat untuk pasien yang ingin mendapatkan bantuan adalah bukan menjadi peserta BPJS kesehatan atau asuransi lainnya.

Donatur bisa memberikan sumbangan secara sukarela untuk pasien pilihannya melalui website wecare.id.

Baca juga: 11 Ide Usaha Rumahan Modal 50 Ribu, Dijamin Laris Manis! 

Tokoh Sociopreneur Indonesia

Sociopreneur adalah salah satu bisnis di Indonesia mengalami pertumbuhan secara signifikan setiap tahunnya, bahkan pada tahun 2019 bisnis ini mayoritas dijalankan oleh perempuan dan generasi muda.

Berikut beberapa tokoh sociopreneur Indonesia yang telah memberikan banyak dampak di masyarakat melalui bisnisnya.

1. Dea Valencia

Dea Valencia adalah pendiri Batik Kultur dan memanfaatkan tenaga kerja para difabel dalam proses produksinya. 

Skala dampak yang dijangkau oleh Batik Kultur pun sangat luas, bahkan memiliki target pasar di mancanegara.

2. Gamal Albinsaid

Gamal adalah sociopreneur dan pendiri klinik Asuransi Sampah untuk membantu masyarakat yang bertujuan membantu masyarakat kekurangan fasilitas kesehatan.

Mereka hanya perlu mengumpulkan sampah untuk memperoleh bantuan berupa dana untuk biaya kesehatan.

3. Theo Zaenuri

Theo Zaenuri merupakan pendiri Sahawood yang merupakan penghasil kacamata dan hiasan dari kayu di Malang.

Tujuan utama dari Sahawood ini adalah untuk memberdayakan mantan narapidana yang mengalami kesulitan untuk mencari pekerjaan.

Pembuatan hiasan kayu itu sendiri dilakukan dengan teknik kriya yang membutuhkan ketelitian khusus dan tidak bisa digantikan oleh mesin.

Baca juga: 15 Contoh Iklan Penawaran yang Menarik, Ini Tips Membuatnya! 

Tips Menjadi Sociopreneur

Jika Anda ingin memulai bisnis sociopreneur, berikut ada beberapa tips yang bisa dilakukan.

1. Pahami Isu Sosial yang Dipilih

Sociopreneur adalah seseorang yang peka terhadap isu masyarakat. Sehingga, agar bisnis tersebut dapat berjalan dengan baik dan berdampak, maka penting untuk memahaminya secara mendalam.

Anda harus menentukan tujuan bisnis secara spesifik dan cari berbagai alternatif yang berhubungan dengan hal tersebut.

2. Melakukan Riset

Riset dalam bisnis sociopreneur adalah untuk menentukan apakah jenis usaha dan isu yang dipilih telah sesuai.

Selain itu, Anda juga perlu mencari bisnis, organisasi, atau asosiasi lain yang mungkin bisa diajak untuk bekerjasama.

3. Manfaatkan Media Digital

Sebagian besar bisnis saat ini telah memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan serta melakukan strategi pemasaran. 

Dengan memperkenalkan brand Anda secara online, maka kedekatan dengan konsumen pun akan semakin terasa dan lebih mudah untuk menumbuhkan kepercayaan mereka. 

4. Menjalankan Bisnis Secara Transparan

Sociopreneur adalah bisnis yang berfokus pada isu sosial, sehingga setiap pemasukan, perkembangan usaha atau hal lainnya harus dilaporkan secara transparan.

Hal ini sangat diperlukan untuk menghindari adanya krisis kepercayaan dari berbagai pihak yang bekerjasama dan konsumen.

Sebelum menjalankan bisnis, Anda tentunya harus memiliki pendanaan yang cukup dan telah menyeimbangkan profit serta dampaknya untuk masyarakat.

Itu dia penjelasan terkait apa itu sociopreneur, berserta karakter, contoh, dan tips untuk menjalankannya. 

Sociopreneur adalah bisnis yang mengutamakan kesejahteraan masyarakat, sehingga tidak semua orang dapat menjalankan secara tepat. 

Namun, tidak menutup kemungkinan jika Anda ingin memulai bisnis ini. Kapan lagi bisa mendapat profit dan membantu banyak orang, kan?

Semoga informasi yang diberikan bisa membantu! Temukan artikel seputar tips pengembangan bisnis lainnya hanya di Populix.

Baca juga: 12 Contoh Campaign Produk yang Unik & Menarik untuk Bisnis 

Tags:
Artikel Terkait
Panduan Marketing Plan: Cara Membuat, Contoh, Ciri untuk Bisnis
Sebagai pebisnis yang cerdas, mempersiapkan segala rencana perusahaan secara matang adalah hal wajib. Salah satu contohnya adalah dengan menyusun marketing plan atau rencana pemasaran. Umumnya, rancangan ini disusun oleh tim pemasaran produk. Rencana pemasaran sendiri berisikan beberapa poin, salah satunya adalah tindakan apa yang dipilih perusahaan untuk mendapatkan target pasar. Dengan begitu, goals yang ingin […]
Apa Itu Brand? Pengertian, Fungsi & Pentingnya bagi Bisnis
Brand adalah istilah yang kerap muncul di benak kita sebagai konsumen ketika membeli produk.  Seiring dengan perkembangan ilmu branding, pengertian brand sendiri semakin subjektif. Istilah yang sebenarnya menjadi cukup sulit untuk digambarkan karena banyak muncul persepsi baru.  Akan tetapi, brand sendiri ada istilah untuk hal yang sangat besar. Yuk, simak penjelasan mengenai apa itu brand, […]
Teknik Pengumpulan Data Kualitatif & Kuantitatif yang Tepat
Teknik pengumpulan data adalah bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan penelitian, baik penelitian dengan data kualitatif maupun kuantitatif. Yup, sebelum menyimpulkan sesuatu, peneliti harus mengumpulkan data di lapangan terlebih dahulu. Namun, ada banyak teknik pengumpulan data sehingga peneliti harus paham metode mana yang cocok untuk risetnya. Nah, berikut ini akan dijelaskan seputar macam-macam teknik pengumpulan […]