Survei Populix Ungkap Desain Minimalis dan Personalisasi AI Menjadi Tren UI/UX di Masa Kini 
Populix

Survei Populix Ungkap Desain Minimalis dan Personalisasi AI Menjadi Tren UI/UX di Masa Kini 

8 bulan yang lalu 5 MENIT MEMBACA

Jakarta, 25 September 2023 – Di era digital saat ini, smartphone telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, di tahun 2022, sebanyak 89% penduduk Indonesia telah menggunakan smartphone. Bahkan, survei Populix pada bulan Agustus 2023 juga mengungkap bahwa 33% responden menyatakan memiliki lebih dari satu smartphone dan lebih dari setengah responden memiliki 10 hingga 20 aplikasi seluler untuk memenuhi berbagai tujuan dan aktivitas digital mereka.

Temuan tersebut diulas secara lebih detail dalam laporan Populix bertajuk “Unlocking Insights and Trends in the UI/UX Landscape” yang mempelajari bagaimana User Interface dan User Experience (UI/UX) aplikasi seluler memengaruhi pengalaman pengguna di smartphone. Dari laporan survei tersebut, ditemukan bahwa UI/UX berperan penting dalam mempertahankan pengguna untuk terus menggunakan aplikasi, bahkan menjadi pengguna loyal.

“Pesatnya perkembangan teknologi dan dunia digital saat ini tentunya membawa peluang sekaligus tantangan bagi para pengembang aplikasi. Survei Populix mengungkap bahwa 74% responden secara umum merasa puas dengan pengalaman mereka di aplikasi-aplikasi seluler yang dimiliki, dan pengalaman pengguna ini berkaitan erat dengan fungsionalitas aplikasi dan desain UI/UX yang mereka miliki.

Hal tersebut memperlihatkan pentingnya para pengembang aplikasi untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan dan preferensi pengalaman digital pengguna. Oleh karena itu, melalui survei ini kami ingin mendukung mereka untuk terus menciptakan aplikasi seluler yang menarik dan membangun pengalaman digital yang relevan dengan pengguna,” ujar Jonathan Benhi, Co-Founder dan CTO, Populix

Peran UI/UX terhadap Loyalitas Pengguna

Laporan survei memperlihatkan bahwa User Interface dan User Experience (UI/UX) memegang peran penting dalam meretensi pengguna. Sebanyak 69% responden mengatakan bahwa UI/UX memengaruhi keputusan mereka untuk terus menggunakan sebuah aplikasi atau menghapusnya. Bahkan, 73% responden memutuskan untuk loyal terhadap sebuah aplikasi berdasarkan UI/UX yang dimilikinya.

Sebagian responden juga menyatakan bahwa mereka akan merekomendasikan aplikasi seluler yang memiliki UI/UX yang menarik. Secara lebih detail, 38% responden mengatakan selalu merekomendasikan UI/UX yang bagus, dan 57% mengatakan terkadang merekomendasikan aplikasi yang memiliki UI/UX yang bagus.

tren ui/ux

Selain itu, ada beberapa tren UI/UX yang dilihat tengah berkembang saat ini. Tren-tren tersebut meliputi desain UI/UX yang minimalis dan clean (59%), menggunakan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mempersonalisasi aplikasi (53%), peningkatan aksesibilitas dan inklusivitas (52%), integrasi dengan mode gelap (46%), serta animasi yang lebih interaktif (42%).

tren ui/ux

Penggunaan Aplikasi Seluler

Di sisi lain, survei Populix juga mengulas tentang penggunaan aplikasi seluler secara umum. Sebanyak 55% responden mengatakan bahwa mereka memiliki 10 hingga 20 aplikasi seluler yang terdiri dari media sosial, perpesanan instan (instant messaging), hiburan, e-commerce, dan navigasi. Di antara aplikasi-aplikasi tersebut, media sosial unggul sebagai aplikasi yang paling sering digunakan oleh 78% responden, diikuti dengan e-commerce (39%) dan perpesanan instan (38%). 

Mayoritas responden (69%), terutama di kalangan perempuan dan generasi Z, memilih untuk menggunakan aplikasi seluler gratis. Sementara itu, 25% responden mengatakan bahwa mereka menggunakan baik aplikasi seluler yang tersedia secara gratis maupun berbayar, terutama responden milenial dan mereka yang berdomisili di Sumatra. 

Dalam memilih dan mencoba sebuah aplikasi seluler, responden memutuskan untuk meng-install aplikasi karena rasa penasaran mereka. Namun, keputusan untuk terus menggunakan atau menghapus sebuah aplikasi didominasi oleh pertimbangan terkait relevansi dan fungsi aplikasi tersebut terhadap kebutuhan mereka. 

Sebanyak 57% responden mengatakan bahwa mereka menghapus aplikasi karena jarang digunakan, 39% responden menghapus aplikasi untuk menambahkan memori di smartphone mereka, 3% responden menghapus aplikasi karena masa percobaan gratisnya telah habis, dan hanya 1% yang mengatakan tidak pernah menghapus aplikasi apapun dari smartphone mereka. 

Selain menghapus aplikasi, survei juga menunjukkan bahwa 85% responden pernah mengganti aplikasi yang mereka gunakan dengan aplikasi serupa lainnya karena memiliki fitur yang lebih lengkap (73%), memiliki performa dan kecepatan yang lebih baik (67%), memiliki desain UI/UX yang lebih menarik (43%), direkomendasikan oleh teman atau keluarga (29%), dan memiliki harga atau biaya langganan yang lebih terjangkau (22%).

Untuk mengunduh laporan lengkap “Unlocking Insights and Trends in the UI/UX Landscape” silakan mengunjungi tautan berikut ini

###

Metodologi Survei: 

  • Penelitian dilakukan pada tanggal 9-14 Agustus 2023.
  • Survei dilakukan secara online terhadap total 1.096 responden, laki-laki dan perempuan berusia 17-55 tahun di Indonesia.
  • Durasi pengerjaan survei sekitar 15 menit. 
  • Pertanyaan survei dikemas dalam bentuk kuesioner dengan format pilihan ganda tunggal, pilihan ganda kompleks dan skala likert

Tentang Populix 

Populix adalah sebuah perusahaan riset yang menghubungkan bisnis, institusi, dan individu dengan responden berkualitas, beragam, dan tepat sasaran di seluruh Indonesia. Mulai dari penelitian kompleks seperti brand research dan market overview, hingga survei singkat, Populix memanfaatkan kekuatan teknologi untuk mendukung penelitian dan pengumpulan data komprehensif sebagai acuan bagi para klien dan mitra dalam mengambil keputusan dan perencanaan yang lebih tepat dan berbasis data.

Memulai debutnya pada tahun 2018, Populix merupakan salah satu dari 7 startup yang berpartisipasi dalam GnB Accelerator dan dinobatkan sebagai salah satu dari lima startup inovatif asal Indonesia. Di tahun 2020, Co-Founder Populix, Eileen Kamtawijoyo, masuk dalam Forbes 30 Under 30 untuk kategori Enterprise Technology. Pada tahun yang sama, Populix juga berhasil masuk trending dan menduduki ranking #3 kategori aplikasi gaya hidup di Google Play Store (Indonesia). Selanjutnya, tahun 2021, Populix masuk dalam Top 50 Rising Startups di Indonesia versi Tech in Asia, serta diakui sebagai salah satu Top 100 Companies To Watch oleh Forbes Asia. Tahun 2022, Populix mendapatkan pendanaan Seri-A senilai US$ 7,7 juta atau setara dengan Rp 114 Miliar Intudo Ventures dan Acrew Capital, dengan partisipasi dari Altos Ventures dan Quest Ventures. 

Dengan misi untuk memberikan wadah bagi opini setiap orang dan mendorong keputusan berbasis data, Populix berkomitmen dalam menghubungkan klien dan mitra dengan lebih dari 400.000 responden berkualitas yang tersebar di 300+ kota dan kabupaten di Indonesia termasuk Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Makassar, Bali, hingga Sorong. Hingga saat ini, Populix telah membantu klien dari berbagai industri dan skala, mulai dari perusahaan yang terdaftar di Fortune Global 500, pemerintah, perusahaan lokal, UMKM, hingga akademisi dan individu.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:

Patricia SaputraPR & Branding Manager0812 9106 8322patricia.s@populix.co Admin support Populix0812 2175 5951support@populix.coinfo.populix.co 
riset pasar Populix for Enterprise

Artikel Terkait
Survei Populix: E-commerce Masih Jadi Pilihan untuk Belanja Produk Elektronik, Rumah Tangga, dan Kesehatan
Kini Mendominasi, Kenali 3 Faktor Pengaruh Perilaku Belanja Online Generasi Z

Artikel Terkait
Begini Kebiasaan Generasi Z Indonesia Belanja Pakaian di E-Commerce
Lahir dan tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang pesat menjadikan generasi Z terbiasa dengan berbagai alat canggih di kesehariannya. Keberadaan internet nampaknya sudah menjadi gaya hidup bagi Generasi yang lahir antara tahun 1996 sampai 2010 ini. Berkat kecanggihan teknologi informasi pula, generasi Z telah terbiasa untuk memenuhi kebutuhannya lewat bantuan internet. Online shopping jadi salah […]
Cross Selling: Pengertian, Penerapan & Bedanya dari Up Selling
Tahukah Anda apa itu cross selling? Cross selling adalah salah satu teknik dan strategi pemasaran jitu. Cross selling umumnya diaplikasikan dalam situs penjualan online dengan mempelajari algoritma kebutuhan konsumen. Sederhananya, cross selling adalah teknik memikat konsumen agar membeli produk tambahan yang sesuai dengan barang kebutuhan awal mereka. Untuk mengetahui apa itu cross selling dan contohnya […]
10 Cara Membuka Bimbel di Rumah, Begini Langkah dan Tipsnya!
Mencoba bisnis rumahan dengan cara membuka bimbel di rumah mungkin dapat menjadi peluang usaha yang patut dicoba. Pasalnya, bisnis bimbel atau bimbingan belajar ini memiliki target pasar yang cukup luas. Anda bisa menarget pelajar dari tingkat TK, SD, bahkan hingga mahasiswa. Dengan demikian, keuntungan yang diraup pun juga tidak sedikit. Lantas, bagaimana cara membuka bimbel […]
Populix
04 Nov 2022