Data Kuantitatif: Pengertian, Jenis, dan Contohnya
Populix

Data Kuantitatif: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

2 tahun yang lalu 5 MENIT MEMBACA

Teknik analisis data kuantitatif adalah sebuah metode penelitian yang menggunakan pengukuran atau measurement. Jenis metode ini merupakan konsep tradisional dan sudah sering dipakai untuk berbagai penelitian sosial. 

Dengan kata lain, data kuantitatif adalah sebuah kumpulan yang bisa diukur dan dihitung sebagai variabel angka secara langsung. Nantinya, di akhir kesimpulan akan ditampilkan dengan grafik, gambar, dan tabel. Ingin tahu lebih lengkapnya? Yuk, simak artikel ini!

Apa Itu Data Kuantitatif?

data kuantitatif adalah
Source: Freepik

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Kemdikbud, penelitian adalah kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum.

Sedangkan arti dari kuantitatif sendiri yaitu berdasarkan jumlah atau banyaknya. Maka bisa disimpulkan bahwa pengertian data kuantitatif adalah informasi yang didapatkan dari hasil penelitian bersifat terstruktur atau berpola dari suatu riset sehingga dapat dibaca lebih mudah oleh peneliti. 

Selain itu, data kuantitatif adalah jenis penelitian yang menyajikan informasi dalam bentuk angka atau data kualitatif diubah menjadi skoring (baik sekali = 4, baik = 3, kurang baik =2 dan tidak baik = 1).

Baca juga: Statistik: Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Jenisnya

Jenis Data Kuantitatif

Dalam praktiknya, data kuantitatif dibagi menjadi dua jenis. Adapun jenis data kuantitatif adalah sebagai berikut:

1. Data Diskrit atau Nominal

Data diskrit merupakan data yang hanya bisa digolongkan secara terpisah atau dibentuk dalam kategori-kategori.

Secara umum, untuk mendapatkan hasil dari data ini harus dilakukan dengan penghitungan, misalnya dalam suatu kelas setelah dihitung terdapat 50 mahasiswa, terdiri atas 30 pria dan 20 wanita.

Dalam suatu kelompok terdapat 100 orang suku Batak dan 50 suku Jawa dan lain-lain. 

2. Data Kontinum

Selanjutnya, jenis data kuantitatif adalah kontinum.

Data ini merupakan kumpulan informasi yang bervariasi dan didasarkan oleh tingkatan serta didapatkan dari hasil pengukuran.

Secara umum, kontinum dibagi lagi menjadi data ordinal, interval, dan ratio.

Baca juga: Manova: Pengertian, Analisis, dan Contohnya

Contoh Data Kuantitatif

apa itu data kuantitatif
Source: Freepik

Data kuantitatif adalah jenis penelitian yang bisa diukur atau dihitung secara langsung sebagai angka. Adapun contoh data kuantitatif adalah sebagai berikut:

  • Dalam kelas matematika di semester 1, hanya 50 orang yang mendapatkan nilai 90. Hal ini menunjukkan jumlah siswa yang konkrit, kelas jelas, serta angka (nilai) transparan. Metode yang digunakan yaitu survei.
  • Tinggi rata-rata siswa kelas 10 SMA Jakarta adalah 170 cm. Contoh dari data kuantitatif ini memuat informasi tentang ukuran tinggi badan siswa rata-rata yaitu 170 cm.
  • Dikarenakan tinggi badan 10 orang pendaftar tes Calon Taruna kurang dari 160 cm, maka mereka tidak diterima. Hal ini menggunakan metode eksperimen yang menjelaskan hubungan sebab akibat antara satu variabel (tinggi badan) dengan variabel lainnya (tidak terima tes). 

Metode Pengumpulan Data Kuantitatif

Dalam sebuah penelitian, pengumpulan data menjadi tahapan penting dan tak boleh dilewatkan. Oleh karena itu, sangat penting bagi peneliti untuk mengetahui jenis penelitian apa yang akan dilakukan. 

Misalnya, seorang peneliti akan mengambil jenis penelitian data kuantitatif, maka mereka harus mengetahui teknik pengumpulannya agar selanjutnya bisa diolah menjadi data dan dapat diinterpretasi.

Adapun teknik pengumpulan data kuantitatif adalah sebagai berikut:

1. Kuesioner

Pertama, teknik pengumpulan data kuantitatif adalah dengan menyebarkan kuesioner. Biasanya, peneliti akan menuliskan beberapa pertanyaan yang nantinya akan diberikan ke responden guna mendapatkan informasi. 

Perlu diketahui bahwa semakin banyak jumlah responden yang terlibat, maka akan makin bagus juga untuk mendapatkan informasinya. Sehingga nantinya juga akan berpengaruh terhadap hasil analisis penelitian tersebut.

2. Wawancara

Teknik pengumpulan dari penelitian data kuantitatif adalah wawancara. Secara umum, proses wawancara atau interview ini dibagi menjadi dua jenis dalam pelaksanaannya, yaitu terstruktur dan tidak terstruktur.

Dalam wawancara terstruktur biasanya peneliti akan menggunakan sebuah pedoman pada pertanyaannya. Sementara itu, wawancara tidak terstruktur dilakukan secara bebas alias tanpa menggunakan pedoman.

3. Observasi

Selanjutnya, teknik pengumpulan data kuantitatif adalah observasi. Metode ini dilakukan dengan cara mengamati fenomena atau gejala pada suatu komunitas tertentu yang menjadi objek penelitian. Observasi umumnya dibagi ke dalam dua bagian yakni participant dan non participant.

Baca juga: Data Primer: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya

Analisis Data Kuantitatif

analisis data kuantitatif
Source: Freepik

Analisis data kuantitatif adalah tahapan penting dalam pengolahan data. Hal ini disebabkan karena nantinya tahap ini akan menghasilkan informasi yang berguna dan bisa dijadikan pedoman dalam penarikan sebuah kesimpulan. Adapun teknik analisis data kuantitatif adalah sebagai berikut:

  • Analisis deskriptif, metode yang digunakan untuk menyajikan data secara deskriptif dan biasanya menggunakan teknik statistik, seperti mean, median, skewness, simpangan baku, dan varians.
  • Analisis inferensial, metode yang menggunakan rumus tertentu dan hasil dari perhitungannya akan menjadi dasar untuk pengambilan kesimpulan. Teknik statistik yang biasanya digunakan yaitu uji-T, ANOVA, korelasi, dan regresi.
  • Univariat, teknik ini bisa diterapkan saat melakukan penelitian yang mengandung satu variabel.
  • Bivariat, teknik ini bisa digunakan untuk melihat hubungan pada dua variabel yakni dependen dan independen.
  • Multivariat, biasanya mirip dengan bivariat namun dengan variabel yang dianalisis dari dua yang mana variabel independen memiliki sub-subnya. Adapun tekniknya dengan analisis faktor, diskriminan, konikal, MANOVA, dan MANCOVA.
  • Multivariat Gen-2, ada beberapa pilihan yaitu LISREL (Linear Structural Relationship), PLS (Partial Least Square), dan AMOS (Analysis of Moment Structure).

***

Itu tadi penjelasan singkat mengenai data kuantitatif. Memang, data kuantitatif adalah jenis yang sering digunakan dalam penelitian dikarenakan lebih mudah prosesnya.

Dengan kemajuan teknologi survei online seperti PopSurvey by Populix (sebelumnya Poplite) pun membuat pengumpulan data kuantitatif menjadi lebih efisien dan akurat daripada sebelumnya.

Jika Anda ingin memaksimalkan potensi bisnis atau proyek Anda dengan data kuantitatif yang kuat, jangan ragu untuk menjelajahi layanan PopSurvey by Populix (sebelumnya Poplite).

PopSurvey by Populix (sebelumnya Poplite) membantu mengumpulkan wawasan berharga yang dapat membantu Anda mengambil keputusan yang lebih tepat dan berhasil.

Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk meningkatkan strategi Anda dengan data kuantitatif yang handal melalui PopSurvey by Populix (sebelumnya Poplite)!

PopSurvey Populix platform survei online

Baca juga: T Test: Pengertian, Manfaat, Contoh dalam Penelitian

Artikel Terkait
Triangulasi: Definisi, Jenis, Contoh dalam Penelitian
Istilah triangulasi sering berkaitan erat dengan penelitian ataupun data. Dalam penelitian, triangulasi adalah pendekatan yang digunakan untuk memperkuat validitas dan reliabilitas hasil penelitian dengan menggabungkan metode, sumber data, atau perspektif. Selain itu, triangulasi pun dapat membantu mencegah bias konfirmasi, yaitu kesalahan yang terjadi ketika orang secara tidak sadar memberikan bukti atas pendapat yang sudah mereka […]
9 Cara Daftar Kuliah S2 Program Magister di Indonesia
Gelar S2 tidak hanya memberikan pemahaman akademik lebih mendalam, tetapi juga membuka peluang karier yang lebih luas. Namun, proses daftar kuliah S2 memerlukan persiapan yang matang agar semua tahapan bisa dilalui dengan lancar. Setiap universitas memiliki kebijakan dan persyaratan berbeda dalam penerimaan mahasiswa jenjang magister. Mulai dari pemilihan program studi, kelengkapan dokumen, hingga ujian seleksi, […]
Markov Chain Monte Carlo (MCMC): Definisi serta Kelebihannya
Markov Chain Monte Carlo (MCMC) adalah salah satu pendekatan yang digunakan peneliti dalam proses penelitian. Mengutip laman Research Connections, MCMC digunakan untuk memperkirakan sifat-sifat suatu distribusi dengan memeriksa sampel acak dari distribusi tersebut. Peneliti yang menggunakan pendekatan Monte Carlo mengambil sejumlah besar sampel acak dari distribusi normal, dan menghitung mean sampel dari sampel tersebut. Sampel […]