Bootstrapping: Definisi serta Peran dalam Penelitian
Populix

Bootstrapping: Definisi serta Peran dalam Penelitian

3 tahun yang lalu 2 MENIT MEMBACA

Apakah Anda tahu apa itu bootstrapping? Melansir laman Research Connections, bootstrapping adalah metode populer untuk mengestimasi varians dalam survei, terdiri dari subsampling dari sampel awal.

Hal itu menciptakan sampel baru (atau pengulangan) dalam jumlah terbatas. Estimasi parameter yang sama kemudian dihitung untuk setiap subsampel.

Varians dari parameter yang diestimasi kemudian sama dengan varians dari estimasi dari subsampel tersebut.

Apa Itu Bootstrapping?

bootstrapping adalah
Source: Freepik

Bootstapping adalah pengambilan sampel dengan penggantian data observasi untuk memperkirakan variabilitas dalam statistik yang diinginkan.

Mengutip situs Statistics, penerapan umum boostrap adalah untuk menilai keakuratan perkiraan berdasarkan sampel data dari populasi yang lebih besar.

Bootstapping kerap dipakai ketika data yang tersedia terbatas atau ketika asumsi distribusi data tidak terpenuhi. Metode ini memungkinkan analis untuk mengukur ketidakpastian dengan lebih baik dan membuat perkiraan yang lebih akurat.

Baca juga: Wawancara Adalah: Pengertian, Jenis, Fungsi, Tahap, dan Tips

Peran Bootstrapping dalam Proses Penelitian

apa itu bootstrapping
Source: Freepik

Bootstrapping memiliki beragam kegunaan dalam beberapa bidang, termasuk bidang ilmu penelitian. Berikut ini adalah peran penting bootstraping dalam proses penelitian.

1. Regresi dan Model Prediksi

Bootstrapping dapat digunakan untuk mengukur ketidakpastian dalam model regresi atau model prediksi. Ini dapat membantu dalam menilai sejauh mana model tersebut dapat digeneralisasi ke populasi lebih besar.

2. Estimasi Ketidakpastian

Bootstrapping memungkinkan peneliti untuk mengestimasi ketidakpastian dalam perkiraan statistik atau parameter. Ini adalah informasi yang sangat berharga dalam menentukan sejauh mana hasil penelitian dapat diandalkan. Tanpa bootstrapping, peneliti mungkin terpaksa bergantung pada asumsi yang mungkin tidak terpenuhi.

3. Penialain Bias

Peran lain bootstrapping yaitu membantu dalam mengidentifikasi bias dalam statistik atau estimasi parameter. Dengan menghasilkan banyak sampel ulang dari data yang sama, peneliti dapat mengukur sejauh mana hasilnya stabil dan bebas dari bias.

Baca juga: Eksplorasi Data Adalah: Definisi, Cara Kerja, dan Contohnya

4. Uji Hipotesis

Dalam hal ini bootstrapping digunakan untuk menghasilkan distribusi sampel dari uji statistik. Ini memungkinkan peneliti untuk menghitung p-value tanpa bergantung pada asumsi distribusi tertentu.

5. Perbandingan Grup

Dalam penelitian perbandingan grup, bootstrapping dapat digunakan untuk membandingkan rata-rata atau parameter antara kelompok-kelompok yang berbeda. Ini memungkinkan peneliti untuk mengambil sampel ulang dari setiap kelompok dan mengukur ketidakpastian dalam perbandingan tersebut.

***

Itulah penjelasan tentang bootstrapping dan perannya dalam proses penelitian. Simak terus artikel-artikel Populix, khususnya bagi Anda yang ingin memahami tentang berbagai istilah dalam riset atau penelitian. Tak hanya itu, Anda pun bisa memanfaatkan layanan PopSurvey (sebelumnya Poplite) untuk melakukan survei online self-service untuk kebutuhan bisnis maupun akademis Anda.

PopSurvey Populix platform survei online

Baca juga: Jurnal Ilmiah Adalah: Pengertian, Tujuan, dan Jenis

Artikel Terkait
Apa itu Burnout? Ini Ciri-Ciri Burnout dan Cara Mengatasinya
Pernahkah Anda merasa burnout dengan pekerjaan sampai-sampai Anda ingin cepat resign? Dilansir dari Help Guide, burnout adalah kondisi di mana seseorang merasa lelah secara emosional, fisik, dan mental. Kabarnya burnout dipicu oleh stres berlebihan karena pekerjaan sehingga tidak memperoleh work life balance yang seharusnya. Benarkah begitu? Satu hal yang pasti, burnout tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, […]
10 Tips dan Cara Memilih Jurusan S2 dengan Tepat
Melanjutkan pendidikan S2 menjadi impian sejumlah orang. Namun, memilih jurusan yang tepat sering menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui cara memilih jurusan S2 yang sesuai dengan minat, tujuan, dan kebutuhan. Setiap individu tentu memiliki alasan yang berbeda-beda untuk melanjutkan studi S2. Ada yang karena alasan ingin mengejar karier, memperdalam pengetahuan di bidang […]
Cross-sectional Study: Definisi hingga Contoh Penelitian
Sudahkah Anda tahu apa itu cross-sectional study? Cross-sectional study adalah jenis desain penelitian di mana peneliti mengumpulkan data dari banyak individu berbeda pada satu waktu. Dalam cross-sectional study, peneliti mengamati variabel tanpa memengaruhinya. Adapun bidang yang kerap menggunakan studi cross-sectional yaitu ekonomi, psikologi, kedokteran, epidemiologi, dan ilmu-ilmu sosial lainnya. Yuk, pahami lebih detail tentang cross-sectional […]