Brand Portfolio: Definisi, Contoh, Keuntungan, Elemen
Populix

Brand Portfolio: Definisi, Contoh, Keuntungan, Elemen

4 tahun yang lalu 3 MENIT MEMBACA

Dalam strategi pemasaran, setiap perusahaan wajib memiliki brand portfolio atau portofolio merek. Melansir laman Business Jargons, brand portfolio ini mencakup semua merek yang ditawarkan perusahaan untuk dijual agar dapat memenuhi kebutuhan beragam kelompok orang.

Perusahaan haruslah membuat brand portfolio dengan optimal dan sedetail mungkin. Sebab, brand portfolio atau portofolio merek ini diharapkan dapat membuat konsumen mengetahui lebih jelas tentang siapa pemilik dari merek tertentu.

Apa Itu Brand Portfolio atau Portofolio Merek?

Pengertian dari brand portfolio atau portofolio merek adalah suatu payung yang di dalamnya terdapat semua merek atau lini merek perusahaan tertentu untuk melayani kebutuhan beragam segmen pasar.

Tak hanya merek, portofolio merek ini juga menjelaskan seluruh layanan yang dimiliki oleh perusahaan tertentu. Seluruh aspeknya dikelompokkan dalam sebuah wadah atau payung yang sama.

Oleh karena itu, diharapkan konsumen dapat mengetahui beragam merek maupun layanan dari suatu perusahaan melalui brand portfolio tersebut.

Baca juga: 38 Ide Bisnis Franchise Indonesia Terlaris

Contoh Brand Portfolio atau Portofolio Merek

Mengutip laman Chron, salah satu contoh yaitu PepsiCo. PepsiCo adalah nama portofolio merek dari beberapa perusahaan makanan dan minuman yang tak hanya mencakup Pepsi. Namun, ada juga merek lain seperti Tropicana, Quaker, dan Frito.

Selain itu, di Indonesia ada salah satu perusahaan terkenal, yakni Indofood CBP. Indofood CBP memiliki beragam kategori portofolio, di antaranya yaitu mi instan, dairy, makanan ringan, penyedap makanan, nutrisi dan makanan khusus, serta minuman.

Contoh untuk kategori mi instan, salah satu merek yang paling terkenal yaitu Indomie. Tak hanya Indomie, merek-merek lain yang terdapat dalam Indofood CBP kategori mi instan, yaitu Supermi, Sarimi, Sakura, Pop Mie, dan Mie Telur Cap 3 Ayam.

Keuntungan Menggunakan Brand Portofolio

Ketika sebuah perusahaan atau bisnis menjalankan masing-masing merek yang mereka miliki, maka mereka akan terpisah satu sama lain sehingga dapat memicu kebingungan dan inefesiensi.

Dengan memanfaatkan portofolio merek, perusahaan dapat fokus pada gambaran besar. Hal ini memungkinkan sumber daya didistribusikan dengan lebih baik dan tepat pada sasaran, serta mengurangi tumpang tindih yang tidak perlu.

Mengutip laman Digital School of Marketing, membangun portofolio merek atau brand portfolio memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya:

  • Menghubungkan perusahaan ke banyak pasar
  • Terhubung dengan berbagai pasar konsumen
  • Mempermudah cross-promotion antar merek
  • Membangun kredibilitas merek baru dengan menghubungkannya dengan merek yang sudah mapan

Baca juga: 15 Tren Marketing yang Wajib Dikuasai di Tahun 2023, Simak!

Elemen Portofolio Merek

Brand portfolio atau portofolio merek memiliki efek langsung kepada pertumbuhan dan kesuksesan perusahaan di masa depan. Oleh karena itu, portofolio merek disusun dengan baik dan sempurna sesuai dengan visi bisnis di masa depan.

Melansir laman Digital School of Marketing, terdapat 6 elemen portofolio merek. Semua elemen ini harus tercakup dalam korporasi portofolio branding.

1. Portofolio Merek

Himpunan semua merek dalam sebuah perusahaan.

2. Peran Penentu Produk

Serangkaian peran yang dapat dimainkan oleh setiap merek.

3. Peran Portofolio

Peran yang dilakukan portofolio, terkait dengan produk.

4. Lingkup Merek

Dimensi (kategori produk, subkategori, dan pasar) dari portofolio merek.

5. Struktur Portofolio Merek atau Brand Portfolio

Cara menyusun portofolio dalam hal urutan dan fokus.

6. Grafik Portofolio

Representasi visual lintas merek dan konteks merek.

Demikian penjelasan tentang brand porfolio atau portofolio merek, semoga dapat membuat Anda dalam memahami dan membuat brand portofolio. Jangan lupa juga simak artikel menarik lainnya di Populix!

Baca juga: Perusahaan Go Public: Arti, Syarat, Proses, dan Contohnya

Tags:
Artikel Terkait
Double-Barreled Question: Definisi, Tips Menghindari, Contoh
Dalam proses riset atau penelitian, ada sebuah istilah yang disebut double-barreled question. Kira-kira apakah yang dimaksud double-barreled question? Mengutip laman Research Connections, double-barreled question atau pertanyaan berlaras ganda adalah sebuah pertanyaan survei di mana dua ide yang berbeda disajikan dengan tak menentu dalam satu pertanyaan. Pertanyaan berlaras ganda ini memaksa responden memberikan satu jawaban terhadap […]
Rencana Batasan Usia Pengguna Media Sosial, Khalayak Setuju?
Pemerintah Indonesia berencana membuat aturan baru soal pembatasan usia pengguna media sosial. Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), mengungkap kabar ini usai diskusi dengan Presiden Prabowo Subianto membahas strategi pemerintah melindungi anak-anak di ruang digital. Menurut Meutya, Presiden Prabowo menaruh perhatian khusus mengenai perlindungan anak dan mendorong percepatan pelaksanaan kebijakan ini. Dengan demikian, Presiden […]
Mayoritas Warga Jabodetabek Siap Patuh Terapkan Uji Emisi
Jakarta, 31 Januari 2024 – Kesadaran masyarakat terhadap uji emisi perlahan mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dalam dua riset yang dilakukan terhadap pengguna kendaraan di Jakarta dan wilayah sekitarnya.  Riset ini dilakukan Populix dan Vital Strategies untuk mendukung upaya pemerintah DKI Jakarta mengurangi tingkat pencemaran udara di Ibukota dengan menerapkan uji emisi kendaraan sebagai salah […]