8 Cara Memulai Bisnis Startup, Simak Tipsnya untuk Pemula!
Populix

8 Cara Memulai Bisnis Startup, Simak Tipsnya untuk Pemula!

2 bulan yang lalu 6 MENIT MEMBACA

Dalam beberapa tahun terakhir, startup menjadi salah satu model bisnis yang berkembang cukup pesat di Indonesia. Namun pertanyaannya, bagaimana cara memulai bisnis startup?

Well, meskipun tergolong sebagai bisnis rintisan, namun menjalankan startup tentu tidak sama dengan usaha kecil menengah biasa.

Pasalnya, startup cenderung bergerak dalam bidang teknologi, sehingga mengandalkan strategi-strategi bersifat digital untuk mencapai skala bisnis yang lebih besar lagi.

Nah, jika tertarik menggelutinya, maka Anda wajib simak cara memulai bisnis startup di artikel berikut ini. Check it out!

Apa itu Bisnis Startup?

Bisnis startup adalah usaha rintisan yang diharapkan dapat tumbuh serta menguasai perkembangan pasar secara cepat dan selanjutnya menjadi perusahaan besar.

Cara memulai bisnis startup umumnya dilakukan dengan memprioritaskan berbagai ide baru dan memberikan solusi dari permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat.

Sebagian besar bisnis startup mengandalkan teknologi untuk menunjang perkembangan usaha, sehingga seringkali dianggap beroperasi di sektor tersebut.

Hal ini berbeda dengan usaha kecil menengah yang tidak memusatkan upayanya untuk menjadi perusahaan besar dan memiliki target pasar lebih terbatas.

Bisnis startup adalah istilah yang saat ini banyak digunakan sebagai sebutan pada perusahaan di bidang teknologi, website, atau internet.

Namun, banyak ahli menyatakan bahwa startup tidak terbatas pada perusahaan baru yang bersinggungan dengan teknologi, aplikasi, maupun produk.

Tetapi juga bisa diperuntukkan bagi bisnis jasa dan pergerakan ekonomi rakyat yang dapat berdiri sendiri.

Baca juga: 12 Ide Bisnis yang Cocok untuk Pemula dan Menguntungkan

Karakteristik Bisnis Startup

Cara memulai bisnis startup tentu berbeda dengan usaha kecil menengah yang memiliki sasaran pasar tertentu.

Bisnis startup memiliki beberapa karakteristik tersendiri yang membedakannya dengan usaha kecil menengah, di antaranya yaitu:

  • Modal yang digunakan akan bergantung pada pergerakan bisnis.
  • Perusahaan didirikan pada kurun kurang dari tiga tahun.
  • Penghasilan perusahaan selama satu tahun kurang dari USD 100.000.
  • Berfokus pada perubahan bisnis yang cepat.
  • Produk yang diproduksi umumnya untuk mengisi celah di pasar dan menjawab kebutuhan masyarakat.
  • Mengandalkan penggunaan teknologi informasi dan media digital.
  • Bentuk bisnisnya adaptif menyesuaikan kebutuhan pasar.

8 Cara Memulai Bisnis Startup untuk Pemula

Mendirikan startup memang tidak mudah, banyak tantangan yang harus dihadapi sehingga tidak sedikit perintis memilih berhenti di tengah jalan karena mengalami hambatan saat mengembangkan perusahaan.

Untuk itu, Anda harus mengetahui tips memulai bisnis startup agar bisa menyusun strategi secara tepat.

Nah, berikut cara memulai bisnis startup digital yang perlu diketahui pemula:

1. Menemukan Ide Bisnis

Cara memulai bisnis startup yang pertama adalah membuat gagasan atau ide. Kreativitas dan inovasi dibutuhkan saat Anda telah memiliki modal cukup untuk membangun perusahaan.

Anda dapat berdiskusi dengan wirausahawan lain atau rekan untuk saling bertukar pikiran tentang usaha apa yang ingin dikembangkan.

2. Membuat Rencana Bisnis

Seperti membangun usaha pada umumnya, bisnis startup juga harus dibangun dengan rencana yang matang.

Anda harus membuat rencana bisnis secara mendetail, mulai dari deskripsi produk hingga layanan yang akan ditawarkan.

Rencana bisnis yang baik harus mencakup informasi tentang produk, operasional, finansial, serta analisis pasar.

Baca juga: Mengenal Kompetitor dalam Bisnis dan Strategi Menghadapinya

3. Mencari Partner Kerja yang Tepat

Cara memulai bisnis startup selanjutnya adalah menemukan rekan kerja yang solid agar perusahaan dapat berkembang dan terhindar dari kegagalan.

Tim yang solid harus memiliki visi yang sama serta menetapkan komitmen bahwa usaha akan dijalankan secara berkelanjutan.

Solidaritas tim akan memengaruhi citra bisnis Anda di hadapan investor dan juga stakeholder.

4. Mencari Pendanaan

Saat membangun startup, Anda harus mencari sumber pendanaan dari investor yang sesuai dengan visi, model bisnis, dan produk.

Jika bisnis Anda memiliki perbedaan visi dengan investor, maka perkembangannya akan terhambat.

Bisa jadi, investor tersebut tidak serius dan hanya ingin memanfaatkan nilai dari bisnis Anda, sehingga dapat menyebabkan kerugian.

Anda harus percaya diri saat menghadapi investor. Jika bisnis telah memiliki daya tarik dan menjanjikan, maka mereka akan menghampiri dengan sendirinya.

5. Menganalisis Target Pasar

Tips memulai bisnis startup yang sukses adalah dengan melakukan analisis target pasar secara mendalam.

Kebanyakan pasar mempertimbangkan besarnya target pasar daripada apakah sasaran tersebut akan berkembang atau bertahan lama.

Hal ini seringkali menjadi kesalahan mindset yang dilakukan secara berulang.

Maka dari itu, untuk memulai bisnis startup, jangan bertumpu pada besar kecilnya pasar, namun pada seberapa besar kesempatan untuk target tersebut bisa terus berkembang.

6. Memperhatikan Kualitas Produk

Cara memulai bisnis startup selanjutnya adalah dengan selalu memperhatikan kualitas produk yang ditawarkan. 

Perusahaan hebat ialah mereka yang memiliki produk bagus dan disenangi konsumen. Tidak hanya itu, Anda juga harus mengetahui kebutuhan masyarakat.

Anda bisa membangun mindset skeptis pada produk sendiri. Dengarkan keluh kesah konsumen agar dapat melakukan upgrade secara berkelanjutan untuk menyesuaikan kebutuhan pengguna.

Baca juga: 10 Cara Mengembangkan Usaha agar Menang dalam Persaingan

7. Maksimalkan Digital Marketing

Bisnis startup dan digital marketing adalah dua hal yang sangat berkaitan erat dan tidak dapat dipisahkan.

Namun, banyak startup yang gagal karena terlalu berfokus untuk memanfaatkan teknologi digital dan melupakan kegunaan melakukan pemasaran produk.

Anda dapat memanfaatkan fitur Google Ads, SEO, dan media sosial. Selain itu, jangan lupa untuk mendaftarkan bisnis startup di Google My Business untuk memperoleh umpan balik dari audience. 

Selain itu, mendaftarkan bisnis Anda di mesin pencarian juga akan memengaruhi citra dan brand awareness.

8. Analisis SWOT

Cara memulai bisnis startup yang terakhir adalah dengan memahami dan melakukan analisis SWOT. 

Analisis SWOT yang meliputi Strength, Weakness, Opportunities, dan Threats akan memperkuat posisi bisnis Anda sebelum mulai memasuki pasar yang sebenarnya. 

Anda harus melakukan analisis SWOT secara mendalam untuk mengetahui di mana posisi perusahaan saat ini dan menentukan langkah selanjutnya yang akan dilakukan.

Baca juga: Mudah! Ini Dia Cara Memulai Bisnis Dari Nol Tanpa Modal

Peluang Bisnis Startup di Indonesia

Setelah mengetahui cara memulai bisnis startup, apakah Anda tertarik untuk memulainya?

Di Indonesia sendiri, saat ini telah berdiri lebih dari 1000 perusahaan rintisan dengan perkembangan cukup baik.

Bahkan, di sejumlah wilayah telah memiliki komunitas startup sendiri. Misalnya Bandung Digital Valley dan Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia.

Beberapa perusahaan besar memiliki program inkubasi yang digelar secara rutin untuk pelatihan bisnis, seperti Google Gapura Digital.

Meskipun sudah banyak bisnis startup yang didirikan, namun bidang startup di Indonesia masih belum bervariasi seperti di Amerika Serikat.

Pelaku bisnis rintisan di Indonesia lebih banyak menjalankan bisnis dengan karakteristik yang nyaris sama, seperti pembuatan games, layanan marketplace, dan penyedia informasi.

Jika Anda ingin memulai bisnis startup Indonesia, cobalah untuk mencari celah pasar yang sudah ada dan berinovasi pada produk.

Itu dia berbagai cara memulai bisnis startup yang bisa Anda coba ikuti. Tak dapat dipungkiri, membangun bisnis rintisan bukanlah hal mudah.

Tentu dibutuhkan proses yang cukup panjang dan beragam macam strategi untuk mengawali perjalanan bisnis ini.

Tapi sebetulnya Anda tak perlu khawatir dan bingung, sebab Poplite by Populix siap membantu Anda melakukan validasi terhadap ide bisnis startup Anda melalui riset online.

Bukan cuma itu, Poplite juga dapat membuat tahapan riset pasar Anda menjadi lebih cepat, mudah, dan tentunya praktis!

Poplite adalah layanan survei online dari Populix yang memiliki 300.000+ responden di seluruh Indonesia, sehingga mampu memberikan data-data berkualitas dan relevan untuk berbagai kebutuhan bisnis.

Yuk sukseskan bisnis Anda #DenganData bersama Poplite!

Baca juga: 5 Penyebab Utama Start Up Bangkrut

Tags:
Artikel Terkait
Apa itu Technopreneurship? Simak Tujuan, Alasan, dan Contoh
Dalam dunia kewirausahaan, istilah technopreneurship juga umum dikenal selain entrepreneurship. Sesuai namanya, technopreneurship adalah aktivitas bisnis yang berbasis pada teknologi. Bisnis ini semakin membuka peluang bisnis baru untuk memanfaatkan kehadiran teknologi. Lantas sebenarnya, apa perbedaan technopreneurship dan entrepreneurship? Kegiatan bisnis seperti apa yang tergolong contoh technopreneurship? Simak artikelnya sampai akhir untuk menemukan jawabannya. Pengertian Technopreneurship […]
Mengenal Kegiatan Produksi beserta Jenis dan Tujuannya
Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar kata produksi? Mungkin Anda membayangkan kegiatan produksi adalah proses pembuatan suatu barang.  Jawaban tersebut tidak salah, namun ada jawaban yang lebih tepat.  Lengkapnya, pengertian kegiatan produksi adalah aktivitas ekonomi untuk menghasilkan, membuat, atau proses menciptakan suatu barang atau jasa, sedangkan orang yang melakukan kegiatan produksi disebut produsen. Sebenarnya apa […]
Pengertian Focus Group Discussion, Tujuan dan Prosesnya
Focus Group Discussion atau FGD adalah salah satu teknik survei yang banyak dimanfaatkan dalam berbagai tujuan. Baik itu, kepentingan bisnis, marketing plan, akademik, atau pengembangan produk hingga layanan.  Lantas, bagaimana metode FGD dan apa yang membedakannya dari strategi lainnya? Yuk simak ulasan dalam artikel berikut untuk lebih memahaminya! Apa itu FGD? FGD singkatan dari Focus […]