10 Cara Mengembangkan Usaha agar Menang dalam Persaingan
Populix

10 Cara Mengembangkan Usaha agar Menang dalam Persaingan

4 minggu yang lalu 6 MENIT MEMBACA

Jika memikirkan tentang memulai bisnis dari nol, kita semua tahu memang tidak mudah. Tantangannya akan berlanjut pada bagaimana cara mengembangkan usaha tersebut sehingga bisa tetap berdiri kokoh dan memiliki pelanggan yang loyal.

Tidak hanya sekedar menjalankannya, tentu Anda harus tahu mengenai langkah dan strategi yang tepat dalam mengembangkan usaha. Lantas, bagaimana caranya? Untuk lebih jelasnya, yuk simak artikel berikut ini.

10 Cara Mengembangkan Usaha agar Menang dalam Persaingan

Keadaan tidak selalu berada di atas, begitu pula halnya ketika berbisnis. Dalam menjalankan sebuah bisnis, ada kalanya usaha yang dijalankan stagnan atau tidak mengalami perkembangan yang signifikan.

Anda tentu ingin mengembangkan usaha, terutama jika masih berada dalam skala kecil hingga menengah, agar tidak stuck terus-menerus. Berikut beberapa cara mengembangkan usaha kecil dan menengah yang bisa Anda lakukan.

1. Mengenali Kompetitor

Ketika Anda memiliki usaha di bidang tertentu, ada baiknya untuk mengenali kompetitor. Kompetitor adalah pesaing-pesaing yang menghasilkan produk serupa atau sama. Anda dapat melakukan riset kompetitor dengan mudah di zaman dengan teknologi canggih seperti sekarang.

Misalnya, Anda bisa menelusuri produk-produk serupa melalui platform marketplace yang tersedia, seperti Shopee atau Tokopedia. Observasi secara langsung di lapangan pun dapat dilakukan sesuai dengan usaha yang sedang ditekuni.

Adanya riset dan observasi terhadap kompetitor membuat Anda juga bisa menganalisis tampilan produk, cara promosi, hingga branding yang mereka bentuk. Hal tersebut nantinya mendatangkan inspirasi untuk perkembangan usaha Anda.

2. Memperluas Jaringan

Banyak keuntungan yang akan didapatkan apabila kita memperluas jaringan. Dengan bersosialisasi, kita bisa menambah koneksi untuk meningkatkan usaha. 

Anda dapat bergabung dalam komunitas yang sejalan dengan bidang usaha Anda. Komunitas-komunitas itu biasanya ditemukan dalam acara atau kegiatan tertentu. 

Contohnya, ada festival kopi, komunitas barista biasanya hadir ke sana. Jika Anda memiliki cafe, tidak ada salahnya untuk bergabung pada komunitas tersebut.

Sesuaikan jaringan yang akan diperluas dengan kebutuhan bisnis agar tetap relevan. Misalnya, Anda mempunyai usaha bengkel, tentunya kurang cocok bila menjalin relasi dengan tim sepak bola. Alangkah lebih cocok jika komunitas pengendara motor menjadi relasi Anda.

Baca juga: 10 Cara Meningkatkan Penjualan dalam Bisnis Agar Omset Naik!

3. Memaksimalkan Pelayanan Kepada Konsumen

Tidak ada usaha yang sukses tanpa pelayanan konsumen yang maksimal. Terlepas dari barang atau jasa yang dihasilkan, tentu tetap ada pelanggan dari produk tersebut. 

Di zaman serba cepat seperti sekarang, konsumen pun mengharapkan pelayanan yang cekatan dan prima. Jangan lambat untuk menangani setiap komplain, kritik, atau saran untuk usaha Anda. Pastikan juga tetap menjaga interaksi dengan baik pada konsumen.

Konsumen adalah aset terbaik untuk bisnis Anda. Melayani konsumen semaksimal mungkin merupakan cara mengembangkan usaha dalam kewirausahaan yang paling ampuh.

4. Buat Inovasi Produk

Ada kalanya target incaran pasar tidak sesuai harapan karena produk yang dipasarkan kurang menarik dan monoton. Anda bisa melakukan eksplorasi lebih dalam terhadap produk, sehingga menemukan celah-celah untuk diperbarui. 

Contohnya, jika berjualan makanan, Anda dapat menambah nutrisi atau menghasilkan produk dengan rasa baru. Untuk produk berupa barang, mengubah kemasan bisa dicoba agar konsumen tidak bosan. Ini termasuk cara mengembangkan usaha dagang kecil.

Lalu, kalau usaha yang dikembangkan adalah startup atau aplikasi, menambah fitur dan memperbarui desain tampilan merupakan beberapa pilihan inovatif.

5. Review Perkembangan Bisnis Selama Berjalan

Meninjau kembali perjalanan bisnis adalah sebuah cara mengembangkan usaha yang sudah berjalan dan wajib dilakukan. Dengan adanya review (tinjauan ulang) terhadap bisnis, Anda dapat menemukan celah untuk dimaksimalkan atau diperbaiki supaya lebih berkembang.

Buat target yang terukur dan realistis untuk perjalanan bisnis Anda. Tidak perlu merencanakan target yang bombastis. Langkah-langkah kecil tapi pasti akan lebih berdampak pada perkembangan bisnis, daripada tindakan besar yang tinggi risiko.

Kecuali, Anda sudah memiliki backup plan atau rencana cadangan untuk usaha Anda. Ingat, trial and error akan selalu Anda jalani dalam berbisnis.

6. Mengenali Kekurangan dan Kelebihan Usaha Anda

Riset tidak hanya berlaku bagi kompetitor, namun juga berlaku untuk usaha Anda sendiri. Lakukan analisis terhadap usaha yang sedang dijalani, apa kelebihan dan kekurangannya.

Usahakan untuk mempertahankan kelebihan-kelebihan dan potensi yang ada. Sedangkan, kekurangan dapat dievaluasi dan dicari penyebabnya, sehingga ada perbaikan ke depannya sebagai sebuah cara untuk mengembangkan usaha yang sudah berjalan.

Baca juga: Strategi Produk: Pengertian, Manfaat, Komponen & Cara Buat

7. Improvisasi Strategi Marketing

Hal-hal ini mirip dengan membuat inovasi produk, hanya saja ini mengarah pada pemasaran. Tidaklah salah jika Anda melakukan improvisasi terhadap strategi marketing di luar rencana yang sudah ada, apalagi tren pemasaran sifatnya dinamis.

Anda dapat mengobservasi strategi marketing secara konvensional atau modern. Contoh dari pemasaran konvensional seperti baliho atau iklan di televisi. 

Sedangkan, cara yang modern bisa Anda lihat melalui media sosial atau situs internet. Kemudahan akses dalam memakai media sosial merupakan cara mengembangkan usaha dengan modal kecil yang berpengaruh.

Selalu perhatikan kecenderungan pasar di media sosial. Telusuri isu-isu apa saja yang sedang hangat diperbincangkan oleh masyarakat. Anda bisa memanfaatkannya untuk strategi marketing.

8. Meningkatkan Promosi Produk

Ketika Anda merasa bisnis kurang berkembang, coba selidiki dari cara promosi. Promosi adalah cara mengembangkan usaha dalam kewirausahaan, baik kecil maupun besar.

Apakah promosi yang dilakukan sudah sesuai tren zaman sekarang? Pastikan materi promosi pun tepat dan relevan dengan target pasar. Jangan sampai materi promosi mengandung hal-hal yang menyinggung dan kontroversial.

Gencarkan promosi produk melalui soft-selling atau hard-selling. Contoh soft-selling adalah membuat konten entah itu berupa artikel atau video. Sedangkan, contoh hard-selling dapat berupa promo edisi terbatas atau diskon.

9. Perluas Target Pasar

Cara mengembangkan usaha kecil yang patut dicoba berikutnya adalah memperluas target pasar. Selama ini, target bisnis Anda bisa jadi terlalu sempit, sehingga tingkat penjualan pun begitu-begitu saja.

Lakukan riset untuk mencari pasar yang dapat menjadi target berikutnya. Sesuaikan atau buatlah produk Anda inovatif sehingga mampu menjangkau mereka.

10. Meningkatkan Sumber Daya

Meningkatkan sumber daya adalah satu cara mengembangkan usaha dalam kewirausahaan yang penting. Kesejahteraan bisnis tentu bisa terjadi jika sumber daya selalu mengalami perkembangan di setiap progresnya.

Sumber daya tersebut mencakup sumber bahan untuk produksi, serta manusia yang terlibat dalam usaha Anda. Maksimalkan seluruh potensi, mulai dari mencari bahan berkualitas, hingga melatih pekerja dengan skill-skill terbaru. 

Nah, itu dia beberapa cara mengembangkan usaha yang bisa Anda terapkan. Setiap bisnis tentu memiliki keunikan tersendiri, namun akan sulit bagi Anda jika hanya jalan di tempat dan tidak mengikuti perkembangan seiring berjalannya waktu.

Setelah melihat beberapa cara di atas, tentu peran konsumen sangat penting dalam perkembangan usaha Anda. Nah, strategi bisnis yang dibuat akan lebih efektif bila Anda memahami bagaimana perilaku konsumen.

Lalu bagaimana solusinya? Tenang saja, Anda dapat melakukan survei menggunakan layanan Poplite by Populix untuk mengetahui bagaimana perilaku konsumen secara lebih jelas dan terdata, yuk selangkah lebih pasti #DenganData.

Baca juga: Cara Up Selling dan Cross Selling untuk Maksimalkan Penjualan

Artikel Terkait
Benchmarking Adalah : Pengertian, Tujuan, Cara Melakukannya
Pernahkah Anda mendengar kata benchmarking? Mungkin sebagian dari Anda masih belum paham mengenai apa itu benchmark. Benchmarking adalah istilah yang umum digunakan dalam dunia bisnis untuk membandingkan sesuatu. Apa yang dibandingkan? Tenang, Anda akan mendapatkan penjelasannya secara lebih lengkap dan detail pada artikel berikut. Maka dari itu, bersiaplah membaca ulasan ini sampai selesai. Pengertian benchmarking […]
Apa itu Konsumen? Ini Pengertian, Jenis, Hak & Kewajibannya
Konsumen adalah istilah untuk menyebutkan salah satu pihak yang terlibat dalam kegiatan ekonomi. Bisa dibilang, konsumen adalah pihak yang memegang peranan penting terhadap sistem ekonomi pasar. Sebab, segala aktivitas dalam perdagangan terfokus pada konsumen. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan konsumen, yuk simak penjelasan lengkapnya di artikel berikut ini! Apa itu Konsumen? Berdasarkan Kamus Besar […]
Cara Up Selling dan Cross Selling untuk Maksimalkan Penjualan
Jika berbicara tentang digital marketing, pasti Anda sudah tidak asing lagi dengan istilah up selling. Ya, Up selling adalah strategi pemasaran yang dilakukan untuk meningkatkan keinginan konsumen membeli produk dengan harga dan kualitas lebih tinggi. Meski sering digunakan, ternyata masih banyak digital marketer yang belum bisa membedakan up selling dan cross selling, lho. Jika Anda […]