Cross-sectional Study: Definisi hingga Contoh Penelitian
Populix

Cross-sectional Study: Definisi hingga Contoh Penelitian

2 tahun yang lalu 4 MENIT MEMBACA

Sudahkah Anda tahu apa itu cross-sectional study? Cross-sectional study adalah jenis desain penelitian di mana peneliti mengumpulkan data dari banyak individu berbeda pada satu waktu. Dalam cross-sectional study, peneliti mengamati variabel tanpa memengaruhinya.

Adapun bidang yang kerap menggunakan studi cross-sectional yaitu ekonomi, psikologi, kedokteran, epidemiologi, dan ilmu-ilmu sosial lainnya.

Yuk, pahami lebih detail tentang cross-sectional study.

Apa Itu Cross-sectional Study?

cross-sectional study adalah
Source: Freepik

Seperti yang diejlaskan di awal, studi cross-sectional berarti para peneliti mengumpulkan data pada satu titik waktu tertentu dari berbagai subjek yang berbeda.

Tujuan utama dari studi ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara berbagai variabel pada suatu saat tertentu.

Mengutip laman Scribbr, Anda dapat menggunakan studi cross-sectional jika ingin memeriksa prevalensi suatu hasil pada waktu tertentu.

Sebab, studi ini merupakan pilihan terbaik karena praktis digunakan, seperti lebih murah dan memakan waktu lebih singkat jika dibandingkan dengan studi lainnya.

Studi ini pun memungkinkan Anda mengumpulkan data dengan mudah yang dapat digunakan sebagai dasar utuk penelitian lebih lanjut.

Baca juga: Two-Way ANOVA: Pengertian, Cara Menggunakan, Contoh

Kelebihan dan Kekurangan Cross-sectional Study

Layaknya desain penelitian lainnya, studi cross-sectional juga memiliki berbagai kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan

  • Relatif murah dan memakan waktu lebih sedikit dibandingkan jenis penelitian lainnya.
  • Memungkinkan Anda mengumpulkan data dari sejumlah besar subjek dan membandingkan perbedaan antar kelompok.
  • Menangkap momen tertentu dalam satu waktu.

Kekurangan

  • Sulit untuk membangun hubungan sebab-akibat, karena studi ini hanya mewakili pengukuran satu kali terhadap dugaan sebab dan akibat.
  • Studi cross-sectional hanya mempelajari satu momen dalam waktu tertentu, oleh karenanya studi ini tidak dapat digunakan untuk menganalisis perilaku selama periode waktu tertentu atau menetapkan tren jangka panjang.
  • Waktu pengambilan gambar cross-sectional mungkin tidak mewakili perilaku kelompok secara keseluruhan.

Baca juga: Z Score Adalah: Pengertian, Rumus, Contoh pada Penelitian

Study Cross-sectional Vs Longitudinal

apa itu cross-sectional study
Source: Freepik

Kebalikan dari studi cross-sectional adalah studi longitudinal.

Studi cross-sectional mengumpulkan data dari banyak subjek pada satu waktu, sementara studi longitudinal mengumpulkan data berulang kali dari subjek yang sama dari waktu ke waktu, sering kali berfokus pada sekelompok kecil individu yang dihubungkan oleh sifat yang sama.

Source: Scribbr

Kedua jenis studi ini berguna untuk menjawab berbagai jenis pertanyaan penelitian. Studi cross-sectional merupakan cara yang murah dan mudah untuk mengumpulkan data awal dan mengidentifikasi korelasi yang kemudian dapat diselidiki lebih lanjut dalam studi longitudinal.

Baca juga: Teori Adalah: Definisi, Landasan Teori Penelitian, Manfaat

Contoh Cross-sectional Study

Contoh Cross-sectional Study
Source: Freepik

Judul Penelitian: Preferensi Konsumen terhadap Produk Minuman Bersoda di Kota Semarang

Tujuan Penelitian:
Menganalisis preferensi konsumen terhadap produk minuman bersoda di Kota Semarang pada saat tertentu.

Metode Penelitian:

  1. Pemilihan Sampel: Penelitian ini akan melibatkan 300 responden yang dipilih secara acak dari berbagai kelompok usia (remaja, dewasa, lansia) dan latar belakang sosial-ekonomi (kelas menengah, kelas atas, kelas bawah).
  2. Kuesioner: Penelitian ini akan menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaan tentang preferensi konsumen terhadap produk minuman bersoda. Pertanyaan dapat mencakup faktor-faktor seperti merek yang disukai, rasa yang diinginkan, harga yang dianggap wajar, dan frekuensi konsumsi minuman bersoda.
  3. Pengumpulan Data: Data akan dikumpulkan dalam waktu satu bulan dengan mengirimkan kuesioner kepada responden dan mengumpulkan kembali jawaban mereka.
  4. Analisis Data: Data yang terkumpul akan dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak statistik seperti SPSS. Analisis akan mencakup statistik deskriptif untuk menggambarkan preferensi konsumen secara umum, serta uji statistik (misalnya chi-square) untuk melihat apakah ada hubungan antara faktor-faktor tertentu (seperti usia atau latar belakang sosial-ekonomi) dengan preferensi konsumen.
  5. Interpretasi Hasil: Hasil analisis data akan digunakan untuk mengidentifikasi tren dan pola preferensi konsumen terhadap produk minuman bersoda di Kota Semarang. Penelitian ini akan memberikan wawasan kepada perusahaan minuman bersoda tentang cara meningkatkan daya tarik produk mereka di pasar tersebut.
  6. Kesimpulan dan Rekomendasi: Penelitian akan diakhiri dengan menyusun kesimpulan berdasarkan temuan-temuan dan memberikan rekomendasi kepada perusahaan minuman bersoda untuk meningkatkan keberhasilan produk mereka di Kota Semarang.

Penelitian pasar jenis cross-sectional study ini akan memberikan gambaran tentang preferensi konsumen pada satu titik waktu tertentu, tanpa melibatkan analisis perubahan dari waktu ke waktu.

***

Cross-sectional study adalah sebuah metode yang sangat berguna dalam konteks layanan riset pasar. Dengan mengumpulkan data dari berbagai responden pada satu titik waktu, kita dapat memahami preferensi, perilaku, dan tren konsumen dengan lebih baik.

Untuk mendapatkan wawasan yang lebih dalam tentang bagaimana cross-sectional study dapat membantu meningkatkan layanan riset pasar Anda, manfaatkanlah Populix for Enterprise. Jangan lewatkan kesempatan untuk meningkatkan strategi riset pasar Anda dan menjadikannya lebih efektif.

riset pasar Populix for Enterprise

Baca juga: Triangulasi Adalah: Definisi, Jenis, Contoh dalam Penelitian

Artikel Terkait
9 Cara Membuat Pertanyaan Penelitian Skripsi yang Tajam
Proses penulisan skripsi menjadi tahapan yang paling memakan waktu bagi mahasiswa tingkat akhir. Salah satu penyebab utamanya yaitu kesulitan dalam merumuskan pertanyaan penelitian skripsi. Permasalahan ini umumnya muncul ketika topik yang dipilih terlalu luas cakupannya, sehingga menyulitkan dalam menentukan fokus penelitian dan mengumpulkan data yang relevan. Akibatnya, mahasiswa harus menghabiskan lebih banyak waktu untuk melakukan […]
Surveyor Adalah: Pengertian, Tugas, Kompetensi, dan Gajinya
Jika Anda pernah mendengar profesi di mana tugasnya memeriksa, mengawasi, atau mengamati pekerjaan lain, maka itulah surveyor. Surveyor adalah orang yang identik bekerja di dunia lapangan. Surveyor dulunya menjurus pada dunia proyek, tetapi seiring berjalannya waktu, kini surveyor meluas ke dunia leasing dan perusahaan jasa lain. Simak lebih lengkap tentang tugas surveyor, kompetensi yang dibutuhkan, […]
6 Tips Praktis Membagikan Kuesioner Skripsi secara Online
Kuesioner skripsi menjadi salah satu instrumen penting bagi mahasiswa tingkat akhir untuk mendapatkan data penelitian akurat. Namun, proses pengumpulan data sering kali tidak semudah yang dibayangkan. Banyak mahasiswa harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan jumlah responden, waktu yang terbatas, hingga metode distribusi kuesioner yang masih manual. Menyebarkan kuesioner secara langsung atau hanya melalui lingkaran […]