Apa Itu Usaha Thrift? Berikut Tips Cara Memulainya!
Populix

Apa Itu Usaha Thrift? Berikut Tips Cara Memulainya!

3 minggu yang lalu 5 MENIT MEMBACA

Saat ini, perkembangan fashion semakin cepat dan pesat. Banyak dari masyarakat ingin tampil stylish dengan pakaian yang digunakannya. Namun, mahalnya produk menjadi sebuah halangan. Nah sebagai seorang pebisnis, Anda bisa melihat peluang tersebut dan memulai usaha thrift.

Usaha thrift adalah sebuah bisnis yang berfokus dengan menjual barang-barang bekas layak pakai. Dijual dengan harga murah, tentunya banyak sekali orang yang minat dan menjadikannya sebuah peluang bisnis. Ingin tahu bagaimana cara memulainya? Yuk, simak di sini!

Apa Itu Usaha Thrift?

Secara sederhana, bisnis thrift shop adalah sebuah jenis usaha yang menjual barang-barang secondhand atau bekas. Sesuai dengan namanya, arti thrift yaitu penghematan atau cara menggunakan uang agar terhindar dari pemborosan.

Usaha thrift adalah salah satu jenis bisnis yang sedang marak dijalankan oleh banyak pebisnis. Hal ini dikarenakan adanya peluang besar di dalam masyarakat Indonesia sendiri yang suka dengan barang murah.

Biasanya, usaha thrift adalah bisnis yang menjual barang bekas dari dalam maupun luar negeri, mulai dari baju, celana, tas, hingga aksesoris lainnya. Jika beruntung, Anda bisa mendapatkan brand terkenal saat melakukan thrifting. 

Usaha ini berawal dari perdagangan barang bekas yang mulai masuk ke Indonesia di tahun 2013. Mulanya, bisnis ini belum banyak peminatnya. Namun, seiring perkembangan zaman, banyak orang dari berbagai kalangan yang tertarik dengan bisnis ini. 

Jenis Produk Thrift Shop

Di dalam bisnis thrift, ada banyak barang yang diperjualbelikan. Adapun jenis produk dalam usaha ini adalah sebagai berikut:

1. Pakaian

Produk utama yang sering dijual di usaha ini adalah pakaian. Jenis produk ini banyak sekali, mulai dari baju kaos, celana, rompi, jaket, hingga kemeja. Perlu diketahui bahwa nama brand akan mempengaruhi harga jual suatu produk thrift.

2. Jam Tangan

Produk selanjutnya yang bisa dijual adalah jam tangan. Barang ini bisa Anda jual dengan harga tinggi apabila memiliki nama brand terkenal, seperti Rolex, Patek Philippe, Hublot, serta Omega.

Namun, jika terhalang dengan modal, Anda juga bisa menjual jam tangan lokal bekas seperti Eiger, Expedition, serta Woodka. Pasalnya, merek jam tangan tersebut juga sering disasar oleh thrift shopper.

3. Tas

Selain itu, barang yang diperjualbelikan di usaha thrift adalah tas. Produk ini biasanya sering dicari oleh banyak kalangan. Semakin bagus nama brand, maka akan semakin tinggi juga harga jualnya. Namun, balik lagi ke target pasar. Anda harus bisa menentukan, apakah dari kelas ekonomi bawah, menengah, atau atas.

4. Sepatu

Produk selanjutnya yang dijual di usaha thrift adalah sepatu. Banyak dari pebisnis menjual barang ini, terutama untuk sepatu-sepatu langka dan juga limited edition. Perlu diketahui bahwa minat masyarakat terhadap produk ini cukup tinggi. Oleh karena itu, Anda bisa menjualnya dengan harga tinggi agar mendapatkan keuntungan.

5. Buku

Tak hanya produk-produk pakaian saja, barang lain yang bisa Anda temukan di usaha thrift adalah buku. Mulai dari buku anak-anak sekolah, komik, novel, hingga kamus bisa Anda dapatkan. Sangat menarik, bukan?

Baca Juga: Cara Up Selling dan Cross Selling untuk Maksimalkan Penjualan

Alasan Memulai Thrift Shop

Jika ingin memulai bisnis ini, maka perlu diketahui beberapa alasan wajibnya. Adapun alasan untuk memulai usaha ini adalah sebagai berikut:

1. Bisnis Kekinian

Usaha thrift adalah jenis bisnis yang sedang marak dan sangat kekinian. Bagi mereka pecinta barang bekas, berburu produk-produk thrift adalah sebuah kewajiban bahkan menjadi gaya hidup. Oleh karena itu, thrift shop sangat menjanjikan.

2. Modal Kecil Untung Besar

Tahukah Anda kalau modal usaha thrift tidaklah besar. Biasanya, untuk mendapatkan satu karung yang berisi 50 hingga 100 pakaian bekas hanya membutuhkan dana Rp1 juta.

Apabila nantinya Anda menjual tiap pakaian dengan harga Rp50 ribu, maka modal akan kembali sebesar Rp2.500.000 sehingga Anda akan mendapatkan keuntungan sekitar kurang lebih Rp1 juta-an. Bagaimana, sangat menguntungkan, bukan?

3. Banyak Peminatnya

Usaha thrift adalah jenis bisnis yang memiliki banyak peminatnya. Generasi saat ini memiliki kebiasaan membeli barang secara impulsif dan senang mengikuti tren sehingga rela untuk mengeluarkan uang cukup banyak.

Oleh karena itu, usaha thrift merupakan solusi bagi konsumen yang senang berbelanja dengan harga murah. Selain murah, kadang mereka juga bisa mendapatkan produk branded. 

Cara Memulai Usaha Thrift Shop

Jika tertarik memulai bisnis thrift, ada beberapa tips untuk memulainya. Adapun caranya adalah sebagai berikut:

1. Buat Rencana Bisnis yang Matang

Memulai bisnis apapun itu harus diawali dengan rencana yang matang, begitu juga dengan usaha thrift. Dengan kata lain, business plan ini merupakan sebuah panduan untuk Anda yang ingin menjalankan bisnis. 

2. Mencari Supplier yang Tepat

Setelah membuat rencana bisnis yang matang, maka langkah selanjutnya yaitu mencari supplier. Pastikan produsen barang bekas yang Anda cari menjual produk bekas dengan kualitas bagus. Selain itu, Anda juga bisa melakukan perbandingan antara supplier satu dengan yang lainnya.

3. Melakukan Pemeriksaan Kondisi Fisik Barang Thrift

Kondisi fisik barang menjadi alasan utama mengapa peminat thrift sangat banyak. Meski tergolong barang bekas, sebagai penjual Anda harus bisa menawarkan produk dengan kualitas bagus. Jika Anda menjualnya dengan kualitas baik, maka konsumen pun akan memberikan kesan positif.

4. Promosi Secara Efektif

Tips terakhir yaitu Anda harus melakukan promosi secara efektif. Maksudnya, sebagai penjual Anda harus sering melakukan promosi terkait produk. Adapun salah satu platform yang bisa digunakan secara efektif adalah social media. 

Itu tadi merupakan ulasan singkat mengenai apa itu usaha thrift. Mulai dari jenis produk apa saja yang bisa dijual hingga bagaimana cara memulai bisnis tersebut. Memang usaha thrift adalah salah satu jenis bisnis yang menjanjikan. Yuk simak info penting seputar bisnis lebih luas di Populix!

Baca juga: 7 Contoh Strategi Pemasaran Produk yang Efektif bagi Bisnis

Tags:
Artikel Terkait
Apa itu Capital Budgeting? Definisi, Manfaat, Metode & Contoh
Sebagai businessman, capital budgeting adalah salah satu hal esensial dalam manajemen keuangan perusahaan yang patut Anda pahami. Terutama ketika Anda berencana melangsungkan sebuah investasi atau proyek besar dengan biaya yang tentunya tidak kecil. Pasalnya, ketepatan dalam melakukan penganggaran modal ini akan menentukan kesuksesan operasional bisnis Anda. Lantas, sebetulnya apa itu capital budgeting? Bagaimana cara menerapkannya? […]
Trial Balance, Pengertian, Fungsi, Metode dan Contohnya
Trial balance adalah sebuah tools yang digunakan untuk memeriksa apakah manajemen keuangan mengenai transaksi kredit dan debit dalam buku besar sudah benar. Apabila ditemukan kesalahan, maka trial balance atau neraca percobaan akan membantu mendeteksinya. Neraca percobaan berisikan setiap saldo perkiraan yang ada di buku besar. Nah, bagi Anda yang ingin mengetahui bagaimana cara membuat trial […]
Personal Selling: Definisi, Tujuan, Contoh, dan Kelebihannya
Personal selling adalah istilah yang sering didengar dalam dunia marketing. Namun, apa sih arti dari istilah tersebut? Jadi, personal selling adalah sebuah kegiatan untuk menawarkan produk. Biasanya dilakukan oleh para salesperson. Tak hanya itu, personal selling biasa digunakan untuk berjualan. Salah satu manfaat personal selling yaitu membangun brand image dan menumbuhkan awareness. Buat Anda yang […]