Pengertian Harga: Fungsi, Jenis, Konsep & Tujuan Penetapannya
Populix

Pengertian Harga: Fungsi, Jenis, Konsep & Tujuan Penetapannya

2 bulan yang lalu 6 MENIT MEMBACA

Dalam dunia bisnis, harga adalah salah satu aspek penting yang perlu ditetapkan dengan banyak pertimbangan.

Adapun salah satu tujuan penetapan harga adalah untuk menjaga daya saing di pasar bisnis.

Pasalnya, besaran harga dari suatu produk akan memengaruhi konsumen dalam proses pengambilan keputusan.

Sehingga, hal ini pada akhirnya akan berdampak pula terhadap daya beli dan loyalitas pelanggan.

Untuk selengkapnya, yuk simak pengertian harga, fungsi, jenis-jenis, hingga konsepnya di artikel berikut ini!

Apa itu Harga?

Pengertian harga adalah nilai uang yang dibayarkan oleh konsumen kepada penjual atas pembelian barang atau jasa. 

Dengan kata lain, harga adalah nilai suatu barang atau jasa yang telah ditentukan oleh penjual.

Definisi lain juga menyatakan bahwa harga adalah sejumlah uang yang dibebankan kepada konsumen untuk memperoleh manfaat saat membeli suatu produk, baik barang ataupun jasa dari produsen.

Dalam pemasaran, harga adalah hal terpenting dalam jual beli karena menjadi nilai tukar dari sebuah produk atau jasa yang dinyatakan dalam satuan moneter.

Selain itu, harga merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan perusahaan dalam menjalankan bisnis.

Perbedaan Harga dan Biaya

Banyak masyarakat menganggap bahwa harga dan biaya merupakan istilah yang sama. Padahal, keduanya memiliki suatu konsep berbeda pada konteks keuangan. 

Sederhananya, harga adalah sejumlah uang yang ditawarkan atau dibayarkan untuk memperoleh produk. 

Sedangkan, biaya didefinisikan sebagai sejumlah uang yang dibutuhkan untuk membuat atau menciptakan suatu benda. 

Istilah harga biasanya didefinisikan sebagai sejumlah uang yang layak diberikan untuk sebuah benda bukan hanya berdasarkan biaya pembuatannya, namun juga dengan mempertimbangkan kegunaan, kesesuaian, serta ketersediaannya.

Baca juga: Apa itu Omzet? Pengertian, Cara Hitung & Tips Meningkatkan

Fungsi Harga

Harga adalah kompensasi yang perlu dibayarkan konsumen untuk mendapat produk berupa barang atau jasa.

Selain itu, fungsi harga cukup beragam, beberapa di antaranya yaitu:

1. Fungsi Intensif Harga

Saat harga komoditas naik, umumnya permintaan akan meningkat. Hal tersebut memungkinkan pemasok mengikuti perubahan tren minat pelanggan di pasar.

Alhasil, mereka akan lebih memilih untuk menghasilkan penawaran tertentu karena berpeluang besar memperoleh keuntungan lebih banyak.

2. Fungsi Pendistribusian Harga

Harga memiliki kemampuan untuk pendistribusian sumber daya yang langka dengan nominal tinggi.

Hal tersebut menyebabkan produk dari sumber daya itu hanya akan dibeli oleh konsumen yang menunjukan keinginan dan kemampuannya.

Misalnya, berlian yang merupakan barang mewah hanya dapat dibeli oleh konsumen dengan sumber daya keuangan tinggi.

3. Fungsi Transmisi Harga

Fungsi harga adalah sebagai salah satu informasi yang harus disampaikan kepada seluruh pihak terlibat, baik di pasar maupun tempat lain secara bergiliran. 

Hal tersebut memungkinkan para produsen serta pelanggan untuk membuat keputusan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Misalnya pada penawaran berkualitas lebih mahal akan berbeda dengan yang menggunakan bahan baku murah.

Itulah sebabnya, pelanggan akan memperoleh informasi tersebut dari berbagai perbedaan drastis pada harga penawaran yang serupa.

Harga tersebut dapat membantu proses pemasaran untuk menentukan jenis permintaan berdasarkan penawaran di suatu pasar.

Ini akan memengaruhi hasil keputusan dari produsen untuk menentukan apakah barang produksi atau penawaran mampu membantu mereka mendapat lebih banyak keuntungan.

Baca juga: Kenali Apa itu Harga Pokok Penjualan (HPP) & Cara Menghitung

4. Fungsi Sinyal Harga

Penawaran harga seringkali bervariasi karena volume permintaan dan penawaran pasar. 

Jika permintaan tinggi, namun penawaran rendah maka pasar akan cenderung mengalami kenaikan harga.

Contohnya, emas merupakan sumber daya langka dengan kenaikan harga konstan setiap tahunnya karena permintaannya terus meningkat.

Demikian jika pasar memiliki kelebihan komoditas tertentu karena permintaannya lebih rendah dan penawarannya tinggi, maka harga akan cenderung turun. 

Hal tersebut dapat menjadi pemicu terhapusnya surplus komoditas di pasar.

Jenis-Jenis Harga

Terdapat jenis-jenis harga dalam aktivitas perekonomian, yaitu:

1. Harga Pokok

Harga pokok adalah nilai riil suatu produk atau jumlah yang diperlukan untuk menghasilkan barang atau jasa tersebut.

2. Harga Jual

Harga jual merupakan harga pokok ditambah dengan besaran keuntungan yang diharapkan oleh penjual.

Umumnya setiap penjual akan menjajakan produknya dengan harga jual yang berbeda-beda, namun tetap berpatokan pada harga pasaran.

3. Harga Subjektif

Harga subjektif adalah harga yang ditentukan berdasarkan taksiran atau pendapat seseorang.

Penjual dan pembeli menetapkan taksiran harga yang berbeda untuk suatu produk dan biasanya tidak sama dengan di pasaran.

Baca juga: Pengertian Harga Pokok Produksi, Cara Hitung & Contoh

4. Harga Objektif

Harga objektif adalah harga yang disepakati antara penjual dan pembeli. Nilainya akan menjadi patokan produsen dalam memasarkan produknya.

Konsep Harga

Konsep harga yang ditetapkan terdapat dalam buku Manajemen Pemasaran Jasa karya Buchari Alma (2005) yaitu ditentukan oleh teori value dan utility. Berikut penjelasan keduanya:

1. Value

Nilai suatu produk yang ditukar dengan barang lainnya atau seringkali disebut barter.

Saat ini, kegiatan ekonomi sudah tidak dilakukan secara barter, namun memakai uang sebagai ukuran yang disebut dengan harga.

2. Utility

Utility merupakan atribut yang telah melekat pada suatu barang yang memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan, keinginan, serta memberi kepuasan konsumen.

Tujuan Penetapan Harga

Bagi seorang produsen atau penjual, harga adalah satuan yang harus ditetapkan secara tepat karena akan berdampak pada besarnya keuntungan serta loyalitas konsumen.

Berdasarkan definisi tersebut, dapat dikatakan bahwa tujuan penetapan harga adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan Penghasilan

Pertama, tujuan penetapan harga adalah untuk memaksimalkan keuntungan yang diperoleh dari penjualan.

Semakin tinggi harga yang ditentukan, maka potensi untuk mendapat keuntungan akan semakin meningkat.

Namun, perlu adanya strategi penetapan harga dengan memperhatikan daya beli konsumen serta faktor-faktor lainnya.

Baca juga: 7 Cara Menghitung Rumus Harga Jual dengan Tepat dan Untung!

2. Mempertahankan Daya Saing

Perusahaan biasanya selalu berusaha untuk menjaga persaingan dengan market leader atau kompetitornya. Salah satu caranya adalah dengan menetapkan harga yang tepat. 

Misalnya, dengan menawarkan harga yang sedikit lebih murah atau setara, namun memberikan pelayanan tambahan.

3. Memperoleh Pangsa Pasar

Tujuan penetapan harga berhubungan erat dengan target penjualan barang dan jasa. 

Sebagian bisnis menetapkan harga terjangkau dengan kualitas barang yang baik untuk memperoleh pangsa pasar atau market share lebih besar.

Konsumen biasanya akan lebih memilih barang murah dan berkualitas bagus. Namun, sebagai produsen tentunya Anda harus memperhitungkan keuntungan dari penjualan.

4. Mempertahankan Loyalitas Pelanggan

Penetapan harga dilakukan berdasarkan berbagai pertimbangan, salah satunya untuk menjaga loyalitas konsumen agar terus membeli produk dari penjual.

Tidak hanya memperoleh pangsa pasar, pebisnis juga perlu menjaga loyalitas konsumennya dengan menetapkan harga yang bersaing.

Demikian pembahasan seputar apa itu harga, fungsi, jenis-jenis, hingga konsep dan tujuan penetapannya yang perlu Anda ketahui.

Bisa dibilang, harga adalah aspek paling penting yang wajib diperhatikan ketika ingin menjalankan bisnis, sehingga strategi penetapannya harus dilakukan dengan cermat.

Well, di samping faktor-faktor internal seperti biaya produksi dan operasional, permintaan pasar juga bisa menjadi penentu nilai jual yang tepat dari suatu produk.

Dalam hal ini, Anda dapat melakukan riset ke target pelanggan mengenai harga dan produk yang akan Anda tawarkan salah satunya dengan Poplite by Populix.

Poplite akan membantu Anda menjalankan riset bisnis secara cepat, mudah dan tentunya praktis.

Bahkan, Anda bisa mendapatkan data-data berkualitas dari 300.000+ responden terpercaya di seluruh Indonesia.

Tunggu apalagi? Yuk kembangkan bisnis #DenganData bersama Populix!

Baca juga: 4 Cara Menentukan Harga Jual Makanan dan Minuman yang Ideal

Artikel Terkait
10 Cara Jualan Online untuk Pemula Bermodal Kecil & Laris!
Sedang berpikir untuk merintis usaha sendiri lewat internet tapi belum terlalu paham bagaimana cara jualan online? Jangan khawatir, sebab Populix punya tipsnya untuk Anda. Bagi seorang pemula, terjun ke dunia bisnis memang mungkin bukan hal mudah. Kabar baiknya, berkat perkembangan teknologi, kini Anda sudah bisa mulai membuka bisnis rumahan secara online dengan mudah. Namun, perlu […]
Mengenal Apa itu B2B, Contoh Usaha & Perbedaannya dengan B2C
Apa itu B2B? B2B adalah kepanjangan dari business to business. B2B menjalankan transaksi antara sesama pelaku bisnis. Sebagai contoh, perusahaan furniture bekerjasama dengan perusahaan digital marketing untuk membantu memasarkan produk mereka. Lalu, bagaimana dengan B2C? Apa perbedaan B2B dan B2C? Langsung saja baca artikel berikut, ya! Pengertian B2B B2B adalah kependekan dari business to business. […]
7 Cara Belajar Efektif dan Efisien Yuk Disimak Tipsnya!
Belajar seringkali dikaitkan sebagai aktivitas yang melelahkan dan membosankan. Padahal, kecenderungan ini umumnya terjadi ketika belajar dilakukan dengan cara kurang tepat. Di sinilah pentingnya mengetahui cara belajar efektif. Menemukan strategi tepat untuk belajar tentu akan mengubah suasana menjadi lebih menyenangkan dan terhindar dari kondisi burnout. Apalagi di masa pandemi, kebosanan dan kreativitas untuk mengolah belajar […]