Wawancara Tidak Terstruktur: Definisi, Kelebihan, Kekurangan
Populix

Wawancara Tidak Terstruktur: Definisi, Kelebihan, Kekurangan

7 bulan yang lalu 5 MENIT MEMBACA

Wawancara merupakan sebuah proses yang kerap dilakukan saat melakukan penelitian atau riset. Adapun salah satu jenis wawancara yaitu wawancara tidak terstruktur.

Melansir laman Research Connections, pengertian wawancara tidak terstruktur adalah ketika peneliti mengajukan pertanyaan terbuka atau open-ended questions.

Tujuannya yaitu untuk memberikan keleluasaan kepada responden untuk berbicara bebas mengenai suatu topik dan memengaruhi arah wawancara.

Tidak ada rencana yang telah ditentukan sebelumnya mengenai informasi spesifik yang dapat dikumpulkan dari jenis wawancara ini.

Apa Itu Wawancara Tidak Terstruktur?

wawancara tidak terstruktur adalah
Source: Freepik

Wawancara tidak terstruktur adalah jenis wawancara paling fleksibel, dengan ruang untuk spontanitas.

Berbeda dengan wawancara terstruktur, pertanyaan dan urutan penyajiannya tidak ditentukan. Sebaliknya, wawancara dilanjutkan berdasarkan jawaban peserta sebelumnya.

Wawancara tidak terstruktur bersifat terbuka. Mengutip situs Scribbr, kurangnya struktur ini dapat membantu Anda mengumpulkan informasi terperinci tentang topik yang dibahas, tetapi tetap memungkinkan Anda mengamati dalam tahap analisis.

Baca juga: Sosiogram Adalah: Definisi, Kelebihan, serta Cara Membuatnya

Kapan Menggunakan Wawancara Tidak Terstruktur?

Mungkin sulit untuk menentukan jenis wawancara yang paling sesuai untuk penelitian Anda. Terkait wawancara tidak terstruktur, biasanya cocok digunakan ketika:

  • Anda telah berpengalaman melakukan wawancara dan memiliki latar belakang yang kuat dalam topik penelitian.
  • Pertanyaan penelitian Anda bersifat eksploratif. Meskipun Anda mungkin telah mengembangkan hipotesis, Anda terbuka untuk menemukan sudut pandang baru atau perubahan.
  • Anda mencari data deskriptif dan siap mengajukan pertanyaan yang akan memperdalam serta mengontekstualisasikan pemikiran dan hipotesis awal Anda.
  • Penelitian Anda bergantung pada pembentukan hubungan dengan partisipan dan membuat mereka merasa nyaman mengungkapkan emosi, pemikiran, atau pengalaman hidup yang lebih dalam.

Dibandingkan wawancara terstruktur atau semi-terstruktur, penting bagi Anda untuk tetap terorganisir dan mengembangkan sistem untuk melacak tanggapan peserta. Sebab, pertanyaan-pertanyaan tidak diajukan sebelumnya, sehingga pengumpulan dan analisis data menjadi lebih kompleks.

Baca juga: R Square: Penjelasan, Penggunaan, Rumus

Kelebihan dan Kekuarangan Wawancara Tidak Terstruktur

Kelebihan

  • Sangat fleksibel, memungkinkan peneliti mengembangkan hubungan baik dengan partisipan. Dengan demikian, hal ini membantu pewawancara untuk mendapatkan wawasan berkualitas tentang keyakinan, pemikiran, persepsi, dan pengalaman peserta.
  • Wawancara ini mengalir seperti percakapan alami. Oleh karena itu, peserta cenderung merasa lebih nyaman dan tenteram dalam berbagi pengalaman pribadinya.
  • Meminimalkan misrepresentasi dan salah tafsir atas tanggapan peserta karena pewawancara mendapat kesempatan untuk mengajukan pertanyaan menyelidik dan menafsirkan untuk memperjelas komentar peserta.
  • Memungkinkan peneliti untuk memahami mengapa orang berperilaku atau bereaksi dengan cara tertentu. Oleh karena itu, mereka sangat berguna untuk penelitian yang melibatkan hal-hal yang kompleks dan sensitif.

Kekurangan

Jenis wawancara ini juga memiliki kekurangan dibandingkan metode pengumpulan data lainnya.

1. Generalisasi dan Keandalan yang Rendah

Fleksibilitas wawancara tidak terstruktur dapat memungkinkan mengalirnya ide-ide baru, tetapi juga mengurangi keandalan dan kemampuan generalisasinya.

Akan sulit untuk membandingkan tanggapan antar peserta jika mereka tidak menerima pertanyaan yang sama, sehingga membuat tahap analisis menjadi menantang.

Selain itu, karena panjangnya waktu, wawancara tidak terstruktur sering kali memiliki ukuran sampel yang sangat kecil, sehingga dapat menimbulkan berbagai jenis bias pengambilan sampel dan bias seleksi.

2. Risiko Pertanyaan yang Mengarahkan

Sifat wawancara tidak terstruktur yang terbuka dapat membuat Anda tergoda untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan, yang dapat menyebabkan berbagai jenis bias penelitian dalam tanggapan Anda.

Dalam situasi seperti percakapan ini, akan lebih sulit bagi pewawancara untuk merahasiakan reaksi atau pendapat sebenarnya, sehingga menyebabkan bias pengamat atau karakteristik permintaan.

Hal ini juga dapat menjadi tantangan bagi peserta untuk menjawab secara lengkap atau jujur, sehingga menyebabkan bias keinginan sosial, bias ingatan, dan efek Hawthorne.

3. Memakan Waktu

Jenis wawancara ini bisa sangat memakan waktu, baik pada tahap wawancara maupun tahap analisis.

Mendorong respons yang panjang dan terperinci dapat menambah kekayaan data, tetapi juga menyebabkan lebih banyak waktu yang dihabiskan untuk menyalin dan menganalisis, dan risiko data penting hilang saat diacak.

4. Risiko Validitas Internal yang Rendah

Sehubungan dengan itu, menjaga wawancara tidak terstruktur tetap “pada jalurnya” dapat menjadi sebuah tantangan, dengan risiko bahwa pertanyaan-pertanyaan yang bersinggungan dan sampingan dapat menggagalkan tujuan penelitian Anda. Hal ini dapat menurunkan validitas internal penelitian Anda.

Baca juga: Variabel Intervening: Penjelasan, Jenis, Kelebihan

Contoh Wawancara Tidak Terstruktur

contoh wawancara tidak terstruktur adalah
Source: Freepik

Inilah sederet contoh dari pertanyaan wawancara tidak terstruktur:

  1. Bagaimana Anda melihat perubahan perilaku konsumen dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia dan dampaknya pada pasar?
  2. Menurut Anda, apa faktor kunci yang memengaruhi keputusan konsumen di pasar saat ini?
  3. Bagaimana perusahaan Anda menghadapi perkembangan teknologi dalam bisnis ini, khususnya tren e-commerce yang semakin meningkat?
  4. Menurut Anda, apakah ada peluang baru yang muncul di pasar Indonesia yang belum banyak dimanfaatkan oleh perusahaan dalam industri ini?
  5. Bagaimana pandangan Anda mengenai persaingan di pasar saat ini, terutama dengan munculnya startup dan perubahan dinamika industri?
  6. Apakah ada tantangan khusus yang dihadapi perusahaan Anda dalam beroperasi di Indonesia, baik dari segi ekonomi, regulasi, atau faktor-faktor lainnya?
  7. Dalam mengembangkan strategi bisnis, sejauh mana perusahaan Anda mempertimbangkan kebutuhan dan preferensi konsumen? Bagaimana Anda memastikan produk atau layanan Anda tetap relevan?
  8. Bagaimana perusahaan Anda merespon perubahan kebijakan pemerintah atau regulasi yang dapat memengaruhi operasi bisnis di Indonesia?
  9. Apakah perusahaan Anda menggunakan analisis data atau riset pasar tertentu untuk mendukung pengambilan keputusan strategis? Jika ya, bisa Anda berbagi contoh bagaimana data tersebut telah membantu perusahaan?
  10. Bagaimana Anda melihat peluang ekspansi bisnis di pasar regional atau global dari perspektif perusahaan Anda?

Pertanyaan-pertanyaan ini dirancang untuk membuka diskusi dan memungkinkan responden memberikan tanggapan yang mendalam dan tidak terbatas pada jawaban baku.

Wawancara semacam ini dapat membantu dalam memahami pandangan dan pengalaman responden terkait riset pasar di Indonesia.

***

Melalui wawancara tidak terstruktur, kita dapat menggali wawasan yang mendalam dan berharga, termasuk bagi strategi bisnis.

Begitu juga dengan memanfaatkan layanan riset pasar Populix for Enterprise, perusahaan dapat mengoptimalkan pengambilan keputusan berdasarkan pemahaman yang lebih baik terhadap kebutuhan dan preferensi konsumen.

Jangan lewatkan kesempatan untuk mendapatkan keunggulan kompetitif melalui wawasan yang diperoleh dari wawancara tidak terstruktur, dan temukan potensi pertumbuhan bisnis yang baru.

riset pasar Populix for Enterprise

Baca juga: Strategi Produk: Pengertian, Manfaat, Komponen, Cara Buat

Artikel Terkait
Business Intelligence: Arti, Aplikasi, Contoh pada Perusahaan
Business intelligence adalah salah satu aspek yang akan membantu perusahaan dalam menentukan strategi pemasaran berdasarkan data pasar. Kumpulan data tersebut kemudian akan diolah oleh seorang BI (Business Intelligence) menggunakan metode, tool dan software yang sesuai. Dilihat dari tugasnya, intelijen bisnis adalah hal yang penting, tetapi tidak sedikit industri yang belum mengenalinya. Keberadaan dan manfaat business […]
3 Tips Memilih Aplikasi Laporan Keuangan yang Tepat untuk Bisnis
Berbisnis itu mirip dengan bermain catur, di mana setiap langkah harus dipikirkan dengan hati-hati. Hal ini seperti kamu memilih aplikasi laporan keuangan, dari sekian banyak pilihan yang ada, kamu harus memikirkan aplikasi seperti apa yang tepat untuk bisnis kamu. Terlebih, di era digital yang semakin maju, aplikasi laporan keuangan akan membantu kamu dalam memantau, menganalisis, […]
10 Tips Memulai Bisnis Franchise untuk Pemula
Franchise atau waralaba adalah salah satu peluang usaha yang banyak diminati akhir-akhir ini. Apalagi cara memulai bisnis franchise pun dianggap efisien saat hendak memiliki bisnis baru. Pasalnya, sejumlah bisnis franchise telah memiliki ‘nama’ di pasaran sehingga Anda tidak perlu melakukan branding dari awal. Selain itu, bisnis franchise pun kerap kali sudah memiliki para pelanggannya sendiri. […]