Focus Group Discussion (FGD): Pengertian, Tujuan, Proses
Populix

Focus Group Discussion (FGD): Pengertian, Tujuan, Proses

1 tahun yang lalu 7 MENIT MEMBACA

Focus Group Discussion atau FGD adalah salah satu teknik survei yang banyak dimanfaatkan dalam berbagai tujuan. Baik itu, kepentingan bisnis, marketing plan, akademik, atau pengembangan produk hingga layanan. 

Lantas, bagaimana metode FGD dan apa yang membedakannya dari strategi lainnya? Yuk, simak ulasan dalam artikel berikut untuk lebih memahaminya!

Apa Itu FGD atau Focus Group Discussion?

FGD adalah

FGD singkatan dari Focus Group Discussion yang dapat dimengerti sebagai strategi pembahasan melalui pembagian kelompok. Teknik berikut umum digunakan dalam lembaga akademik maupun perusahaan.

Kegiatan diskusi pada FGD adalah berdasarkan topik tertentu yang spesifik sehingga lingkup pembahasan bisa terfokus pada subjek terkait. Sedangkan, untuk anggotanya dapat disesuaikan dengan jumlah orang dalam ruangan tersebut.

Mengutip laman ODI, FGD adalah cara yang tepat untuk mengumpulkan orang-orang dari latar belakang atau pengalaman yang sama untuk membahas topik minat tertentu.

Kelompok peserta dipandu oleh moderator (atau fasilitator kelompok) yang memperkenalkan topik diskusi dan membantu kelompok untuk berpartisipasi dalam diskusi yang hidup dan alami di antara mereka sendiri.

Lalu, untuk pemilihan anggota didasarkan dengan topik yang sedang dibahas. Misalnya, tema FGD adalah analisis teknik digital marketing, maka rekan diskusi sebaiknya memiliki wawasan atau pengalam tentang bidang terkait.

Salah satu contoh FGD yang sering dilaksanakan adalah brainstorming ide inovasi pada perusahaan serta pembahasan materi baru dalam bidang tertentu dalam kegiatan akademik.

Sederhananya, FGD adalah metode diskusi yang dilaksanakan dengan beberapa pertanyaan terkait topik pembahasan guna mendapatkan kesimpulan akhir terbaik.

Perbedaan FGD dan Interview

Meskipun dianggap mempunyai metode pelaksanaan yang hampir sama, FGD adalah forum pernyataan pendapat secara bebas dan tidak memiliki konsep penilaian salah atau benar.

Sedangkan, interview sering kali membutuhkan jawaban yang sesuai menurut pihak pewawancara sehingga konsep penilaian berlaku lebih kuat. Nah, agar lebih memahami perbedaan antara keduanya, berikut ulasannya:

1. Pertanyaan yang Diajukan

Ketika melakukan interview, pelamar akan ditanya beberapa hal tentang detail perusahaan. Selain itu, pihak pewawancara juga akan membicarakan topik yang bersifat pribadi guna kepentingan data.

Jika dibandingkan, poin berikut sangat berbeda dengan focus group discussion. Pada dasarnya, area pembahasan FGD adalah seputar topik yang dibahas dan seringkali merupakan hal umum.

Selain itu, topik FGD tidak berhubungan secara langsung dengan dunia pekerjaan. Misalnya, leader akan membahas beberapa masalah yang dihadapi oleh perusahaan dan Anda diminta untuk menyatakan sudut pandang serta solusi.

Baca juga: Workshop Adalah: Pengertian, Manfaat, Jenis & Contohnya

2. Jumlah Anggota

Selanjutnya, jumlah anggota FGD adalah berkisar 4 hingga 15 orang, tergantung dengan pembagian kelompok yang ditetapkan. Sedangkan, dalam proses interview, biasanya hanya berlangsung antara calon pelamar dan pewawancara.

3. Kesimpulan Akhir

Perbedaan lain yaitu bentuk kesimpulan di akhir kegiatan. Interview biasanya diakhiri dengan keputusan penerimaan atau penolakan tanpa menjelaskan secara detail terkait alasannya.

Di sisi lain, kesimpulan akhir FGD adalah bersifat terbuka. Maksudnya, leader akan memberikan waktu dan bantuan untuk memahami tema pembahasan secara bersama-sama.

Setelahnya, anggota akan melakukan diskusi yang terarah sehingga hasil akhir akan dibagi dalam data individu sekaligus per kelompok.

Tujuan FGD (Focus Group Discussion)

tujuan fgd focus group discussion

Melansir laman Social Research Update, tujuan utama dari FGD yaitu untuk memanfaatkan sikap, perasaan, keyakinan, pengalaman, dan reaksi responden dengan cara yang tidak mungkin dilakukan dengan menggunakan metode lain, seperti observasi, wawancara, atau isi kuesioner.

Selain itu, FGD pun dapat menciptakan forum untuk setiap sudut pandang dan pendapat pada isu tertentu yang diutarakan oleh anggotanya.  

FGD adalah suatu platform diskusi yang mendukung penemuan gagasan baru, solusi serta mendorong proses kreativitas terhadap tema pembahasan. Keahlian berikut akan memberikan banyak manfaat bagi anggota di masa mendatang.

Kelebihan dan Manfaat FGD

Pada dasarnya, fungsi FGD yaitu sebagai simulasi dunia kerja yang membutuhkan pemikiran kritis atau creative thinking terhadap penemuan solusi setiap masalah bisnis. 

Sehubungan dengan itu, manfaat FGD akan berbeda-beda pada setiap orang karena adanya variasi pendapat dan sudut pandang yang digunakan ketika diskusi.

Akan tetapi, satu hal yang pasti adalah melalui forum berikut, anggota akan mendapatkan pengetahuan baru.

Baca juga: Mengenal Analisis dalam Penelitian, Jenis, dan Tujuannya

Cara Melakukan FGD (Focus Group Discussion)

Focus group discussion memiliki tata cara yang harus dipatuhi oleh seluruh partisipan. Agar lebih memahami bagaimana prosedurnya, simak langkah-langkah focus group discussion berikut ini:

1. Menentukan Tema 

Proses pertama pelaksanaan FGD adalah menentukan tema dan objektif kegiatan. Pihak penyelenggara perlu menetapkan pembahasan yang relevan dengan tujuan acara.

2. Mengelompokkan Peserta

Langkah selanjutnya adalah mengelompokkan peserta pada kelompok serta sesi tertentu. Landasan kriteria anggota FGD biasanya ditentukan oleh pihak penyelenggara.

3. Mengumpulkan Data

Ketika peserta sudah tergabung dalam kelompoknya masing-masing, maka Anda dapat memulai kegiatan dengan perkenalan diri agar suasana tidak terlalu kaku.

Setelahnya, moderator bisa memberitahukan informasi tentang peraturan dasar dalam pelaksanaan forum group discussion. Pastikan seluruh anggota telah memahami penjelasan berikut agar diskusi bisa berjalan dengan efektif.

Lalu, sebagai awalan, moderator bisa memberikan satu studi kasus atau pertanyaan guna memulai diskusi. Perlu dipahami bahwa kegiatan tanya jawab berikut dibatasi oleh waktu.

4. Analisis Kesimpulan

Ketika diskusi telah mendekati selesai, moderator akan menutup forum dengan memberikan kesimpulan atas pembahasan yang telah disampaikan oleh setiap anggota.

Pada saat ini, pihak penyelenggara juga akan memberitahukan penilaian serta peringkat berdasarkan performa peserta. Hasil berikut yang akan menentukan kelolosan ke proses selanjutnya.

6 Proses Focus Group Discussion

focus group discussion adalah

Di bagian ini, Anda akan mendapatkan gambaran tentang bagaimana proses penyusunan acara FGD, yaitu sebagai berikut:

1. Memilih Moderator atau Leader

Penyusunan pertama FGD adalah pemilihan moderator di setiap kelompok. Aspek berikut merupakan hal penting karena tanpa adanya leader yang memiliki kemampuan analisis tinggi, kegiatan berikut tidak akan berjalan secara efektif.

Selain memiliki kemampuan analisis, moderator juga diharapkan interaktif dan dapat menjelaskan informasi secara jelas pada peserta. Maka dari itu, ketika merencanakan FGD sebaiknya Anda memberikan waktu lebih lama untuk mencari leader yang jelas.

2. Mempersiapkan Rencana Kegiatan

Proses kedua adalah meliputi perencanaan kegiatan yang harus disiapkan dari jauh hari. Termasuk dalam rancangan persiapan acara adalah tim dan sistem pelaksanaan FGD.

Dengan demikian, tim acara dapat mengikutsertakan pihak yang bertugas sebagai notulen, penata teknis, pencatat waktu serta dokumentasi. 

Lalu, sehubungan dengan rencana kegiatan, Anda dapat menyusun topik dan pertanyaan terkait tema kegiatan. Adanya pemilihan aspek tersebut akan memudahkan tim saat menjalankan acara.

Selain itu, terkait dengan sistem pelaksanaan, sebaiknya Anda membagi beberapa divisi yang bertugas untuk mengatur data peserta, mengelompokkan anggota serta membagi ruang, dan sesi FGD.

Baca juga: Apa Itu Public Speaking? Kenali Cara dan Manfaatnya!

3. Menjelaskan Topik 

Selanjutnya, ketika FGD sudah dimulai, ada baiknya Anda memberitahukan aturan pelaksanaan, waktu diskusi, sesi per kelompoknya serta yang paling penting, topik pembahasan.

Biasanya pemaparan topik akan dijelaskan oleh MC atau moderator setiap kelompoknya, tergantung pihak penyelenggara. Selanjutnya, akan dilemparkan beberapa pertanyaan pemantik yang menandakan diskusi akan segera dimulai.

Beberapa contoh pertanyaan focus group discussion yang sering digunakan sebagai pembuka antara lain adalah sebagai berikut:

  • Probe Question. Jenis pertanyaan yang bersifat pribadi dengan tujuan mengetahui ketertarikan peserta pada topik tertentu. Sering terjadi pada contoh FGD yaitu “Apakah Anda pernah mendengar isu ini?”
  • Exit Question. Pertanyaan ini berfungsi untuk memastikan tidak ada informasi yang dilewatkan selama proses diskusi.

4. Meringkas Poin Diskusi

Pada saat FGD berjalan, penting bagi moderator maupun notulen untuk mencatat poin-poin yang disampaikan oleh anggota sebagai aspek pokok penilaian.

Agar lebih mudah untuk mencatat, sebaiknya menggunakan alat rekaman suara di ponsel atau sejenisnya sehingga meminimalisasi kesalahan penulisan atas tanggapan peserta.

5. Menganalisis Data Akhir

Ketika diskusi sudah mendekati tahap akhir, data akhir yang berupa rekaman suara atau transkrip notulensi akan dikumpulkan dan dianalisis melalui beberapa faktor seperti pola diskusi, keaktifan, kekuatan asumsi, sudut pandang serta solusi.

Pihak yang melakukan analisis data akhir FGD adalah tim pelaksana. Sebagai tambahan informasi, selain melalui aktivitas peserta pada pelaksanaan diskusi, penilai juga akan memperhatikan nada berbicara hingga kemampuan mempertahankan gagasan.

6. Mengambil Keputusan Akhir

Terakhir, saat data hasil sudah terkumpul dan peserta telah berpisah menjadi individu, keputusan akhir FGD akan diumumkan oleh pihak penyelenggara.

Kegiatan berikut dilaksanakan dengan penuh ketelitian dan menganut keadilan sehingga hasil yang diterima merupakan cerminan dari performa dan metode problem solving tiap peserta pada proses FGD.

***

Itulah penjelasan mengenai pengertian FGD (Focus Group Discussion) beserta tujuan, kelebihan, dan tahap pelaksanaannya. Apabila Anda membutuhkan informasi dari kelompok tertentu untuk kepentingan bisnis hingga akademik, teknik berikut bisa menjadi pilihan.

Nah, dengan memanfaatkan layanan Populix for Enterprise, Anda dapat menjalankan proses FGD dengan tepat. Sebab, nantinya Anda dapat dibantu oleh tim yang telah kompeten dalam bidangnya.

riset pasar Populix for Enterprise

Baca juga: Apa itu Soft Skill? Arti, Manfaat, Contoh & Cara Meningkatkan

Artikel Terkait
Barcode: Pengertian, Fungsi, Manfaat, Jenis & Cara Membuatnya
Barcode adalah salah satu fitur data optik yang cukup penting karena menawarkan kepraktisan dan kecepatan. Secara mendasar, barcode adalah sebuah kode batang yang berfungsi membantu proses pencarian produk dan pencatatan informasi dalam manajemen bisnis. Akan tetapi, sebetulnya fungsi barcode tidak hanya terbatas pada proses bisnis semata, melainkan juga untuk keperluan penyortiran lainnya sesuai jenis barcode. […]
5 Penyebab Start Up Bangkrut, Harus Diwaspadai!
Belakangan, pandemi Covid-19 memukul sebagian besar roda perekonomian Indonesia. perusahaan rintisan atau start up jadi salah satu yang paling terdampak. Ada sejumlah start up bangkrut setelah masa pendemi. Airy misalnya, start up online travel agency (OTA) resmi gulung tikar pada 31 Mei 2020. Melalui laman resminya, Airy sampaikan merosotnya bisnis travel karena Covid-19 jadi alasan […]
User Persona: Definisi, Cara Membangun, dan Tujuannya
Bukan hanya konten kreator, tetapi seorang UI/UX designer rupanya juga bisa menciptakan sebuah tokoh fiksi, lho! Sebut saja dengan user persona. Apa itu user persona? User persona adalah tool yang akan membantu para desainer untuk lebih memahami penggunanya. Dengan menggunakan user personal, UI/UX designer bisa melihat sudut pandang pengguna lebih dalam, sehingga bisa membuat rancangan […]