Perilaku Konsumen: Pengertian, Manfaat, Faktor, Teori & Model
Populix

Perilaku Konsumen: Pengertian, Manfaat, Faktor, Teori & Model

1 tahun yang lalu 7 MENIT MEMBACA

Teori perilaku konsumen adalah studi yang mempelajari tentang tindakan seseorang terhadap sebuah produk, jasa, brand atau perusahaan. Proses pengambilan keputusan untuk menghabiskan uang, waktu, dan tenaga seorang pelanggan juga menjadi bagian dari studi tersebut. Bagaimana penjelasan selengkapnya mengenai teori ini? Simak ulasannya di bawah.

Apa itu Perilaku Konsumen?

Selain strategi pemasaran, aspek lain yang harus diperhatikan sebuah perusahaan adalah konsumen mereka sendiri. Dengan mengenal konsumen, tingkat keefektifan bisnis industri akan lebih maksimal.

Teori ini sendiri seringkali dibahas dalam ranah ilmu komunikasi dan psikologi. Secara sederhana, teori perilaku konsumen adalah studi dimana Anda bisa mengetahui dan mempelajari perilaku seseorang terhadap brand atau perusahaan yang dibuat.

Perilaku konsumen menurut para ahli

Penjelasan mengenai pola tindakan seorang konsumen ini juga memiliki definisi tersendiri dari para ahli. Berikut beberapa definisi teori perilaku konsumen menurut para ahli di bidangnya.

1. Schiffman dan Kanuk (2000), mengatakan bahwa teori ini adalah studi tentang bagaimana seseorang membuat sebuah keputusan untuk membelanjakan sumber daya yang mereka punya misalnya uang, waktu, dan tenaga mereka untuk mendapatkan produk yang akan dikonsumsi.

2. Kotler dan Keller (2008), keduanya sepakat bahwa teori perilaku konsumen adalah sebuah studi yang mempelajari individu, kelompok, maupun organisasi dalam memilih, membeli, menggunakan, dan mengevaluasi produk untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka.

3. John C. Mowen dan Michael Minor menyampaikan tentang perilaku seorang konsumen sebagai studi unit dan proses pembuatan keputusan seseorang dalam menerima, menggunakan, membeli, dan menentukan produk.

Teori Perilaku Konsumen

Sejauh mana perilaku seorang konsumen yang dibahas dalam studi ini? Teori perilaku mengenai konsumen berkaitan dengan seluruh proses yang dilakukan individu ketika mereka menghadapi tawaran sebuah produk, mulai dari aktivitas mengetahui hingga mengevaluasi produk tersebut.

Di samping itu, proses pengambilan keputusan untuk menghabiskan uang, waktu, dan tenaga seorang pelanggan juga menjadi bagian studi ini.

Manfaat Mempelajari Perilaku Konsumen

Memahami berbagai perilaku dari para konsumen rupanya memiliki manfaat bagi pelaku bisnis. Apa saja itu? Berikut daftarnya.

1. Bisa memprediksi tren pasar

Pertama, manfaat mempelajari perilaku para konsumen adalah pelaku bisnis atau perusahaan mampu memprediksi tren pasar kedepannya. Perilaku dari konsumen tersebut akan memperlihatkan tren apa yang tengah terjadi atau digandrungi.

2. Mengidentifikasi karakteristik dan kebutuhan konsumen

Dari sini, perusahaan juga dapat memahami bagaimana karakteristik konsumen dan apa saja kebutuhannya. Sehingga, perusahaan bisa memproduksi barang atau jasa yang memang diperlukan oleh konsumen.

3. Membuat strategi pemasaran yang sesuai

Masih berhubungan dengan manfaat nomor 2, mampu mengidentifikasi karakteristik konsumen akan memudahkan marketing untuk merancang strategi pemasarannya. Sehingga strategi yang diterapkan pun akan tepat sasaran.

4. Mengungguli para pesaing

Yang terakhir dari manfaat mempelajari perilaku konsumen adalah dapat mengungguli pesaingnya. Bagaimana bisa? Karena perusahaan telah memprediksi tren pasar, mengidentifikasi karakteristik dan kebutuhan konsumen, serta menggunakan taktik pemasaran yang tepat.

Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen

Faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dibagi menjadi beberapa kategori, yakni sosial, budaya, pribadi, dan psikologis. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Sosial

Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah aspek lingkungan sosial. Tidak hanya peran dan status sosial seseorang, faktor ini juga meliputi pengaruh yang dibawa oleh kelompok-kelompok di sekitar konsumen.

2. Budaya

Latar belakang budaya seseorang juga bisa menjadi faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen terhadap suatu produk yang ditawarkan. Tidak jarang, seorang konsumen menjadikan aspek ini sebagai prioritas mereka dalam memilih sebuah produk. Aspek budaya yang dimaksud bisa meliputi adat, agama, ras, hingga stratifikasi sosial.

3. Pribadi (Personal)

Selanjutnya, faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah berasal dari pribadi konsumen itu sendiri. Beberapa variabel yang berkaitan dengan personal konsumen adalah aspek demografis yaitu usia, jenis kelamin, besar pendapatan dan lainnya. Di samping itu, minat dan impresi individu sebagai konsumen juga masuk dalam faktor yang satu ini.

4. Psikologis

Sikap dan kepribadian seseorang termasuk dalam faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dari sisi psikologis untuk mengambil keputusan terhadap sebuah produk. Salah satu variabel yang berkaitan dengan faktor psikologis adalah gaya hidup.

Baca juga: Apa itu Segmentasi Pasar? Simak Contoh, Tujuan dan Jenisnya

Pengaruh Iklan Terhadap Perilaku Konsumen

Umumnya, sebuah perusahaan akan menyebarkan sebuah iklan sebagai strategi pemasaran. Lalu apa pengaruh iklan terhadap perilaku konsumen?

Iklan memang dibuat dengan tujuan persuasi, namun tidak jarang beberapa dari iklan tersebut yang malah menghilangkan minat konsumen terhadap suatu produk.

Oleh karenanya, penting bagi Anda untuk melakukan riset pasar dan penentuan target konsumen terlebih dahulu sebelum membuat iklan. Salah satu cara riset pasar yang paling efektif adalah menggunakan layanan Poplite.

Poplite akan mengumpulkan data berdasarkan perilaku-perilaku konsumen, sehingga dari riset tersebut dapat terlihat jenis iklan seperti apa yang paling cocok digunakan untuk mempromosikan produk Anda. Apakah iklan tipe mengajak atau hanya sebatas pengenalan produk saja.

Yup, disamping “mengajak” mereka untuk membeli produk, pengemasan iklan bisa Anda pasang dengan tujuan yang lain tanpa menghilangkan sifat persuasif dari iklan itu sendiri.

Jika tujuan Anda adalah untuk menarik orang-orang baru menjadi pelanggan tetap, iklan bisa dikemas sebagai sarana pengenalan produk. Sehingga calon pelanggan tersebut tidak akan “kaget” ketika suatu saat menerima paparan iklan yang Anda pasang.

Atau mungkin Anda ingin mempertahankan orang yang sudah lama menjadi pelanggan setia, iklan bisa dikemas dengan menunjukkan benefit-benefit baru dari produk yang Anda tawarkan. Dengan begitu mereka akan tetap setia menggunakan brand Anda.

Model Perilaku Konsumen

Beberapa model hadir untuk membantu mendefinisikan teori ini dengan lebih jelas, penjelasan lebih lengkap bisa Anda baca dalam ulasan di bawah.

Pavlovian Model

Model perilaku konsumen yang pertama adalah Pavlovian Model milik Ivan Pavlov. Model ini meliputi tiga indikator perilaku konsumen diantaranya adalah drive, drives, dan reinforcement. Drive adalah sebuah stimuli yang akan memancing sebuah aksi. Drives adalah kebutuhan psikologis dari subjek misalnya saja rasa lapar, sakit, atau nikmat.

Kemudian, stimuli akan mempengaruhi aspek psikologis seseorang yang akan memperkuat aksi mereka terhadap produk yang ditawarkan, poin ini yang dinamakan reinforcement. Model ini sepenuhnya menjelaskan teori perilaku seorang konsumen dari segi psikologis.

Model Input, Process, Output Model

Dalam model ini muncul tiga indikator perilaku konsumen yaitu input, process, dan output. Input dalam model ini merujuk pada strategi marketing yang dibentuk sebuah perusahaan. Empat aspek utama dalam indikator tersebut atau marketing mix terdiri dari product (produk), price (harga), place (tempat), dan promotion (promosi).

Kedua adalah process, indikator ini berhubungan dengan proses transaksi oleh seorang konsumen. Mulai dari mengetahui hingga mengevaluasi sebuah produk. Sedangkan output adalah respons yang diberikan konsumen terhadap produk atau perusahaan.

Sociological Model

Sedikit berbeda dari kedua model sebelumnya, teori ini menghubungkan perilaku dan lingkungan konsumen. Lingkungan yang dimaksud terbagi menjadi dua yaitu primary dan secondary.

Primary society terdiri dari orang-orang terdekat konsumen seperti teman dan keluarga. Sedangkan secondary society adalah orang lain dalam lingkungan konsumen yang memiliki kesamaan kepribadian dengan mereka. Fokus dalam model ini berkaitan dengan gaya hidup konsumen.

Contoh Perilaku Konsumen

Contoh perilaku konsumen adalah ketika seseorang ingin membeli sayur. Ada beberapa hal yang bisa mereka jadikan prioritas dalam transaksi tersebut. Teori ini juga memperkenalkan Anda kepada beberapa jenis konsumen yang berbeda.

Jika mereka memperhatikan mutu atau kualitas produk, maka konsumen tersebut cenderung tidak mempermasalahkan nominal yang dibandrol demi mendapatkan kualitas sayur yang baik dan segar.

Sebaliknya, jika seorang konsumen lain sangat memperhatikan harga barang, maka mereka cenderung akan memilih produk serupa dengan harga yang lebih rendah. Kualitas sayur yang segar tidak akan menjadi masalah selama bahan tersebut masih layak untuk diolah.

Mempelajari teori ini dengan baik akan sangat bermanfaat bagi bisnis yang sedang dijalankan. Tidak hanya dari segi penjualan, divisi perusahaan yang lain juga otomatis akan mengalami peningkatan.

Teori perilaku konsumen adalah satu dari beberapa studi dan strategi yang bisa Anda jadikan jalan untuk pengoptimalan bisnis. Temukan informasi lengkapnya di Populix.

Baca juga: Panduan Marketing Plan: Cara Membuat, Contoh, Ciri untuk Bisnis

Tags:
Artikel Terkait
Aturan Baru Studi Mingguan
Hai Popstars, Ada sedikit perubahan aturan pada Studi Mingguan yang perlu kamu tau nih! Saat ini batas maksimal studi mingguan yang bisa kamu klaim adalah 10 studi. Jika kamu sudah mencapai batas maksimal klaim Studi Mingguan, kamu bisa lanjut ke aktivitas/misi lainnya, yaitu bermain Popquest dan ajak teman melalui Teman Popcorn. ​ Nantinya, akan ada […]
Inilah 10 Contoh UMKM Paling Banyak Diminati di Indonesia!
Beberapa gambaran atau contoh UMKM yang sukses telah berhasil membuat banyak orang mulai tertarik untuk menekuni usaha ini.  Ditambah lagi sistem operasionalnya mudah atau tidak serumit manajemen perusahaan berskala besar, tentu menjadi daya tarik tersendiri. Selain itu, hanya dengan modal yang relatif kecil saja, UMKM sudah bisa mulai dijalankan. Karena itulah, semua orang bisa mengembangkan […]
Apa Itu B2C? Pengertian, Jenis, dan Perbedaannya dengan B2B
Business to consumer atau disingkat B2C adalah model penjualan yang kini sedang populer di kalangan pebisnis. B2C adalah teknik penjualan barang maupun jasa secara langsung kepada konsumen. Agar Anda semakin memahami apa itu B2C, pada pembahasan kali ini Populix akan menjelaskan mulai dari pengertian, jenis, sampai perbedaannya dengan B2B. Yuk simak! Pengertian B2C B2C adalah […]